
“Andrea terima kasih sudah membantu Nadia.“ ucap Bunda Maya.
“Tante, Andrea minta maaf sudah membuat semuanya panik. Andrea pamit tante, takut Shaka berpikir yang tidak-tidak,“ pamit Andrea pada semuanya. Nadia diam tanpa melirik Andrea yang membuat dirinya atas kejujurannya.
Andrea keluar meraih tas dan ponselnya yang tergeletak di sofa tamu. Shaka yang baru saja pulang dari rumah sakit menatap heran pada mobil milik Andre yang terparkir di halaman rumahnya.
Arshaka masuk ke dalam membawa tas medisnya dan mereka pun saling berpapasan di pintu depan, Andrea melirik Arshaka menyapa.
“Shaka!“ panggil Andrea, mengantupkan bibirnya takut akan reaksi Arshaka setelah tahu keadaan istrinya.
“Humm,“ gumam Arshaka membalas sapaan mantan kekasihnya yang kini hanya menjadi rekan kerjanya tidak lebih.
Arshaka masuk kedalam tanpa lagi menoleh, Andrea melirik punggung pria yang masih terasa sulit ia lupakan menghilang dari balik dinding ruangan.
Kau pasti sangat bahagia Shaka, Karena sebagian dari hidupmu telah ada dalam diri Nadia.
gumam Andrea berlalu mengusap titik air mata yang akan luruh di pipinya.
“Ayah!“ peluk Fafa pada ayahnya.
“Sayang, ko disini dimana bunda?“ tanya ayahnya bingung melihat Fafa memainkan robotnya di sofa sendiri.
“Bunda ada di kamal tamu sama tante. Oma di kamal ganti baju.“ jawab Fafa membuat ayahnya gemas lalu mencium pipinya.
“Kan ada bibi. Kenapa bunda yang bersihin kamar tamu, kalo tante mau menginap?“
__ADS_1
“Tadi bunda pingsan ayah,“ ucap Fafa lalu kembali bicara pada robotnya.
“Bunda pingsan?!“ lirik Arshaka pada putranya dan pintu kamar tamu setelahnya.
Arshaka langsung melangkah menuju kamar tamu, ditariknya gagang pintu dari luar menerobos masuk kedalam.
“Mas, Arsha!“
“Sayang! Fafa bilang kau pingsan. Tantri, Ada apa sebenarnya dengan kakak mu Nadia?“ tanyanya panik menatap istrodan adik iparnya bergantian.
“Aku nggak apa-apa mas,“ jawab Nadia tenang tapi ada kecemaan di wajah suaminya.
“Apa ini ada hubungannya dengan Andrea, dan kau jadi pingsan? Apa yang sudah dia lakukan padamu, sayang?“ Arshaka kembali bertanya dengan posesif.
“Oke, Aku akan memeriksa dan memastikan sendiri sebenarnya istriku sakit apa?“
“Mau kemana Shaka?“ tanya bunda Maya dari ambang pintu.
“Shaka mau ambil tas medis Shaka, Bunda. Aku akan memastikan sendiri jika Nadia istriku tidak apa-apa,“ jawabnya memastikan.
“Tadi Andrea sudah memeriksa Nadia. Istrimu tidak sakit, cepat mandi dan ganti pakaian mu Shaka! Selalu saja harus diingatkan,“ omel bunda Maya sambil berlalu dari kamar, dimana Nadia berbaring menahan tawa melihat suaminya.
“Eittss, Kenapa kamu malah mentertawakan Ku, Sayang!“ seru Arshaka menggelitik pinggang istrinya Nadia tertawa geli. Mendengar tawa bundanya Fafa lari mendekati kamar tamu dan masuk.
“Sayang!“ panggil Nadia di sela tawanya.
__ADS_1
“Minggil ayah, Fafa mau sama bunda,“ usir Fafa mengambil posisi duduk diantara ayah dan bundanyanya.
Fafa memeluk bundanya sayang seakan tidak ingin memberi kesempatan kebersamaan ayahnya dengan bundanya. Arshaka pun bangkit dari tepi ranjang mencium kening Nadia dan Fafa.
“Fafa temani bunda, Ayah mau mandi dulu,“ bangkit Shaka dari duduknya mengacak rambut putranya gemas.
🌺🌺🌺
Andrea masuk kedalam kamar membawa paper bag motif batik berwarna coklat melemparnya ke atas ranjang.
Diraihnya bantal motif bunga disampingnya duduk, diremasnya bantal di pangkuannya meluapkan rasa sedih dan cemburu yang kian dirasakannya.
“Kenapa rasa ini masih saja selalu ada? Ya Tuhan aku mohon kikis lah semua perasaan ku padanya. Harusnya aku senang melihat kebahagiaan Shaka dan Nadia karena mereka akan segera memiliki malaikat kecil. Tapi kenapa hatiku sangat sakit mengetahui kehamilan Nadia, Bagaimana caraku melupakannya jika hatiku saja selalu sakit dengan hanya melihat kebersamaan mereka.“ Andrea bermonolog pada dirinya sendiri mengungkapkan seluruh yang hatinya kini rasakan.
Adri papa Andrea menutup pintu kamar putrinya sangat pelan mendengar ucapan dan tangis Andrea mmbuat hatinya semakin gerah.
“Aku sendiri yang akan membuat mu lupa bagaimana caranya bahagia, Shaka. Jika Andrea tidak bisa bahagia maka aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan bahagia.“ ucap Adri yang telah dikuasai amarah diwajahnya.
“Papa sudah pulang? Tapi mama tidak mendengar suara mobil papa datang?“ tanya Tania meraih tas kerja suaminya.
“Itu karena mama terlalu antusias menyiapkan keperluan Andrea liburan,“ jawab Adri ambigu.
Kau tidak pernah tahu Tania, jika putrimu tengah kesulitan bagaimana caranya mengobati luka hatinya sendiri karena perasaan cintanya pada Shaka terus menyiksanya. ucap suaminya pada hatinya. Memikirkan segala resiko dan konsekuensinya, kelak demi membalas rasa sakit hatinya
pada putrinya
__ADS_1