Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)

Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)
Rencana Pembunuhan Di Gedung WO


__ADS_3

“Selamat mba Nadia, mas Shaka atas pernikahan kalian.“ ucap Tantri dan Aldo.


“Tantri, Aldo?! Kalian?“ Nadia terkejut melihat kehadiran Tantri adiknya, bersama Aldo pria yang dulu pernah menolongnya di hutan kota. Saat sekelompok rampok merampas tas bawaannya.


“Selamat pak dokter akhirnya Anda menikah secara negara.“ ujar Aldo menjabat tangan Arshaka saling berpelukan.


Nadia masih menatap heran pada keduanya Aldo dan Tantri. Bagaimana ceritanya mereka bisa saling kenal dan seakrab itu.


“Mba Nadia pasti masih heran melihat kedatangan kita Aldo,“ ucap Tantri menatap wajah bingung kakaknya.“


“Lain waktu saja kita cerita. Karena hari ini adalah hari bahagia Nadia dan suaminya. Aku mau ketemu Fafa jagoan kecil kalian, aku sudah sangat merindukannya.“ cicitnya menuruni tangga panggung.


Dilain tempat seseorang tengah mengintai dengan tatapan membunuh, kearah panggung menatap pada pasangan pengantin yang tengah tersenyum menyalami tamu undangan yang berangsur surut.


Menatap Arshaka dan Nadia bergantian dengan tatapan matanya yang menusuk.


~ Bagaimana? Apa kau sudah siap melepaskan peluru mu?“


Adri bertanya pada orang suruhannya dari seberang telepon.

__ADS_1


~ Siap bos.


Jawab orang itu cepat memainkan pistol di tangannya.


~ Lakukan sesuai perintahku. arahkan pistol mu pada pengantin wanita.


Perintah Adri menatap tajam ke arah gedung tempat Arshaka melangsungkan acara pernikahan sekaligus resepsinya.


“Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia, sedangkan putriku harus menderita karena mencintai tanpa dicintai. Disana Andrea siang malam menangis menahan penderitaan akibat penyakit yang dideritanya. Hampir putus asa putriku mengalami kegagalan dalam pengobatan, dan harus melihat orang yang dicintainya meninggalkannya bersama perempuan lain yang bahkan hanya seorang janda miskin. Maaf Arshaka di hari bahagimu akan ada duka, air mata juga darah yang harus kau terima.“ ucap Adri pada dirinya sendiri yang hati dan jiwanya telah dipenuhi kobaran api kebencian dan dendam. Tanpa lagi perduli pada nasib dirinya atau reputasinya yang akan hancur.


Orang suruhan Adri turun dari mobil menyamar sebagai tamu undangan masuk kedalam altar gedung Wedding menyelipkan pistol kebelakang punggungnya.


“Siang,“ jawab orang itu datar menyerahkan tanda bukti yang dia terima dari orang yang memerintah nya untuk bisa masuk kedalam acara.


“Silahkan, Tuan!“ ujar panitia mengindik ibu jarinya mempersilahkan masuk.


“Terima kasih,“ orang itu masuk dengan mudahnya tanpa curiga sedikitpun, setelah mengisi buku tamu dan membunuhi dengan tanda tangannya.


Orang itu masuk dengan sorot mata penuh intimidasi, menyapu seluruh ruangan mengamati orang-orang sekitarnya. mecari tempat dan waktu yang tepat dimana dia akan melepaskan peluru pada target sasaranya. Tanpa sengaja orang itu bertabrakan dengan Fafa saat lari meraih mainannya yang dilempar oleh Karin.

__ADS_1


Bruukk...! “


“Aww, Sakit!“ pekik Fafa Melihat pistol terjatuh di kakinya.


“Dasar anak kecil sialan!“ umpat orang itu.


“Kenapa On marah kan Fafa nggak sengaja? Apa itu pistol beneran Om?“ tanya Fafa lagi dengan polosnya.


“Diam anak kecil! Atau kamu mau mati saya tembak?“ bentaknya dengan nada mengancam hingga membuat Fafa perlahan berjalan mundur dan takut. Fafa pun lari menjauhi pria tinggi besar dengan kulit sedikit gelap dan berewok.


““Om Aldo, Oma, Opa! Fafa takut,“ Teriak Fafa lari takut menghampiri orang yang dipanggilnya.


“Fafa! Ada apa sayang?“ tanya Permadi menggendong putranya. yang belum Fafa tahu jika dia adalah papa kandungnya.


Terima kasih yang sudah mampir disini. Trimakasih atas jejaknya semoga sehat selalu


I Love You All. 💗💗💗💖


🙏🙏🙏 Terima kasih reader Ku.

__ADS_1


__ADS_2