
Happy reading guys 🥰
👇👇👇
"Joe tidak ada niat untuk kembali pada Chelsea, sudah cukup satu kali Joe melakukan kesalahan. Dengan mencintainya dan memutuskan untuk menikah dengannya, tidak mendengarkan larangan Mama dan Papa," ujar Jonathan dengan penuh penyesalan, karena sempat meragukan apa yang dikatakan oleh Mamanya mengenai Chelsea.
"Kami tidak butuh hanya sekedar retorika, kami butuh bukti. Senin besok, pecat dia. Lagi pula. Untuk apa dia melamar menjadi guru, usaha restorannya sangat berkembang. Mama curiga, sepertinya dia ingin mendekatimu dengan menjadi guru. Dasar perempuan licik, Mama tidak akan tinggal diam. Paa, selidik. Kenapa dia bisa lolos diterima, dia tidak lulusan guru. Banyak yang lulusan guru yang menganggur, kenapa tidak itu saja yang diterima, ini pengusaha restoran. Koq diterima..!" Maya mengutarakan kecurigaan mengenai perekrutan Chelsea sebagai guru di Bina Bangsa.
"Joe, selidik. Jangan ada nepotisme dalam perekrutan, dan harus yang lebih diutamakan itu lulusan pendidikan guru," ujar Budi Dwipangga pada sang putra.
"Baik Paa," jawab Jonathan sambil menganggukkan kepalanya.
"Sekarang, Bian. Waktu menerima gambar itu, kenapa tidak katakan pada Mama?" tanya Maya pada Bianca.
"Wanita itu menyuruhmu untuk pergi, kau menuruti apa yang dikatakannya." sambung Maya.
"Maaf Maa," ucap Bianca.
"Mama tidak mau kejadian seperti ini terulang kembali, Mama dan Papa langsung kembali. Begitu mendapat kabar mengenai kepergian Bian dan Elvan, dini hari. Kami tiba di rumah, dan kau Joe. Mama harap, jangan kau temui lagi perempuan itu. Dia tetap ingin mendekatimu," ujar Maya.
"Mama tadi menemuinya Joe, dia bersikeras ingin kembali bersama denganmu," ucap Maya.
" Mama menemuinya?" Terkejut Jonathan.
"Iya, karena Mama mengira kau pergi bersamanya. Ponselmu tidak bisa dihubungi," ujar Maya.
"Joe tidak mengaktifkan ponsel Maa," sahut Jonathan.
"Ponsel Bian ditahan mas Joe Maa," ucap Bianca.
"Kenapa kau menahan ponselnya?" tanya Papa Jonathan, Budi Dwipangga.
"Biar tidak ada yang menganggu Paa," sahut Jonathan.
Jonathan membuka tas kerja yang dibawanya, dan mengembalikan ponsel Bianca yang diambilnya secara diam-diam dari dalam tas Bianca.
"Sudah sana istirahat, Joe. Ingat, besok kau berhentikan wanita itu." titah Budi Dwipangga.
"Jika dia tidak terima diberhentikan, bayar saja kompensasi. Walaupun, sebenarnya itu tidak diperlukan. Dia kan dalam masa percobaan," ujar Budi Dwipangga.
"Baik Paa," jawab Jonathan.
"Jangan baik-baik saja, pegang janjimu. Ingat..!" seru Maya masih kesal pada sang putra, Jonathan.
***
__ADS_1
Setelah mendapatkan kunjungan mendadak dari Mama Jonathan, Chelsea mengalami mood yang buruk. Dia melakukan apa yang dilakukannya jika mengalami mood buruk, yaitu shopping.
Chelsea berjalan-jalan tak tentu arah, sesekali dia berhenti didepan toko. Termenung, kemudian pergi setelah merasa bosan.
Tiba-tiba, Chelsea berhenti didepan toko pakaian khusus untuk anak-anak. Matanya terarah pada baju anak perempuan yang berwarna pink, Chelsea berhenti. Jemarinya menyentuh baju tersebut. Dan tiba-tiba, bayangan Adella memakai baju tersebut ada dalam benaknya.
"Jika Adella memakainya, pasti sangat bagus," ujarnya, seraya memasuki toko tersebut.
"Selamat datang Nona, ada yang bisa saya bantu?" sapa pramuniaga toko tersebut.
"Saya mau baju yang itu." Chelsea menunjuk kearah baju yang dilihatnya bagus untuk dikenakan oleh Adella, putrinya yang selama ini kurang diperhatikannya.
"Untuk umur berapa tahun Nona?" tanya pramuniaga pada Chelsea.
"Umur tujuh tahun, saya ingin warna yang itu," ujar Chelsea.
"Mari Nona." pramuniaga membawa masuk kedalam toko, tidak lama kemudian. Chelsea keluar dengan membawa paper bag yang berisi baju yang dibelinya untuk Adella.
"CK..ck..ck..! siapa ini?" terdengar suara didepannya, menghalanginya untuk keluar dari dalam toko.
"Jangan halangi jalanku..!" ketus Chelsea.
"Siapa yang ingin menghalangi jalanmu, aku ingin mssuk. Kau yang harus memberikan aku jalan," ujar Mira.
"Awas...!" Chelsea mendorong tubuh Mira, sehingga Mira hampir jatuh kelantai. Untung tubuhnya dapat menjaga keseimbangan, jika tidak tadi. Mira sudah jatuh, dan akan menjadi tontonan pengunjung Mall.
"Ada apa? apa kau masih mau mengajak ribut?" tanya Chelsea dengan nada suara yang sinis.
"Aku ingatkan kau, jangan dekati lagi Jonathan..!" ancam Mira.
"Hahaha..!" Chelsea menertawai Mira.
"Selama ini kau kemana? sehingga tidak tahu berita tentang Jonathan?" ejek Chelsea.
"Kenapa?" tanya Mira.
"Kau cari sendiri, bye..!" Chelsea meninggalkan Mira sembari tersenyum.
"Tante Maya, aku tidak akan melawanmu. Aku menyerahkan Mira untuk menganggu rumah tangga Jonathan, jika aku tidak mendapatkanmu Joe. Istrimu itu juga tidak.." gumam Chelsea seraya melangkah menuju tempat mobilnya terparkir.
Mira yang ditinggalkan Chelsea bingung, memikirkan apa yang dikatakan oleh Chelsea mengenai Jonathan.
"Apa ada yang aku tidak ketahui, saat aku keluar Negeri? aku harus bertanya pada Mama." Mira membatalkan niatnya untuk shopping, dan kembali pulang kerumahnya.
Chelsea mengarahkan mobilnya menuju rumah mertuanya, Mama Riko. Karena dia mengira. Riko keluar dari rumah yang mereka tempati selama ini, akan tinggal di rumah Mama Lestari. Mama Riko.
__ADS_1
Setengah jam dalam perjalanan, mobil tiba didepan rumah yang lumayan besar. Chelsea menghentikan mobilnya diluar pagar, kemudian Chelsea turun dan menekan bel.
Pintu gerbang terbuka, dengan keluarnya seorang pria setengah baya. Yang dikenal oleh Chelsea sebagai tukang kebun.
"Pak, saya ingin bertemu Adella," ucap Chelsea.
"Non Adella! Non Adella tidak tinggal disini Bu Chelsea," sahut pria tersebut.
"Tidak tinggal di sini? bapak jangan menipu saya..!" sentak Chelsea marah .
"Saya tidak menipu Bu, Non Della tidak tinggal di sini. Pak Riko juga jarang ke sin."
"Di mana mereka tinggal?" tanya Chelsea.
"Maaf Bu, saya tidak tahu. Karena saya tidak pernah tanya."
"Mama Lestari ada?" tanya Chelsea, karena ingin bertanya mengenai tempat tinggal Riko. Untuk bertemu dengan Adella.
"Bu Tari juga tidak ada di rumah Bu." beritahu tukang kebun.
"Kemana?" tanya Chelsea.
"Pergi keluar negeri Bu."
"Luar negeri! negara mana?" tanya Chelsea.
"Maaf Bu, saya juga tidak tahu." jawaban bapak tukang kebun membuat Chelsea marah.
"Bapak ini berbohong pada saya ya, apa-apa tidak tahu..!" ketus Chelsea.
"Saya betul tidak tahu Bu, saya tidak pernah tanya. Bu Tari hanya meninggalkan pesan untuk saya menjaga rumah saja."
"Dasar pembantu bodo..!" umpat Chelsea sembari berlalu dari hadapan si bapak tersebut.
"Kalau saya pintar, saya sudah jadi presiden Bu," ucap bapak si tukang kebun.
"Dasar menantu durhaka," ujar bapak si tukang kebun, karena dia sudah mengetahui perceraian yang terjadi antara putra majikannya dengan Chelsea.
"Apa Adella ikut Mama Tari keluar negeri?" pertanyaan berseliweran didalam benaknya.
Dari rumah Mama Riko, Chelsea langsung menuju rumah Mamanya. Sampai di rumah sang Mama, sekali lagi. Kekecewaan yang dijumpainya, asisten rumah tangga sang Mama juga mengatakan. Bahwa Mamanya. Utari pergi keluar negeri.
"Kenapa mereka semua keluar negeri? kenapa Mama tidak mengatakan bahwa mau pergi?" lagi-lagi pertanyaan yang tidak tahu, siapa yang bisa menjawabnya.
Nah.. Chelsea, kau tinggal sendiri. Semua orang meninggalkan mu?
__ADS_1
......BERSAMBUNG......
...🌟🌟🌟...