
Selepas ba'da Ashar mobil Arshaka tiba di desa Ngablak Pojok Sari Ambarawa. Tidak hanya Arshaka dan Andrea saja yang ikut menjadi relawan tapi ada juga rombongan lain dari Bandung dan juga dari rumah sakit Juanda Surabaya. Yang tiap rombongan ada tiga dokter pria dan dua dokter wanita sertasupir, Para penduduk begitu antusias menyambut kedatangan rombongan para relawan.
Terlebih bapak kepala desa dan istri mereka menyambut ramah kedatangan para petugas yang di utus langsung dari kementerian kesehatan dan sosial.
"Selamat datang bapak, ibu dokter di desa kami pojok sari kecamatan Ambarawa kabupaten Semarang. Maaf jika desa kami masih sangat tepercencil, Apalagi keadaannya seperti ini becek maklum semarang langganan banjir." ucap kepala desa tuturnya.
"Terima kasih bapak ibu kepala desa telah menyambut kedatangan kami. Kota Semarang banjir sudah sering terjadi ditambah letaknya yang dekat pesisir laut dan Ambarawa juga dekat dengan sungai." ujar Arshaka mewakili dari rombongan.
"Oh, ya bapak, ibu dokter sebelum istirahat di posko di tempat yang sudah di sediakan oleh warga. Bagaimana jika kita makan malam dulu di gubug kami yang sederhana. Monggo! Bapak, juga ibu dokter," ajak istri kepala desa masuk ke dalam rumah.
"Maaf jika kami merepotkan bapak dan ibu kepala desa sekeluarga," ucap dokter Ratih sedikit sungkan, yang di tugaskan dari rumah sakit Surabaya.
"Oh, tidak sama sekali justru sebaliknya kami sangat senang dengan kehadiran pada petugas kesehatan yang bisa membantu para warga pasca kebanjiran. Dan mereka semua butuh penanganan dari panjenengan semua." tutur istri kepala desa seraya mempersilahkan duduk dan meraih piring kosong di hadapan para relawan.
Setelah acara makan malam selesai para rombongan pria istirahat sejenak di posko sekedar berbincang-bincang berkenalan dengan warga sekitar. Sedang Andrea dan dokter wanita lainnya membantu ibu kepala desa di dapur membersihkan bekas peralatan makan mereka, setelah semua beres Andrea dan yang lain istirahat setelah membersihkan diri secara bergantian karena di rumah ibu kepala desa hanya memiliki dua kamar mandi. Dan istirahat di kamar tamu yang telah di sediakan yang masing-masing kamar di tempati dua orang.
Disaat yang lain terlelap di alam mimpi, Arshaka justru tidak bisa memejamkan matanya sebentar saja meski tubuhnya sangat lelah. Setelah seharian melakukan perjalanan jakarta-Ambarawa yang sangat melelahkan.
Arshaka mendengarkan musik Mp3 dari ponselnya melalui earphones yang di pasang di telinganya, lagu kenangan dimana Arshaka dan Nadia memutar lagu yang menjadi favoritnya. You are not alone dari penyanyi legendaris Michael Jackson, Arshaka selalu memutar lagu tersebut di saat hatinya merasakan rindu yang teramat dalam ia rasakan bahkan tiap nada yang is dengar terasa sangat menyakitkan.
Setelah mencuci muka dan memakai cream wajah, tanpa sengaja Andrea melihat Arshaka yang masih duduk di kursi depan tenda posko dengan jaket tebal di tubuhnya.
Kamu pasti sedang memikirkan Nadia, Shaka. Aku pikir setelah papa berhasil membuat Nadia benar-benar pergi jauh dari mu, aku akan kembali mendapatkan cinta mu yang dulu pernah Ku miliki. Tapi kenyataannya aku semakin jauh dari mu dan aku semakin tidak mengenal mu kita seperti dua orang asing yang saling tidak mengenal satu sama lain.
Andrea mengusap sudut matanya yang basah, sedang Andrea masih belum bisa menerima kenyataan dirinya.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Di tempat yang berbeda Nadia pun merasakan hal yang sama rindu yang teramat besar yang telah lama ia tahan. Selama tiga tahun sudah Nadia tidak lagi saling berkomunikasi keinginannya untuk bertemu adiknya Tantri yang sangat lama dirindukannya. Sekelebat bayangan tampan dengan garis wajah tegas, hidung mancung, alis tebal singgah begitu saja memenuhi pikirannya.
Nadia segera menampik pikirannya yang dianggapnya keliru. Ia merasa ada yang salah dengan hatinya Nadia segera menyadari dan menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak, tidak... ini tidak boleh. Aku harus melupakannya diantara aku dan dia tidak boleh ada cinta, aku harus fokus pada pendidikan Fafa. Ini tidak boleh terjadi aku harus melupakannya." teriak Nadia meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia harus melupakan semua kisah tentang cintanya dan Arshaka.
Namun kedatangan Aldo secara tiba-tiba membuatnya sangat terkejut. Nadia membuka matanya lebar-lebar mendapati Aldo ada di hadapannya,
"Aldo! Kau?! Nadia membulatkan kedu matanya "Apa kau mendengar semuanya?" tanya Nadia malu.
"Eeemm, aku mendengar semua. Memangnya siapa orang yang harus kamu lupakan? Aku atau mantan suami mu? tanya Aldo tepat di depan wajah Nadia. Dan itu membuat Nadia sangat tidak nyaman dan malu.
"Aldo, kapan kau kembali dari Batam?" tanya Nadia lagi untuk menetralkan suasana canggungnya, serta mengalihkan pembicaraan kemana arah pertanyaan Aldo untuknya.
Selama tiga tahun Nadia tinggal di rumah peninggalan nenek Aldo di Cikarang Jawa Barat. Selama tiga tahun pula Aldo sering bolak-balik Jakarta-Batam dan sebaliknya dengan alasan menemui klien di jakarta, dan semua itu hanyalah sebuah alasan Aldo saja untuk jka ia rindu ingin menemui Nadia. Sudah sering Aldo menyatakan cinta pada Nadia dan jawaban Nadia tetap sama, tidak bisa menerima Aldo dengan alasan trauma karena dua kali gagal menjalani sebuah hubungan karena cinta.
"Astaghfirullahalazim, Aldo ini sudah jam berapa? Aku harus menjemput Fafa di sekolah." Nadia menepuk dahinya menunjukkan ekpresi kagetnya, lagi-lagi Nadia harus mengalihkan pembicaraan dan itu membuat Aldo sangat jengah.
Selama tiga tahun Nadia kau selalu memberi ku jawaban yang sangat ambigu. gumam Aldo mengikuti langkah Nadia di belakang punggungnya.
"Tunggu Nadia Aku akan mengantar mu?" panggil Aldo setengah berteriak.
*
"Bunda....!" seru Fafa lari menghampiri bundanya seraya merentangkan tangannya.
__ADS_1
"Sayang, Fafa sudah salim miss Angel belum?" tanya Nadia melirik miss Angel di belakang Fafa dan keduanya tersenyum.
"Sudah bunda?" jawab Fafa dengan suara cadelnya. Nadia pamit pada miss Angel dan berjalan menuju mobil di depan pintu gerbang sekolah.
"Bunda mana supil yang jemput kita?" tanya Fafa dengan polos.
"Hari ini pak supir libur jadi_"
"Holee....!! Paman Al datang." seru Fafa girang dan lari memeluk Aldo.
"Hai, Fafa sayang jagoannya paman Al. Do you miss me?" Aldo menggendong
Fafa dalam pelukannya.
"Miss you so much, uncle," jawab Fafa sedih.
"Hey, why are you sad?" Aldo mencapit ujung hidung bangir Fafa.
"Paman kenapa cihh, bunda lalang Fafa panggil paman Al, Papa?" tanya Fafa dengan puppy eyes-nya yang manja.
"Fafa!" Ngobrolnya nanti lagi ya bunda capek kakinya, kita masuk ke mobil dulu okey?"
"Oke, Nda," jawabnya cemberut. Sedangkan dua orang dewasa itu hanya saling melempar pandang satu sama lain.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dengan wajah yang sulit terbaca. Fafa masih memanyunkan ujung bibirnya hingga lancip, Aldo melirik sekilas wajah Nadia yang nampak diam seribu bahasa.
"Fafa, paman Al akan ada acara BAZAR AMAL di kota Ambarawa semarang. Apa kau mau ikut?" tanya Aldo mencairkan suasana.
__ADS_1
"Horeee, Fafa jalan-jalan!" teriak Fafa bersorak. Aldo melirik Nadia yang diam tanpa ekspresi. "Bunda kita akan jalan-jalan!" seru Fafa.
"Eh, iya. Sayang." jawab Nadia dengan senyum tipisnya.