Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Kawan jadi musuh


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Papa tidak ada perasaan..!" seru Elvan kepada sang Papa.


"Hah..! tidak ada perasaan?" Jonathan cukup terkejut mendengar perkataan Elvan, karena mengatakan dia tak ada perasaan. Anak usia 4 tahun mengatakan seseorang tidak punya perasaan.


"El, apa El tahu. Apa arti kata tidak ada perasaan?" tanya Jonathan Sembari jongkok didepan sang putra, memegang kedua bahunya.


"Tidak ada perasaan itu seperti Papa," sahut Elvan.


"Seperti Papa? ehm..! siapa yang memberitahukan tentang ucapan itu?" tanya Jonathan.


"Mama," sahut Elvan.


Jonathan memicingkan matanya menatap wajah Bianca, sedangkan Bianca hanya dapat nyengir dibibirnya.


"El, ucapan itu tidak pantas di ucapkan oleh anak kecil ya," kata Jonathan.


Elvan menganggukkan kepalanya.


"Papa, kapan buat kandang untuk ayah bebek?" Elvan kembali mengingat ayah bebeknya.


"Besok, Papa akan suruh tukang untuk datang. Sekarang Papa mau kerja dulu, cari uang untuk buat kolam bebek," kata Jonathan.


"El, dirumah saja ya. Jangan nakal, jagakan mama untuk Papa ya. Mama itu sedikit keras kepala." sambung Jonathan.


"Sekarang, ayo kita sarapan." ajak Jonathan pada sang putra.


"El, belum mandi,"' ucap Elvan dengan tertawa.


"Ih...! bau, mandi sana," ujar Jonathan pada Elvan.


Elvan langsung berlari meninggalkan kamar orangtuanya, kini tinggal Bianca yang menatap wajah Jonathan dengan intens.


"Ada apa? mau pergi balik kampung ? tidak..! tetap tidak..!" tegaskan Jonathan.


"Kenapa mas? Bian tidak ada hubungan dengan Pak Lurah, itu kan hal iseng masyarakat yang ingin menjodohkan kami dulu. Karena kami sama-sama singel," kata Bianca.


"Nah..! benarkan..!" seru Jonathan.


"Benar apa?" tanya Bianca tidak ngeh apa yang dikatakan oleh Jonathan.


"Benarkan, kalian hampir ada hubungan," ujar Jonathan.


"Ih...! mana ada hubungan." Bianca benar-benar kesal dengan Jonathan.


"Masyarakat yang ingin menjodohkan kami mas," ujar Bianca.


"Dan Bian tidak menanggapi," sambung Bianca.


"Mas, boleh Bian pulang? dua hari saja, please..!" Bianca turun dari ranjang dan melangkah mendekati Jonathan.


"No! di rumah saja. Mas sudah menyuruh Zulham untuk ke sana, dan kau tidak dibutuhkan lagi untuk datang. Pak lurah, biar menunggumu sampai memutih rambutnya. Mandi sana," ujar Jonathan seraya melangkah keluar dari dalam kamar.


"Ih...dasar orang tua, mau menang sendiri." gerutu Bianca.

__ADS_1


Jonathan menghentikan langkahnya, saat mendengar Bianca ngedumel.


"Orang tua, tapi kau cinta kan? sampai sanggup melakukan apapun juga, untuk mendapatkan orang tua ini," ujar Jonathan.


"Karena Bian bodo! tidak lihat, di luaran sana banyak cowok yang lebih-lebih dari mas joe," sahut Bianca.


Jonathan kembali masuk dan mendekati Bianca, setelah dekat. Jonathan meraih pinggang Bianca.


Dan


Jonathan menarik tengkuk Bianca dan menempelkan bibirnya, melahap bibirnya Bianca beberapa detik.


"Ih...!" Bianca memukul dada Jonathan, hingga tautan bibir Jonathan lepas.


"Mas Joe! Bian belum mandi dan sikat gigi," ujar Bianca seraya menutup mulutnya dengan jemarinya.


"Tidak apa-apa, bau mulutmu tidak membuatku pingsan. Itu nutrisi di pagi hari, sebelum beraktivitas," ujar Jonathan dengan tertawa.


"Sebal...!" Bianca lari menuju kamar mandi.


Jonathan tertawa, melihat Bianca kesal.


*


*


*


Chelsea mengemudikan mobilnya menuju kediaman Mamanya, sampai didepan gerbang. Seperti biasa, Chelsea memarkirkan mobilnya diluar pagar. Tanpa memasukkannya kedalam pekarangan rumah.


"Non Chelsea," sapa pelayan yang sedang membersihkan rumput di taman kecil, Pak Udin.


"Pak Udin, apa Mama sudah kembali?" tanya Chelsea dengan bicara cukup sopan kepada pelayan yang sudah cukup sepuh tersebut.


"Belum Non, nyonya pergi. Tidak bilang kapan dia kembali, Nyonya pergi dengan membawa satu koper besar. Sepertinya, Nyonya pergi dengan waktu yang lama," ujar Pak Udin kepada putri majikannya tersebut.


"Apa bapak sendiri?" tanya Chelsea.


"Tidak Non, Bibik sudah kembali. Apa Non ada perlu pada bibik ? tapi Bibik lagi pergi ke pasar Non," ucap Pak Udin.


"Tidak Pak, saya hanya ingin minta izin. Untuk tinggal di sini beberapa hari," ujar Chelsea mengutarakan keinginannya untuk menginap di rumah Mamanya.


"Kenapa minta izin Non, ini rumah Non Chelsea. Mana barang-barang Non Chelsea, biar saya bawakan kedalam." Pak Udin menawarkan diri untuk membawa koper Chelsea.


"Tidak ada barang Pak, saya hanya ingin tinggal beberapa hari saja," ujar Chelsea.


"Biar bapak bersihkan kamar Non Chelsea ya." Pak Udin bergegas masuk kedalam rumah, untuk membersihkan kamar biasa yang ditempati Chelsea. Jika menginap di rumah Mamanya.


Chelsea berkeliling halaman rumahnya, dia teringat. Saat masa-masa indah di rumah ini. Saat sang Papa masih ada, dan saat itu masih remaja. Dan Riko selalu datang, menemui sang Papa untuk menemaninya bermain catur.


"Kenapa jadi begini?" gumam Chelsea seraya mendudukkan dirinya di ayunan yang dulu sering didudukinya bersama dengan Riko.


"Apa kebahagiaan dulu bisa kembali?" mata Chelsea menerawang jauh.


"Non, kamarnya sudah bersih," ujar Pak Udin.


"Iya Pak, saya masih ingin di sini dulu," sahut Chelsea.

__ADS_1


"Permisi Non, bapak ingin melanjutkan kerjaan lagi," ujar Pak Udin.


"Pak! tunggu," ujar Chelsea.


"Ya Non, ada apa?" Pak Udin kembali menuju ketempat Chelsea yang duduk di ayunan.


"Apa Riko pernah kesini dengan Della?" tanya Chelsea.


"Pernah Non, kalau bapak tidak salah. Ada dua kali mereka kesini," jawab Pak Udin.


"Apa bapak tahu, apa yang mereka bicarakan?" tanya Chelsea.


"Maaf Non, bapak tidak mendengarkan. Apa yang dibicarakan oleh mereka," sahut pak Udin.


"Ya sudah Pak," ujar Chelsea sembari mengibaskan tangannya, untuk mentitahkan pak Udin untuk pergi.


Derrt... derrt...


Ponsel Chelsea bergetar, Chelsea mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Sandy! untuk apa lagi dia menghubungiku?" tutur Chelsea.


Chelsea menolak panggilan tersebut, dan meletakkan ponselnya di sampingnya.


Derrt...


Chelsea melihat kearah ponselnya, dan kembali lagi. Sandy menghubungi, kali ini dengan mengirim pesan.


..."Kau menolakku, kau yang membuat aku kehilangan segalanya. Tunggu saja, aku akan memastikan. Kau akan membayar ini semua, aku akan menghancurkan orang yang kau cintai."...


"Gila ini orang, sudah aku katakan. Aku tidak membutuhkannya, dia tetap memaksa. Dasar orang tidak waras, awas dia. Jika dia melakukan sesuatu yang akan merugikan aku." gumam Chelsea kesal, karena membaca pesan dari Sandy yang berisi ancaman.


Chelsea membalas pesan Sandy.


..."Awas kau ! jika melakukan sesuatu yang akan merugikan aku, aku juga tidak akan tinggal diam. Aku juga bisa melakukan hal yang kejam..!"...


Chelsea membalas pesan, Sandy. Lalu kemudian mematikannya.


*


*


*


Bianca jalan bolak-balik didalam kamar, setelah mendapatkan pesan dari Ayu yang masih berada di kampung.


"Mbak Ayu ini, sepertinya sudah menjadi pendukung mas Joe. Dia juga melarang aku untuk datang," ujar Bianca bicara sendiri dalam kamar.


"Mas Joe menyuruh Pak Zulham yang menangani, apa yang bisa dilakukan seorang kontraktor. Masalah bebek dengan bangun membangun sangat jauh."


*


*


*


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2