Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)

Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)
POV Permadi


__ADS_3

Permadi berada di club malam minum-minuman alkohol setelah sekian lama tidak menyentuhnya. Terakhir Permadi minum bersama teman-teman alumni SMA-nya satu minggu sebelum Permadi akan menikahi Nadia gadis pilihan orang tuanya.


Permadi menerima perjodohan dari Mamanya di kala Mamanya di rawat di rumah sakit dan tidak ingin minum obatnya sebelum Permadi menyetujui rencana perjodohannya dengan Nadia dan menikahinya.


Di saat itu permadi masih menjalin cinta dengan Kania meski pacaran secara LDR. (long distance relationship) Masih tetap menjalin hubungan meski jarak jauh Permadi sering melakukan panggilan Vidio call. Bertukar foto kegiatan kampus sesekali Permadi menemui Kania di saat libur kuliah.


Mereka saling melepas rindu keliling Jakarta sehari sebelum kembali ke London, butuh waktu lama untuk Permadi melupakan Kania setelah sekian lama terpisah. Setelah lulus dan kembali ke Jakarta ia bekerja di perusahaan besar di Kawasan Industri Teknologi dan Perakitan Komputer. Sesuai basicnya Permadi mengambil ilmu Teknik informatika.


Dengan keberhasilannya Permadi berniat meresmikan hubungannya dengan Kania ke jenjangnya yang lebih serius. Dan telah mendapat izin dari orang tua Kania, Permadi pun mengatakan pada kedua orang tuanya untuk meminta restu dari Mama Dita juga papanya.


Suatu malam,


"Mama, Papa ,Permadi mau menyampaikan sesuatu," ucap Permadi ragu. Sampai akhirnya Dita dan suaminya mulai bertanya tentang hal apa yang akan Permadi ingin utarakan pada mereka.


"Apa? Menikah?" kedua orang tuanya mulai bertanya lagi. Dengan siapa Permadi akan menikah? namanya siapa? Rumahnya di mana? Dari keluarga mana? Akhirnya Permadi menceritakan semua dari awal ia mengenal Kania hingga kembali bertemu dan bekerja di satu Kantor yang sama. Sebenarnya Kania tidaka perlu bersusah payah melamar pekerjaan demi memenuhi kebutuhan kehidupannya.


Kania bisa saja mengelola perusahaan milik ayahnya yang cukup bonafide yang bergerak di sektor pariwisata, perhotelan dan financial lembaga simpan pinjam yang cukup besar di bawah naungan BUMN. Cinta yang Kania anggap lebih kuat dari apapun kenyataannya Permadi tidak mampu memperjuangkan cintanya bahkan mengorbankan cintanya. Permadi lebih memilih menikahi Nadia gadis pilihan orang tuanya.

__ADS_1


"Permadi, Mama akan sembuh jika Mama melihatmu menikah dengan Nadia" ujar mamanya dengan suara gemetarnya menahan sakit.


Permadi menemui Kania untuk yang terakhir di sebuah taman yang biasa mereka bertemu saat masih sama-sama duduk di bangku SMA.


"Maafkan aku Kania aku terpaksa menuruti kemauan mama, demi kesembuhan mama. Berjanjilah kau akan tetap setia menungguku lagi!setelah Mama sembuh dan keinginannya memiliki cucu terwujud aku secepatnya akan menceraikan Nadia." ucap Permadi penuh keyakinan.


Di malam itu tak ada kata yang keluar dari mulutnya hanya air mata yang mewakili dari hati Kania. Tangis sia-sia baginya pengorbanan waktunya yang tak ada harganya cintanya di korbankan begitu saja tanpa ada perjuangan. Mungkin cinta itu berubah menjadi rasa benci begitu juga dengan yang di rasakan pada Ardana Dinata ia merasa Putrinya telah di permainkan.


Lain cerita dengan yang di rasakan dengan Kania semakin ia ingin melupakan justru cinta itu semakin bertambah dan tumbuh. Semakin di ingat semakin di kenang semakin sakit hatinya menahan rindu yang semakin sesak ia tahan. Puncaknya pada saat Permadi mengucapkan Kalimat suci yang seharusnya nama Kania yang Permadi sebut dalam ijab qabul itu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nadia binti Nurdin dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai".



Permadi minum wine dan vodka terlalu banyak hingga membuat kepalanya berat dan pusing pandangannya menjadi kabur dan gelap. Ucapannya meracau tak jelas tubuhnya sempoyongan, melangkahkan kaki gemetarnya berpegang pada dinding serta pilar club menuju mobilnya. Tubuhnya terhuyung di lantai club hingga menabrak seseorang yang tengah menggandeng wanita di sampingnya.


Dan mengira jika wanita itu adalah Nadia yang tengah di gandeng oleh dokter yang mengajaknya pergi malam itu. Permadi menarik tangan wanita itu hingga membuat onar di club memancing keributan dengan kekasih wanita yang di panggilnya Nadia, suasana club menjadi kacau akibat Permadi.

__ADS_1


Pria yang tidak terima di sentuh oleh Permadi langsung memukul pipi juga bibirnya hingga terluka dan berdarah. Di sana Permadi di jemput oleh Pak Sobri dan Mama Dita, seseorang telah menghubungi Dita saat Permadi mabuk berat. Dengan melihat ponsel dan mencari nama kontak yang terdapat di ponselnya.


Permadi di bawa pulang kerumah lamanya, rumah yang pernah Permadi tinggali bersama Istri dan anaknya selama hampir tiga tahun. Permadi tertidur dengan wajah lebam kondisinya yang berantakan serta hidupnya yang mulai kacau.


Tinggallah Permadi sendiri dalam kamarnya yang hening gambaran sunyi yang Permadi rasakan saat ini. dalam tidurnya masih saja Permadi memanggil nama Nadia, setelah Permadi memuntahkan semua isi perutnya hingga mengotori lantai serta kain sprei yang dulu pernah Permadi pakai bersama keluarga kecilnya.


Kini hanya tinggal sebuah noda dan luka yang Permadi torehkan untuk batinnya sendiri. kepalanya yang berat memaksanya lari ke alam mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih buat reader yang udah mampir ke sini. 🙏🙏🙏


Yang mau kasih saran juga Kritikan juga boleh


di sesi POV ini. Apa yang salah dan kurang.


Masih tahap belajar. yang udah mampir tinggalkan jejak 👇👇👇 like, Komen , vote

__ADS_1


terima kasih,🙏🙏


__ADS_2