Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Rahasia


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇👇


Setelan puas melampiaskan kekesalannya pada Jonathan, Maya masuk kedalam kamar dan duduk di sofa yang ada dalam kamarnya.


Didalam kamar, Maya melihat kembali video kebersamaan Jonathan dengan sang cucu. Senyum lebar selalu menghiasi bibirnya.


Maya sudah menyakini, anak kecil dalam video yang bersama dengan Jonathan adalah cucu kandungnya. Tidak bisa dipungkiri lagi, kemiripan Jonathan dengan Elvan saat kecil membuat Maya tidak ada keraguan lagi untuk mengakui Elvan sebagai cucunya.


Maya tertawa melihat video tersebut.


"Gantengnya cucu Oma, sepertinya. Di antara cucu-cucu teman arisan, cucuku yang paling ganteng. Yoan cantik, ini Elvan juga ganteng. Sudah jelas keduanya ganteng dan cantik, bibit dari mana dulu ," ucap Maya sembari cengengesan sendiri.


Ada perasaan bangga dalam diri Maya, karena Jonathan memberinya cucu yang ganteng.


Walaupun cara mendapatkan cucu, dengan cara tidak dibenarkan oleh agama dan adat ketimuran. Tapi apa yang mau dikata, cucunya sudah terlahir ke dunia. Tidak mungkin dia akan marah-marah, apalagi keberadaan cucunya dari Bianca. Anak temannya yang sudah dikenalnya sejak dari masih orok.


Pintu kamar terbuka dengan kedatangan Budi Dwipangga, dan duduk disamping sang istri.


"Apa Mama yakin, Bianca mau menikah dengan Jonathan? Jonathan tidak mencintainya, Apa mereka bisa bahagia nantinya?"


"Apa papa tidak ingin melihat cucu kita berada dalam perlindungan kedua orangtuanya? mereka berdua harus menikah, tidak ada cinta sekarang. Dengan berjalannya waktu, Joe dan Bianca akan saling mencintai," kata sang istri.


"Maa, Papa mau keluar. Mama mau ikut?" tanya Budi Dwipangga.


"Mama mau kemana?" tanya Maya sembari melirik kearah sang suami.


"Mau bertemu dengan Pak Dani."


"Pak Dani? Pak Dani yang ketahuan seli..." Maya tidak melanjutkan ucapannya.


"Maa, itu semua tidak semuanya kesalahan Pak Dani. Bagaimana tidak selingkuh, ya di rumah tidak terurus. Anak masih kecil, istri kelayapan dengan teman-teman sosialitanya. Pak Dani yang mengurus anaknya sambil mengajar, jangan salahkan prianya terus," ucap Budi Dwipangga.


"Papa belain Pak Dani, awas ya. Jika Papa macam-macam di luar sana, Mama isolasi itu burung elang Papa," ucap Maya.


"Sadis Mama ini," ujar Budi Dwipangga sembari masuk kedalam mandi.


"Biar dibilang sadis, dari pada suami di gondol kucing garong..!" seru Maya.


"Waspada sebelum kejadian..!" sambung Maya kembali.


***


Dalam kamarnya.


Jonathan terbaring di ranjang, tangannya diletakkannya dibawah kepalanya.


"Aku harus menemukannya, kau harus bertanggung jawab dengan keadaanku sekarang Bianca." gumam Jonathan.

__ADS_1


Tidak ada yang tahu, kondisi Jonathan saat ini. Yang tidak bisa berhubungan dengan seorang wanita, sejak dia melakukan hubungan intim dengan Bianca. Jonathan merasa, gairahnya mati pada lawan jenis.


Sebulan sekali, Jonathan berkonsultasi dengan dokter di luar negeri. Tapi, tidak ada penyakit yang ditemukan dalam tubuhnya.


Tubuhnya selalu menolak, jika didekati wanita. Apalagi mencium parfum yang di pakai oleh wanita, tapi itu terjadi pada wanita yang tidak dikenalnya atau yang tidak akrab dengannya. Dekat dengan Mamanya dan saudara perempuannya Joice, Jonathan tidak apa-apa.


Dokter menyarankan Jonathan untuk bertemu dengan orang telah yang membuatnya mati rasa dengan kaum wanita, Jonathan sempat merasa takut, bahwa dirinya mengalami kelainan orientasi sexual. Karena tidak terpengaruh melihat tubuh polos seorang wanita didepan matanya.


Jonathan mengambil bantal untuk menutupi wajahnya.


Dan..


"Aaarrgghhh..!" teriak Jonathan dengan keras, karena kesal.


Derrt..


Ponselnya yang masih dalam saku bajunya bergetar, dengan malas. Jonathan mengeluarkan ponselnya dan melihat. Siapa yang mengirim pesan padanya.


"Sial..!" umpat Jonathan, saat melihat pesan gambar yang dikirim oleh Antonio.


Jonathan langsung menghubungi Antonio.


"Di mana dia?" tanya Jonathan to the point, tanpa sempat Antonio berkata.


"Sabar Bro, ucapkan salam dulu. Jangan langsung ngegas terus," kata Antonio.


"Assalamu'alaikum," ucap Jonathan.


"Waalaikumsalam Bro, Bianca mengatakan akan kerumah mu," kata Antonio.


"Apa kau percaya? dia tidak mungkin akan datang."


"Joe, ada apa sebenarnya antara kalian berdua. Dulu dia sangat akrab dengan kedua orangtuamu, sekarang. Sepertinya dia mengelak jika menyangkut mu," kata Antonio.


"Tidak perlu kau tahu..! apa dia mengatakan tinggal di mana?"


"Kota B," sahut Antonio.


"Joe.."


Tut..Tut...


Sambungan telepon di putuskan oleh Jonathan, tanpa sempat Antonio berbicara.


"Ini orang tidak pernah berubah, main asal matikan sambungan telepon saja." ngedumel Antonio.


Setelah memutuskan sambungan telepon secara sepihak, Jonathan meraih kunci mobil. Dengan setengah berlari, Jonathan keluar dari kamar dan menuju ketempat mobilnya terparkir.


Jonathan masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya, keluar dari pekarangan rumahnya.

__ADS_1


"Joe..!" teriak Papanya, tetapi mobil Jonathan sudah meninggalkan halaman depan rumah . Sudah keluar dari gerbang utama.


"Ada apa Paa?" tanya Maya dari belakang suaminya.


"Joe pergi dengan tergesa-gesa, ada apa lagi ini," ucap Papa Jonathan.


"Awas dia, jika masih mencari keberadaan Chelsea. Mama akan Jambak rambutnya, mama bawa keliling komplek perumahan ini." omel sang Mama.


"Apa Mama tega mempermalukan anak sendiri didepan umum?" tanya Budi Dwipangga.


"Beranilah, dari pada orang tahu dari mulut orang kelakuan anak kita. Lebih bagus kita yang umumkan sendiri anak kita itu tidak benar..!"


"Paa, bantu cari Bianca. Joe itu tidak serius mencarinya, kalau dia serius. Tidak mungkin cucu kita sebesar itu tidak ketemu," kata Maya.


"Maa, jika orang yang di cari tidak ingin ditemukan. Akan sulit mencarinya, ini Indonesia Maa. Tidak seperti di luar negeri, penyelidik swasta banyak. Di sini, kita harus mengandalkan kepolisian untuk mencari. Dan kita harus melaporkan orang hilang, di tanya macam-macam. Mungkin karena itu, Joe mencari sendiri. Tapi dengan setengah hati, Papa tahu Jonathan masih mencari keberadaan Chelsea," kata Budi Dwipangga.


"Dia masih mencari wanita itu?"


"Iya, tapi dia belum berhasil menemukannya. Wanita itu juga menghilangkan diri, tidak ingin ditemukan. Kenapa putra kita selalu di hindari wanita ya ?"


"Kalau perempuan itu menghilang, Maa ucapkan. Alhamdulillah..!" Maya mengadahkan kedua tangannya keatas.


"Mama ini, jangan terlalu membencinya. Tidak bagus," kata Budi Dwipangga.


"Mama tidak asal membencinya, Paa," kata Maya.


"Ada yang tidak bisa Mama beritahukan mengenai wanita itu saat ini, karena belum cukup bukti. Bukti itu yang sangat sulit untuk di temukan." batin Maya.


"Ada apa Maa, kenapa bengong?" tanya Budi Dwipangga pada sang istri yang tiba-tiba terdiam.


"Aaa..tidak apa-apa, Mama tiba-tiba ingat. Mama mau kesalon, kantung mata Mama bengkak karena menangis tadi," kata Maya.


"Perlu di antar?"


"Tidak Paa, Mama bawa mobil sendiri saja ya. Mama mau seharian di salon, Mama bosan di rumah sendiri. Joice tidak datang membawa Yoan ke sini."


"Joice hamil besar begitu Maa, jangan sampai melahirkan di jalan," ujar sang suami.


"Dari salon, Mama mau kerumah Joice ya Paa."


"Kenapa? sudah tidak sabar ingin berbagi kegembiraan?"


"Hehehe..! Papa tahu saja," sahut Maya dibarengi dengan tawa kecil.


"Ya sudah, papa pergi dulu. Hati-hati."


"Papa juga hati-hati."


Bersambung 👉👉👉

__ADS_1


Tombol like like 🙏


__ADS_2