Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Aneh


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Bunga anggrek didalam kamar, masih segar. Bianca tidak mengizinkan siapa juga masuk kedalam kamarnya. Hanya Elvan yang masuk, dan agar El tidak mengatakan apa yang dilihatnya dalam kamar Mama dan Papanya. Jonathan dan Bianca mengiming-imingi Elvan akan segera mengambil bebek kesayangannya ke kampung. Sehingga, Elvan lupa dengan apa yang dilihatnya dalam kamar kedua orangtuanya.


Saat Bianca sedang bermalas-malasan didalam kamar, pintu penghubung terbuka.


"Oh my God..!" Ayu datang bersama dengan Elvan.


"Bunga! Ini bunga anggrek Tante Maya yang hilang Bian?" tanya Ayu dengan mata dan mulut terbuka lebar.


"Mbak, jangan katakan pada siapapun. Apa yang mbak lihat, ini semua kerjaan mas Joe. Bian tidak tahu, setan apa yang sudah merasuki mas Joe. Sehingga, memindahkan kebun anggrek Mama Maya kedalam kamar," ujar Bianca.


"Joe, apa yang dilakukan mas Joe itu ada hubungannya dengan...?" Ayu tidak melanjutkan ucapannya dan matanya memandang kearah perut Bianca yang masih rata.


"Hah..! Apa ada hubungannya?" tanya Bianca.


"Mungkin saja, jangan-jangan kau hamil anak perempuan. Sehingga mas Joe menjadi feminim," ujar ayu.


"Kapan kau ingin mengatakan mengenai kehamilanmu? Apa sampai kau melahirkan?" tanya Ayu.


"Besok ulang tahun mas Joe, Bian ingin memberikan berita ini sebagai kado," jawab Bianca.


"Sampai kapan bunga ini berada dalam kamar, awas Bian. Hati-hati jangan sampai lebah masuk kedalam kamar, karena mencium harum bunga. Mereka berbondong-bondong masuk kedalam kamar," kata Ayu.


"Jika sampai terjadi, Bian akan membuat perhitungan dengan mas Joe." gerutu Bianca.


"Bagaimana jika sampai Tante Maya mengetahui keberadaan bunga anggreknya dalam kamar? Hem...! Mas Joe pasti akan di ajar habis-habisan oleh Tante Maya, apa mbak Salma tidak heran. Dia tidak diizinkan untuk membersihkan kamar?" tanya Ayu.


"Bagaimana jika dibuang saja bunga ini?" Bianca memandang Ayu.


"Sayang Bian, bunganya masih segar," ujar Ayu .


"Biarkan saja, kalau ketahuan Tante Maya. Kan Mas Joe yang kena omel," ujar ayu dengan tertawa.


"Bian, apa kau jadi ingin melanjutkan sekolah? apa Mas Joe mengizinkan? sebentar lagi perutmu besar," ucap Ayu.


"Kenapa kalau perut besar? banyak wanita yang kuliah, saat sudah menikah," ujar Bianca.


"Aku bosan di rumah terus, mbak sibuk bekerja. Elvan sekolah, hanya Bian yang di rumah terus. Mama Maya saja sibuk dengan dunia sosialitanya," ujar Bianca.


"Aku juga senang, jika kau mau kuliah. Aku jadi punya teman yang tua ," ujar Ayu.


"Mbak ayu yang tua, Bian masih muda Mbak," ujar Bianca.


*

__ADS_1


*


Pulang dari bekerja, Jonathan menghentikan mobilnya disalah satu gerai toko bunga.


"Selamat datang di toko kami Pak." sambut salah satu pelayan toko bunga tersebut.


"Saya ingin bunga mawar, tapi. Seluruh durinya sudah dibuang ya," ujar Jonathan.


"Bunga mawar di toko kami, sudah bebas dari duri Pak. Bapak ingin berapa tangkai bunga mawar?" tanya pelayan tersebut.


"Semuanya, semua bunga mawar yang ada didalam toko ini," jawab Jonathan.


"Semua? hanya bunga mawar Pak?" tanya pelayan tersebut dengan heran, karena biasanya. Pengunjung hanya membeli beberapa tangkai, dan dikombinasikan dengan bunga yang lain.


"Iya, apa tidak ada bunga mawar di sini? biar saya cari di toko lain," ujar Jonathan.


"Ada pak, stok bunga mawar kami banyak. Dengan berbagai macam jenis warna," ujar pelayan toko tersebut.


"Semua saya beli, antarkan ke mobil saya." titah Jonathan.


Akhirnya, semua bunga mawar sudah berpindah menghuni bagasi dan dalam mobil Jonathan. Mobil Jonathan di penuhi dengan berbagai warna bunga mawar.


Sampai di rumah, suasana rumah masih sepi. Semua sibuk dengan tugasnya masing-masing, kedua orangtuanya masih berada diluar rumah. Bianca berada didalam kamar Elvan, membantu Elvan mengerjakan pekerjaan rumahnya.


Jonathan bolak-balik mengangkat bunga mawar dari mobilnya menuju kamar, sehingga. Tubuhnya berkeringat, dan harum bunga mawar menempel di bajunya.


Jonathan mengangkat bunganya menuju kamar mandi, dan meletakkannya kedalam bathube. Kemudian mengisi bathube dengan air, kini kamar mandi penuh dengan bunga mawar dengan berbagai macam warna.


"Jadi semangat mandi," ujar Jonathan dengan raut wajah yang berseri-seri, memandang kearah bunga yang memenuhi bathtub.


Dengan bernyanyi kecil dan diselingi dengan siulan, Jonathan mandi di bawah shower. Sesekali, dia mencium bunga mawar, senyum lebar selalu menghiasi bibirnya.


Selesai mandi, Jonathan menuju kamar Elvan.


"Papa!" seru Elvan, saat melihat Jonathan muncul dari pintu penghubung.


"Lagi apa anak Papa ini?" tanya Jonathan seraya meletakkan bokongnya disamping Elvan.


"Menggambar," sahut Elvan.


Bianca mengendus-endus, karena mencium sesuatu yang baru tercium oleh hidungnya.


"Mas, harum apa ini? parfum mas baru ya?" tanya Bianca seraya mengendus kearah Jonathan duduk.


"Tidak! mas mandi pakai sabun biasa," sahut Jonathan.


"Dari tadi tidak ada harum ini, ini seperti harum bunga mawar," ujar Bianca sembari mengamati Jonathan dengan lekat, Bianca curiga. Ada sesuatu yang dilakukan oleh Jonathan dibelakangnya.

__ADS_1


"Mas, jangan lakukan yang aneh-aneh ya," ujar Bianca.


"Mana ada, El. Ayo kita pergi, Papa ingin makan bakso di lapangan. Sore begini, banyak gerobak tukang jualan mangkal dilapangkan depan," ujar Jonathan.


"Mas! bukannya, mas bilang. Makanan yang di jajakan di pinggir jalan itu tidak steril?" tanya Bianca.


"Itu kalau di jajakan dipinggir jalan, ini didalam perumahan ini. Kwalitasnya pasti terjamin," jawab Jonathan.


"Mas yang mau, di bilang kwalitasnya bagus. Giliran Bian yang mau, dibilang inilah. Itulah..!" ketus Bianca.


"Ayo boy, kita berburu makanan," ujar Jonathan.


Lima belas menit kemudian, Jonathan sudah memesan jajanan yang dulu. Menurun Jonathan tidak steril, kini. Jonathan sudah menghabiskan cilok, bakso bakar dan rekan-rekannya.


Bianca hanya melihat, tanpa menikmati apa yang dimakan oleh Jonathan. Perutnya tiba-tiba mual, melihat Jonathan menikmati bakso yang warnanya kuahnya merah didalam mangkok.


"Mas, cukup! nanti sakit perut," ujar Bianca, saat Jonathan ingin memesan sate kerang.


"Satu saja, setelah ini. Kita pulang," ujar Jonathan dengan menunjukkan raut wajah yang sangat menginginkan sate kerang tersebut.


"Baiklah, hanya satu. Tidak boleh lebih..!" akhirnya, Bianca mengizinkan Jonathan menikmati sate kerang didalam kuah bakso.


"Delicious..!" seru Jonathan, setelah menghabiskan lima tusuk sate kerang, yang lolos dari mata Bianca. Karena Bianca sibuk dengan Elvan.


"Ayo kita pulang," ujar Jonathan.


Di tengah perjalanan pulang, tiba-tiba. Jonathan melihat sekumpulan ibu-ibu sedang memanen mangga, dengan antusias Jonathan menghampiri ibu-ibu tersebut.


"Mas, mau kemana?" tanya Bianca.


"Mau minta mangga," jawab Jonathan.


"Mangga! apa Mas Joe ngidam?" bingung Bianca.


"Selamat sore ibu-ibu." sapa Jonathan.


"Sore Pak Joe." balas ibu-ibu yang sudah sangat mengenal keluarga Dwipangga.


*


*


*


...BERSAMBUNG...


Jangan lupa untuk menekan tombol like, komentar ya kakak-kakak reader. Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2