Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Berusaha bahagia


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Karena kita teman, bagaimana jika pertemuan ini kita rayakan ditempat biasa kita dulu berkencan. Dulu sebagai kekasih, sekarang. Hanya sebagai teman, bagaimana?" tanya Chelsea dengan penuh harap, Jonathan mau memenuhi undangannya.


Jonathan lama menjawab permintaan Chelsea untuk pergi ke cafe tempat mereka sering nongkrong dahulu.


"Apa kau takut istrimu marah?" tanya Chelsea, karena Jonathan lama termangu.


"Bukan itu, aku harus kembali cepat. Karena aku ada urusan," sahut Jonathan.


"Ayolah Joe, hanya sebentar. Anggap saja ini merayakan pertemuan kita sebagai seorang sahabat." bujuk Chelsea.


"Baiklah." akhirnya, Jonathan mengiyakan keinginan Chelsea.


"Ok, kita bertemu di sana. Aku bawa mobil," ujar Chelsea seraya meninggalkan Jonathan yang masih berdiri didekat mobilnya.


Dengan tersenyum lebar, Chelsea masuk kedalam mobilnya. Perasaan Chelsea gembira, karena sebentar lagi akan bisa mengenang kebersamaan mereka dahulu.


"Apa aku beritahu pada Bianca, aku bertemu dengan Chelsea?" gumam Jonathan sembari masuk kedalam mobil.


"Nanti saja, aku beritahu. Saat tiba di rumah." gumam Jonathan.


Jonathan masuk kedalam mobilnya, dan mengikuti mobil Chelsea yang berjalan lambat didepannya.


***


Bianca tiba di rumah dengan raut wajah yang biasa-biasa saja, hingga. Maya, sang Mama mertua tidak menaruh curiga.


"Mama mau kemana?" tanya Bianca.


Karena melihat Papa dan Mama mertuanya, sudah berpakaian rapi. Dan dua koper sudah berada didepan teras rumah.


"Mama dan Papa mau pergi ke rumah Joice, hari ini dia mau pulang ke rumah mertuanya, Mama dan Papa akan ikut mengantar," jawab Maya.


"Bian, bagaimana jika kalian juga ikut?" tanya Budi Dwipangga, papa mertua.


"Iya Bian, kalian ikut saja." timpal Maya, sang mertua.


"Sepertinya Bian tidak bisa ikut," sahut Bianca.


"Kenapa?" tanya Mama mertuanya.


"Mbak Ayu akan kembali besok Maa," jawab Bianca.


"Oh..iya, Mama lupa ada Ayu di sini."


"Bukannya Ayu akan bekerja di sini? untuk apa dia pulang?" tanya Maya.


"Ayu harus pulang dulu Maa, karena Mbak Ayu masih punya ibu. Dia harus mencari orang untuk menjadi teman ibunya di rumah, saat Mbak Ayu tidak ada," kata Bianca.

__ADS_1


"Iya juga ya, tidak mungkin meninggalkan ibunya sendiri," ujar Maya.


"Berapa lama tinggal di tempat mertua Mbak Joice Maa?" tanya Bianca.


"Seminggu, kalian baik-baik di rumah ya. Oh ya Bian, jadi daftarkan sekolah Elvan tadi?" tanya Maya, Mama mertuanya.


"Sudah Maa," sahut Bianca.


"Kenapa tidak pulang dengan Jonathan, dia tadi ke sekolah Bina Bangsa kan? iya kan Paa?" tanya Maya pada sang suami.


"Apa Maa?" tanya Budi Dwipangga, yang tidak mendengar pertanyaan sang istri. Karena asik bercerita pada Elvan.


"Joe, bukannya dia tadi ke sekolah Bina Bangsa?" Maya mengulangi pertanyaannya.


"Iya, ada rapat," sahut Budi Dwipangga.


"Bian tidak menemui Mas Joe Maa. Bian takut menganggu."


"Ganggu apa, dia rapat sebentar. Setelah rapat, kalian bisa membawa El untuk belanja keperluan sekolah," ujar Mama mertua Bianca.


"Besok bisa Maa," ujar Bianca.


"Kalau mau pergi, minta antar sopir ya. Jangan naik mobil online."


"Iya Maa," sahut Bianca.


"Ayo Paa, sudah jam berapa ini. Nanti lama berangkat, kasihan si kecil," ujar Maya.


"Cucu Oma, baik-baik di rumah ya. Seminggu lagi, kita ketemu lagi. Nanti, Oma bawakan buah tangan dari rumah neneknya kak Yoan." pamit Maya pada Elvan.


"Cucu pintar," ujar Budi Dwipangga sembari mengusap pucuk rambut Elvan.


Bianca dan Elvan menatap mobil yang membawa kedua orangtua Jonathan.


"Ayo." Bianca membawa Elvan masuk, setelah mobil hilang dari pandangan mata Bianca dan Elvan.


***


Jonathan tiba di cafe, tempat dia biasa nongkrong dengan Chelsea dulu saat mereka masih menjalin hubungan sebagai kekasih.


Jonathan menghentikan mobilnya disamping mobil Chelsea. Dan Chelsea menunggunya dengan bersandar dipintu mobilnya.


"Ayo." Chelsea menggandeng tangan Jonathan saat masuk ke dalam cafe.


"Chels..!" ucap Jonathan, yang tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Chelsea.


"Ada apa?" tanya Chelsea dan menoleh kearah Jonathan.


"Tidak apa-apa," sahut Jonathan.


"Joe, tempat duduk favorit kita..!" seru Chelsea dengan menunjuk ke meja yang terletak di bagian belakang, dan sedikit private.

__ADS_1


Chelsea menarik Jonathan menuju meja tempat mereka biasa duduk dulu.


Setelah kedua duduk, Chelsea memesan minuman favoritnya dan Jonathan. Tanpa menanyakan, apa yang diinginkan oleh Jonathan terlebih dahulu.


Setelah waiters pergi, Chelsea memandang Jonathan.


"Minuman dan makanan mu tidak berubah kan Joe?" tanya Chelsea.


"Tidak! tapi, minumanku tidak memakai gula lagi saat ini," ujar Jonathan.


"Maaf Joe, aku kira kau masih sama seperti dulu. Suka yang manis-manis," ucap Chelsea.


"Setiap orang pasti ada perubahan selera, Chels. Begitu juga dengan aku," ucap Jonathan.


"Hatimu juga sudah berubah Joe?" tanya Chelsea sembari menatap wajah Jonathan dengan tatapan mata yang terlihat sendu.


Jonathan mengalihkan pandangannya dari menatap Chelsea, kearah makanan dan minuman yang baru saja di antar oleh pelayan.


"Joe, apa hatimu sudah berubah? apa tidak ada tempat untuk aku Joe?" tanya Chelsea, suara Chelsea terdengar sangat lirih.


"Chels, aku sudah menikah," ucap Jonathan.


"Kenapa kalau menikah? tidak ada salahnya seorang pria mempunyai istri lebih dari satu..! kita saling cinta Joe, wanita itu datang merusak semua mimpi-mimpi indah kita," kata Chelsea.


"Chels, lupakan aku. Kita tidak di takdirkan untuk bersama, carilah kehidupanmu dengan pria yang mencintaimu dan yang baik. Menikahlah," ucap Jonathan.


"Menikah! kau mengatakannya dengan sangat mudah, tapi hati ini tidak bisa Joe. Aku sangat mencintaimu Joe, please Joe. Menjadi yang kedua, aku juga mau," ucap Chelsea dengan raut wajah yang sangat mengiba.


Jonathan merasa serba salah, dia tidak mungkin memenuhi keinginan Chelsea untuk menjadi yang kedua. Karena dia masih menyayangi Chelsea dan tidak ingin membuatnya Chelsea tersakiti, dan Jonathan tidak ingin membuat Elvan dan Bianca pergi meninggalkannya.


"Tapi aku tidak ingin menjadikanmu yang kedua," ucap Jonathan.


"Kalau begitu, jadikan aku satu-satunya. Ceraikan wanita perusak itu, aku akan memberikan kau anak. Kau mau berapa? aku akan mewujudkan berapa pun anak yang kau inginkan..!" seru Chelsea dengan suara yang keras, sehingga ada beberapa pasang mata yang ada dalam cafe mengarahkan pandangannya pada meja mereka duduk.


Merasa tidak nyaman...


Jonathan berdiri, ingin meninggalkan Chelsea. Dengan cepat Chelsea menahan Jonathan agar tidak meninggalkannya.


"Joe, kau ingin meninggalkanku?" tanya Chelsea sembari memegang tangan Jonathan.


"Aku tidak ingin mendengar kau membahas masalah cinta, kau sudah berjanji bahwa kita hanyalah sebagai teman..!" ucap Jonathan.


"Maaf Joe, maaf. Aku tidak akan mengungkit masa lalu lagi," ujar Chelsea.


"Aku harus pergi," ujar Jonathan, yang tetap Keukeh ingin pergi.


"Bisakah kau menemaniku sebentar saja? aku ada janji dengan temanku di cafe ini. Please Joe, temani ya," ujar Chelsea dengan gaya manjanya, seperti dahulu. Saat mereka masih menjadi sepasang kekasih.


"Baiklah, aku akan menemanimu sebentar," ucap Jonathan.


Keduanya kembali berbincang-bincang, sehingga tidak terasa. Sudah beberapa jam berlalu, teman Chelsea yang katanya akan datang. Belum datang-datang juga.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...***...


__ADS_2