Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)

Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)
Periksa Kandungan Ke Dokter Spog


__ADS_3

Nadia duduk dibangku besi panjang menunggu antrian bersama ibu-ibu hamil lainnya yang menunggu namanya di panggil sama seperti dirinya.


Seorang ibu hamil yang duduk di samping Nadia, mengenakan daster warna biru muda menatap Nadia dan Arshaka bergantian.


“Hamil anak pertama yang mba? Suaminya mba masih muda ganteng banget. Orang Indonesia bukan ya?“ tanya ibu hamil itu dengan lucunya membuat Arshaka tersenyum lucu menahan tawanya.


Nadia tersenyum melirik ibu hamil di sampingnya duduk. “Iya hamil anak pertama. Suami saya asli__“ Nadia menjeda ucapannya sejenak.


“Korea,“ sambung Arshaka cepat sambil tersenyum geli.


“Ko ketawa bohong ya mas-nya?“ interaksi mereka membuat ibu-ibu hamil lainnya ikut tertawa lucu mendengar obrolan mereka.


“Saya asli Indonesia ibu,“ jawab Arshaka tersenyum ramah.


“Boleh ya saya pegang pipi mas- nya. Biar nular gantengnya anak saya tiga perempuan semua, pengen anak cowok biar kaya suami mba gantengnya. Heee...!“ ujar ibu hamil itu tertawa mengelus perutnya yang menonjol besar.

__ADS_1


Nadia tersenyum. “Boleh! Boleh kan mas?“ lirik Nadia pada suaminya.


“Boleh kalo itu kemauan bayinya hee...“ balas Arshaka tersenyum. ibu itu langsung mencubit gemas pipi suami Nadia. Dengan lucu Arshaka memekik menahan sakit cubitan dari ibu bernama Nilam itu.


Nadia tertawa melihat ekspresi wajah suaminya, melihat Nadia tertawa membuat hati Arshaka begitu lega. Istrinya bisa sedikit melupakan rasa sedihnya setelah kemarin membuatnya terpukul.


“Ibu Nadia chamelia!“ suster memanggil nama Nadia setelah ibu hamil keluar setelah melakukan pemeriksaan.


“Baik, Suster.“ jawab Nadia berdiri yang dibantu suaminya.“


“Dokter Shaka boleh ikut masuk agar tahu perkembangan janinnya.“ ucap suster itu menyambut ramah istri dari pemilik rumah sakit tersebut.


“Silahkan duduk ibu Nadia dokter Shaka. Saya tulis sebentar ya buku pinknya bu Nadia.“ Dokter Spog itu mulai menulis yang dia tahu, dan bertanya pada Nadia yang belum diketahuinya lalu kembali menulisnya. “Silahkan berbaring bu Nadia,“ mengajak Nadia ke ranjang yang di sekat dengan tirai warna hijau, terdapat layar datar yang dipasang di dinding untuk melihat hasil USG melalui layar datar.


Dokter Ranti mulai mengoleskan gel diperut Nadia, dan mengarahkan alat ultrasonografi yang disebut USG. Guna untuk melihat dan mengetahui berapa usia janin dalam kandungan, serta perkembangan janin.

__ADS_1


“Ini adalah kantung janin dimana calon bayi akan berkembang secara sempurna. Masih sangat kecil sekali masih sebesar biji kacang hijau, usianya baru sekitar enam minggu.“ tutur dokter Ranti menjelaskan sambil menggeser alat tersebut di perut Nadia yang belum terlihat menonjol.


“Apa janin saya baik-baik saja, Dok?“ tanya Nadia mulai khwatir. Arshaka dapat melihat wajah cemas istrinya dan menggenggam tangan Nadia.


“Sejauh ini calon bayi bu Nadia sehat dan kuat. Ibu tidak boleh stress tidak boleh sedih karena akan memperbanyak produksi hormon kortisol yang tidak bagus untuk kesehatan janin. Dampaknya janin akan sulit berkembang bahkan keguguran.“ jelas dokter Ranti lagi memaparkan.


Arshaka mendengar penjelasan dokter Ranti, seraya mengamati calon bayinya di layar monitor dengan ukuran besar sehingga begitu jelas dilihatnya.


Arshaka menatap takjub anugrah Tuhan yang kini ada dalam rahim istrinya, segumpal darah berubah menjadi segumpal daging hingga berkembang dan bernyawa dalam tempat yang kokoh.


Menganugerahkan sebuah cinta yang Tuhan lindungi dengan kasih sayangnya yang disebut dengan Rahim.


“Saya tulis dulu resepnya ibu Nadia sudah boleh duduk,“ ucap dokter Ranti seraya mencabut alat medisnya. Nadia turun dari ranjang yang dibantu suaminya menuju meja dokter.


Nadia keluar dari ruangan dokter Ranti, setelah pamit dan menerima resep serta buku pinknya.

__ADS_1


“Terima kasih, Dokter kami permisi.“ pamit Nadia dan Arshaka.


“Sama-sama Dokter Shaka,“ Suster kembali memanggil urutan pasien berikutnya setelah Nadia keluar dari ruang pemeriksaan. Dan menuju ruang apotik mengambil obat sesuai resep dokter


__ADS_2