Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)

Cinta Tianda Ganti (Ketika Cinta Datang Dan Pergi)
Keputusan Bodoh Kania


__ADS_3

"Jeng Dita, kenapa dari tadi ko diam saja, Apa cucu mu rewel jeng?" tanya Hana pada sahabatnya yang nampak melamun.


"Eh, nggak ko jeng tadi sebelum kesini agak bingung nyari kamar jeng Hana. Ternyata lebih sulit dari pada mencari ruangan yang ada di rumah sakit." jawab Dita bohong. pikiran Dita masih tertuju pada anak menantunya yang sudah berkali-kali ia lupakan mencoba berfikir positif pada Nadia.


Tidak mungkin yang ku lihat tadi Nadia, dia menantu pilihan ku tidak mungkin Nadia selingkuh dari Permadi.


Hatinya terus bermonolog meyakinkan dirinya.


Lamunannya kembali di kejutkan dengan kedatangan Ratna ibu dari Kania yang juga datang menjenguk Hana di apartmennya. Hana di kabarkan mengalami kecelakaan saat perjalanan dari Semarang menuju Jakarta. Mendengar sahabat lamanya yang telah lama tak jumpa mereka pun langsung menemuinya.


Suami Hana yang perofesinya sebagai Anggota TNI yang mengharuskan Ia mengikuti kemana Suaminya bertugas, menemani perjalanan suami sejak awal pernikahan demi keharmonisan rumah tangganya.


Tak heran jika hidup Hana berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Cara hidup yang nomaden sudah terbiasa mereka jalanani bersama dua putranya dan satu putrinya. Agar selalu dekat dengan keluarga tanpa beban rindu terhadap anak istri jika ada tugas negara yang harus di jalaninya.


"Memangnya jeng Hana nggak capek harus pindah sana-sini ngikutin tugas suami?" tanya Dita pada Hana sedikit menghalau rasa canggung, karna kehadiran Ratna yang duduk saling bersebrangan.


"Mau gimana lagi suami selalu minta di temani kemana pun tempatnya di tugaskan, tapi kami akan menetap di Jakarta tidak lama lagi Mas Baskoro akan pensiun mungkin 3 tahun lagi. Mau nikmatin masa tua sama cucu." ucapnya pada dua sahabatnya.


"Ngomong-ngomong semua anak mu sudah berkeluarga jeng?" tanya Ratna gantian."


"Yang pertama sudah menikah tapi belum di karuniai anak, yang kedua belum menikah ada di Jogja sebagai dosen di UGM. Yang terakhir sudah menikah di Surabaya sudah punya dua anak".


Senyumnya sambil menyodorkan hidangan serta minuman alakadarnya.


Puas bercengkrama dengan Hana bercerita serta bertukar pengalaman, hanya Ratna dan Dita saja yang nampak seperti menjaga jarak. Hana hanya memperhatikan dari bahasa tubuh mereka saja tanpa berani bertanya. Ada banyak pertanyaan yang ingin Hana tanyakan namun Hana lebih menahan diri dari pada nanti ada kesalah pahaman menurutnya.

__ADS_1


"Jeng Hana, saya pamit duluan ya! kasihan cucu ku di rumah pasti sudah lama menunggu omanya!" pamitnya pada Hana dan Ratna saling berpelukan.


Meski Ratna enggan cipika-cipiki dengan Dita, ia terpaksa demi menjaga imagenya di depan Hana agar dia tidak menyangka betapa kolotnya dirinya sebenarnya. Selain merasa tidak nyaman dengan kehadiran Ratna hati dan pikirannya masih teringat pada Nadia dan Permadi kedua anak anaknya. Dita merasa ada yang di sembunyikan dari mereka untuk memastikan Dita pergi kerumah Permadi.


Nadia dan Arsahaka baru saja keluar dari apartemen 10 Menit yang lalu sebelum Dita pamit pulang dari apartemen Hana. Arshaka mengantar Nadia pulang ke rumah ayahnya. Menenangkan diri sementara di sana, sampai dirinya benar-benar siap untuk pulang ke rumah ibu mertuanya. rasa takut masih mendominasi dirinya semenjak Permadi menceraikannya dan berusaha mengusik dirinya kembali ia menjadi sangat takut pada laki-laki yang berusaha melecehkan dirinya.


" Nadia kau masih takut? Kau sudah aman tidak perlu takut lagi." Arshaka menepikan mobilnya membuka jendala mobil setengahnya, agar udara sedikit masuk berhembus menepa wajah serta rambut Nadia.


Nadia duduk menyandarkan kepalanya di kursi penumpang membuang pandangannya ke arah luar jendela.


Arshaka menyalakan musik playernya agar suasana hati juga pikiran Nadia kembali rileks. Arshaka memutar lagu Michel Jackson You Are Not Alone. Lagu serta musiknya begitu slow dan menenangkan. Nadia melirik ke arah Arshaka seperti ada kenyamanan menatap wajah teduh pria di sampingnya. Nadia menyandarkan kepalanya di ceruk leher serta bahu Arshaka harum maskulin dan parfumnya begitu menenangkan hati dan pikirannya.


Nadia menghirup dalam-dalam aroma yang menguar dari tubuh Arshaka, Arshaka mengeratkan dekapannya mencari kedamaiannya serta kenyamanan disana. menatap wajah manis Nadia yang tidak pernah bosan di lihatnya setiap kali bersamanya.


"Nadia, aku tidak mau menunggu lebih lama lagi. Aku akan segera membawamu ke rumah orang tuaku." ucapnya semakin menguatkan dekapannya dan tidak ingin melepaskan pelukannya.


"Tapi aku belum siap mas, berkata jujur pada mama Dita. Aku juga takut jka kedua orang tua mas Arsha menolak, karna status jandaku dan aku punya anak. Apa mereka akan menerimaku dengan lapang dada?" Nadia mendongakkan wajahnya menatap Arsahaka.


"Aku yakin mereka akan menerima mu Nadia. Ayah serta Bunda pasti suka jika sudah mengenalmu." tuturnya meyakinkan.


"Mulai besok kau tidak perlu lagi bekerja aku tidak mau laki-laki mana pun termasuk mantan suamimu mengganggumu. Apa lagi sampai melecehkan mu. Sku tidak akan membiarkan manusia hina itu selamat dalam keadaan hidup. Setiap bulannya aku akan mentrasfer uang ke rekening mu." ucapnya seraya mengecup kening Nadia lembut.


...****************...


Dita meminta Sobri mengantarkan dirinya ke rumah Permadi namun tiba-tiba hapenya berdering dengan kontak nama Opa Sapto. Ia pun mengangkat panggilan telpon suaminya bahwa Fafa rewel tidak mau di gendong oleh siapa pun. Akhirnya Dita membatalkan niatnya dan segera pulang menemui cucunya di rumah.

__ADS_1


"Pak Sobri kita gak jadi ke rumah Permadi langsung pulang saja!" ucapnya meletakkan hapenya ke dalam tas.


"Baik, Bu!" Sobri kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


🌼🌼🌼


Di Hotel Permadi dan Kania asyik memadu kasih mereka bersenang senang hingga lupa waktu. Permadi lupa menghubungi mamanya jika malam nanti dirinya tidak pulang ke rumah mama Dita. Permadi akan mencari alasan pulang kerumahnya bersama Nadia.


Sebelum Permadi pergi ia sudah mengatakan pada mantan istrinya jika ia tidak pulang ke rumah mamanya juga tidak pulang ke rumahnya. Walau bagaimana pun juga Permadi adalah pria normal yang masih membutuhkan sentuhan wanita meski itu hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Permadi tidak ingin mengambil resiko terlalu jauh ia menggunakan pengaman setiap kali berhubungan dengan Kania. Mengingat status Permadi yang masih di rahasiakan dari ke dua belah pihak keluarga.


Permadi mengulum bibir merah Kania menyesapnya begitu dalam membuat tubuh Kania menggeliat. Seketika membuatnya meremang pandangannya pun berkabut, dan menuntut pelepasan saling menyatu dalam kobaran hasrat yang telah berbalut dengan nafsu tanpa lagi berfikir adanya dosa serta noda.


Kania memejamkan matanya membalas ciuman Permadi yang semakin menyesatkan saling bergulat dengan peluh yang semakin basah dan segera mendapatkan apa yang mereka cari. Permadi mengerjapkan kedua matanya ******* habis bibir Kania hingga nafas mereka saling memburu


Tiba-tiba saja bayangan wajah cantik mantan istrinya Nadia menggodanya dengan mengedipkan kedua matanya. Permadi menghentikan permainan panasnya dengan Kania, terlihat wajah kecewa Kania yang baru saja akan mencapai pelepasannya yang hampir *******. Permadi justru membuat Kania sangat marah dan geram tiba-tiba saja mulutnya memanggil nama mantan istrinya.


" NADIA!"


Kania menonjolkan kedua matanya dengan kilatan mata penuh amarah, Kania menampar pipi Permadi hingga pipinya terasa panas.


Plakkkk!


" Kania...Kania maafkan aku!" teriaknya pada Kania yang lari menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


Memunguti pakaiannya yang berserak di lantai hotel menuju kamar mandi, Kania begitu marah dan kecewa atas sikap Permadi membuat hatinya benar-benar terluka. Permadi begitu menyesali sikapnya tanpa sengaja dirinya telah melukai hati wanita yang baru saja membuatnya serasa terbang ke awan. Tiba-tiba marah dan menamparnya Kania menatap wajahnya di cermin menyesali sikap bodoh dirinya. Begitu percaya pada cintanya pada Permadi yang jelas-jelas telah menghianati cintanya sejak awal menikahi Nadia.

__ADS_1


__ADS_2