Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Takut


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇👇


Jonathan menceritakan apa yang terjadi empat tahun yang lalu, tentang menghilangnya Chelsea, karena melihat Jonathan tidur dengan Bianca.


"Serius dengan apa yang kau katakan ini? apa kau sedang tidak bergurau ?" Kamal tidak percaya dengan apa yang di ceritakan oleh Jonathan.


"Apa yang aku ceritakan ini, bukan sebagai candaan," ucap Jonathan.


"Saking cintanya dia denganmu, dia sanggup melakukan itu. Joe, kau harusnya bersyukur. Bianca begitu mencintaimu," kata Kamal


"Tapi aku tidak mencintainya, aku menganggapnya hanya sebagai adik perempuan," kata Jonathan.


"Lebih bagus kita di cintai Joe, daripada kita mencintai seseorang gadis dengan menggebu-gebu. Sedangkan gadis yang kita cintai itu, belum kita tahu. Jujurkah, dalam mencintai kita ," kata Kamal


Jonathan melirik Kamal sekilas.


"Sepertinya, kau pernah di sakiti oleh seorang gadis saja?"


"Aku? Oh...tidak, aku tidak pernah serius dengan gadis-gadis yang bersama dengan ku selama ini. Arumi, aku akan serius dengan gadis itu," kata Kamal.


"Joe, apa kita akan melanjutkan perjalanan malam ini juga?" tanya Kamal.


"Kenapa? apa kau takut jalan malam?" tanya Jonathan.


"Sedikit, aku sering dengar. Begal sering terjadi di jalan menuju kota T."


Dor...


Suara letusan, dengan olengnya mobil yang dikemudikan oleh Jonathan. Dengan cepat Jonathan mengerem, jika tidak. Mobil Jonathan sudah mencium belakang truk yang ada didepannya.


"Sial..!" umpat Jonathan.


"Untung mobil tidak kencang Joe, jika tidak tadi. Kita sudah tinggal nama saja," kata Kamal sembari mengelus dadanya.


Jonathan turun dari mobil, dan melihat ban mobil yang kempes.


"Sial..!" Jonathan menendang ban mobilnya.


"Apa ada ban cadangannya?" tanya Kamal.


"Ada," sahut Jonathan.


"Joe, ini bertanda. Kita tidak boleh jalan malam," kata Kamal.


"Sudah menjadi cenayang kau Mal." ejek Jonathan.


"Tidak perlu menjadi cenayang, lihatlah. Ban bagus, tiba-tiba. Dor..! sekarang, kita berada di sini. Dikegelapan malam, satu memegang lampu dan yang satu berkutat mengganti ban. Joe, apa kau bisa menggantikan ban mobil?" karena hampir setengah jam, Jonathan belum juga bisa melepaskan ban mobil yang kempes.


"Kenapa kau cerewet sekali? cukup kau arahkan lampu itu kearah sini, dan diam mulutmu..!" seru Jonathan dengan kesal, karena Kamal terus berkicau. Sedangkan Jonathan sudah bermandikan keringat.

__ADS_1


Kamal menutup mulutnya, tetapi hanya beberapa detik saja mulut Kamal diam.


"Joe, aku merinding," ucap Kamal.


"Itu karena kau terus berbicara, sehingga mahluk tak kasat mata ingin berteman denganmu," jawab Jonathan dengan kesal, karena dia sudah letih. Kamal berbicara yang tidak-tidak.


"Aku serius Joe," ucap Kamal.


"Aku juga bicara serius," ucap Jonathan.


Tiba-tiba..


Terdengar suara dari belakang Kamal.


"Kenapa mobilnya Pak?" suara laki-laki dari belakang Kamal.


"Hantu...!" teriak Kamal, begitu juga dengan Jonathan. Kamal spontan berlari menuju belakang Jonathan, tangannya mencengkram baju Jonathan. Kamal menyembunyikan wajahnya di punggung Jonathan.


Diantara mereka berempat, si Don Juan Kamal yang paling penakut.


"Maaf Pak, saya membuat bapak berdua sudah ketakutan," ucap seorang pria setengah baya, keluar dari kegelapan. Pria yang membuat Jonathan dan Kamal ketakutan.


"Bapak bukan dedemit kan?" tanya Jonathan.


"Bukan Pak, saya baru pulang dari mesjid. Rumah saya di sana." tunjuk bapak tua tersebut, kearah belakang Jonathan.


"Alhamdulillah, bapak bukan setan," ujar Kamal seraya keluar dari persembunyiannya dibelakang tubuh Jonathan.


"Kau ini, badan besar. Tapi penakut..!" Jonathan mendorong tubuh Kamal dari dekatnya.


"Rusak mobilnya Pak?" tanya bapak tua tersebut, seraya melihat kearah ban mobil yang masih kokoh terpasang.


"Iya Pak, ban mobilnya bocor,. Saya tidak bisa mengganti ban mobilnya" sahut Jonathan jujur, bahwa dia sulit untuk mengganti ban mobil tersebut.


"Biar saya bantu Pak, saya ngerti sedikit untuk mengganti ban mobil."


Bapak tersebut mengambil alih apa yang dilakukan oleh Jonathan tadi.


"Terima kasih Pak, teman saya ini tidak bisa. Dia hanya bisa mengemudikan mobil saja ," ucap Kamal.


"Kau juga tidak bisa." balas Jonathan.


"Aku bisa Joe, tapi di waktu malam begini. Aku tiba-tiba menjadi tidak bisa untuk mengganti ban mobil," ucap Kamal membela dirinya.


"Banyak cakap," ujar Jonathan.


"Sudah Pak," ucap Pak tua, setelah selesai mengganti ban mobil.


"Sudah Pak? cepat sekali?" Kamal memeriksa ban yang di ganti bapak tersebut.


"Sudah biasa Pak, saya punya bengkel motor." beritahu bapak tersebut.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu, bapak berdua mau kemana?"


"Kami mau ke kota T Pak," jawab Jonathan, sembari memasukkan ban yang bocor kedalam bagasi mobil.


"Saya sarankan Pak, jangan melakukan perjalanan di tengah malam. Jalan menuju kota T, rawan di waktu malam Pak," ucap bapak tersebut.


"Betul yang aku bilang tadi Joe, ban kita pecah. Karena kita tidak di ridhoi untuk melakukan perjalanan di malam hari," kata Kamal yang bangga dengan feeling nya.


"Apa ada penginapan di sekitar sini Pak? tanya Jonathan.


"Beberapa kilometer dari sini, ada pompa bensin didepan sana Pak. Biasanya kendaraan banyak beristirahat di sana Pak, menunggu waktu pagi." beritahu bapak tersebut.


"Baiklah Pak, kami akan beristirahat di pompa bensin itu ," kata Jonathan.


"Terima kasih Pak, ini ada sedikit atas bantuan bapak. Kalau tidak ada bapak tadi, mungkin sampai besok tidak selesai juga mengganti ban nya." Sambung Jonathan.


"Tidak usah Pak." bapak menolak pemberian Jonathan.


"Terima saja Pak, kami ikhlas," ucap Kamal, agar bapak tersebut mau menerima uang pemberian Jonathan.


Akhirnya, bapak tersebut mau menerima uang pemberian Jonathan. Setelah terus didesak Jonathan dan Kamal.


***


Keesokan harinya, Bianca berangkat jam 6 pagi.


"Sudah selesai sarapannya El?' tanya Bianca.


"Sudah Maa," sahut Elvan.


"Ayo, kita berangkat," ucap Ayu dari depan pintu kamar.


"Maa, mobil remote El tidak ketinggalan kan ?" tanya Elvan, yang takut mobil mainan yang baru dibelinya ketinggalan.


"Tidak El, tuh...sudah diletakkan di sepeda motor," sahut Ayu.


"Ayo naik." titah Ayu pada Elvan dan Bianca.


Bianca mengangkat Elvan, baru dia naik Keatas boncengan sepeda motor.


"Let's go.." Ayu menjalankan motornya secara perlahan, meninggalkan kota J.


"Selamat tinggal, belum tahu kapan aku akan kembali ke sini." batin Bianca seraya menatap kearah belakang, saat motor semakin menjauh dari kota J.


Sedangkan Jonathan dan Kamal masih asik tidur didalam musholla yang ada di dekat pompa bensin, mereka lupa. Di mana saat ini berada.


"Ahh.. kenapa berisik sekali." gumam Jonathan.


Tiba-tiba...


Jonathan terbangun, dan langsung duduk. Matanya mengitari tempat di mana saat ini dia berada.

__ADS_1


"Kenapa aku lupa, aku mau ke kota T." gumam Jonathan, saat dia menyadari. Di mana saat ini dia berada.


Bersambung 👉👉👉


__ADS_2