Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)

Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)
Calon Istri Dokter Arshaka Sakti Bimantara


__ADS_3


Nadia bingung harus jawab apa sedangkan untuk menikah lagi masih belum terpikirkan, Arsahaka menyentuh telapak tangan Nadia berharap Nadia menerima niat baik nya menikahinya setelah masa iddah nya berakhir.


" Saya sangat menghormati Niat baik Dokter tapi saya cuma perempuan yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi, sedangkan Dokter dari kalangan terpandang dan bertitel." Nadia menunduk kan wajahnya berbicara dengan merendah.


" Nadia cinta akan menuntun pada jalan nya sendiri, tanpa perlu di cari bahkan di paksa atau di rebut sekali pun, cinta akan mendekat dengan caranya sendiri." Kembali Arshaka sambungnya.


Permadi sengaja datang kerumah sakit mencari Nadia untuk memintanya menandatangani surat perceraian nya, tanpa sengaja permadi melihat Nadia berada di kantin rumah sakit bersama pria tampan berjas putih. Melihat Nadia bersama seorang Dokter membuat permadi tidak senang meski dia tahu dirinya tidak berhak atas diri Nadia lagi.


" Nadia ngapain kamu sama Dokter ini!? jadi ini alasan kamu kerja di sini setelah aku mentalak mu." Nadia bangkit dari kursi yang di ikuti Dokter Arshaka yang juga ikut meninggalkan meja kantin.


Tunggu Nadia!! kedatangan ku kesini cuma mau ngasih ini" menyodorkan map coklat pada nya.


Nadia Meraih map coklat dari tangan Permadi dan membukanya hanya membaca bagian intinya saja, dan Nadia menadahkan tangan nya pada Arshaka untuk meminjam pena padanya.


" Dokter boleh saya pinjam pulpen nya" menengadah kan tangan nya di depan Arsahaka.


" Tentu saja" Meraih pena dari saku jasnya dan memberika pada Nadia. Nadia segera menandatangani surat cerai mereka dan memberikan nya pada Permadi. Arsahaka menggamit tangan Nadia meninggalkan kantin dan berseru,


" Ku pastikan setelah kau buang logam mulia mu kau tidak akan pernah memungutnya lagi." Sarkasnya penuh penekanan.


Permadi mengangkat ujung bibirnya dengan senyum mengejeknya, memutar tubuhnya ke arah pintu keluar. Nadia kembali melanjutkan pekerjaan nya membersih kan ruang demi ruang, Begitu juga Arsahaka yang bersiap masuk ke ruang bedah setelah memeriksa kondisi pasiennya di ruang perawatan.


Memberikan kata semangat serta memotivasi pasien yang berjuang melawan penyakit nya, Dokter Arshaka yang di kenal dingin berwajah datar serta tegas di kalangan teman seprofesinya. di balik sikapnya itu ada sisi kelembutan yang nyaris tidak pernah ia tunjuk kan.


Satu persatu Dokter Arshaka menemui pasiennya di kala waktu memungkinkan untuk memberi dukungan spiritual, Pada pasien yang yang mendapatkan jadwal operasi sebelum di lakukan tindakan. Memberi arahan serta prosedur apa saja yang harus di lakukan pasien sebelum operasi. Terlebih pada pasien yang memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

__ADS_1


Dokter Arshaka berada di ruang operasi selama satu jam empat puluh menit. berhasil melakukan operasi sayatan pada pasien penderita usus buntu pada anak usia 13 tahun, yang dibantu oleh Dokter ahli Anestesi serta Suster pendamping selama operasi berlangsung. Arshaka mengganti pakaian medisnya melangkah keluar menuju ruangannya setelah membersihkan diri ia meraih ponselnya di atas nakas, membuka layar Ponsel tertera nama Nadia mengirim pesan singkat padanya.


✉️~Dokter untuk hari ini tidak perlu mengantar saya pulang. pesannya pada Arshaka.


✉️~Nadia untuk hari ini dan seterusnya bisa nggak jangan panggil saya Dokter terus! Balasnya.


Nadia tersenyum malu membaca balasan pesan singkatnya dari Arshaka. Dan kembali mengetik balasan untuk Arsya namun Nadia mendelete pesannya karena malu. Akhirnya Nadia mengirim pesannya juga meski wajahnya kelewat malu.


✉️~Baik Mas Arshaka Sakti Bimantara. Balasnya dengan senyum malunya memandangi layar ponselnya.


Nadia turun dari angkot tepat di pukul empat sore langkahnya menuntun pada jalanan yang masih ramai di lalui pengendara lain, Memasuki gang kecil yang hanya bisa di lewati pejalan kaki saja. Tiba tiba seseorang menarik tangannya kakinya melangkah mundur hingga tubuhnya membentur tembok di gang sempit itu dan mengunci tubuh Nadia dalam kungkungan nya. Laki laki itu adalah Permadi sengaja mengikutinya sampai hampir di rumah Pak Nurdin ayah Nadia.


" Mau, apa lagi kamu mas, lepasin!!,, teriak Nadia berusaha melepaskan diri.


Permadi dengan mata lapar nya berusaha ingin menciumi pipi serta ceruk leher wanita yang sudah menjadi mantan istirinya itu. Nadia mengalangi kedua pipinya dengan tangan nya membelok kan kepalanya ke kanan kiri berusaha menghindari serangan dari Permadi. dengan senyum menjijikan Permadi menyentuh bibir Nadia.


" Lepaskan!!, Atau aku akan teriak!! Ancamnya pada Permadi serius.


" Ayo teriak sekuatnya siapa yang akan datang menolong mu!! ucapnya kasar. " Akan ku buat logam mulia itu kotor dan rusak hingga dia tidak akan menginginkan nya kembali". Sarkasnya penuh keyakinan.


" Laki laki brengsek,,,Tidak akan ku biarkan kau menyentuh Nadia." Arshaka melayangkan kepalan tangannya pada wajah Permadi dan menarik kerah bajunya, kembali ingin memberi serangan pukulan namun Nadia mencekal tangan Arsha. memintanya berhenti Arsha menurunkan kepalan tangannya yang ke dua menatap Nadia sekilas dan Permadi bergantian.


" Sekali lagi kau sentuh calon istriku ku habisi kau" Ancam Arshaka serius merengkuh tubuh Nadia, Kania datang menghampiri Permadi yang sedang memegangi sudut bibirnya yang lebam akibat pukulan Arsha.


" Kau dari mana saja aku mencari mu di kantor tapi kau berada di sini?" dengan sorot mata mengarah pada Nadia yang di rangkul Arsha.


Arsha menoleh pada Kania dan Permadi.

__ADS_1


" Katakan pada kekasih Brengsek mu itu. Sekali lagi dia sentuh calon istri ku akan ku jebloskan pacar gila mu itu ke penjara". Ancamnya sekali lagi dengan rasa marah yang masih memuncak.


Arsahaka membawa Nadia ke Apartmen miliknya merangkul pundaknya yang masih nampak gemetar Karna rasa takut, entah kenapa Nadia begitu takut melihat wajah Permadi yang nampak buas dengan mata lapar nya.


Dulu Permadi melakukan nya dengan begitu lembut hingga ia merindukan moment moment itu saat Nadia jauh darinya, tapi kini setelah Permadi menceraikan nya Nadia begitu muak bertemu dan melihat wajah nya pun dia tidak sudi.


Mungkin terlalu sakit Permadi telah menorehkan luka yang begitu dalam di hatinya hingga tidak ada lagi ruang rindu yang tersisa di palung hatinya yang terdalam. Arsahaka membawa kan segelas air mineral pada Nadia agar lebih tenang mereka duduk di sofa di ruang depan apartmen yang begitu luas dan mewah.


Lengkap dengan furnitur mahal yang lebih menunjuk kan pada siapa pemilik nya gaya exterior dan interior nya mewakili dari kepribadian sang pemilik nya.


" Terima kasih telah menolongku lagi" Ucap Nadia.


" Aku hanya ingin memastikan jika calon istriku pulang dengan keadaan baik baik saja" Paparnya.


" Apa kau lebih baikan Nadia?" Tanya Arsahaka menatap Nadia yang menunduk kan kepalanya. meraih dagu Nadia hingga saling berhadapan Arsahaka menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Nadia yang menghalangi wajah manisnya.


Netranya saling bertemu ada perasaan aneh yang Nadia rasakan saat menatap wajah tampannya, tiba tiba saja jantungnya mempo begitu cepat aliran darahnya, nafasnya menderu dan memutuskan kontak mata membuang arah pandangnya ke tempat lian.


Arsha justru semakin mendekatkan wajahnya tanpa mengikis jarak lagi seperti ada sengatan listrik di dalam darahnya begitu panas dan semakin menuntut. Nadia memberanikan diri menatap netra pekat itu Hangat nafas Arsha menyapu pipinya yang memerah.


" Ada cicak di pundak mu" Ucapnya lirih.


" Mana, mana, cicak nya Nadia?" Kejutnya melihat kedua bahunya yang ternyata tidak ada apa apanya.


Seketika Arsha bangkit dari duduknya mengibas ngibaskan tangannya ke pundak mengusap usap pundak nya dengan kasar. Nadia hanya tersenyum tipis tanpa ekspresi lucu di wajah nya. Arsahaka pun mengerti jika Nadia sedang mengelabui dirinya.


" Jadi kau sudah berani menggoda ku Nadia. Kau lihat ini aku akan membalas mu!!" ujarnya.

__ADS_1


Arsahaka membalas Nadia menggelitik pinggangnya. Nadia menahan kedua tangan Arsha yang masih terus menggelitik, Mereka pun saling tertawa lepas begitulah cara Nadia mengalihkan perasaanya dan tidak melibatkan setan sebagai pihak ketiga.


__ADS_2