Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Berterus terang


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Jonathan meletakkan Bianca di sofa, kemudian dia masuk kedalam kamar mandi.


"Hih..mas Joe ini, aku belum ngantuk. Mau ngobrol dengan Yunita, sudah lama tidak ketemu..!" seru Bianca dengan suara yang sedikit keras, agar terdengar sampai ke telinga Jonathan yang sedang berada didalam kamar mandi.


"Tidak usah teriak-teriak! Sedari tadi kalian itu bersama, apa lagi yang ingin dibicarakan. Mas sekarang yang ingin bicara..!" titah Jonathan dengan suara yang sedikit keras, karena Bianca tidak akan mendengar. Jika bicara dengan lembut kepadanya. Karena Jonathan tahu, sedari kecil Bianca tidak pernah mau menuruti perkataannya.


"Masih banyak yang mau Bian ceritakan pada Yunita mas!!" Bianca tetap Keukeh, ingin mengobrol dengan Yunita dan Ayu dikamar sahabatnya tersebut.


Jonathan keluar dari dalam kamar mandi, dan tercium aroma maskulin dari tubuh Jonathan yang baru saja membersihkan tubuhnya dengan mandi air hangat.


"Mandi sana..!" Jonathan melempar handuk yang baru saja dipakai Jonathan untuk mengeringkan rambutnya.


"Ih..mas Joe!" Kesal Bianca, karena handuk yang dilemparkan Jonathan tepat jatuh menutupi wajahnya.


"Mandi! selesai mandi, kita harus bicara..!" perintah Jonathan.


"Bicara? Nggak mau, Bian ngantuk. Mau tidur." Bianca melangkah menuju ranjang.


Tangan Jonathan dengan sigap meraih pinggang Bianca, dan membawanya duduk di sofa.


"Mas Joe..!" Bianca kaget, karena Jonathan mengangkatnya sekali lagi.


Jonathan mendudukkan Bianca di atas pangkuannya, dan tangan Jonathan melingkar di perut Bianca dengan erat. Sehingga, Bianca tidak bisa bergerak.


"Mas, biar Bian duduk sendiri," ujar Bianca, karena tidak nyaman duduk dipangkuan Jonathan. Karena Bianca merasa ada yang tiba-tiba mengembang dibawah bokongnya.(bukan bolu)


"Diam! duduk manis, dan jangan bergerak seperti cacing kepanasan. Kita harus bicara..!" ucap Jonathan dengan suara yang sedikit keras, hingga Bianca terdiam. Dan kini, duduk manis di atas paha Jonathan.


"Lihat sini." titah Jonathan, agar pandangan Bianca terarah padanya.


Jonathan memegang dagu Bianca, agar melihat kearahnya.


Deg..


jarak kedua wajah yang saling berdekatan, membuat wajah Bianca bersemu merah merona.


"Seperti anak gadis baru terkena panah asmara saja." batin Bianca.


Karena merasa gugup, hanya karena jarak wajah keduanya yang hanya sejengkal.

__ADS_1


Senyum tipis terukir indah dibibir Bianca, hingga membuat Jonathan iseng menggodanya.


"Kenapa tersenyum sendiri? apa ada hal yang menyenangkan? atau pikiran mesum mulai muncul di otak kecil ini?" tanya Jonathan seraya menyelentil kening Bianca.


"Mas! sakit, mas ini mau bicara. Tapi kenapa menganiaya Bian..!" bibir manyun Bianca, membuat Jonathan melupakan niat awalnya untuk berbicara.


Jonathan menarik wajah Bianca mendekati wajahnya, dan langsung melummat bibir Bianca yang mengerucut. Karena di mata Jonathan, bibir Bianca seperti mengundangnya untuk mencicipinya.


"Hem..Hem...!" suara Bianca sembari berusaha melepaskan belitan lidah Jonathan yang sudah berhasil menerobos pertahanan bibirnya.


Karena tidak berhasil melepaskan tautan bibir Jonathan, Bianca melakukan tindakan terakhir agar terlepas dari serangan bibir dan lidahnya Jonathan.


"Aduh..!" seru Jonathan dibarengi dengan lepasnya tautan kedua bibir.


"Kenapa di gigit?" Jonathan menyentuh bibirnya yang telah menjadi korban gigitan Bianca.


"Mas itu seperti ingin membunuhku saja! napas Bian habis..!" seru Bianca sembari mengelap sekitar bibirnya yang basah, karena air liur Jonathan.


Jonathan melihat jarinya yang baru menyentuh bibirnya, dan terlihat darah di jemarinya tersebut.


"Darah! kau sangat ganas," ujar Jonathan.


"Makanya, jangan berani-beraninya menyerang bibir ini lagi," ujar Bianca bangga, karena telah berhasil melepaskan tautan bibir Jonathan dan membuat bibir Jonathan berdarah.


"Mas Joe...!" kesal Bianca, diingatkan dengan apa yang dilakukannya pada Jonathan dahulu.


Buk..buk..


Dengan gemas, Bianca mendaratkan tangannya kedada Jonathan.


"Cukup...! Mas ingin bicara," ujar Jonathan, tangannya menggenggam tangan Bianca yang memukulinya.


"Bicara! bukannya mas Joe sudah bicara sedari tadi? mau bicara apa lagi?" tanya Bianca.


"Terima kasih," ucap Jonathan.


Deg.


Bianca bengong menatap Jonathan, karena ucapan terima kasih Jonathan yang tiba-tiba.


"Terima kasih, untuk apa?" tanya Bianca yang belum ngeh, tentang ucapan terima kasih yang dikatakan oleh Jonathan padanya.


"Karena telah menyelamatkanku, walaupun kau melakukannya dengan jalan tidak benar," kata Jonathan dengan menatap mata Bianca lekat.

__ADS_1


"Aku menyelamatkan, menyelamatkan mas dari apa?" tanya Bianca.


"Dengarkan, jangan potong apa yang akan aku akan ceritakan." titah Jonathan.


Bianca menganggukkan kepalanya.


Jonathan mulai cerita, mengenai Chelsea yang baru diketahuinya. Dan mengenai apa yang dilihat Bianca saat Bianca melihat melihat Jonathan dan Chelsea bersama di sekolah Bina Bangsa.


Bianca benar-benar kaget, mendengarkan cerita Jonathan mengenai Chelsea.


"Dia sudah menikah dan punya anak?" Bianca benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja di ceritakan Jonathan.


"Iya, dia punya seorang putri. Dan putrinya itu murid Yunita," ucap Jonathan.


"Nita ! murid Nita?" tanya Bianca.


"Yunita baru tahu, muridnya itu putri Chelsea. Saat pertemuan orang tua murid, selama ini Chelsea itu tidak pernah menghadiri pertemuan wali murid." cerita Jonathan lagi.


"Putrinya sudah besar?" tanya Bianca.


"Iya, kata Nita. Sudah berusia tujuh tahun," ucap Jonathan.


"Tujuh tahun, dia sudah menikah jauh sebelum mas Joe bertemu dengannya. Mas satu kampus dengannya, apa Mas tidak mengetahui perihal ini semua?" tanya Bianca.


"Sebenarnya, kami tidak saling mengenal saat satu universitas itu. Aku mengenalnya, setelah kami tamat. Itu juga karena sekolah menjalin kerjasama dengan restoran miliknya," kata Jonathan.


"Murid sekolah magang di salah satu restoran milik Chelsea." sambung Jonathan.


"Mas langsung cinta mati, tanpa menyelidiki gadis yang mas cintai itu. Mas Joe tidak tahu, saat mendengar mas sudah punya kekasih dan ingin menikahinya dalam waktu dekat. Bian hancur, karena perhatian mas Joe berikan pada Bian membuat Bianca salah paham. Bian kira mas Joe menyukai Bian," kata Bianca.


"Aku menyukaimu Bian, tapi hanya sebatas adik. Apalagi, saat itu kau baru berusia 18 tahun. Apa yang akan dikatakan Om Yudistira, jika dia tahu. Aku memacari putri kecilnya," ujar Jonathan dan tersenyum.


Deg .


"Aku bertepuk sebelah tangan, hatimu tidak akan pernah bisa aku miliki mas Joe." batin Bianca, setelah mendengar perkataan Jonathan yang menganggapnya sebagai adik.


Bianca menundukkan kepalanya, tangannya saling meremas.


"Jika Om masih ada, apa yang akan dikatakannya. Melihat kita sudah memberikannya seorang cucu," ujar Jonathan.


"Mungkin saja, aku sudah babak-belur di hajar Om Yudistira. Walaupun, aku sebenarnya tidak bersalah," kata Jonathan.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


__ADS_2