
wardah yang di make up hanya mengikuti alurnya. Dia masih menggunakan dress pengantin kakaknya yang berwarna baby blue. Ketika selesai di make up.
" Kakak mana sih?" tanya wardah.
" Hai ... Adik!" seru fatimah yang sudah dress manten lengkap. Wardah berdiri dan berbalik.
" Loh ... La ini yang aku pake untuk apa kak?" tanya wardah sedikit bingung dengan pakaiannya. Fatimah hanya tersenyum saja dan mendekati adiknya yang cantik.
" Ada kejutan dek. Ikuti alurnya saja," bisik fatimah yang membuat wardah menatap ke arahnya.
" Tuh kan mulai gak asik. Gak suka gini-gini kah kak," rengek wardah.
" Udah ah jangan kayak anak kecil udah jadi ibu loh ayo d tungguin adzkan di bawah," ajak fatimah. Wardah namun menolak.
" Kak ku lepas dulu ya dress-nya ... malu kayak yang mau nikah aja," jawab wardah.
" udah ah lama amat sih dek. Ayo!" fatimah menaarik adiknya dan dressnya yang belakang di pegang mbak- mbak rias. Mereka berdua turun dengan anggunnya. Wardah tidak fokus gamang, malu campur nano-nano yang jelas isin kata orang jawa. Yang nikah siapa yang pake baju glamour siapa ya elah muka gue taruh mana. Ya taruh sini lah neng. Hahahah. Wardah terbelalak saat ada 2 meja akad azzam dan izdi duduk bersebelah izdi memakai kurta biru sedang mas azzam pake baju manten putih.
Mereka berdua di dudukkan di samping pasangan masing-masing.
" Mas ada apa?" bisik wardah pada izdi.
" Saya mana tahu ini kelakuan rangga sama mas rahman tadi," jawab izdi lirih.
Wardah gusar ini ada apa sebenarnya kenapa mas izdi di meja samping kakak.
" Baiklah nak izdi mbak wardah di sini kami akan menikahkan ulang/ memperbarui pernikahan kalian. Sudah lama toh tidak bertemu. Buku ini masih lengkap ini ada di meja. Siapa mas izdi?" tanya pak penghulu. Izdi rasanya tidak tahu memulainya darimana. Dia memgamgguk saja saat pak penghulu mengucapkan hal demikian.
" Baiklah kita mulai, saya nikahkan dan kawinkan engkau ....... "
Pernikahan ulang itu terjadi secepat kilat. Hingga teriakan "sah" orang-orang menggema di seluruh ruangan. Wardah pun hanya membeo. Kenapa bisa begini ini skenario siapa bukan aku yang nikah harusnya kan.
Wardah menatap suaminya dengan lekat. Rasanya dia seperti baru pertama kali menikah dengan izdi. Izdi pun memberikan cincin berlian yang di siapkan oleh rangga. Pemuda itu memang brengsek hahahah. Tapi dia benar-benar membuat izdi bahagia hari ini. Kejutan dan skenario di luar prediksi.
Setelah itu fatimah pun dinikahkan dengan azzam. Jika izdi dan wardah memperbarui pernikahan mereka tidak bagi fatimah ini yang pertama baginya. jantungnya benar-benar berdegup kencang. Tangannya tiba-tiba berkeringat dan sedikit gemetar. Kayak kurang aqua deh. Heheheh.
__ADS_1
Ketika kata " sah" kembali menggema di seluruh ruangan fatimah pun menyalami azzam. Pemuda menyentuh tangan fatimah lama karena ingin mengusap tangan istrinya yang basah karena gerogi. Fatimah mencium tangan azzam dengan takdim begitu juga dengan azzam yang bersoa sambil memegang ubun-ubun istrinya dan menciumnya.
Pernikahan empat sejoli ini menorehkan sejarah baru dalam kehidupan. Bahagia itu datang jika sudah waktunya. Takdir itu indah pada waktunya.
" Kakak ... Apa yang kau lakukan?" tanya wardah sambil terisak.
" Menikahkanmu dek," jawab fatimah sambil tersenyum.
" Tapi tidak begini kakak," jawab wardah.
" Kakak tidak mau bahagia jika kalian belum bersatu. Jika seperti ini raaanya kebahagiaan kakak lengkap sudah dek," jawab fatimah dengan sangat senang.
" Tapi ini terlalu cepat kakak aku belum membuat perhitungan dan mengerjainya kak," jawab wardah dengan sebel.
" lakukan itu setelah menikah," jawab fatimah dengan terkekeh. Tak luput dari mereka izdi mendengarnya.
" apa yang di lakukan setelah menikah? Mau apa ini saya mencium aroma-aroma tidak enak ini," jawab izdi. Sebelum mereka menjawab adzkan datang menghampiri.
" Papa ... Sana yuk!" ajak adzkan.
Fatimah dan wardah tertawa bersama saat melihat pemuda itu di ajak putranya menemui tamu-tamu.
" Sukses dong ya skenario-nya paman!" seru rangga pada sang paman wardah sekaligus ayah baginya.
" makasih ya ... Kalian memang teman yang solid," jawab pak Zulfi. Mereka mengahbiskan waktu bersama. Sedang izdi sudah di monopoli oleh putranya. Fatimah menemani sang adik. Semua berhambur menikmati pesta pernikahan hari ini.
Flash back...
" Eh kalian mau mengajakku kemana?" tanya izdi.
" Kamu malas masuk kan ? Kita butik sekarang untuk ke acara pernikahan fatimah," jawab rangga rahman mengiyakan.
Sesampainya di butik ...
" Mbak kurta yang di pesan kemarin!" seru rangga.
__ADS_1
" kurta? Eh aku ini mau kondangan bukan mau sholat ngapain pake kurta segala sih. Malu-maluin aja deg ngga. enggak deh jangan mulai," ucap izdi. Namun rangga tak menggubrisnya. Ketika kurta di berikan pada rangga.
" pakai sekarang lalu kita jalan," jawab rangga. Izdi yang mau menolak namun rangga sudah memberi kode no bantahan. Gunakan langsung segera berangkat. Rahman hanya terkekeh melihat kegabutan rangga dan betapa malunya memakai ini ke pernikahan. Bahkan pihak salon mendadaninya juga.
" mbak saya bukan manten gak usah gini-ginian. Ini aja udah malu," gerutu izdi saat memakai kurta biru elektrik kombi putih.
" Diem deh mas. Aku tuh di bayar buat kerja. Di bunuh ntar aku sama tuh temen loh!" seru si cewe jadi-jadian di depan izdi saat ini.
" astagfirullah aneh ente ya. Mau aja dikibulin mereka," ucap izdi.
" Lah situ mau aja di dandanin kayak gini. Dasar oneng loh bang," jawab si perias. Izdi jadi ingin terkekeh dengan jawabannya.
Setelah itu mereka berangkat ke kediaman pak yusuf. Izdi tidak mau masuk.
" Kenapa?" tanya rahman.
" Ogah mas. AZZAm yang nikah kenapa aku yang heboh," jawab izdi dengan manyun.
" Kalau mau dimaafin sama si wardah masuk sekarang tinggu dia di dalam," jawab mas rahman. Akhienya mau tidak mau izdi masuk dengan langkah kaki gontai. Malu bercampur isin. Eh, sama ya hihihi.
" silahkan mas izdi duduk di sebelah mas azzam!" seru pak penghulu. Izdi tolah toleh.
" Eh, ngapain tolah toleh? Sana ... Dasar Dosen pinter tapi rasa bodoh amat. Hadeh," ucap rangga dengan jahilnya.
Wah parah sih ini. Aku lebih malu dari perkiraan. awas ntar loh pada ya anak-anak sialan. Gue kira loh bikin malunya di pakaian doang. Ini gur ngapain di depan berasa kayak mau kabur tapi lewat mana. Hadeh anak kucing awas nanti loh! Batin izdi dengan kesal.
...****************...
" Apa yang loh pikirin tadi iz?" tanya mas rahman.
" Gue benci banget sama kalian udah malu banget malah tambah malu-maluin. Sukses ya skenario kalian. Benar-benar sial," jawab izdi sambil tertawa.
" sial yang menguntungkan dong. Ya gak sih???" goda rahman. Izdi terkekeh jadinya.
.
.
__ADS_1
Like vote giftnya support karya author ya maksihhhhh