Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)

Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)
Gaun Untuk Nadia


__ADS_3

"Nadia, Bunda masih ada urusan kamu hati-hati di rumah!Nanti Fafa bunda yang jemput sama pak Lukman."


"Iya, Bunda," jawab Nadia sopan mencium punggung tangan ibu mertuanya. Pak Lukman membukakan pintu depan mobil untuk bunda Maya dan berlalu pergi meninggalkan pekarangan rumahnya.


Ibu mertua Nadia benar-benar mempersiapkan secara epik dan matang tanpa Nadia dan Shaka tahu, pesta yang pure dalam rencana suprise nya di hari ulang tahun Nadia. Yang Nadia sendiri tidak tahu di hari apa dan tanggal berapa ulang tahunnya jatuh. Karena seumur hidupnya ia belum pernah merayakannya baik sebelum atau setelah menikah dengan mantan suaminya dulu Permadi. Menurutnya pesta ulang tahun tidaklah lebih penting dari isi perut keluarganya, baginya mengenyangkan perut keluarganya jauh lebih penting ketimbang membuang uang untuk pesta yang sama sekali tidak manfaat.


"Kita berhenti di butik Hana, pak Lukman," pinta bunda Maya meraih tasnya.


"Siap, Bu!" jawab pak Lukman cepat.


Mobil berhenti tepat di depan butik Hana milik adik sepupunya yang belum lama ini ia jumpai.


"Selamat siang di Butik HannaRoss. Ada yang bisa kami bantu?'' senyum ramah dari pelayanan butik Hanna menyambut kedatangan bunda Maya, bunda membalas sapaannya dengan senyum yang kalah ramah. Melihat siluet tubuh yang ia kenali Hanna meletakkan majalah fashion di tangannya dan menghampiri kakak sepupunya.


"Mba Maya jadi juga kesini?" tegur Hana saling memeluk satu sama lain hal yang sudah terbiasa mereka lakukan tiap kali bertemu.


"Sesuai janji mba semula aku mempercayakan semua sama kamu, Hanna. dari gaun mike up semuanya." ujar bunda Maya menyerahkan tanggungjawab itu pada adik sepupunya yang ahli dalam menata rias make-up artist.


"Aku nggak nyangka aja mba Maya ternyata menantu mu itu, mantan istrinya Permadi. Mantan menantunya si Dita sahabat ku, Dita sangat menyayangi Nadia yang aku tahu Nadia penurut, lembut dia pinter masak lho mba."


"Kamu memang benar Hanna ya mungkin karena itu Shaka sangat mencintai-Nya dan tidak ingin kehilangan Nadia. Tapi mendengar masalalu nya sungguh kasihan, kejam sekali dia yang sudah mencampakkan hidupnya dulu."


"Benar, belum lagi Dita telah menuduh Nadia berselingkuh dengan Shaka. Tanpa mencari tahu kebenarannya dan memisahkan Nadia dari putranya yang sebenarnya Permadi lah yang sudah berselingkuh dari Nadia, disaat mereka masih bersetatus suami istri.

__ADS_1


Dengan panjang lebar mereka membahas masa lalu Nadia dan mantan suaminya dulu, mereka sampai lupa waktu untuk membahas hal penting gaun untuk acara pernikahan menantunya lusa.


Secepatnya Hanna memberikan example koleksi gaun terbaiknya, yang saat ini sedang booming di butiknya adalah gaun bernuansa Eropa. Gaun putih berenda dengan bahu terbuka menampakkan indah setiap lekuk pahatan sangat maha karya.


Satu persatu bunda membuka koleksi gaun untuk Nadia dan Shaka, sampai-sampai bunda sendiri pusing karena warna dan modelnya sangat lah bagus jika Nadia yang pakai. Gadis pemilik wajah imut dengan mata bulat dan bertubuh langsing akan lebih cocok dengan gaun putih dan warna silver untuk sesi pemotretan di hari akad.


"Bagaimana kalo ini mba Maya? Nadia pasti sangat cantik." tanya Hanna menunjukkan gaun sedikit sensual di bagian dadanya.


"Menurutku ini terlalu terbuka Hanna, dan Shaka pasti tidak akan suka jika istrinya jadi pusat perhatian dan jadi konsumsi publik." paparnya melihat foto yang menjadi model gaun di album koleksi milik adik sepupunya.


"Ok, aku carikan model yang lain." ucapnya membalik foto koleksi lainnya.


Sepuluh menit


Satu jam kemudian pilihan bunda Maya dan Hanna jatuh pada gaun putih tulang menjuntai dengan rendah cantik dan ribuan manik berkilau untuk akad



bunda setuju akan pilihan Hanna yang menurutnya sangat bagus dan terlihat mewah.



untuk sesi pemotretan dan penerimaan tamu undangan tetap warna putih dengan model berbeda. Untuk resepsi Hanna akan membawa dua gaun yang lebih santai tetep dengan gaya yang elegant dengan nuansa warna yang berbeda.

__ADS_1


Akhirnya bunda Maya mengakhiri obrolannya dan pamit pada Hanna setelah saling cipika cipiki, Hanna mengantar kakak iparnya sampai pintu depan butik. Tapi siapa sangka jika Hanna dan Maya harus bertemu dengan Dita sahabat lama Hanna orang yang baru saja ia obrolkan beberapa jam yang lalu justru dia benar-benar muncul dan ada di hadapan mereka berdua.


"Jeng Dita?! Ada angin apa tiba-tiba sampai di butik sederhana ku," sapa Hanna melirik Dita dan kakak sepupu nya setelahnya.


"Oh, jadi Anda yang bernama Dita. Mantan mertua Nadia dulu," tanya Maya to the point menatap Dita.


"Tante, Siapa? Kenapa semua orang membicarakan nama Nadia? Tidak mama, papa, oma dan opa semua membicarakan nama Nadia!'' tanya Karin dengan polosnya yang masih berada dalam gandengan tangan Dita disisi-Nya.


"Karinnn!Diamlah, Nak!'' Maya tersenyum mendengar ucapan Karin yang jujur, sedang omanya berusaha melarangnya lebih jauh bertanya tentang Nadia. Menghentakkan tangan Karin dalam genggaman omanya.


"Gadis cilik yang pintar, berapa usia mu?" tanya bunda Maya mengelus lembut pipi Karin.


"3 tahun tante? Tante ibu dari Nadia itu?" ceplos Karin lagi tanpa tahu siapa wanita dewasa yang diajaknya bicara. Umumnya anak kecil akan bicara dan bertanya dengan polosnya sesuai hatinya dan sesukanya.


"Kau benar sekali sayang tante adalah ibu dari Nadia. Kau ingin tahu bukan siapa tante Nadia? Hanna kau bisa memberikan satu paket undangan dari ku untuk keluarga Permadi kebetulan sekali bisa bertemu disini," tuturnya menoleh kearah Hanna dan Hanna meraih undangan yang tersimpan di laci mejanya dan memberikannya pada Dita.


"Kami datang untuk mencari gaun pesta ulang tahun untuk cucuku Karin." ujar Dita pada Hanna. Karin tersenyum melirik tiga wanita yang usianya tidak beda jauh dari omanya bergantian.


"Silahkan jeng Dita, Masuklah!" ucap Hanna mempersilahkan sahabat lamanya.


Bunda Maya pun keluar dari butik adik sepupunya dan membiarkan Dita masuk kedalam bersama cucunya yang sudah pintar bicara itu. Ada sedikit rasa kecanggungan diantara mereka selain merasa rendah di hadapan Hanna, Dita agaknya malu dengan beredarnya berita tentang keluarganya terutama putranya yang mencoreng nama baik keluarganya. Apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur dan tidak akan bisa kembali menjadi nasi atau beras lagi.


Dita dan ccucunya Karin melihat gaun koleksi terbaik dari butik sahabatnya yang akan memesan secara couple baju pesta untuk merayakan pesta ulang tahun cucunya dua minggu lagi. Ya semua pegawai butik Hanna akan lembur menggarap couple gaun mereka. Beruntung gaun untuk Nadia dan Shaka sudah rampung penggarapan dua bulan yang lalu dan rencana sudah jauh-jauh hari saat Shaka membawa Nadia datang kerumah untuk menjelaskan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2