Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)

Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)
Di Tolong Tapi Di Sangka Begal


__ADS_3

Di pagi buta pukul 4 fajar Arshaka keluar dari apartemennya menyeret koper di tangannya, menuju rumahi bundanya untuk pamit ke Bogor selama satu minggu.


Pak Lukman yang telah siap dengan baju koko nya untuk berangkat ke masjid yang tidak jauh dari komplek perumahan. Mendengar suara klakson mobil tuan mudanya Pak Lukman segera membuka gembok pintu pagar, mobil pun masuk melihat penampilan supir mamanya telah rapi ia berpikir untuk solat subuh di masjid bersama Pak Lukman.


"Pak Lukman mau ke masjid?" tanya Arshaka sembari menutup pintu mobil.


"Benar, Den. Mau ikut?" Pak Lukman balik bertanya Arshaka mengangguk tersenyum ramah.


Sebelum menjelang subuh Pak Lukman selalu berangkat ke masjid lebih awal, membacakan lantunan ayat suci Al-Quran sebelum memasuki waktu adzan subuh.


Setelah mengaji beberapa ayat, kali ini Arshaka yang akan menyerukan adzan di masjid. Setelah sekian lama Pak Lukman baru mendengar lagi suara merdu tuan mudanya mengumandangkan adzan. Bagi mereka yang sudah terbiasa mendengar suara Pak Lukman ber-adzan, sedikit heran dan bertanya-tanya.


Kali ini seruan panggilan subuh lebih merdu dan mendayu membuat mereka yang mendengarnya menjadi penasaran. Adzan pun selesai dan di sambung puji-pujian sambil menunggu makmum berdatangan untuk melakukan ibadah dua rakaat berjamaah. Tidak hanya dari kalangan pemuda-pemudi saja yang bedecak kagum melihat penampakan asli yang mereka kagumi, ternyata putra dari orang terpandang yang sudah mereka kenal.


"Selain ganteng dan sukses ternyata putra bu Maya seorang dokter bedah hebat,'' puji ibu-ibu komplek saling berbisik yang hanya di balas senyum bangga bunda Maya.


"Terima kasih bu, atas pujiannya.'' balas bunda.


"Kalo masih singgle boleh dong jeng kita besanan, putriku seorang bidan kan pas jadinya." goda ibu bermukena putih tulang berenda.


"Insyaallah, bu jika Tuhan berkenan jodoh tidak akan kemana." tutur bunda bijak.


masuk waktu Iqomad semua makmum merapatkan shaff, setelah imam menyerukan takbiratul ihram.


***


"Shaka mau sarapan dulu, Sayang?" tawar bunda mengoles roti tawar dengan mentega dan keju.

__ADS_1


"Iya, bunda Terima kasih." meraih roti di piring. Tidak lama Firman menarik mundur kursi dan mendudukinya turut sarapan pagi bersama putranya.


"Shaka ayah dengar kamu akan menghadiri seminar?" tanya Firman meraih segelas susu dan meneguknya.


"Benar, Yah mungkin selama satu minggu Shaka ada di sana. Setelah tugas selesai Shaka ingin menikahi Nadia yah, dan ada sesuatu yang ingin Shaka sampaikan pada ayah mengenai Nadia." bunda melirik dua pria beda usia yang tengah ngobrol serius yang ia sendiri tidak begitu mendengar jelas apa yang dibicarakan nya. Karena bunda masih sibuk dengan menu hidangannya.


"Oke, ayah setuju dengan niat baikmu menikahi Nadia secepatnya. Jangan pacaran terlalu lama hanya akan menimbun dosa, segeralah menikah maka jiwa mu akan tentram dan dosa itu akan berubah menjadi pahala yang berkali lipat." Arshaka mengangguk paham dan pamit setelah menghabiskan sarapannya.


Hal yang sama pun Nadia lakukan usai solat subuh, ia memasak lalu membereskan dapur dan rumah. Sebelum Fafa bangun semua pekerjaan rumah sudah selesai, Tantri pun sudah terlihat segar usai mandi dan bersiap pergi kerja.


"Emmm,,wangi banget mba masak apa?" tanya Tantri mengendus-endus kan indra penciumannya menyesap aroma sedap masakan kakaknya yang yang tertata di meja makan.


"Cuma telur balado dan sambal goreng kentang, Tantri. Ini kan masakan rumahan yang biasa mba masak." jawab Nadia biasa saja, melihat meja makannya.


"Mba pinter masak kenapa nggak coba bikin catering aja mba? Lumayan lho hasilnya, nanti Tantri promosikan di kantor tempat Tantri kerja. Siapa tahu temen-temen OB Tantri suka sama masakan mba."


**


Tantri telah siap untuk berangkat kerja dengan seragam biru yang biasa ia pakai setiap harinya. Ia lupa jika hari ini kantor akan ada brifing pagi untuk seluruh karyawan tanpa kecuali, alhasil Tantri menambah power gas dan memantik nya. Mempercepat laju kendaraannya agar sampai di kantor tanpa terlambat, tapi naas Tantri lupa mengisi bahan bakar alhasil Tantri harus mendorong motor maticnya hingga sampai ke warung bensin eceran.


"Duh, sial banget sih hari ini, nggak biasanya lupa ngisi di pom sebelum sampai rumah kemarin. Ini gara-gara kemarin ada jam tambahan jadi lupa kan ngisi bahan bakar." Tantri menggerutu sepanjang jalan sambil mendorong motornya. Umpat Tantri memukul-mukul jok scoopynya dengan kesal.


Seorang pria dengan rahang kokoh dan tegas, wajah tampan campuran indo jerman menarik ujung bibirnya. Tersenyum simpul melirik ujung jalan yang menarik perhatiannya. Lalu ia menepikan mobil sport putihnya di pinggir jalan, mencari tempat yang tidak dapat mengganggu pengguna jalan lainya.


Aldo Fritz deggas turut mendorong scoopy milik Tantri yang mogok karena kehabisan bahan bakar. Tantri pun menoleh karena ada seseorang mengikuti langkahnya dan ikut mendorong motor dari belakang.


"Kau siapa dan mau apa?" tanyanya menoleh ke kanan dan kiri jalan. Tantri bertanya sedikit sinis karena takut, pada akhir-akhir ini banyak berita yang beredar adanya begal motor.

__ADS_1


"Biarkan motor mu di sini, biar ku telpon montir," ujarnya menawarkan bantuan.


"Tidak perlu motorku hanya kehabisan bensin." jawab Tantri singkat tanpa menunjukkan wajah ramahya.


"Saya akan mengantarmu sampai pom. Itu jika kau mau," tawarnya lagi tanpa menjawab, Tantri malah mengamati pria tampan di belakangnya dengan tatapan menyelidik.


"Kenapa? Ada yang salah dengan penampilan ku?" tanya Aldo penasaran dengan jawaban gadis di depannya.


Belum sempat Aldo mendapatkan jawaban darinya, deringan ponsel milik Tantri memeka telinga. Ia berhenti sejenak menepikan motornya untuk mengangkat panggilan telpon dari kantor.


~ Tantri, kamu tahu ini jam berapa? Brifing akan di mulai 10 menit lagi.


~ Iy_ya maaf ka' motor saya mogok.


Jawab Tantri di seberang telpon. Tantri melirik jam tangan di pergelangan tangannya dan melirik ke arah Aldo yang masih berdiri dengan santainya.


"Sepertinya waktu berjalan lebih cepat aku harus ke kantor," ucap Aldo membalikkan tubuhnya.


"Ehh, tunggu boleh saya ikut sampai depan saja sampai ada angkutan umum yang lewat." tidak ada jawaban dari Aldo ia berjalan lurus sampai di mobilnya. Dan membuka kan pintu depan mobilnya untuk Tantri.


Aldo memutari mobilnya membuka pintu kemudinya. Setelah Tantri masuk dan duduk Aldo segera menyalakan mesin mobilnya dan berlalu pergi mengantarkan Tantri sampai di depan kantor tempat ia bekerja.


"Terima kasih, sudah mengantarkan sampai di tempat kerja. Maaf jika tadi saya sempat berpikir jika Anda adalah begal di jalan raya." ceplos Tantri pada ucapannya yang tanpa di filter, membuat Aldo tercengang dan membulatkan kedua matanya sempurna.


"Apa! Kamu mengira saya ini begal?" Tantri lari secepatnya meninggalkan Aldo yang masih bengong.


Sedangkan ia harus sampai di tempat sebelum brifing di mulai tepat pukul 7.30 menit.

__ADS_1


__ADS_2