Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Menunggu maaf


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"kalau mau numpang istirahat untuk apa di sini? Sana turun, tanyakan tentang Sandy." titah Kamal pada kedua temannya.


"Tanya pada siapa?" tanya Antonio pada kedua temannya.


"Tanya pada rumput yang bergoyang! Pakai nanya lagi, tanya pada penjaga sekolah. Apa kita akan menunggu dengan tidak pasti begini,"  ujar Kamal.


Amar tertawa, melihat Kamal lagi mode jutek.


Antonio turun, dan berjalan menuju pos tempat penjaga sekolah. Tidak lama kemudian, Antonio kembali dengan wajah terlihat kesal.


"Bagaimana?" tanya Amar dan Kamal secara bersamaan.


"Apa dia masih berada didalam?" tanya Kamal.


"Orang itu sudah keluar dari sekolah sejak siang," ujar Antonio.


"What..! terus, kita di sini untuk apa?" tanya Kamal.


"Numpang istirahat," sahut  Antonio kesal.


"Cuci mata, melihat gadis-gadis yang masih fresh," sahut Amar.


"Kita juga salah, kenapa tadi tidak kita tanya pada penjaga sekolah itu," kata Amar.


"Kita main tunggu saja, begini jadinya. Malas bertanya, tiduran di lapangan parkir," ujar Kamal.


"Kemana kita?" tanya Kamal.


"Aku mau pulang, ngantuk. Nanti malam kita ketemu ditempat biasa," ujar Amar.


Jonathan bersama dengan Elvan bermain di tempat main khusus untuk anak TK, sedangkan Bianca dan Yunita duduk tidak jauh dari tempat keduanya bermain.


"Bian, apa kalian masih diam-diaman?" tanya Yunita.


Bianca menganggukkan kepalanya.


"Sampai kapan?" tanya Yunita.


"Sampai hati ini plong..! aku masih kesal, coba kau berada dalam posisiku. Apa kau tidak marah, kau dituduh memanfaatkan anakmu untuk mencari nafkah, apa kau tidak marah?"


"Aku tidak pernah menyuruh Elvan ikut jualan, tapi. Elvan bosan di rumah Nit, berjualan itu tempatnya bermain dengan teman-temannya yang ikut dengan orang tua mereka berjualan," ucap Bianca.


"Aku harap, kau tidak marah terlalu lama. Tidak bagus Bian, nanti ada setan yang masuk kedalam hubungan kalian," kata Yunita.


"Iya, setannya Chelsea. Sepertinya, dia sangat terobsesi pada mas Joe," ujar Bianca.


"Hei.. Nyonya, kalian berdua itu sama. Kau itu juga sama seperti Chelsea, kau..." belum selesai Yunita berkata, Bianca sudah memotong ucapannya.

__ADS_1


"Tidak perlu kau ingatkan, itu kesalahanku. Tapi, mas Joe harus mengucapkan terimakasih kepadaku. karena dia sudah terhindar dari menjadi perebut istri orang," kata Bianca.


"Benar juga katamu ya." Yunita ngekeh mendengar ucapan Bianca.


"Sekarang, Mas Joe selalu mengucapkan kata cinta untuk membuat aku tidak ngambek lagi," kata Bianca.


"Hah..! serius? kau senang kan, Mas Joe sudah mencintaimu?" tanya Yunita.


"Tidak! aku merasa, kata cintainya karena terpaksa. Bukan dari dalam lubuk hatinya," ucap Bianca.


"Bian, aku rasa. Kata cinta yang di ucapkan mas Joe keluar dari dalam hatinya, kau saja. Karena lagi sensi dengannya, jadi. Apa yang dikatakannya, kau tidak percaya," kata Yunita.


"Kalau menurut aku, sudahi ngambek mu," kata Yunita.


"Biar aku beri pelajaran dia dulu, dulu. Aku yang mengejar cintanya, sekarang aku ingin dia merasakan. Apa yang aku rasakan," kata Bianca.


"Lakukan, tapi jangan terlalu. Bagaimanapun, dia itu sudah menjadi suamimu. Kau harus melayaninya," ujar Yunita.


"Baik Bu guru, cukup membahas mengenai ku. Kau sendiri, bagaimana dengan mas Amar?"


"Aku? kami hanya berteman, mereka itu hanya bisa bersenang-senang. Untuk menjadi suami, aku belum yakin," ucap Yunita.


"Mereka sudah berubah Nit, mereka tidak seperti dulu lagi," ucap Bianca.


"Mas Amar, kenapa dia menyukaiku. Saat aku sudah kurus, dulu. Dia tidak melirikku, matanya hanya ada kau Bian," ujar Yunita.


"Tapi di mataku tidak ada dia," ujar Bianca.


"Aku merasa, dia betul-betul menyukaimu Nit. Kau harus memikirkannya," ujar Bianca.


"Baik nyonya," sahut Yunita.


"Ihh.." dengus Bianca.


Bianca melirik Jonathan yang sudah rapi, dan harum minyak wangi menyerbak dalam kamar Elvan. Saat Jonathan masuk kedalam kamar Elvan.


"Hai boy, Papa keluar sebentar ya. Nanti tidur jangan larut malam," ucap Jonathan seraya memberikan kecupan di pucuk kepala Elvan.


"Ikut," ucap Elvan pada Jonathan.


"Malam-malam anak kecil tidak boleh keluar, besok kita pergi bersama ya. Kita pergi beli perlengkapan untuk El sekolah."


"Janji," ujar Elvan.


"Iya janji," sahut Jonathan.


"Ingat apa kata Papa, jangan tidur malam ya," ucap Jonathan kembali.


"Ok" sahut Elvan.


"Harum sekali, sepertinya. Dia menghabiskan satu botol parfum, pasti dia ingin bertemu dengan seorang wanita. Dasar Playboy, tadi sok bilang cinta. Malam-malam begini, dia pasti bertemu dengan perempuan. Pasti mau bertemu Chelsea, sok bilang tidak ingin berhubungan dengan Chelsea. Begitu Papa dan Mama pergi keluar kota, mulai keluar belangnya." batin Bianca.

__ADS_1


Jonathan mendekati Bianca yang duduk di sofa sedang mengutak-atik ponselnya.


"Bian, Mas pergi sebentar ya. Ada janji dengan Kamal," ucap Jonathan.


Bianca tidak merespon, matanya menatap kearah ponselnya.


"Atau, Bian mau ikut." ajak Jonathan.


"Tidak! nanti menganggu kalian bersenang-senang," ujar Bianca.


"Mas tidak bersenang-senang, ada yang ingin kami bicarakan. Ya sudah, jika tidak ingin ikut. Mas tidak lama," ujar Jonathan.


Jonathan berdiri, dan sedikit membungkukkan badannya. Kemudian memberikan kecupan di rambut Bianca.


"Bye boy, jangan tidur larut malam." ingatkan Jonathan pada Elvan kembali.


"Ok," sahut Elvan yang tengah asik mewarnai buku gambarnya.


Jonathan melangkah keluar dari dalam kamar Elvan.


Begitu Jonathan keluar, Bianca meletakkan ponselnya. Dan naik keatas ranjang.


"El, ayo kita bobok. Biar besok kita bisa bangun cepat, besok kita harus berangkat ke desa. Tadi mbak Asih beri kabar, bebek-bebek kita terkena sakit," ujar Bianca.


"Ayah bebek sakit ma?" tanya Elvan dengan cemas.


"Mbak Asih tidak bilang, Mama nelpon budhe Ayu tadi. Budhe Ayu tidur, karena baru sampai," ucap Bianca.


"Apa ayah bebek akan mati Maa, seperti ibu bebek ?" tanya Elvan kembali.


"Mama tidak tahu, besok kita baru tahu. Sekarang, kita tidur ya," ujar Bianca.


"Bagaimana, apa kalian tahu. Kemana saja Sandy pergi setelah dari sekolah?" tanya Jonathan.


"Kami telat, begitu kami sampai di sekolah. Dia sudah pulang," kata Amar.


"Joe, apa kau curiga dengan orang itu? mungkin saja dia tidak berani melakukan apa pun juga. Mungkin saja dia sedang sibuk mencari lowongan kerja," kata Antonio.


"Aku merasa, orang ini pasti tidak terima karena di pecat," kata Jonathan.


Derrt...


Amar mengeluarkan ponselnya yang bergetar, dan membaca pesan yang baru saja di terimanya.


"Sandy berada di cafe sky blue Joe," kata Amar setelah membaca pesan yang baru diterimanya.


"Tunggu apa lagi, ayo kita berangkat. Dia pasti bertemu dengan Chelsea." titah Jonathan.


Jonathan dan teman-temannya, bergegas menuju cafe sky blue. Tidak begitu lama, Jonathan dan teman-temannya tiba.


Begitu mau masuk kedalam cafe, suara seorang wanita menyapa Jonathan.

__ADS_1


"Hai Joe, akhirnya kita berjumpa di sini....


...BERSAMBUNG...


__ADS_2