
Hari ini adalah dimana maria dapat mewujudkan impiannya untuk yang kedua kali. Perusahaan keduanya bergerak di bidang wedding orginizer. Maria yang sudah mulai membaik akhirnya bisa melaunching perusahaannya.
Izdi yang diminta tolong hadir sebenarnya enggan untuk hadir. Tetapi kali ini maria mohon agar hadir. Karena di dalam saham perusahaan ada nama izdi.
" Datanglah bersamaku iz!" pinta maria.
" Aku tidak ingin menghadirinya. Itu adalah perusahaanmu untuk apa aku datang," jawab izdi di ruang tamu.
" karena 60% saham itu milikmu. Itu sebagai permohonan maafku telah meninggalkanmu dulu. Please iz," ucap maria memohon pada izdi.
" Hubungan kita sudah selesai maria apa yang mau di maafkan lagi. Aku sudah menalakmu jadi untuk apa perusahaanmu itu kamu berikan padaku," jawab izdi. Maria memohon pada izdi supaya izdi mau mendampinginya.
" Ku mohon iz dampingi aku," jawab maria. Izdi yang tak sejahat itu akhirnya mengiyakan permintaan maria. Setidaknya menggantikan kebahagiaan maria yang tak sempat dia berikan. Dia telah memilih wardah sebagai pasangan hidupnya namun ia tak berkesempatan untuk mengatakannya saat ini.
" Baiklah dan satu hal jangan mengatakan apapun tentangku di hadapan wartawan," jawab izdi pada maria. Gadis itu pun mengangguk.
" Aku akan bersiap, kita bawa mobil sendiri-sendiri berangkatlah lebih dulu jika sudah sampai sharelok. Pergilah!" seru izdi. Nampaknya maria tidak menyukai cara izdi yang menyampaikan risalah hatinya lewat tutur kata yang kurang merdu di gendang telinga.
Maria menghela nafas dan pergi dari rumah izdi dengan langkah gontai. Harapan, kebahagian dan impiannya sirna saat izdi menalaknya.
Flash Back.
Keesokan harinya di ruang keluarga...
" Bagaimana iz keputusanmu tentang maria? Karena dia masih istrimu. Apakah kamu ingin memperbarui pernikahan dengannya atau sebaliknya?" tanya aba dengan tegas.
__ADS_1
Izdi menghela nafas sambil memejamkan mata. Semalaman dia berpikir hubungannya dengan maria harus seperti apa. Karena saat ini ada wardah yang sudah menjadi istri sahnya. Maria pun izdi tak pernah menggaulinya. Akhirnya izdi pun memutuskan hal yang tak merugikan siapa-siapa.
" Izdi akan menalak maria aba, demi Allah izdi belum menyentuh maria maupun menggaulinya karena kami memiliki perjanjian pra nikah dan batasan itu hingga sampai kami menyelesaikan kuliah," jawaban izdi membuay semua orang tercengang. Mereka baru tahu jika izdi tak pernah menyentuh istrinya dan ada perjanjian pra nikah.
Izdi pun dengan berani menatap maria. Ia berharap gadia itu segera menemukan orang lain dalam hidupnya.
" Maria binti Dzuqarnain aku bebaskan engkau dari pernikahan kita, aku bebaskan engkau menikah dengan laki-laki lain dan aku bebaskan engkau dari tanggung jawab seorang istri. Maafkan aku maria aku tidak sanggup jika harus hidup bertiga," ucapan izdi membuat sakit hati maria.
Maria yang selama ini mendamba akan kembali bersama izdi jadi ambruk hatinya. Impian yang selama ini dia kejar menjadi sia-sia di matanya. Izdi saat ini malah menceraikannya. Maria ingin menjadi istri kedua jika wardah tidak keberatan. Karena walau bagaimanapun izdi adalah cintanya yang tertinggal. ketila mendengar talak dari mulut suaminya maria meneteskan air matanya. Saat ini dia merasa sebatang kara. Tak memiliki siapapun untuk menjaganya.izdi adalah harapan terakhirnya namun dia juga memilih untuk menjauh.
" Baiklah mas jika itu permintaanmu maafkan maria. Semoga kamu bahagia bersamanya," jawab maria dengan lesu.
...****************...
Semenjak hari itu maria keluar dari rumah izdi. Tidak ada haknya di rumah itu. Hak sebagai istri, hak sebagai saudara dan lain-lain. Semuanya sudah kosong.
Izdi yang sedang bersiap dia merogoh gawainya dan memberikan sebuah pesan kepada istri tercinta.
" Sayang mas menghadiri peresmian perusahaan maria. Dia meminta bantuan untuk pembukaannya. miss you," pesan izdi untuk wardah. Namun wardah tak kunjung membalasnya karena dia sedan membantu bu sumi. Pagi itu pun wardah di temani oleh nasya dan azzam.
Ketika mereka duduk di kursi di taman rumah bu sumi.
" Bagaimana sudah menghubungi gus iz?" tanya azzam pada wardah. Si empunya hanya mengangguk sambil menatap ke arah jalanan depan.
" Oh iya. Doakan acara pernikahanku lancar dengan kakak gus iz. Tapi sepertinya aku tidak bisa menetap di pondok karena tugasku sebagai CEO begitu berat. Entah apakah syaratku nanti memberatkannya," curhat azzam pada wardah.
__ADS_1
" Jika berjodoh semuanya tidak akan terasa sulit. Percayakan saja pada Allah semuanya. Insyaallah itulah jawaban terbaik," jawab wardah sangat dewasa. Senyum azzam mengembang. Inilah wardah yang dia kenal selalu memberikan yang terbaik baik dari segi sikap maupun tindakan.
Di tempat lain ...
Peresmian di gedung wedding organizer itu membuat izdi melongo. mana mungkin nama gedung Itu IM Decoration. Tapi dia tak keburu Gr mungkin ada singkatan lain. Ketika peresmian berlangsung beberapa wartawan datang menghampiri kami. Mereka menanyakan kepanjang dari IM sontak saja maria tersenyum.
" Izdi-Maria .. " jawaban itu membuat izdi menoleh dengan tatapan tajam pada maria. Gadis itu nampak tersenyum. Liputan ini pasti masuk ke televisi dan medsos. Izdi tidak onhin istrinya itu kembali salah paham dengan ucapan maria. Tapi kenapa perusahaan ini atas namanya dan maria. Sedangkan mereka sudah tak memiliki hubunagan apapun.
" Apakah pemuda di samping anda ini yang bernama izdi?" tanya semua wartawan. Maria mengangguk ramah tapi tidak dengan izdi dia hanya mematung malas menganggul maupun tersenyum.
" Tuan apakah anda suami nona maria?" tanya salah satu dari mereka. Izdi menghela nafas panjang dan ingin menjawabnya.
" Kalian ingin saya menjawab apa? Saat ini saya sedang tak ingin mengatakan apapun. Tapi saya luruskan bahwa di sini saya adalah tamu dari nona maria. Untuk jawaban kenapa nama perusahaan ini atas nama saya dan beliau silahkan bertanya langsung. Permisi!" seru izdi kemudian berdiri dan melenggang pergi dari jumpa pers-nya bersama maria.
" Sayang tunggulah sebentar!" seru maria yang membuat izdi kaget dan ingin marah. Dia tetap melangkah menjauh. Namun samar-samar maria menyebutkan bahwa aku adalah cinta pertamanya hingga saat ini.
" kenapa perusahaan ini atas namanya karena dia ikut andil dalam kesuksesanku. Dia adalah cinta pertamaku dan sampai saat ini dia tak tergantikan oleh siapapun masih dalam posisi yang sama," jawab maria yang menatap kepergian izdi.
" Kenapa tidak menikah saja nona?" bukankah sudah begitu dekat?" tanya salah satu wartawan.
" Inginnya seperti itu tapi sudah tidak memungkinkan. Bisa jadi suatu hari kami bersatu kembali. Saat ini harus berjeda lebih dahulu. Baiklah cukup terima kasih jumpa pers kali ini. Permisi!" seru maria yang kemudian pergi dan diwakili sekretarisnya.
.
.
__ADS_1
.
Hmmm ... Masalah lagi dong ya??? Kasihan si cantik wardah sama baby.