Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)

Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)
Mengejar Cinta Andrea


__ADS_3

"Ayah... Bunda...! Fafa takut!" teriak Fafa kencang. Menoleh ke sisi kanan dan kirinya tidak ada orang di sampingnya tidur, mendengar teriakan Fafa Arshaka segera masuk ke dalam untuk melihat putranya yang terbangun.


"Fafa, sayang ada apa, Nak?" tanya Arshaka mendekati Fafa duduk di tepi ranjang.


"Fafa takut ayah," ujarnya memeluk ayahnya.


"Jangan takut ada ayah di sini," bujuk Arshaka.


Ceklekk!


Pintu kamar terbuka Nadia masuk ke dalam masih dengan handuk kimononya setelah usai mandi yang kedua kalinya, setelah suaminya memberinya hukuman beberapa menit yang lalu untung saja Fafa terbangun di waktu yang tepat. Jika tidak Fafa akan menangis menjerit karane tidak ada orang di sampingnya karena Fafa masih takut tidur sendirian.


"Fafa, kenapa mas?" tanya Nadia sambil menutup pintu.


"Fafa tidak apa-apa hanya terbangun dari tidur karena takut." jawab Arshaka


"Fafa kan sudah besar. Kenapa harus takut, sayang?" Nadia memeluk Fafa.


"Kalo Fafa takut nanti siapa yang akan menjaga adik Fafa? Fafa akan jadi seorang kakak," bujuk Arshaka pada putra sambungnya.


"Nggak mau. Fafa nggak mau punya adik," rengeknya sambil mengucek kedua matanya. Arshaka tertawa jenaka mendengar ucapan Fafa yang polos.


Nadia pun tersenyum lucu yang tidak sengaja mendengar percakapan putranya dengan ayah barunya.


"Hari ini kita akan ke Jakarta, Fafa mau kan bertemu oma juga opa di sana?'' tanya Arshaka lagi.


"Mau ayah," serunya dengan antusias.

__ADS_1


"Sekarang Fafa mandi Okey!'' Fafa turun dari ranjang dengan senangnya.


"Bunda mandi....!" teriaknya.


Setelah semua rapih Arshaka segera menemui Pak Bowo di rumahnya untuk pamit dan menyerahkan kunci Villa padanya.


"Assalamu'alaikum!"


"Waalaikumsalam," jawab pak Bowo dari dalam membuka pintu depan.


Pak Arshaka, mari masuk dulu pak!" pak Bowo mempersilahkan tamunya.


"Tidak usah pak Bowo saya cuma sebentar saja, ingin pamit pulang ke Jakarta. Tugas saya di sini sudah selesai, saya ingin mengucapkan Terima kasih pada bapak dan ini kunci Villa nya." pamit Arshaka pada pak Bowo seraya menyerah amplop coklat di tangannya.


"Ini tidak perlu pak Arshaka lagi pula pak Bahtiar tidak menyewakan Villanya terlebih Bapak teman baik Pak Aldo." terang pak Bowo menolak amplop berisi uang tersebut.


"Tidak, pak saya hanya ingin memberikan ini untuk bapak sebagai rasa terimakasih saya. tolong di terima." Pak Bowo pun akhirnya menerima uang pemberian.


"Jika pak Arshaka kebetulan lewat di kota semarang jangan sungkan untuk mampir ke sini, pak Arsha," pesan pak Bowo.


"InsyaAllah saya pasti mampir sekali lagi saya pamit dan terima kasih." Mobil pun keluar dari pekarangan rumah pak Bowo.


Nadia duduk bersandar di kursi penumpang semilir angin yang bertiup berhembus menyapu rambut dan pipinya. Arshaka menyibak rambut yang menutupi sebagian pipi mulus Nadia, dengan senyum bahagianya tak hentinya ia mengucap syukur dalam hatinya. Karena Tuhan telah mempertemukan kembali pada Nadia cinta juga belahan jiwanya.


🍁🍁🍁


Sementara Andrea menggerutu sepanjang jalan niatnya untuk kembali ke Jakarta naik pesawat harus terganggu karena adanya dokter Ibra yang memaksakan diri untuk mengantarkan Andrea ke Bandara.

__ADS_1


"Dokter Ibra bisa kan sekali saja Anda berhenti mengikuti ku. Anda tidak perlu khawatir karena saya bisa pulang ke Jakarta sendiri." ujarnya kesal merasa di buntuti hingga jengah.


"Tidak... tidak aku akan tetap memastikan keselamatan mu dokter Andre." ucapnya memaksa.


Andrea mencebikkan bibirnya sebal karena tidak dapat bernafas bebas. Setibanya di bandara Ibra membeli dua tiket pesawat untuk dirinya dan Andrea satu tujuan yang sama, Andrea semakin bertambah kesal saat waktu boarding pass.


Di dalam cabin pun Ibra duduk di kursi yang sama dengan Andrea yang serius ingin memiliki menjalin hubungan dengan Andrea.


"Dokter Andrea aku hanya ingin tahu sebenarnya se-spesial apa dokter Arshaka di matamu?"


Andrea mengerutkan dahinya pura- pura tidak tahu "Ma_ksudnya?" tanya Andrea bingung.


"Andrea di luar sana banyak yang singgle termasuk aku. Aku ingin menjalin hubungan serius dengan mu Andrea." ucap Ibra serius di hadapan Andrea


"Anda benar-benar sudah gila, dokter," umpat Andrea yang sudah kehabisan cara bagaimana membuat Ibra berhenti mengejarnya.


"Lalu bagaimana dengan orang yang mencintai pasangan orang lain yang sudah berkeluarga?'' tanya dokter Ibra yang membuat Andrea merasa tersindir.


"Anda mengatakan jika saya ini gila?"


Dokter Ibra malah tertawa mendengar pengakuan dirinya. Dan itu benar-benar membuat Andrea sangat dongkol ingin sekali ia merobek mulut dokter yang diangapnya gila di depannya itu.


"Kau.....!" kesalnya yang sudah mengangkat tangannya ke udara yang siap melayangkan tamparan.


Ibra jadi semakin memojokkan Andrea dengan senyum konyolnya bersandar dengan nyamannya dan memejamkan matanya sedang wanita di sampingnya ingin sekali mencekiknya lehernya.


Yang sudah mampir baca Novel Amatirku. Terima kasih

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya!!!


🙏🙏🙏


__ADS_2