Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Mendekati


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇


Usia kandungan Bianca sudah memasuki empat bulan, efek ngidam yang dialami Jonathan mulai hilang. Kini, perubahan terjadi pada Bianca.


Bianca selalu ingin dekat dengan Jonathan, jika tidak melihat keberadaan Jonathan. Bianca langsung ngambek dan air matanya langsung merembes dari kedua belah bola matanya.


"Mas..!" Bianca bangun tidur dan tidak melihat keberadaan Jonathan, memanggilnya dengan keras.


"Mas...!" Panggil Bianca sekali lagi.


"Iya Yank..!" Jonathan keluar dari dalam walk in closet dengan hanya memakai bawahan saja, sedangkan bajunya masih dalam genggaman tangannya.


Melihat Jonathan hanya memakai celana panjang, dan perut kotak-kotak tanpa lemak. Membuat mata Bianca berbinar-binar melihatnya. Terlihat senyum tipis dibibirnya.


Melihat gelagat sang istri, Jonathan bisa menebak. Kegiatan panas di pagi hari akan terjadi lagi.


"Ada apa?" Jonathan tahu, belakangan hari ini. Bianca selalu memancingnya saat dia ingin berangkat kerja.


Bianca turun dari ranjang, dengan berjalan perlahan. Bianca mendekati Jonathan.


Dan..


"Mas." Jemari Bianca berada di dada Jonathan, jemarinya mengusap dengan lembut dada Jonathan yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


"Yank, mas mau bekerja. Jangan goda," ucap Jonathan pelan dan menahan apa yang sebentar lagi akan meletus.


"Bekerja," ujar Bianca seraya memutar, mengelilingi Jonathan. Kini Bianca berada dibelakang tubuh Jonathan, tangannya melingkar di perut Jonathan. Bibirnya menempel di punggung Jonathan, dua gundukan yang besar menempel ketat. Membuat pertahanan Jonathan akan cair.


"Bian..!" seru Jonathan, saat jemari Bianca menari-nari di perut dan sedikit area bawah perutnya.


"Apa mas joe?" tanya Bianca dengan suara mendesahh, hingga membuat Jonathan langsung membalik tubuhnya dan mengangkat Bianca.


"Sial! Biar mas terlambat, kau selalu berhasil menggodaku..!" Seru Jonathan.


Bianca tertawa cekikikan, karena berhasil menggoda Jonathan.


"Nakal! kau membuat Mas terlambat kekantor setiap hari belakangan ini..!" seru Jonathan, sembari Jonathan membuka celana panjangnya dan baju Bianca, akhirnya. Keduanya mereguk kenikmatan di pagi hari.


*


*


"Selamat Joe, akhirnya kau menambah anak lagi," ujar Antonio, saat dia datang menghadiri baby shower Bianca.


"Aku sudah mau dua, kenapa kalian istri saja belum terlihat." ledek Jonathan pada ketiga sahabatnya.


"Ini," Amar mengeluarkan undangan, dan memberikannya pada ketiga temannya.

__ADS_1


"Undangan apa ini? apa kau membuka usaha baru?" tanya Kamal.


"Baca." titah Amar.


"What..! sejak kapan kau dekat dengan Yunita, bukannya Yunita sudah menolak rayuan maut mu?" tanya Antonio.


"Aku, di tolak. No! lama-lama gadis itu luluh, aku meluluhkan Papa dan Mamanya terlebih dahulu. Akhirnya, anaknya luluh juga. Dan, bulan depan. Aku akan mengakhiri masa lajang, sekarang. Tinggal kalian yang masih jomblo, hehehe..!" ledek Amar pada kedua temannya, Antonio dan Kamal.


"Bagaimana? apa kalian tidak malu, didahului oleh Amar?" ledek Jonathan.


Amar tertawa mendengar perkataan Jonathan, seraya menaik turunkan kedua alisnya menatap kearah Antonio dan Kamal.


"Sial! jangan bangga, aku juga akan melamar seorang wanita di pesta baby shower ini," ujar Antonio tidak mau kalah.


"Siapa yang mau kau lamar? tamu undangan di pesta baby shower ini orang tua semua, apa kau menjalin hubungan dengan teman mamaku?" tanya Jonathan dengan nada mengejek Antonio.


"Itu, wanita yang berbaju hijau yang bersama dengan Bianca," ujar Antonio.


Ketiga kepala menatap kearah Bianca duduk, dan melihat siapa wanita yang memakai baju berwarna hijau.


"Ayu...!" ucap Jonathan, Amar dan Kamal secara bersamaan.


"Kau jangan mempermainkannya, dia sahabat Bianca dan sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri," ujar Jonathan, saat mengetahui wanita yang berbaju hijau adalah Ayu.


"Bro, aku serius. Ayu, seorang gadis yang menarik. Kegigihannya meraih cita-cita, membuat aku tertarik dengannya," ucap Antonio dengan serius.


"Bagaimana dengan kedua orangtuamu Anton? apa mereka menyetujui pilihanmu? apa mereka tahu status Ayu, sebagai seorang janda?" tanya Kamal.


"Aku sudah menceritakan semua pada Mama dan papaku, saat aku merasakan ketertarikan pada Ayu. Dan mereka juga tidak memandang status janda Ayu," kata Antonio.


"Yang penting bagi Mama dan Papa. gadis yang menjadi pilihanku mempunyai attitude dan ahlak yang baik," ujar Antonio.


"Apa Ayu juga menyukaimu?" tanya Amar.


"Aku belum mengungkapkan perasaanku padanya," ucap Antonio.


"Apa! jangan-jangan kau bertepuk sebelah tangan, ungkapkan. Jangan nanti kau menyesal, sebenarnya. Ada guru di sekolah Bina Bangsa yang tertarik pada Ayu," kata Jonathan.


"Dari mana kau tahu?" tanya Antonio serius, seraya menatap Jonathan lekat.


"Ayu cerita pada Bianca," jawab Jonathan.


"Woo..! kau ada saingan Bro, jika kau tidak bertindak cepat. Kau akan ditikung." ledek Kamal.


"Sial!" umpat Antonio.


"Aku harus bertindak," ujar Antonio seraya berdiri dari tempatnya duduk, dengan langkah lebar. Antonio melangkah mendekati tempat Ayu duduk.


"Hei..! mau kemana?" tanya Jonathan.

__ADS_1


"Akan menyelamatkan cintaku..!" sahut Antonio seraya beranjak menuju arah tempat Ayu berada.


Dan...


Antonio, tiba-tiba berlutut di depan Ayu duduk. Membuat, orang-orang yang berada didekat Ayu duduk spontan kaget.


"Mas Anton..!" seru Ayu seraya berdiri.


"Yu, maukah kau menerima cintaku. Aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu di restoran dan hari ini, aku ingin melamarmu sekarang juga," ujar Antonio.


"Mas Anton," ujar Ayu malu, plus bingung. Karena banyak pasang mata menatap kearah mereka berdua.


"Yu." Antonio menatap wajah Ayu sambil berlutut.


"Mas! berdiri, malu," ucap Ayu dengan suara yang pelan, wajahnya sudah memerah. Ayu yang biasa periang dan tidak pernah ada malu, kini berubah menjadi pemalu.


"Aku tidak akan berdiri, sampai kau menerimaku," ujar Antonio.


"Mbak Ayu, terima..!" seru Bianca sambil bertepuk tangan.


"Hah..!" Ayu bingung, karena banyak tamu yang bertepuk tangan dan menyuruhnya untuk menerima pernyataan cinta Antonio.


"Ayu, aku serius. Aku tidak ingin pacaran, aku ingin menikah langsung. Kalau kau setuju, besok kita bisa langsung menikah," ujar Antonio dengan tegas.


"Hei, kau enak saja mau nikahi anak orang. Ayu masih punya orangtua," ujar Kamal.


"Besok kita pulang kampung, minta restu pada orangtuamu Yu," kata Antonio.


Ayu semakin bingung dengan apa yang dikatakan oleh Antonio, matanya melihat kearah Bianca. Meminta pendapat, apa yang harus dilakukannya.


"Anton, jika kau ingin melamar Ayu. Datangi ibunya." titah Maya yang baru mengetahui, apa yang terjadi.


"Baik, besok aku akan melamarmu," ujar Antonio dengan tegas.


Ayu hanya bisa bengong, dia diam terpaku. Karena tidak mengira, Antonio melamarnya didepan orang banyak.


"Ayo Ayu, terima saja. Kasihan Antonio, dia sudah sepuh. Nanti lututnya kaku, terlalu lama berlutut," ujar Amar.


"Iya Yu, onderdil sendi-sendi Antonio sudah mulai keropos." timpal Kamal.


"Terima kasih atas dukungan kalian, dengan mengejek aku..!" seru Antonio dengan jengkel, sembari mendelik menatap ketiga temannya.


*


*


...BERSAMBUNG...


Mendekati ending guys , kita ceritakan sedikit teman-teman Joe dan Bianca ya. kasihan mereka dianggurin🥰

__ADS_1


__ADS_2