Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Hukuman


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Bagaimana ini, ternak bebek ku akan gulung tikar. Jika aku tidak pulang kampung." gumam Bianca sembari berjalan bolak-balik didalam kamar.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka, dengan masuknya Elvan.


"Maa, kenapa Mama tidak keluar? Papa sudah menyuruh tukang untuk datang Maa," ujar Elvan.


"Tukang! untuk apa?" tanya Bianca.


"Untuk membuat kolam untuk ayah bebek Maa," jawab Elvan.


"Untuk apa buat kolam, kita saja tidak diberi izin untuk pulang. Apa ayah bebek bisa datang sendiri ke sini?" tanya Bianca pada Elvan.


Elvan menggelengkan kepalanya.


"Ayah bebek apa boleh naik bus sendiri untuk datang ke sini Maa?" tanya Elvan pada Bianca.


"Tidak mungkin, belum sampai sini. Ayah bebek sudah kena tabrak mobil," ujar Bianca.


"Hah..!" Elvan kaget, mulutnya terbuka lebar.


"Karena itu kita harus menjemputnya," ujar Bianca pada Elvan.


"Kita tidak diizinkan Papa untuk pulang," ucap Elvan.


"Kita pulang secara diam-diam," ujar Bianca.


"Papa marah Maa," ujar Elvan.


"El, Papa tidak akan marah. Papa marah, kita sudah berada di rumah. Bagaimana?" tanya Bianca.


"Ok Mama," sahut Elvan dengan wajah yang gembira, karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan bebek kesayangannya.


"Ayo, kita bersiap-siap. Kita tidak perlu bawa baju, baju kita masih banyak di sana," ujar Bianca.


Bianca mengambil ponsel dan tasnya, memeriksa isinya.


"Lengkap." gumamnya.


"Ayo El, kita harus cepat. Jangan sampai Papa pulang, kita belum pergi."


Bianca melihat kearah jam yang tergantung di dinding.


"Jam 11 : 15, mas Joe pulang biasanya pulang jam 12. Untuk makan siang. Ayo El, kita harus cepat pergi," ujar Bianca.


Bianca menggandeng El keluar dari dalam kamar, dengan mengendap-endap Bianca membawa Elvan keluar dari dalam rumah.


"Maa." panggil Elvan.


"Ya," sahut Bianca.


"Kenapa kita harus begini? kita mirip tikus yang ingin mencuri keju, seperti film kartun yang El lihat di televisi ?" tanya Elvan.


"Hehehe, biar kita tidak ketahuan orang rumah. Bahwa kita pergi," jawab Bianca.


"El, cukup kali ini kita melakukan ini. El jangan lakukan ya, jangan mencontoh apa yang Mama lakukan, ini tidak patut di contoh," ujar Bianca, karena dia takut. Sang putra melakukan apa yang mereka lakukan.


"Ok Mama," sahut Elvan.


Setelah sampai di depan pintu gerbang, Bianca sedikit merasa lega.


"El, sebentar lagi kita akan bebas," ujar Bianca.


Bianca membuka pintu gerbang dan keluar.


"El, akhirnya kita akan pulang kampung. Bagaimana El, Senang?" tanya Bianca pada Elvan.


"Senang," sahut Elvan.

__ADS_1


"Let's go..!" seru Bianca dengan gembira.


"Mau kemana?" suara terdengar dari balik rimbunan bunga.


Deg...


Tubuh Bianca menegang, mendengar suara yang ingin tidak ingin didengarnya saat ini.


"Mau kemana kalian tanpa Papa?" tanya Jonathan.


Elvan membalikkan badannya, dan langsung menghambur memeluk Jonathan.


"Papa..!" seru Elvan.


Jonathan menggendong Elvan.


"Papa ingin ikut kami pulang kampung?" tanya Elvan.


"Iya, tapi. Bukan saat ini," ujar Jonathan.


"Gawat!" gumam Bianca.


"Sekarang, El masuk dulu ya. El lihat kandang bebek El, Papa ada urusan dengan Mama," ujar Jonathan.


"Ok.." sahut Elvan.


Jonathan menurunkan Elvan dari gendongannya dan Elvan langsung kembali masuk kedalam rumah.


"Sekarang, urusan kita Nyonya," ujar Jonathan seraya melangkah mendekati Bianca selangkah demi selangkah.


Bianca melangkah mundur selangkah demi selangkah, melihat wajah Jonathan. Bianca takut.


"Jangan dekat-dekat..!" seru Bianca seraya merentangkan tangannya kedepan.


"Kenapa? takut? tadi ingin kabur secara diam-diam, tidak ada takutnya," ujar Jonathan.


"Bukan pergi diam-diam, rencananya. Begitu tiba di sana, Bian akan hubungi mas," ujar Bianca.


"Itu sama saja, pergi diam-diam..!" seru Jonathan.


"Sini." panggil Jonathan.


Dengan sekali langkah panjang, Jonathan menangkap pinggang Bianca dan memanggulnya.


"Aww..! Mas Joe turunkan..!" seru Bianca sembari memukul punggung Jonathan.


Plak..


Jonathan memukul bokong Bianca dengan kerasa, hingga Bianca mengaduh.


"Aduh..! Mas, ini penganiayaan. Bian akan laporkan ke Komnas perempuan..!" seru Bianca.


"Laporkan saja, mas akan laporkan Komnas pria.." balas Jonathan.


"Mbak Salma, tolong..!" teriak Bianca, saat melihat ada Salma didepan pintu masuk.


"Maaf Non, mbak tidak bisa nolong," sahut Salma.


"Salma, jangan ada yang ganggu tiga jam kedepan," ujar Jonathan seraya naik menuju kamarnya.


"Baik," sahut Salma.


"Dan, tolong jaga Elvan." titah Jonathan.


"Baik ," sahut Salma.


"Tiga jam? kita mau apa tiga jam?" tanya Bianca.


"Buat adik untuk Elvan, biar ada kerjaan di rumah. Dan kau tidak terpikir untuk pulang terus," ujar Jonathan.


"Mas Joe! turunkan, kepala Bian pusing..!" seru Bianca, karena posisi kepalanya terbalik. Membuat kepalanya pusing.


"Nanti, sampai kamar," ujar Jonathan.

__ADS_1


"Ada apa Salma?" tanya Bik Minah, melihat Jonathan memanggul Bianca.


"Biasa, Non Bianca melanggar perintah Den Joe," ujar Salma.


"Terus, Non Bianca kenapa dibawa seperti itu?" tanya Bik Minah.


"Mana tahu Salma Bik, tanya pada Den Joe. Kalau Bibik ingin tahu sekali," ujar Salma sambil berlalu dari hadapan Bik Minah.


Jonathan meletakkan Bianca di atas ranjang dan kemudian kembali menuju pintu dan menguncinya, agar Elvan tidak masuk.


Bianca berdiri di ujung kepala ranjang, matanya membola. Saat melihat Jonathan membuka satu persatu kancing kemejanya, dan membukanya.


"Mas mau apa?"


"Mau buat adik untuk Elvan, kenapa sekarang lama sekali jadinya? dulu sekali saja langsung jadi," ujar Jonathan Sembari naik keatas ranjang.


"Sini," ujar Jonathan.


Jonathan membuka resleting celana panjang yang dikenakannya, dan membukanya. Kemudian melepaskan celananya.


Kini, kondisi Jonathan hanya ditutupi boxer.


"**Tubuh mas Joe masih macho, dan tidak ada lemak di pinggangnya." batin Bianca.


"Bian, dalam keadaan begini. Otakmu masih juga mengagumi tubuhnya." batin Bianca**.


"Sini." panggil Jonathan.


"Tidak! mas ingin begituan siang begini? mas sudah mulai tidak waras," ujar Bianca.


"Tidak ada larangan untuk melakukan hubungan intim dengan istri, siang atau malam. Siapa yang marah.," ujar Jonathan.


"Sini." titah Jonathan.


"Tidak..!" seru Bianca.


Bianca ingin berlari dari tempat tidur, tetapi dengan sigap tangan panjang Jonathan menangkapnya dan merebahkan tubuh Bianca dan langsung Jonathan mengungkung tubuh Bianca dibawah tubuh besar Jonathan.


Tanpa sempat Bianca memprotes, bibir Jonathan langsung melahap dan menyesapnya dengan rakus.


"Aduh..!" seru Bianca, karena merasa bibirnya di gigit Jonathan.


Jonathan mengangkat kepalanya, dan melihat kearah bibir Bianca yang berdarah.


Bianca memegang bibirnya yang sakit.


"Darah..!" seru Bianca.


Jonathan mengusap bibir Bianca yang berdarah karena gigitannya.


"Ini peringatan, jangan nakal lagi," ujar Jonathan.


Kemudian


Jonathan mencium bibir Bianca dengan lembut, bibir dan lidah Jonathan bergerilya ke seluruh tubuh Bianca. Dari atas sampai bawah, begitu juga dengan kedua tangan Jonathan tidak tinggal diam. Jemari Jonathan bermain-main ditempat yang bisa dijangkau oleh tangan Jonathan.


Akhirnya, di siang yang panas. Dua tubuh bermandikan peluh, menyatu di atas ranjang. Tanpa ada yang menganggu.


Di luar, terjadi kehebohan.


"Salma, kau kenapa tidak menjaganya? kemana kita harus mencarinya?" tanya Bik Minah.


"Salma tinggalkan dia di sini Bik Minah, lagi lihat motor truck nurunkan pasir," ujar Salma.


"Mungkin menemui Non Bianca," ujar Bik Minah.


"Aaahhh..! gawat, Den Joe sedang buat adik untuk El..!" seru Salma sembari berlari masuk kedalam rumah.


*


*


*

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2