
Di kamar Tantri tersenyum bahagia setelah mengatakan maksud dan tujuannya datang ke rumah kakaknya. Akan perihal kedatangan keluarga Aldo dari Batam untuk meminangnya.
Baru saja Tantri akan memejamkan kedua matanya yang hanyut ke alam bawah sadarnya, ponselnya bergetar adanya notifikasi pesan masuk dari Aldo.
~ 💌 Malam sayang, sudah tidur?
^^^[Aldo]^^^
[Tantri]
~ 💌 Malam juga mas Aldo. Aku baru aja mau tidur, tapi dengar ada pesan masuk dari mas Aldo. Jadi kebangun.
~ 💌 Maaf mas ganggu. Gimana tadi sudah ketemu mba Nadia dan suaminya? Lalu bagaimana tanggapan mereka? Mas sudah tidak sabar menunggu besok, sayang.
^^^[Aldo]^^^
Tantri senyum-senyum sendiri membaca pesan dari Aldo, yang tidak sabar menunggu waktu hingga besok pagi. Keinginannya untuk melamar Tantri seolah tidak ingin menundanya lebih lama lagi.
[Tantri]
~ 💌 Sudah mas, mereka sangat bahagia mendengar kabar dari kita. Jika besok mas Aldo dan keluarga akan datang untuk melamarku.
~ 💌 Oh, ya syukurlah. Ya sudah sayang tidur dan istirahatlah. Jangan lupa mimpikan mas. I miss you 😘
Perasaan Tantri semakin tidak karuan mendapat emoji kiss dari Aldo. Ia pun membalas dengan emoji yang sama
__ADS_1
~ 💌 Miss you too, baby 😘
Aldo sebenarnya ingin sekali melakukan pangggilan vidio call, tapi malam semakin larut ia mengurungkan niatnya. Rindu itu akan segera terobati setelah besok Aldo datang bersama keluarga besarnya untuk minta do'a dan restu dari Nadia kakak dari calon istrinya. Wanita yang dulu pernah ia tolong, sekaligus wanita yang dulu sempat ia curi hatinya namun tidak berhasil ia taklukan.
***
“Sayang, jangan lupa pulanglah lebih awal sore nanti keluarga Aldo akan datang melamar adik kita, Tantri.“ ujar Nadia membantu suaminya mengenakan jas putih kebanggaannya.
“Mas usahakan akan pulang lebih awal, tapi mas tidak janji terkait jadwal hari ini sayang.“ ucap Shaka mencium kening istrinya, seraya mengusap perut Nadia yang telah membesar sempurna.
Shaka melingkarkan tangan kokohnya di pinggang Nadia keluar menuju meja makan. Pandangannya berkeliaran mencari sosok wanita yang telah melahirkannya ke dunia.
“Tumben bunda, sama ayah tidak ikut sarapan. Bibi dimana bunda sama ayah? Tantri juga tidak ada, kemana mereka?“ tanya Nadia pada asisten rumahnya.
“Pacar? Bukannya Tantri sudah punya calon suami. Apa dia punya. pacar lagi?“ pikir Shaka menduga-duga.
“Maksud bibi Aldo kali mas, pacar sekaligus calon suaminya.“ sanggah Nadia membenarkan ucapan suaminya yang menyangka adiknya punya pacar baru. Sambil menyendokkan nasi ke dalam piring kosong milik suaminya dan menuangkan air mineral kedalam gelas.
“Iya, Den Shaka. Maksud bibi itu namanya tadi yang mba Tantri sebut. Permisi den mba Nadia.“ pamit bibi pada kedua majikannya.
“Iya, Bi. Silakan! Bibi, mba Titin jangan lupa sarapan sebelum kedapur lagi.“ ucap Nadia pada bibi dan Titin sebelum mereka kembali kedapur.
“Baik, den Shaka mba Nadia.“ jawab mereka.
Usai sarapan Nadia mengantar suaminya berangkat kerja sampai depan mobil, yang terparkir di halaman.
__ADS_1
“Sayang, hati-hati di rumah. Jangan ke dapur, jangan angkat yang berat-berat! Nggak usah pegang kerjaan dapur sudah ada bibi, mba Titin dan yang lainnya.“ pesan Shaka pada istrinya. Lalu membungkukkan tubuhnya mencium serta mengusap lembut perut Nadia. “Sayang ayah berangkat kerja ya! Jangan merepotkan bunda. Bilang sama ayah kalo bunda nakal tidak dengar pesan ayah.“ Sekali lagi Shaka mencium kedua bayinya yang masih ada dalam kandungan istrinya, dan Nadia mencium punggung tangan suaminya sebelum Shaka masuk kedalam mobil.
~ Bye sayang mmuuaachh 😘 sampai ketemu sore nanti, I love you.
ucap Aldo diakhir panggilan vidio callnya.
~ Bye, I love you too, sayang. Mmuuaachh..... 😘
Balas Tantri seperti apa yang Aldo lakukan padanya.
“Hhmm......!!“
“Pagi-pagi sudah mesra banget. Gimana kalo ketemu nanti? Kalo lagi kasmaran suka bikin orang jadi lupa. Perut lapar terasa kenyang.“ goda Nadia berjalan mendekati adiknya.
“Mba Nadia! Kaya nggak pernah ngalamin jatuh cinta aja! Sumpah beneran deh mba, Tantri hari ini benar-benar gugup. Rasanya nervous banget apalagi sore nanti keluarga besar Aldo datang ingin melihat dan mengenal Tantri langsung. Biasanya mereka hanya tahu Tantri lewat telepon atau vidio call.“ seru Tantri merasakan debaran di dadanya kini dia rasakan.
“Iya, Mba ngerti ko, perasaan kamu seperti apa. Mba dulu juga seperti itu, saat dulu pertama kali dijodohkan dengan mas Permadi sama mama Dita dan ibu. Mba malah sama sekali belum mengenal dia seperti apa? Orangnya bagaimana? Sifat dan karakternya. Bedanya mba tidak merasakan jatuh cinta, seperti yang mba rasakan dengan mas Shaka saat ini. Mba benar-benar dibuat layaknya seperti ABG yang baru mengenal cinta dan mas Shaka tahu bagaimana caranya membuat mba jatuh cinta setiap harinya.“ ujar Nadia menjelaskan hatinya yang dulu dan sekarang. Awal ia menyadari untuk siapa hati dan cintanya sebenarnya.
“Dan mba adalah wanita beruntung yang dimiliki dokter Shaka. Dan sebaliknya pria bodoh itu yang sudah tega membuat mba terluka dan sengsara.“ ucap Tantri dengan ada sinis dan benci mengingat pria yang menjadi mantan suami kakaknya.
“Sudah jangan diingat lagi. Sebaiknya kamu mandi lalu sarapan bantu mba Titin dan Bibi di dapur, mungkin sebentar lagi bunda dan ayah pulang.“ pinta Nadia menyuruh adiknya segera membersihkan diri dan membantu yang lainnya menyiapkan acara sore nanti.
“Baik kakakku sayang!“ seru Tantri mencubit gemas kedua pipi kakaknya lalu lari masuk kedalam rumah.
“Dasar anak nakal! Sudah mau menikah masih saja nakal!“ pekik Nadia mengelus pipi mulusnya.
__ADS_1