Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Sakit


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Jonathan ngedumel sendiri, sampai ketiduran di sofa didalam ruang kerjanya. Sedangkan Bianca, duduk didalam kamar mandi, sampai baju tidurnya yang basah kering di badan dengan sendirinya.


Bianca tertidur dengan meringkuk dilantai kamar mandi, dia terbangun. Saat merasa bibirnya kering, dan tubuhnya terasa tidak nyaman tidur di atas lantai yang dingin.


"Dingin." gumam Bianca seraya berdiri dari duduknya diatas lantai keramik kamar mandi.


Dengan berpegangan pada dingin kamar mandi, Bianca merayap keluar dari dalam kamar mandi. Bianca merasa tubuhnya tidak bertenaga untuk menopang badannya untuk berjalan.


"Kenapa aku lemas sekali." gumam Bianca.


Bianca mengambil baju sekenanya dan memakainya, Bianca naik keatas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya yang terasa dingin.


"Mas Joe, dingin." gumam Bianca dengan suara yang bergetar, dan tubuhnya bergetar.


"Peluk." gumam Bianca seraya mengeluarkan tangannya dari dalam selimut, dan merentangkan kedepan.


"Terima kasih." gumam Bianca yang merasa dipeluk oleh Jonathan, yang sebenarnya. Bianca hanya memeluk guling.


Bianca memeluk erat guling, yang dalam mimpinya. Jonathan yang dipeluknya.


*


*


Jonathan keluar dari dalam ruang kerjanya.


"Joe, kenapa kau keluar dari dalam ruang kerja? Apa kau tidur di sini?" tanya Maya yang melihat sang putra keluar dari dalam ruang kerjanya.


"Tidak Maa, ada kerjaan yang belum selesai. Joe selesaikan dulu," jawab Jonathan.


"Biasanya, kau tidak membawa pekerjaan ke rumah?" Maya tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang putra.


"Baru dikirim Arumi tadi malam Maa, dan harus di kirim hari ini juga. Dengan terpaksa, Joe kerjakan sekarang dirumah," ucap Jonathan.


"Awas kau! jika ingin menduakan Bianca dengan kembali pada Chelsea, jangan karena Mama sudah tidak marah padanya. Kau ingin main hati..! sampai kapanpun menantu Mama hanya Bianca, Katakan No..! pada wanita lain..!" seru Maya dengan tegas.


"Jangan khawatir Maa, satu saja tidak habis-habis ngambeknya. Apalagi pasang dua, Joe akan mati muda," ucap Jonathan.


"Hari ini Elvan masuk sekolah, siapa yang mengantarkan? Apa Bianca?" tanya Maya.


"Iya Maa, Joe sudah minta Kamal mengirimkan bodyguard untuk menjaga keselamatan Bianca dan Elvan."


"Baguslah, gara-gara orang gila tidak bisa dituntut. Wanita itu bebas..!" ucap Maya dengan penuh perasaan yang kesal.


"Apa sudah pasti tidak bisa di tuntut Maa?" tanya Jonathan.


"Pasti! teman-teman Mama pada nanya pada Mama masalah itu, ahh..pusing Mama," ujar Maya sembari melangkah menuju lantai bawah.


Jonathan kembali masuk kedalam kamar, dan melihat Bianca masih tidur dengan menutupi seluruh tubuhnya. Hanya terlihat pucuk kepalanya saja.

__ADS_1


Jonathan langsung masuk kedalam walk in closet, lalu masuk kedalam kamar mandi.


Selesai mandi, Jonathan melihat. Bianca masih pulas, tidak ada perubahan dalam cara tidurnya.


Tanpa membangunkannya, Jonathan keluar dari dalam kamar. Karena hari ini jadwalnya sangat padat.


"Pagi Paa," ucap Jonathan pada Budi Dwipangga yang sedang menikmati sarapan paginya.


"Pagi boy," sahut Budi Dwipangga.


"Mana Elvan?" tanya Budi Dwipangga.


"Joe belum lihat, nah itu dia," ujar Jonathan saat melihat Elvan turun bersama dengan Ayu.


"Pagi cucu Opa," sapa sang Opa pada Elvan.


"Pagi Opa." balas El.


"Ini sarapan untuk cucu Oma." Maya datang dengan membawa roti dan sosis.


"Terima kasih Oma," ucap Elvan.


"Ayu duduk, jangan malu-malu," ujar Maya pada Ayu .


"Ayu tidak pernah malu-malu Tante, Ayu itu malu-maluin," ujar Ayu dengan ngekeh tertawa.


"Kamu ini," ujar Maya.


"Bianca mana?" tanya Maya.


"Ayu, kau hari mulai bekerja. Tolong, awasi El di sekolah. Hari ini aku tidak berada di Bina Bangsa," kata Jonathan.


"El sekolah di Bina Bangsa, bukannya dia di daftarkan Bianca di sekolah Friend School," ujar Budi Dwipangga.


"Joe membatalkan El sekolah di sana Paa, Joe merasa. El lebih aman sekolah di milik kita," kata Jonathan.


"Apa Bianca tahu, El batal sekolah di Friend School?" tanya Maya.


"Belum, keputusan ini baru dua hari yang lalu Joe putuskan," sahut Jonathan.


"Kenapa tidak dibicarakan dengan Bianca, bagaimana jika dia tidak suka dengan apa yang kau putuskan ini," ujar Maya.


"Bian, tidak akan marah. Jika ini semua dilakukan untuk keamanan El, baiklah. Aku berangkat dulu," ujar Jonathan seraya menghabiskan minumnya dengan sekali teguk.


"Joe, hari ini kau akan ke kota T ?" tanya Budi Dwipangga.


"Iya, kasihan Arumi mengurus proyek di sana sendiri," ujar Jonathan.


"El, pergi sekolah dengan budhe Ayu ya. Ingat, jangan pergi sendirian. Papa ada suruh Om menjaga Elvan, mau kemana-mana. Harus bilang pada Om ya," ujar Jonathan pada Elvan.


Elvan menganggukkan kepalanya.


Jonathan mengecup pucuk rambut Elvan, sebelum pergi meninggalkan ruang makan.

__ADS_1


"El, tunggu di sini dulu ya. Budhe mau ambil tas dulu," ujar Ayu.


Ayu bergegas melangkah menuju kamarnya, mengambil tasnya.


Keluar dari dalam kamarnya, Ayu mendengar suara batuk didalam kamar El yang sedikit terbuka.


"Suara Bianca." Ayu membawa kakinya menuju kamar Elvan.


Ayu membuka pintu kamar El, dan melihat Bianca meringkuk di sofa dengan mengigil.


"Bian!" seru ayu.


"Kau kenapa?" Ayu membungkukkan badannya kearah Bianca, dan jemarinya memegang kening Bianca. Saat memegang kening Bianca yang panas, Ayu benar-benar kaget.


"Panas! kau demam?" tanya Ayu.


"Dingin mbak, tenggorokan Bian seperti terbakar. Pusing, perut Bian juga mual," ujar Bianca dengan mata terpejam.


"Hah...! kenapa kau borong semua penyakit? apa yang kalian lakukan tadi malam? aku menyuruhmu melayani suami di ranjang, bukan melayani suami dikamar mandi. Jadi sakit begini kan..!" seru Ayu.


"Ayo pindah ke ranjang, minum obat. Biar cepat sembuh, Apa aku hubungi mas Joe saja," ujar Ayu.


"Tidak usah Mbak, istirahat sebentar akan sembuh." tolak Bianca untuk menghubungi Jonathan.


"Ayo, pindah ke ranjang." Ayu memapah Bianca ke ranjang.


Setelah merebahkan Bianca, Ayu keluar dari dalam kamar Elvan, tak lama kemudian kembali dengan membawa susu dan roti. Dan obat penurun panas. Dan memberikannya pada Bianca.


"Minum ini." titah Ayu dengan memberikan segelas susu hangat.


"Apa ini?" tanya Bianca.


"Susu," jawab Ayu.


"Sebentar lagi mbak, perut Bian mual cium bau susu itu," ujar Bianca dengan menutup mulut dan hidungnya.


"Hah! mual, susu ini tidak ada baunya sama sekali," kata Ayu.


"Minum obat ini." Ayu memberikan satu butir obat dan segelas air putih.


"Obat? letakkan di situ saja Mbak, nanti Bian minum selesai sarapan," ujar Bianca.


"Betul ya, awas kalau tidak di minum obatnya," kata Ayu.


Bianca menganggukkan kepalanya, dan kembali memejamkan matanya.


Ayu keluar dari dalam kamar Elvan, mendengar suara pintu menutup. Bianca mengambil obat yang diberikan oleh Ayu, dan membuangnya tak tentu arah.


"Aku tidak boleh meminumnya," ujar Bianca seraya memegang perutnya, dan kembali tertidur.


*


*

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


Maaf, beberapa hari ini update tidak banyak bab. Karena author lagi kurang fit 🙏


__ADS_2