
”Mba Maya kapan-kapan gantian ajak anak dan menantu mu main ke rumah kita. Agar tali persaudaraan ini tidak putus sampai anak cucu kita nanti karena kita adalah satu keluarga ayah Surya Bimantara.” ujar Hana
”Iya Hana, InsyaAllah kita akan main ke rumahmu dan menginap sama-sama. Iya kan, Yah?”
”Iya setelah urusan kita selesai kita bisa main kesana.” sambung Firman yang diangguki Shaka dan istrinya.
Mereka semua masuk setelah tiga mobil milik keluarga Hana tidak lagi terlihat meninggalkan halaman rumahnya.
”Mas sore nanti aku ingin sekali ziarah ke makam Atfa.” ujar Nadia pada suaminya, Arshaka meraih telapak tangan istrinya menatap wajah Nadia. Dimatanya tersimpan sebuah rindu juga sedih yang dia simpan namun berusaha ia menahannya agar rintik bening itu tidak jatuh luruh di pipinya yang lembut.
”Iya sayang, sore nanti kita akan ziarah sama-sama ke makam putra kita,” Shaka menarik tubuh istrinya dalam pelukannya sambil mengusap perut Nadia lembut mengajaknya duduk di taman belakang.
__ADS_1
Arshaka mengajak Nadia duduk di bangku besi yang ada di taman. Menghadap langsung ke arah rimbunan tanaman bunga yang indah dengan aneka macam bunga dengan warnanya yang cantik.
”Duduklah sini sayang! Aroma bunga yang harum serta warnanya yang indah, sangat bagus untuk membangkitkan mood kita yang sedang tidak baik. Suasana hati kita akan jauh lebih baik, lebih tenang dan lebih rileks apa kau juga merasakannya?” ucap Shaka menuntun tangan Nadia mengajaknya duduk disisinya. Nadia menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, benar saja apa yang suaminya katakan suasana hatinya jauh lebih santai dan terasa damai.
Titin melangkah kakinya ragu berjalan mendekati tuannya yang sedang asik duduk bersantai bersama istrinya. Melihat suasana romantis diantara keduanya, Titin merasa tidak enak karena sudah mengganggu tuannya yang sedang menikmati matahari pagi bersama istrinya.
”Panggil tidak ya? Tapi aku takut den Shaka marah sudah ganggu waktu santai aden sama istrinya. Aduh, Titin jadi bingung!” ucap Titin menggaruk tengkuknya galau. Selain takut mengganggu tuan mudanya. Ia juga takut Shaka akan marah jika dia memberitahu perihal kedatangan Andrea untuk menemui kedua majikannya.
Mba Titin! Ada apa? Kenapa balik?” tanya Arshaka tuan mudanya. Titin segera memutar tubuhnya menatap kedua majikannya.
”Ehh,, Maaf den Shaka Non Nadia. Eee...Itu__‘’
__ADS_1
”Ada apa mba Titin katakan saja!” tanya Nadia tidak sabar juga penasaran ingin mendengar ucapan asisten rumahnya.
”Itu den Shaka, non Nadia di ruang tamu ada dokter Andrea menunggu di ruang tamu.” ucap Titin memberitahu, dan menyampaikan pesan dari Andrea jika dia ingin bertemu tuan muda dan istrinya.
”Andrea? Untuk apa di kemari?‘' tanya Shaka lirih pada dirinya. ”Katakan padanya kita sedang tidak ingin diganggu.” perintah Arshaka pada Titin untuk menyampaikan pesannya pada tamu sekaligus mantan kekasihnya yang kini menjadi rivalnya.
”Mba Titin! Katanya saja padanya untuk menunggu,” ujar Nadia tiba-tiba menghentikan langkah Titin.
”Baik Non Nadia.” Titin beranjak dari taman menuju ruang tamu menemui Andrea, dan memintanya menunggu.
”Sayang! Untuk apa menemui Andrea? Dia sudah membuat mu menderita dan berusaha memisahkan cinta kita.” tolak Shaka tidak ingin menemui Andrea. Namun Nadia bersikeras membujuk suaminya agar mau menemuinya. Nadia hanya ingin tahu apa maksud tujuannya menemui dirinya dan suaminya.
__ADS_1
Meski malas akhirnya Shaka mencoba menuruti kemauan istrinya. Dengan posesif Shaka mengikuti langkah Nadia berjalan mendekap tubuh istrinya melindungi sepenuhnya.