
Mobil Arshaka tiba di depan gedung mewah dan megah tempat para alumni teman-teman kuliahnya membuat acara temu kangen atau reuni akbar yang diadakan secara besar-besaran.
Pesta malam bertema family life yang dimana para tamu undangan di haruskan membawa pasangan hidupnya baik yang sudah menikah atau baru merencanakan pernikahan entah pacar, tunangan bagi mereka yang sudah memulai pasangan.
Arshaka dan Nadia turun dari mobil dengan menggandeng Fafa di tengahnya. Kedatangannya di sambut ramah oleh Krisna teman seangkatannya ketika masih sama-sama menempuh pendidikan di kampus ternama nomor satu di kota gudeg Yogyakarta. Mereka juga satu teman kost juga satu tim kelompok koas saat menjalani program profesi mahasiswa kedokteran di rumah sakit yang cukup ternama di Jakarta.
"Hai Shaka Apa kabar sekarang? Makin sukses aja dari dulu pamor mu tidak pernah berubah selalu menjadi yang pertama." puji Krisna memeluk Shaka seraya melirik wanita cantik di sampingnya yang menggandeng bocah laki-laki yang diyakininya adalah istri Shaka teman baiknya selama kuliah.
"Bisa aja kamu Kris aku nggak bawa uang kes untuk pujian mu tadi." Mereka tergelak dalam candaan yang sejak dulu sering terjadi diantara mereka.
Krisna mengajak Arshaka mencari meja untuknya ngobrol bersama setelah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu. Acara yang memang sudah di rancang sedemikian rupa yang di lengkapi dengan taman bermain yang sengaja di sediakan pihak acara untuk bermain para anak-anak mereka yang ikut bersama di acara reuni. Nadia pun ikut berbaur dengan istri teman suaminya rasa takut dan gugup lenyap sudah setelah bertemu para istri yang sebagian profesinya sama seperti suaminya.
Fafa pun langsung akrab berbaur dengan anak-anak yang lain yang seusianya dan ada yang lebih besar darinya.
"Bunda...Bunda...!" teriak Fafa memanggil bundanya. Nadia yang nampak serius mengobrol masalah seputar wanita dengan istri Krisna dan yang lainnya harus terjeda karena Fafa memanggilnya ia pun beranjak dari duduknya menghampiri putranya yang masih duduk memainkan mobil serta robotnya bersama teman yang baru dikenalnya.
"Ada apa sayang Fafa panggil bunda?" tanya Nadia mendekati putranya yang tertawa lucu bersosialisasi dengan anak seumurannya.
"Fafa mau minum, Nda haus!" ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya dengan mainan di tangannya.
"Sebentar, bunda akan ambilkan," Nadia berjalan ke arah meja yang yang terdapat aneka minuman jus serta minuman kaleng yang umumnya anak-anak sukai. Arshaka sempat melihat istrinya berjalan menuju pada deretan meja yang tersedia aneka minuman serta makanan ringan yang disediakan khusus anak-anak. Lalu kembali menyambung obrolannya sambil sesekali menyesap softdrink di depannya.
Nadia melihat di meja ada minuman yang kebetulan Fafa suka milk shake rasa coklat vanila yang hanya tinggal satu rasa itu saja. Nadia meraih gelas yang akan di ambilnya tanpa sengaja seseorang ingin mengambil gelas yang sama yang membuat Nadia kaget ia segera menarik tangannya yang tanpa sengaja saling bersentuhan.
"Maaf, tapi saya duluan yang mengambil gelas ini," Nadia berkata seraya menatap orang di belakangnya. Nadia menajamkan kedua matanya tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan mantan suaminya di acara yang sama.
"NADIA?! KAU!"
"Mas Permadi!" Nadia begitu kaget melihat Permadi ada di depannya minuman dingin yang menjadi kesukaan Fafa hampir saja jatuh ke bawah, untung saja Permadi dengan gesit menangkap milk shake yang hampiri tumpah ke lantai lagi-lagi tangan Nadia dan Permadi kembali saling menyatukan yang sama-sama ingin menyelamatkan gelas di tangannya.
__ADS_1
"Minuman ini pasti untuk Fafa dimana anak kita Nadia? Aku sangat merindukannya." tanya Permadi tanpa sadar, Nadia menatap tajam Permadi rasa tidak suka dan benci mendengar kata Kita dari mulutnya.
"Sampai kapanpun Fafa memang putramu dan dia berhak tahu siapa papanya. Tapi tidak untuk saat ini karena aku tidak ingin putraku terluka setelah tahu siapa papanya dulu yang sebenarnya. Jadi tolong jangan rusak kebahagiaan Fafa karena aku juga tidak ingin berurusan lagi dengan, aku sudah memiliki kehidupan yang baru bersama suamiku." Nadia segera pergi membawa minuman dingin ditangannya dan memberikan pada Fafa.
"Fafa, sayang minumlah kau merasa haus bukan?" menyodorkankan minuman di hadapan putranya.
"Bunda bantu aku minum susah Fafa bawa mainan," pinta Fafa dengan manjanya.
"Hei, Fafa badan mu besar tapi minum sendiri saja perlu bantuan mama mu." cibir Jesen pada Fafa yang masih manja pada bundanya.
"Kamu pasti ili kan Jesen ingin sepelti aku? balas Fafa
" Tidak. Aku kan kakak mana boleh iri pada adik." jawab Jesen lagi dengan jawaban pintarnya membuat Nadia terkekeh akan jawaban anak dari sahabat suaminya.
"Fafa akan menjadi seorang kakak. Jadi Fafa harus pintar seperti kakak Jesen.
"Kau hamil Nadia?" suara bariton di belakangnya mengejutkannya. Nadia melirik dengan tatapan sinis pria di sampingnya berada.
"Papa siapa dia?" tanya Karin tiba-tiba melihat papanya berbicara pada wanita cantik didepannya.
"Karin, Sayang!"
"Ngapain juga sih kamu mas ngikutin mantan istri kamu Nadia. Jelas-jelas disini ada suaminya." tegas Kania marah akan sikap suaminya yang masih saja peduli pada Fafa putranya dari hasil pernikahannya dengan mantan istrinya.
"Kania tolong jangan memacing keributan di sini malu jika diketahui orang lain. Aku hanya ingin bertemu dengan putraku Fafa itu saja, karena dia juga anakku kau juga tahu jika mama sangat merindukan cucu laki-lakinya."
"Mama, perempuan tadi siapa yang bicara dengan papa?"
"Bukan siapa-siapa sayang. Karin main saja dengan teman Karin disana," pinta Kania menunjuk arena bermain yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
Nadia berjalan melewati bibir kolam menghampiri suaminya yang masih bercengkrama dengan sahabatnya Krisna, Alfian dan Jimmy. Muncul ide jahat Kania yang ingin mempermalukan Nadia untuk mendorongnya ke kolam renang karena dia tahu jika Nadia tidak bisa berenang.
Byurrrr....
Nadia tercebur setelah Kania berhasil mendorong tubuh Nadia masuk ke dalam kolam. Suara air yang mengundang banyak perhatian orang tiba-tiba berteriak histeris melihat ada wanita yang tercebur dan tidak bisa berenang.
Aaaa.... "
"Nadia...!" teriak Permadi lari menceburkan diri ke kolam untuk menolong Nadia.
Byurrrr....
Arshaka pun turut melompat kedalam merebut Nadia yang berada dalam dekapan mantan suaminya.
"Berikan Nadia padaku saya suaminya.'' Sarkasnya merebut paksa tubuh Nadia yang sudah tidak sadarkan diri. Kania semakin kesal melihat dua pria yang sama-sama menunjukkan perhatiannya pada Nadia. Arshaka membawa Nadia ke bibir kolam menepuk-nepuk pipinya, sepertinya Nadia banyak menelan air kolam hingga tidak sadarkan diri Arshaka membaringkan tubuh Nadia di tepi kolam melakukan resusitasi jantung atau CPR dengan tangan mencegah air agar tidak masuk kedalam paru.
Nadia terbatuk dan memuntahkan air yang sempat tertelan olehnya.
" Sayang, kau tidak apa-apa?" Arshaka segera mengangkat tubuh lemah Nadia dalam gendongannya. Menghentikan langkahnya menatap tajam Permadi.
"Jangan pernah sekalipun kalian mengusik keluarga kami. Katakan pada istrimu yang gila itu jangan pernah coba-coba bermain-main dengan nyawa orang lain atau aku akan memperkarakan nya." tegas Arshaka tidak main-main dengan ancamannya. Alfian menggendong mengantarkan Fafa menuju mobil sahabatnya.
"Alfian, terima kasih sudah mengantar Fafa." ucap Arshaka.
"Sorry, Ka. jika acara reuni ini bikin istrimu dalam bahaya."
"Semua ini nggak ada hubungannya dengan acara kita. Sorry Al, aku harus bawa istriku ke rumah untuk memastikan keadaannya.
Permadi menarik tangan Kania ke arah taman dekat dengan parkiran dengan kasar dan menghempaskan tubuhnya lalu menampar pipinya keras
__ADS_1
Plakkkk!!