Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)

Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)
Rencana Perjodohan


__ADS_3

Di dalam mobil Kania dan Permadi malah ribut masalah Nadia yang bikin Kania geram. Setelah Permadi menceraikannya justru Permadi mengejar lagi mantannya. Mungkin dia baru menyadari arti kehilangan setelah hampir 3 tahun satu atap. Saat kebersamaan mulai tidak lagi sejalan Permadi mulai bermain api, dengan mantannya. Setan selalu datang mengacaukan pikiran manusia di kala Tuhan memberikan ujian baik itu masalah ekonomi rumah tangga, suami, istri juga anak serta ujian lain dalam rumah tangga.


Laki-laki di uji ketika dia memiliki segalanya, dan wanita di uji ketika suami tidak memiliki segalanya.


Perang batin mulai mencuat di hatinya bukannya Permadi dan Kania masih saling mencintai? Permadi mengacak rambutnya frustasi yang hanya mendapat sorotan tajam Kania di sampingnya.


"Kamu itu kenapa sih masih aja menemui Nadia?" omel Kania marah.


"Aahh.... Sudahlah aku mau pulang kepalaku pusing." Setelah Permadi mengantar Kania pulang ia pun kembali mengemudikan mobilnya. Kembali pulang ke rumah lamanya yang pernah ia tempati bersama Nadia dan putranya Fafa.


Seperti ada goresan luka melihat bingkai foto yang menampakkan senyum Nadia dengan balutan gaun putih yang begitu cantik di pakaiannya. Dua tahun lamanya hidup dalam kepalsuan cinta yang dia berikan pada istri yang benar- benar menganggapnya ada. Justru setelah dia benar-benar pergi kenapa Permadi merasa kehilangan.


Ya Tuhan, apa ini yang namanya karma." gumamnya. Memegangi ujung bibirnya yang lebam.


Deringan telpon membuyarkan angannya terpampang nama Mama di layar ponselnya.


πŸ“ž~ Di, kamu lagi sama Nadia kenapa kalian gak pulang kesini?"


πŸ“ž~ Ya, Mah kami pulang ke rumah kita yang lama.


πŸ“ž~ Kalo Fafa punya adik Mama juga gak keberatan.


seru mama Dita memutus panggilan telponnya.


Tutt....Tutttt....


Panggilan telpon pun terputus ucapan mama Dita membuat hati Permadi semakin gusar. Harusnya saat ini Permadi bersenang-senang bersama Kania. Seperti biasa yang mereka lakukan makan di cafe dan shoping di mall menghabiskan uang yang seharusnya menjadi hak Nadia.


Di kamar Kania meluahkan kekesalannya pada alat riasan di mejanya, melempar jauh apa saja yang ada di di depannya. Merutuki dirinya di depan cermin, Kania menatap pantulan wajahnya meraih sisir dan menyisir rambutnya yang berantakan karena amarah yang menguasai dirinya. Antara melanjutkan hubungannya dengan Permadi atau menerima perjodohan dari orang tuanya, Kania benar-benar dalam dilema. Ratna ibu dari Kania akan menjodohkan putrinya pada putra sahabat suaminya.


Yaitu Putra dari Pemilik rumah sakit terbesar di kota X putra Bapak Firman Arsyad Bimantara. Seorang Ahli Farmasi yang sukses mendirikan Rumah Sakit terbesarnya di kota X, serta klinik di kawan kota Y.

__ADS_1


Selama hampir enam tahun Kania menunggu Permadi. Tiga tahun ia harus menunggu Permadi lulus kuliah, tiga tahun menunggu kepastiannya untuk menceraikan istrinya atas perjodohan orang tua permadi.


Aagghh......!"


Kania melempar semua barang yang ada di hadapannya tidak perduli dengan mama serta siapa pun yang mendengar teriakannya dari dalam kamar. Kania benar-benar kesal dan marah pada sikap Permadi yang seolah tak menghargai pengorbanan waktunya, banyak waktu dan serta masa mudanya yang terbuang sia-sia hanya demi seorang Permadi.


Derap langkah kaki terdengar menaikki anak tangga menuju lantai atas. Kania dengan cepat mengusap air matanya sebelum seseorang mengetuk pintu masuk ke kamarnya. Dan melihat dirinya menangis.


Tokkkk....tokk...!!"


"Ya, tunggu sebentar.'' ujarnya sambil mengumpulkan barang-barang yang berserakan di lantai. Kania membuka sedikit pintu melihat siapa yang datang ke kamarnya.


"Non, Kania di tunggu Bapak sama Ibu di ruang tengah sekarang, Non!" ucap asisten rumah tangganya menyampaikan pesan majikannya.


Kania mengangguk paham menutup kamar serta merapikan penampilannya sebelum akhirnya turun menemui orang tuanya di ruang keluarga. Kania mengambil posisi duduk di samping ibunya menatap wajah ayahnya yang nampak serius tanpa membalas tatapan Kania.


"Ayah, mama!'' panggil Kania.


"Kania apa kau sudah memutuskan hubunganmu dengan Permadi?'' tanya ayahnya pada Kania dengan suara tegasnya. Hingga membuat Kania tidak berani menatap wajah Ayahnya yang nampak datar dingin.


"Cukup! Ayah tidak mau dengar lagi kamu masih berhubungan dengan Permadi. Bagaimana pun statusnya saat ini." tolak ayahnya mentah-mentah.


"Ayah, Kania dan Permadi masih saling cinta menikah adalah impian kami, setelah kami sama-sama lulus kuliah dulu, Yah. Permadi menikah karena terpaksa dan di jodohkan karena ibunya yang sakit." Kania mencoba menjelaskan pada ayahnya yang memiliki sifat keras dan kaku.


"Ayah minta besok malam kamu siap ikut acara makan malam bersama keluarga sahabat Ayah. Ayah akan kenalkan kamu pada putranya." ujarnya sambil berlalu meninggalkan Kania untuk berpikir.


🌼🌼🌼


Di apartmen Arsahaka dan Nadia saling menyiapkan makan malam bersama yang mereka masak. Hanya ada nasi putih dan telur juga sambal sebagai lauk mereka makan malam. Sangat sederhana Nadia menolak pergi makan malam di luar dengan alasan takut bertemu orang yang mengenali dirinya karena statu jandanya yang masih di rahasiakan.


Nadia tidak menyangka jika Seorang Dokter bedah bisa bergulat juga di dapur dengan alat yang pastinya berbeda dengan gunting serta pisau yang berada di rumah sakit yang biasa ia gunakan untuk menyayat kulit tubuh manusia.

__ADS_1


Meski dapur terlihat sangat kacau bagai kapal pecah, dapat Arshaka lihat ada sedikit kebahagiaan terpancar dari wajah Nadia. Yang belum pernah ia rasakan sebelumnya bersama Permadi. Meski sekedar menemani Nadia masak di dapur.


Setelah menyelesaikan acara makan bersama Nadia dan Arshaka membereskan peralatan makan yang baru mereka pakai. Mereka saling berbagi tugas Arshaka yang mencuci dan Nadia yang membilas serta menatanya ke tempat semula. Setelah semua beres mereka duduk santai di depan televisi menyaksikan acara komedi yang menghibur.


"Dokter, besok pagi saya akan pulang ke rumah bapak," ucap Nadia memberitahu. Tapi Nadia tidak mendapat respon dari Arshaka, Nadia menatap Arshaka sekilas tanpa berani menatapnya lagi.


"Dokter?" panggilnya lagi. Arshaka hanya menoleh Nadia dingin.


"Di sini saya bukan Dokter," jawabnya datar.


Dengan gurat wajah kecewa Arshaka mendengar ucapan yang keluar dari mulut Nadia. Arshaka berdiri dari duduknya dan hendak masuk ke kamarnya, namun langkahnya terhenti saat ponselnya berdering. Bunda Maya melakukan panggilan telpon, Arshaka pun kembali duduk di samping Nadia menjawab telpon dari bundanya.


πŸ“ž~ Hallo, Arsha sayang. Besok malam pulang ya, Nak! Ayah menunggumu di rumah ada yang ayah ingin bicarakan denganmu.


Ucap Bunda Maya dengan suara lembutnya. Yang tidak akan mungkin arshaka menolak permintaan dari Bundanya.


Arsahaka kembali bangkit dari duduknya ketika Nadia memanggil Arshaka yang membuat dirinya tersipu.


"Mas Arshaka, besok juga mau pulang ke rumah?" tanya Nadia. Yang tersenyum mendapatkan balasan senyum menawan dari Arsahaka.


"Iya, besok saya akan pulang ke rumah, setelah saya mengantar mu pulang. Sekarang tidurlah di kamarmu!" jawab Arshaka dengan senyum simpulnya.


Entah mendapat keberanian dari mana Arshaka berani mencuri ciuman Nadia. Meski hanya sekedar cium kening yang membuat jantungnya hampir lepas dari tempatnya. Nadia sama terkejutnya yang mendapatkan kecupan tak terduga dari dokter Arshaka. Jantungnya seakan bergemuruh bagai lautan yang bergelombang.



Nadia Chamelia


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih yang udah mampir ke siniπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


maaf jika Masih banyak kekurangan.


Mohon dukungannya teman teman like, komen and vote. πŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—πŸ€— bye,,,,,!!


__ADS_2