
Eheemm!" suara Arshaka berdehem mengejutkan Aldo dari lamunannya.
"Jangan terlalu lama mengagumi calon istri orang! Sebaiknya secepatnya cari calon istri," tegur Arshaka membuyarkan lamunan Aldo. Yang tengah memandangi wajah ayu Nadia.
"Mas Arshaka, sudah selesai masalah di poskonya?" tanya Nadia merasa tidak enak karena tatapan Aldo membuat calon suaminya terkadang sedikit posesif.
"Sudah sayang, Kau cantik sekali," jawanya sambil memuji calon istrinya.
Sebelum penghulu datang Arshaka membersihkan diri terlebih dahulu, Aldo membawakan kemeja putih dan jas juga dasi ke kamar Arshaka, lalu keluar sebelum Arshaka selesai dengan ritual mandinya. Dan segera memakai pakaian untuk ijabnya, hatinya terasa tak karuan jantungnya tiba-tiba saja berdebar hebat. Bukan karena takut tidak bisa melafazkan ijab qabul tapi dia sendiri tidak tahu apa yang tengah hatinya rasakan.
Seperti ini kah rasanya jatuh cinta meski bukan yang pertama kalinya.
Arshaka bergumam pada hatinya menatap pantulan dirinya yang nampak gugup seiring dengan irama jantungnya yang sejak tadi belum juga normal.
"Hey Arshaka! Kau ini sedang apa? Pak penghulu dan yang lainnya sudah menunnggu mu. Cepatlah keluar!"
"Iya sebentar. Aku pasti keluar!" serunya dari dalam ia meraih peci hitam dan memakainya, lalu keluar dengan percaya diri mendekat kearah dimana pak penghulu, wali hakim untuk Nadia dan yang lainnya telah menunggu.
Fafa duduk dipangkuan Aldo menyaksikan acara pernikahan bundanya dengan calon papanya. Sungguh ia tidak mengerti apa yang Bunda dan papanya lakukan kenapa ada orang banyak dan kenapa bundanya juga papanya mengenakan pakaian aneh menurutnya. Sebelum acara ijab dimulai penghulu membacakan khutbatul hajah secara singkat dan membacakan do'a untuk kedua mempelai. Penghulu menuntun pengantin pria membaca ijab qabul lalu di sambung oleh Arshaka membacakan lafaz ijab.
"Saya terima nikah dan kawinnya Nadia Chamelia binti almarhum Nurdin dengan mas kawin tersebut dan seperangkat alat solat dibayar tunai."
"Alhamdulillah," ucap penghulu dan yang lainnya. Setelah kata SAH terdengar jelas di telinga kedua mempelai.
Arshaka menyematkan cincin kawin di jari manis Nadia dan mencium keningnya sebagai simbol bahwa Nadia telah menjadi istri sahnya, Nadia meraih telapak tangan pria di hadapannya yang kini telah menjadi suaminya.
Penghulu kembali membacakan do'a setelah ijab
Mereka pun akhirnya bisa bernafas lega setelah waktu yang mereka nanti sekian lama, akhirnya berbunga dengan indahnya. Setelah melewati bermacam-macam aral melintang sebuah perpisahan yang hampir membuatnya putus asa.
__ADS_1
Tuhan telah menciptakan manusia berpasangan-pasangan sesuai jodohnya masing-masing sejauh apapun jarak, seberapa lama perpisahan itu terjadi jika Allah telah menentukan jodoh akan mendekat atas izinnya. Manusia hanya butuh berdo'a serta ikhtiar selanjutnya Tuhan lah yang menentukan.
Begitu pula pada sejarah kisah Hawa dan Adam. Dimana Allah telah menciptakan hawa dari salah satu tulang rusuk Adam, meski terpisahkan oleh jarak dan waktu selama ratusan tahun atas izinnya mereka kembali di pertemukan di jabal Rahmah.
Setelah acara selesai penghulu dan yang lainnya pun pamit undur diri, begitu juga make-up artist yang Aldo undang setelah acara usai. Kini tinggal Aldo dan pak Bowo yang masih ngobrol di teras depan, Fafa nampak lelah mengikuti acara pribadi orangtuanya ia pun mengantuk setelah beberapa kali menguap.
"Sayang, Fafa mau bobo, Nak?" tanya Nadia mendekati Fafa yang anteng di depan tivi.
"Ngantuk, Nda," ucap Fafa sambil menguap.
"Sekarang Fafa bobo siang dulu sama ayah, okey!" ajak Arshaka
"Ayah?" tanya Fafa bingung.
"Mulai hari ini Fafa harus panggil ayah, bukan papa." perintah Arshaka pada putra sambungnya.
"Kenapa?" tanyanya lagi dengan matanya yang sudah lima watt.
Lagi-lagi Nadia kembali teringat akan Permadi yang selalu mengajarkan putranya untuk menyebut Papa, untuk pertama kalinya Fafa belajar bicara di usianya menginjak 9 bulan yang sudah pandai berceloteh dengan lucunya.
Arshaka pun mengajak Fafa masuk ke dalam dan menidurkan di ranjang. Lalu menghampiri istrinya yang nampak diam dan melamun menatap Fafa telah tidur.
"Sayang!" panggil suaminya seraya mengecup bibir Nadia. Sambaran bibir Arshaka mengejutkan lamunanya.
"Mas Arshaka!" kejutnya.
"Mikirin apa sih, Sayang?" tanya Arshaka menarik lengan Nadia mengajaknya duduk di tepi ranjang. sambil membelai rambut Nadia dan melepas jepit rambutnya satu persatu.
"Sayang, mas mau hari ini." Arshaka suka sekali menggoda Nadia, hingga hidung dan wajahnya merah. Nadia memicingkan kedua matanya yang sepertinya Nadia sudah tahu jika suaminya sedang menggodanya, apalagi di luar masih ada Aldo dan penjaga Villa.
__ADS_1
"Oke! Aku akan melayani suamiku sesuai kewajiban ku sekaligus memberikan hak mu." ucap Nadia dengan berani sambil melepaskan kancing bajunya satu persatu.
"Ternyata istri dokter Arshaka sudah mulai berani menggoda setelah tiga tahun tidak bertemu." Arshaka hanya mengecup bibir istrinya sekilas lalu keluar untuk menemani ngobrol Aldo dan Pak Bowo.
"Pengantin baru ngamar mulu!" goda Aldo.
"Ya maklum, Do. Efek lama berpisah," selorohnya asal membalas godaan Aldo.
"Malam ini aku mau ajak Fafa menginap di hotel, ya hitung-hitung memberi waktu kalian berduaan." ujar Aldo mengedip-ngedipkan matanya terus saja menggoda Arshaka.
"Emm, ya asalkan Nadia membolehkan Fafa ikut dengan mu tidak masalah."
Aldo dan pak Bowo pun pamit dari Villa, Aldo sengaja istirahat di rumah pak Bowo sambil menunggu Fafa bangun dan mengajaknya jalan-jalan dan menginap di hotel sebelum ia kembali ke Batam.
***
Sebelum Fafa bangun Nadia sudah selesai mandi dan mengenakan dress diatas lutut tanpa lengan yang memperlihatkan kaki mulusnya yang jenjang. Arshaka semakin tergoda melihat penampilan Nadia yang terlihat sedikit seksi dan tidak sabar menunggu malam tiba.
Fafa pun sudah siap dengan pakaian bergambar robot di perutnya. Yang tidak sabar ingin jalan-jalan sambil makan ice cream dan membeli mainan kesukaannya.
"Bunda Fafa boleh kan ikut paman Al pergi jalan-jalan?" tanya Fafa pada Nadia.
"Boleh, sayang. Memangnya Fafa nggak mau di rumah aja bobo sama Bunda dan Ayah?"
"Emm, besok aja Fafa bobo sama bunda dan ayah. Fafa mau beli lobot sam mobil bali sama Paman Al." jawab Fafa setelah beberapa detik nampak berpikir.
Nadia membuka pintu ingin mengantarkan Fafa keluar menemui Aldo, tapi tiba-tiba Arshaka melarang Nadia keluar kamar karena pakaian Nadia yang terlihat sedikit seksi.
"Sayang, biar aku saja yang mengantar Fafa ke depan. Kamu tunggu saja di kamar, aku tidak ingin orang lain melihat mu dengan pakaian seperti ini," ujarnya mengindik dengan dagunya.
__ADS_1
"Iya mas maaf. Fafa, sayang jangan nakal dan nggak boleh ngerepotin paman Al! pesan Nadia pada Fafa.
Arshaka mengantarkan Fafa sampai depan bersama Aldo, dan masuk setelah mobil Aldo benar-benar jauh dari pandangannya.