Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)

Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)
Bayi Kembar Shaka Dan Nadia!


__ADS_3

”Sayang, jangan lupa hari ini adalah jadwal cek kandungan mu. Bunda yang akan mengantarmu ke dokter obgyn terbaik di Jakarta.” ujar bunda Maya mengintruksi.


”Nadia ikut kata bunda saja apapun itu. Pasti itu yang terbaik untuk ku dan bayiku.” sahut Nadia menerima ajakan bundanya.


”Terima kasih, Nda. Maaf sayang tidak bisa mengantarmu ke dokter. Hari ini mas ada dua jadwal pembedahan. Sayang hati-hati! Mas harus berangkat sekarang.” pamit Shaka pada Nadia setelah mendaratkan ciuman di kening dan pipinya. Serta mencium punggung tangan bunda Maya dan ayahnya.


”Hati-hati, Mas. jangan tergesa-gesa!” pesan Nadia khwatir.


”Iya sayang. Pak Lukman buka gerbangnya! Saya berangkat sekarang.” pintar Shaka pada pak Lukman.


”Siap, Den!” jawab pak Lukman cepat. Nadia kembali masuk kedalam setelah mobil suaminya tidak lagi terlihat.


”Sayang habiskan susunya biar cucuku sehat dan cerdas.” seru bunda memberikan segelas susu hamil rasa coklat dari merk terkenal.


”Terima kasih, bunda.” Nadia meraih gelas dari tangan ibu mertuanya dan meneguknya hingga tandas.


”Cucu Oma pintar sekali!” Bunda Maya mengusap perut Nadia yang sudah nampak membesar. Makhluk kecil bernyawa itu seakan tahu jika omanya sedang memujinya. Perut Nadia bergerak cepat dengan lucunya hingga membentuk gelombang akibat gerakkan si bayi. Nadia tersenyum lucu karena merasakan gerakan aktifnya yang membuat tergelitik begitu juga dengan ibu dan ayah mertuanya.


Nadia dan bunda Maya bersiap ke dokter obgyn di bilangan Jakarta, yang diantar pak Lukman.


setibanya di koridor Nadia langsung disambut ramah oleh perawat dokter Miko. Sebelum melakukan usg perawat meminta Nadia menimbang berat badannya lebih dulu lalu mengukur lingkar lengan lalu menulisnya kedalam buku pink.


”Ini baru pemeriksaan yang ketiga, bu Nadia?” tanya perawat itu sambil menulis buku pink milik Nadia.


”Benar, suster.” jawab Nadia tanpa lagi menjelaskan.


”Harusnya cek yang keempat tapi karena Shaka sibuk dan ada kepentingan lain jadi terpaksa tertunda.” sambung bunda Maya tersenyum.

__ADS_1


”Ibu Nadia ikut saya!” ajak suster itu menuju ruangan usg dengan teknologi yang lebih modern dan canggih. Dengan metode USG empat dimensi.


”Dokter Lulu!” sapa bunda Maya sedikit bingung.


”Benar bu Maya. Saya yang akan memeriksa bu Nadia sesuai jadwal yang diminta dokter Shaka.”


Dasar anak itu, benar-benar anaknya Dokter Firman Arsyad. Nggak ada bedanya sama sekali sama ayahnya dulu.


Mari bu Nadia kita mulai cek kandungnya. Ibu bisa berbaring disini.” dokter Lulu membantu Nadia menaiki anak tangga di bawah kaki ranjang. ”Sudah kelihatan besar ya debaynya! Atau jangan-jangan debaynya kembar.” seloroh dokter Lulu tersenyum yang dibalas seruan bahagia keduanya mengaminkan bentuk do'a itu.


Dokter Lulu mulai mengoleskan gel di perut Nadia yang sudah menonjol besar. Dan mengarahkan alat medis ultra sonografi itu untuk mengetahui perkembangan janin dalam kandungan.


”Benar sekali bu Nadia ada dua kantong bayi didalam kandungan ibu Nadia.” ucap dokter Lulu memberitahu.


”Benarkah dokter?” tanya Nadia sambil melihat kearah layar besar didepannya. Bunda Maya sangat bahagia melihatnya cucu kembarnya yang terlihat sangat lucu. Nadia meleleh air matanya melihat dengan jelas ada dua malaikat kecil di dalam rahimnya. Dan mendengar detak jantung kedua bayinya dan pergerakan keduanya.


”Selamat bu Nadia keduanya laki-laki, sehat dan beratnya pun normal sesuai usia kandungannya tidak ada masalah ibu dan bayinya keduanya sehat.” ucap dokter Lulu membantu Nadia duduk di tepi ranjang membantunya turun.


”Ibu Nadia bisa ambil obatnya di apotik.”


”Terima kasih, dokter. Kami permisi!” ucap Nadia dan bunda pamit pada dokter Lulu.


...***...


Malam pun menjelang semua berkumpul di meja makan, menikmati hidangan makan malam yang Nadia masak. Yang dibantu dua asisten rumah tangganya menghaluskan bumbu yang Nadia racik.


”Sayang, bagaimana tadi pemeriksaan kandungannya apa bayi kita baik-baik saja?’’ tanya Shaka diakhir makannya meletakkan gelas minumnya.

__ADS_1


”Bayi kita sangat sehat, sayang. Mas Shaka bisa melihat hasil usgnya nanti.” seru Nadia menggenggam tangan suaminya setelah menghabiskan susunya.


”Mengganti jadwal dokter Miko kenapa tidak bilang-bilang, Shaka?” protes bunda Maya dengan sorot matanya.


”Bunda kan tahu, Bagaimana putra kita menjaga miliknya!” sahut Firman yang merasa dirinya punya kesamaan dengan putranya yang menurun darinya.


”Iya sama kaya ayahnya dulu, nggak ada bedanya sama sekali.” balas bunda Maya cepat.


Shaka dan Nadia hanya tertawa mendengar perdebatan pada pasangan suami-istri yang usianya tidak lagi muda itu.


”Shaka sengaja merubahnya bunda. Tidak masalah kan sayang?” goda Shaka mengedipkan kedua matanya kearah istrinya.


”Dasar kamu mas kebiasaan,” timpal Nadia.


”Ihhh... Mas nggak mau ya, istriku di sentuh-sentuh tangan pria lain.” ucapnya posesif melangkah ke kamarnya.


”Beda mas, Shaka sayang yang posesif yang cemburuan yang selalu manjain aku!” kini giliran Nadia yang menggoda suaminya mencubit manja kedua pipi Shaka. ”tugas dokter kan memang memeriksa pasiennya nggak lebih dari itu mas. Dokter juga memiliki kode etik dan haknya melakukan tindakan medis, Sayang.” ujarnya melangkah menarik laci meja dimana dia menaruh hasil usgnya.


”Iya mas tahu itu sayang. Pokoknya mas nggak suka.” kekehnya mengekor dibelakang istrinya merangkul pinggang Nadia seraya mengelus-elus perut istrinya yang membesar.


Shaka mulai memasukkan cd hasil usg kedalam layar laptopnya yang dia bawa keatas ranjang. Mereka menyaksikan hasil usg itu sama-sama. Betapa terkejut Shaka melihat dua janin yang bergerak dengan lucunya.


”Sayang! Bayi kita kembar?” tanya suaminya antusias. Nadia mengangguk memeluk suaminya yang membuatnya nyaman setiap harinya. Shaka menghadiahi wajah istrinya dengan ciuman sayangnya bertubi-tubi.


”Terima kasih, Sayang kau membuatku sangat bahagia. Sayang sehat-sehat ya di dalam perut bunda. Ayah bahkan sudah tidak sabar ingin melihat kalian lahir kedunia.” seru Shaka menciumi perut Nadia yang membuatnya geli dan tergelitik lucu.


”Sudah-sudah mas geli, tahu! Lihat bayi kita mereka bergerak tidak nyaman!” keluh Nadia yang merasakan desiran ditubuhnya karena sentuhan suaminya yang berubah menjadi sedikit sensual.

__ADS_1


Dan malam itu menjadi malam bahagi mereka berdua. Dalam penyatuan rasa yang sama-sama mereka dapatkan, sebagai bentuk syukur yang telah Tuhan anugrahkan sebuah cinta dan sayangnya pada mereka yang mau bersabar.


Karena setiap ujian yang Tuhan berikan bersifat sementara maka bersabarlah dengan berserah diri hanya padanya.


__ADS_2