Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Di sidang


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Mobil yang dikemudikan oleh Jonathan tiba didepan gerbang utama rumah.


Secara otomatis, pintu gerbang terbuka dengan sendirinya. Mobil memasuki pekarangan depan, dan langsung menuju garasi yang terletak di samping rumah utama.


Maya yang sedang duduk di halaman samping sembari melamun, seketika berdiri dan menatap mobil Jonathan yang berhenti didepan garasi.


"Elvan..!" seru Maya, saat melihat sang cucu duduk di depan, Maya berdiri dari duduknya. Dan berjalan cepat menyambut kedatangan cucunya yang pergi bersama dengan Bianca.


Sampai didekat mobil, Maya langsung membuka pintu dan mengangkat Elvan yang masih bingung. Karena baru terbangun dari tidurnya, dan belum sepenuhnya sadar.


"Oma..," ujar Elvan dengan suara parau, khas orang baru bangun tidur.


"Oma kangen..! El kemana saja, kenapa tinggalkan Oma..," ujar Maya seraya menggendong dan mencium kedua pipi sang cucu.


"Mama ." gumam Bianca kaget, karena tidak mengira. Sang mertua sudah berada dirumah.


Jonathan juga kaget, mendapati Mamanya berada dirumah.


"Apa Mama tahu, Bianca pergi? gawat, bakalan ada drama season kedua ini. bini masih marah dan ngambek, ditambah marah Mama lagi." batin Jonathan.


Bianca keluar dari dalam mobil, Maya langsung memeluknya.


"Kenapa kalian pergi? gara-gara anak durhaka itu kan?' tanya Maya seraya mendelikkan matanya menatap Jonathan yang melangkah mendekati sang Mama yang masih memeluk Elvan dan Bianca.


"Maa! kenapa selalu Joe yang salah? dan siapa yang pergi. Kami itu liburan, Elvan bosan dirumah. Joe tidak terima, terus dipersalahkan," ujar Jonathan dengan kesal.


Hati sedang kesal, begitu pulang. Langsung mendapatkan serangan dari sang Mama, yang tidak pernah bertanya terlebih dahulu.


Maya memberikan Elvan pada Ayu.


"Yu, bawa Elvan kedalam. Dan kalian berdua, ikut Mama.." titah Maya pada Jonathan dan Bianca.


Ayu membawa Elvan masuk kedalam rumah.


"Ada apa Maa, Joe letih ini. tiga jam dalam perjalanan, Joe bawa mobil sendiri," ujar Jonathan, seraya melakukan perenggangan pada tangan dan pinggangnya.


"Mama tidak terima penolakan..!" sang Mama masuk, di ikuti Bianca. Lalu Jonathan.


"Aduh..!" seru Bianca, saat merasa ada yang menarik rambutnya.


"Ada apa?" Maya menghentikan langkahnya, dan menoleh kearah Bianca.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa Maa, ada tangan setan tadi menarik rambut Bian," jawab Bianca.


"Tangan setan? siang begini, mana ada setan. Ada-ada saja." Maya melanjutkan langkahnya, meninggalkan Bianca yang melotot menatap Jonathan.


Jonathan cuek, dan melewati Bianca tanpa merasa bersalah telah menarik rambutnya.


"Dasar gila..! kenapa aku bisa sangat mencintainya, tampan? lebih tampan Mas Kamal, kaya? lebih kaya Mas Kamal. Cintaku emang buta." Bianca ngedumel sendiri seraya masuk kedalam rumah dan menuju ruang keluarga. Di mana, Maya dan Budi Dwipangga sudah duduk menunggu keduanya untuk di interogasi.


"Duduk..!" titah Maya pada Jonathan dan Bianca.


Jonathan duduk ditempat yang dititahkan Maya, begitu juga dengan Bianca. Tetapi keduanya tidak saling berdekatan, Jonathan diujung sebelah kiri dan Bianca diujung sebelah kanan.


Apa yang dilakukan keduanya, diamati oleh kedua orang tuanya.


Maya melirik kearah sang suami, begitu juga sebaliknya. Keduanya saling pandang.


"Sepertinya, keduanya sedang ribut. Awas..! jika penyebabnya gadis itu, aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum." batin Maya.


"Bian, kenapa pergi meninggalkan rumah?" tanya Maya, sang mertua.


"Maa, Bianca tidak pergi..!" Jonathan yang menjawab pertanyaan sang Mama.


"Apa sekarang namamu sudah menjadi Bianca?" tanya Maya pada Jonathan.


"Joe, biarkan Bianca yang menjawab." titah sang Papa.


Bianca tersenyum, melihat sang Mama mertua menyindir Jonathan.


"Bian! kenapa pergi?" tanya Mama kembali.


"Jangan katakan, kau tidak pergi. Surat untuk Mama, sudah Mama baca," kata Maya.


"Maa, Bian tidak ingin pergi. Tapi..." Bianca menghentikan perkataannya, dan menundukkan kepalanya.


"Karena ini..!" Maya mengambil gambar yang masih di simpanya, dan yang selebihnya sudah diberikannya pada Chelsea. Saat dia menemui gadis itu.


"Apa itu?" tanya Jonathan, karena belum mengetahui mengenai surat tanpa nama. Yang diterima Bianca.


"Gambar laki-laki yang sudah punya istri dengan seorang gadis," ujar Maya, dan meletakkan gambar tersebut diatas meja.


Deg...


"Aku lupa membuang gambar itu." batin Bianca.


Jonathan meraih gambar tersebut, dia kaget. Saat melihat gambar tersebut, adalah gambar dirinya dan Chelsea sedang berpelukan.

__ADS_1


"Dari mana Mama dapat gambar ini?" tanya Jonathan.


"Dari bawah bantal dikamar Elvan," sahut Mama.


"Apa yang akan kau katakan, mengenai itu Joe? jelaskan..! atau kau akan mengatakan, itu gambar rekayasa?" ujar Papanya.


"Ini benar, gambar Joe dan Chelsea. Tapi Paa, Maa. Apa yang kalian lihat didalam gambar itu tidak seperti yang Mama dan Papa banyangkan," kata Jonathan.


Joe menjelaskan pada kedua orang tuanya, mengenai pertemuannya dengan Chelsea. Dan Chelsea yang melamar pekerjaan menjadi guru di sekolah Bina Bangsa.


"Apa!? dia menjadi guru di sekolah Bina Bangsa..! bagaimana dia bisa diterima? apa kau tidak melihat surat surat lamaran kerjanya?" tanya Maya.


"Joe, kenapa kau sampai tidak tahu. Dia melamar pekerjaan di sekolah Bina Bangsa?" tanya Budi Dwipangga.


"Maaf Paa, Maa. Pak Sandy yang melakukan wawancara padanya," jawab Jonathan.


"Seharusnya itu wewenang mu joe! kenapa Pak Sandy melangkahi yang bukan wewenangnya?" tutur Budi Dwipangga.


"Pecat dia Joe, Mama tidak mau dia berada didalam lingkungan sekolah kita..!" seru Maya.


"Maa, Paa. Joe katakan, bahwa Joe tidak ada hubungan dengannya lagi. Joe tidak ingin menghancurkan pernikahan Jonathan, dan lagi. Chelsea sebenarnya sudah menikah," ucap Jonathan.


"Sudah menikah?" Maya sangat kaget mendengar perkataan Jonathan.


"Iya, dan dia punya putri yang berusia 7 tahun." sambung Jonathan kembali.


"Anak berusia 7 tahun? berarti, dia..." Maya kaget, menutup mulutnya dengan jemarinya.


"Iya, saat Joe berpacaran dengannya. Statusnya, sebagai wanita bersuami," ujar Jonathan.


"Kau telah menganggu rumah tangga orang Joe..!" seru Budi Dwipangga.


Bianca hanya menjadi pendengar, dia tidak ingin menanggapi apa yang baru saja didengar oleh kedua mertuanya.


"Dan ada lagi Maa, Paa. Suaminya telah meninggalkannya," ucap Jonathan.


"Apa!? suaminya pergi meninggalkannya dengan anaknya?" Maya cukup shock mendengar yang dikatakan oleh Jonathan mengenai Chelsea.


"Suaminya pergi meninggalkannya sendiri, anaknya ikut dengan suaminya," ucap Jonathan.


"Jangan-jangan dia ingin kembali kepadamu Joe..!" seru sang Papa.


"Tidak! Mama tidak akan mengizinkan wanita itu masuk kedalam keluarga kita, menantu Mama hanya Bianca. Dan cucu Mama hanya Elvan..! tegaskan Maya dengan nada suara yang keras.


"Maa, Joe tidak ada niat sedikitpun untuk menjalin hubungan dengannya lagi. Mama dan Papa harus percaya pada Joe," ujar Jonathan.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...🌟🌟...


__ADS_2