Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Gatot ??


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Mas..! Mau apa?" mata Bianca terbuka lebar, saat merasa jemari Jonathan beraksi membuka kancing baju tidurnya. Untung, Ayu tidak melakukan tindakan iseng, dengan membelikan baju tidur jala ikan sebagai kado pernikahan. Ayu memasukkan baju tidurnya yang biasa dipakainya yaitu piyama kancing depan, karena Ayu tahu. Bianca tidak akan bisa tidur jika tidak memakai baju tidurnya yang biasa dia pakai.


"Kita akan mengulangi apa yang kita lakukan dulu, apa kau tidak ingin melakukannya saat aku sadar? dulu aku melakukannya dalam pengaruh obat," kata Jonathan.


"Tidak..,!" Bianca memegang bajunya yang sudah terbuka, dan pengaman untuk gunung kembarnya sudah terlihat.


"Tidak apa? tidak ingin dalam keadaan sadar? baiklah, aku akan minum obat. Tadi teman-temanku memberikan hadiah obat, bagaimana jika kita berdua meminumnya. Hemh.. betapa kacaunya besok kita bangun tidur, setelah berpesta semalaman. Mungkin kau tidak akan bisa berjalan Bian," ujar Jonathan sembari mengerakkan jemarinya membelai belahan dada Bianca yang terlihat.


Bian menepiskan jemari Jonathan yang membelai belahan dadanya dengan nakal.


"Habis waktu untuk kita berbicara, saatnya tangan dan bibir ini yang bertindak ," ujar Jonathan.


Mata Jonathan menatap bibir Bianca yang berwarna pink alami, sedikit demi sedikit wajah Jonathan mendekati wajah Bianca.


Mata Bianca membesar, saat melihat wajah Jonathan makin lama makin mendekati wajahnya.


Dan...


Saat bibirnya hampir menyentuh bibir Bianca.


Tet...tet..tet...


Bel kamar berbunyi, membuat Bianca mendorong tubuh Jonathan dari atas tubuhnya.


"Sial..! siapa pengganggu itu? akan aku kirim orang itu ke kutub selatan.." omel Jonathan seraya turun dari ranjang, Jonathan bergegas meraih handuknya dan masuk kedalam kamar mandi dalam keadaan polos seperti tuyul besar.😀


Bianca dengan cepat mengancingkan bajunya, turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu. Untuk melihat siapa yang telah membantunya terbebas dari Jonathan.


"Aku akan mengucapkan terimakasih pada orang yang telah membantuku." gumam Bianca seraya melangkah menuju pintu, senyuman tersungging di bibirnya.


Bianca membuka pintu, begitu pintu terbuka. Didepan pintu telah berdiri Mama Maya mengendong Elvan yang terlihat habis menangis.


"El, kenapa sayang." Bianca mengambil Elvan dari gendongan Mama Maya.


"Mama" Elvan memeluk Bianca dengan erat, dan menyembunyikan wajahnya di dada Bianca.


"El terbangun, dan menangis Bian. Mama terpaksa membawanya ke sini," ucap Mama Maya dengan perasaan yang tidak enak hati, karena telah menganggu malam pertama putra dan menantunya.


"Kenapa nangis? biasanya El tidak pernah nangis?" tanya Bianca pada putranya yang menempelkan wajahnya di dada sang Mama.

__ADS_1


"Mungkin karena tidak terbiasa tidur bukan di kamarnya Bian," ujar Mama Maya seraya celingukan melihat kearah dalam kamar.


Melihat sang mertua celingukan seperti mencari-cari sesuatu, Bianca tahu siapa yang di cari sang mertua.


"Masuk Maa." tawarkan Bianca untuk sang mertua masuk kedalam kamar.


"Nggak usah Bian, Mama cari Joe. Mana dia?" tanya sang mertua.


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka, Jonathan keluar dengan sudah memakai baju tidurnya dengan lengkap. Tidak seperti tadi, hanya handuk yang melilit tubuhnya.


"Ada apa Maa?" Jonathan menghampiri sang Mama yang berdiri didepan pintu.


"Ini Elvan, bangun dan langsung mencari Bianca." beritahu Maya pada sang putra.


"Biar tidur di sini saja Maa," ujar Jonathan pura-pura santai, padahal dalam hatinya menggerutu pada sang Mama. Yang tidak bisa mengurus sang cucu satu hari saja.


"Yes..! aku selamat, terima kasih anak kesayangan Mama." batin Bianca.


Jonathan melihat raut wajah gembira Bianca.


"Awas kau, begitu El pulas. Tidak ada elak mengelak." batin Jonathan.


"Tidak ah Bian, Mama mau kembali ke kamar juga. Papa minta di pijat, katanya kaki dan punggungnya sakit," ujar sang Mama seraya memberikan kedipan mata pada sang putra yang terlihat tidak baik-baik saja.


Jonathan Menatap sang Mama dengan memicingkan matanya, dia curiga.


"Ini pasti perbuatan iseng Mama, aku yang menikah. Mama yang serasa ingin berbulan madu." batin Jonathan yang menggerutu.


"Bye..!" Maya melambaikan tangannya, kemudian berlalu dari hadapan sang putra yang menatapnya dengan tajam.


Mama Maya kembali ke kamarnya, dan Bianca membawa Elvan naik Keatas ranjang.


Bianca sekilas melirik Jonathan yang merebahkan tubuhnya di samping Elvan. Wajah Jonathan tidak sedap dipandang, sedangkan Bianca sangat senang.


"Kali ini kau selamat, besok. Belum tentu," ujar Jonathan.


Tangan Bianca menepuk-nepuk bokong Elvan, sehingga Elvan kembali tidur pulas dalam pelukan Bianca.


Jonathan ikut merebahkan tubuhnya, tangannya diletakkannya dibawah kepalanya. Matanya nyalang menatap plafon.


Tiba-tiba, Jonathan merasakan denyutan di batang penyeberangan untuk menyalurkan bibit unggul ke tempat penampungannya didalam rahim Bianca.

__ADS_1


"Ah..! kenapa begini, biasanya dia tidak pernah beraksi walaupun ada wanita polos didepanku." batin Jonathan sembari menenangkan batang penyeberangannya untuk tidur kembali.


Jonathan mengangkat kepalanya sedikit, dan melihat Bianca sudah tertidur. Dan Elvan tidak berada dalam pelukannya.


"Kepalaku pusing jika tidak di salurkan." gumamnya.


Jonathan menjulurkan tangannya menyentuh Elvan, dan menggoyangkan tubuh Elvan. Karena tidur sudah sangat pulas, Elvan tidak bergerak sedikitpun.


"Aman." gumam Jonathan.


Dengan perlahan, Jonathan turun dari ranjang. Dan mendekati Bianca yang tidur disebelah kiri Elvan, terlebih dahulu Jonathan mematikan lampu. Dan kini suasana kamar menjadi remang-remang, hanya lampu tidur samping ranjang yang menyala.


Dengan cepat Jonathan mengangkat tubuh Bianca, sehingga Bianca berteriak. Karena merasa tubuhnya tiba-tiba melayang.


"Aaa..!" teriak Bianca.


"Diam..,! nanti Elvan bangun..!" Jonathan berhenti bergerak, karena Elvan bergerak.


"Tidurlah anak baik papa." ucap Jonathan dalam benaknya.


Bianca langsung menutup mulutnya dengan jemarinya, matanya melihat Elvan yang menggeliat. Tetapi tidur kembali.


"Mas mau apa?" tanya Bianca saat Jonathan melanjutkan langkahnya dan membawa Bianca kearah sofa.


"Melanjutkan apa yang terhenti tadi, diam jangan ribut." titah Jonathan.


Jonathan meletakkan tubuh Bianca ke atas sofa, dan langsung menindih tubuh Bianca. Tanpa ada waktu untuk Bianca menghindar dari Kungkungan tubuh besar Jonathan.


Tanpa menyia-nyiakan waktu, Jonathan langsung menyatukan bibirnya dengan mellumat bibir Bianca dengan sangat rakus. Bibir beraksi, tangan Jonathan juga beraksi dengan sangat lihai mencopot helai demi helai kain yang menutupi tubuhnya dan kemudian jemarinya bermain di kain yang menutupi tubuh Bianca. Sehingga, Bianca tidak menyadari tubuhnya juga sudah polos tanpa ada yang menutup tubuhnya.


"Aku sangat menginginkanmu." bisik Jonathan di telinga Bianca seraya mengelus gunung kembar Bianca, napas Jonathan menerpa pipi Bianca. Sehingga Bianca mengelinjak dan terdengar suara deesahan dari bibirnya.


Jonathan kembali mencium Bianca, sampai Bianca kehabisan napas. Bianca terbawa dengan aroma tubuh Jonathan yang maskulin, sehingga dia lupa untuk menolak apa yang dilakukan oleh Jonathan.


"Oh.." Bianca terkesiap, punggungnya melengkung. Ketika merasakan bibir Jonathan membelai dengan lembut area gunung kembarnya, Jonathan berlama-lama bermain di ujung puncaknya yang mengeras.


Sensasi yang baru pertama kali di rasakan Bianca, membuat titik-titik sensitif tubuhnya berdenyut-denyut.


Ketika belaian tangan Jonathan semakin intim, gelombang hasrat Bianca untuk dipenuhi semakin menjadi. Gerakan tubuhnya semakin liar.


"Please..!" terdengar suara Bianca yang lirih.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


Apakah berhasil? atau Elvan terbangun?🤣🙏


__ADS_2