
Happy reading guys 🥰
👇👇👇
Bianca berdiri didepan pintu kamar Chelsea, matanya melihat. Kamar tempat Chelsea di rawat penuh dengan orang yang menjadi saksi pernikahan Chelsea dengan seseorang, yang dianggap Bianca. Chelsea menikah dengan Jonathan.
Sah..
"Penghianat..!" seru Bianca sebelum pingsan menjemputnya.
Semua kepala menoleh kearah asal suara, dan melihat tubuh Bianca luruh ke lantai. Tanpa ada seorang yang sempat memegang tubuhnya, agar tidak jatuh. Suster yang sedari tadi mengikutinya, hanya bisa terplongo. Tanpa sempat memegang Bianca.
"Bian..!" seru Jonathan seraya melangkah lebar, ingin menyelamatkan tubuh Bianca agar tidak jatuh.
Terlambat..
Tubuh Bianca sudah berada di atas lantai, dalam keadaan tak sadarkan diri.
Jonathan mengangkat tubuh Bianca dan merebahkannya keatas sofa.
"Joe, kenapa Bianca?" Chelsea terlihat panik.
"Mas Riko, panggil dokter.' titah Chelsea pada sang suami yang baru saja mengikatnya kembali, sebagai suaminya. Setelah mereka sempat berpisah.
"Baik," sahut Riko.
"Bian.." Jonathan menepuk pipi Bianca dengan lembut.
"Kami permisi Bu, Pak," ujar Penghulu yang menikahkan Chelsea dan Riko kembali.
"Maaf Pak," ujar Pak Jacop, Paman Chelsea.
"Chelsea, biar aku bawa Bianca kembali ke kamarnya," ujar Jonathan, lalu kemudian mengangkat Bianca keluar dari dalam kamar Chelsea.
Riko kembali dengan membawa dokter.
"Mana mereka?" tanya Riko.
"Joe membawa Bianca kembali kedalam kamarnya," sahut Chelsea.
"Chel, sepertinya. Istri Joe salah paham, kau dengar tadi. Dia mengatakan penghianat! Apa mungkin dia mengira, suaminya menikah denganmu?" tanya Riko.
"Apa Jonathan tidak mengatakan pada Bianca, bahwa kita akan rujuk?" Chelsea menatap wajah Riko.
"Mungkin, Jonathan tidak mengatakannya," ujar Riko.
"Gawat! Bianca pasti salah paham, bagaimana ini. Mas, bawa aku ketempat Bianca. Aku tidak ingin Bianca salah paham," ucap Chelsea.
"Bagaimana kau mau kesana Chelsea, apa kau bisa mengangkat kakimu itu. Duduk di kursi roda juga kau belum bisa," ujar Riko, mengingatkan Chelsea dengan kondisi kakinya.
"Lalu, bagaimana? tidak mungkin kita biarkan Bianca salah paham..!"
" Biar aku yang menjelaskannya," ujar Riko.
__ADS_1
"Cepat mas." titah Chelsea.
"Kau tidak apa-apa sendiri?" tanya Riko.
"Tidak apa-apa, cepatlah," ujar Chelsea.
Dalam kamar Bianca.
Bianca sadar, dan langsung menangis dan memukul Jonathan dengan membabi-buta.
"Mas Joe jahat..! katanya tidak ingin kembali pada Chelsea, tapi apa? mas baru saja menikahinya, tanpa mengatakan apapun pada Bianca..!" seru Bianca dengan menangis tersedu-sedu.
"Bian, hei..! siapa yang menikah, tidak ada yang menikah. Bukan tidak ada, Chelsea yang menikah! tapi bukan denganku ..!" seru Jonathan seraya menangkup wajah Bianca agar menatapnya, saat Jonathan berkata.
"Mas bohong! Bian dengar tadi kata sah..! mas Joe jahat...!" Bianca meluapkan emosinya.
"Tadi katanya tidak ingin kembali pada Chelsea! tapi apa? menikah diam-diam..! pergi sana, temui istri baru mas Joe. Bian mau pulang kampung saja..!" Bianca mendorong tubuh Jonathan dari sisinya.
"Tidak ada yang boleh pulang kampung!" titah Jonathan yang masih mampu mempertahankan emosinya, dengan kesabaran tingkat tinggi menghadapi Bianca.
"Awas! Bianca mau pulang kampung, Bian mau menikah dengan Pak Lurah saja. Biar Pak lurah menjadi Papa El," ujar Bianca dengan kesal.
"Awas kau! jika berani main hati dengan Pak Lurah, aku akan laporkan Pak Lurah itu. Biar di pecat, karena telah berani menggoda istri orang..!" ancam Jonathan.
"Mas Joe jahat! mas Joe sendiri selingkuh..!"
"Siapa yang selingkuh? jangan main nuduh ya..!"
"Sudah tertangkap basah, sok tidak ngaku...!"
Pintu kamar Bianca terbuka, seorang laki-laki dengan memakai peci hitam berdiri didepan tengah-tengah pintu.
"Riko," ujar Jonathan.
Pria tersebut masuk, dan berdiri ujung bawah ranjang.
"Chelsea khawatir, Nona Bianca salah paham," ujar Riko.
"Perkenalkan, saya suami Chelsea. Suami Chelsea, yang baru menikahinya tadi pagi. Kami dulu sempat berpisah, dan setelah mengetahui Chelsea mengalami kecelakaan dari Jonathan yang menghubungi aku di Perth. Secepatnya, aku kembali. Dan selama dua hari ini, aku berhasil meluluhkan Chelsea untuk rujuk. Dan tadi itu, pernikahan kami. Aku dan Chelsea." cerita Riko.
"Bukan mas Joe?"
"Bukan," ujar Riko sembari menggelengkan kepalanya.
"Percaya! bukan Mas yang menikah, Chelsea dan Riko. Mereka rujuk, Dan Minggu depan. Riko akan membawa Chelsea ke Perth, untuk berobat," kata Jonathan.
"Nona Bianca, maaf. Selama saya tidak berada di sisi Chelsea, Jonathan yang mengurus Chelsea," ujar Riko.
"Panggil Bianca saja mas," ujar Bianca.
"Sudah tidak ingin pulang kampung lagi? Mau menikah dengan Pak Lurah?" ejek Jonathan.
"Siapa yang ingin menikah dengan Pak Lurah? Mas itu jangan mengada-ada ya," ujar Bianca kesal, karena diingatkan dengan apa yang dikatakannya saat marah pada Jonathan tadi.
__ADS_1
"Ini otak di pakai untuk berpikir yang baik-baik saja, jangan memikirkan yang tidak tidak-tidak," ujar Jonathan seraya menyelentil kening Bianca.
"Aduh sakit..!" seru Bianca sambil mengusap keningnya yang menjadi korban jari Jonathan.
"Terima kasih Rik, untung kau datang. Kalau tidak tadi, istriku ini ingin pulang kampung. Ingin mencari Papa baru untuk anakku ," ujar Jonathan dengan mengejek Bianca.
Riko tertawa melihat Bianca yang malu, dan menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.
"Aku kembali ke kamar istriku ya, sekali lagi. Aku ucapkan terima kasih, karena telah menjaga Chelsea. Joe, terima kasih, karena berkat pertolonganmu. Aku bisa rujuk kembali dengan Chelsea," ujar Riko.
"Sama-sama, aku juga mengucapkan terima kasih. Karena Chelsea hampir kehilangan nyawa, karena menolong Elvan," ujar Jonathan.
"Terima kasih Mas Riko," ujar Bianca.
"Cepat sembuh, aku mengharapkan kedatangan kalian di Perth," ujar Riko.
*
*
"Mas Joe, Bian lapar. Hari kedua Bianca pulang dari rumah sakit, dan hari kedua. Bianca selalu bangun tengah malam, ingin makan dan makanan yang diinginkannya. Harus Jonathan yang memasaknya.
"Hah..lapar lagi? bukannya tadi makan malam sudah habis tiga piring?" tanya Jonathan dengan heran.
"Tapi sekarang lapar lagi," ujar Bianca dengan menunjukkan raut wajah yang sangat minta dikasihani, sehingga Jonathan tidak tega untuk menolak keinginannya.
"Tunggu sini, mau makan apa? apa mau makan pizza mie instan lagi?" tanya Jonathan, karena malam kemarin. Bianca minta di masakan pizza mie instan.
"Tidak mau, hari ini mau makan telur gulung," ujar Bianca.
"Telur gulung? bagaimana cara masaknya?" Jonathan pusing, karena tidak pernah mendengar makanan yang bernama telur gulung.
"Cari di utube mas." titah Bianca.
"Aku hubungi Antonio saja," ujar Jonathan.
Jonathan berkutat di dapur, dengan di bimbing oleh Antonio. Jonathan berusaha untuk membuat telur gulung yang diinginkan oleh Bianca.
"Bagaimana mas, apa sudah berhasil membuat telur gulung ya?" tanya Bianca.
"Ini, coba makan." titah Jonathan dengan memberikan sepiring telur gulung yang sudah berhasil di gorengnya.
"Ini, kenapa telurnya tidak gulung mas? ini seperti telur orak-arik?" tanya Bianca, dengan mengangkat satu tusuk telur gulung yang berantakan.
"Makan saja," ujar Jonathan yang masih melanjutkan menggoreng telur gulung.
"Apa aman ini mas?" Bianca ragu.🤔
*
*
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
Sudah Tamat 👇👇