Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Salah duga


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Chelsea terjatuh, dan tubuh Elvan terlepas dari tangan Chelsea, begitu Chelsea ingin bangkit.


Dan...


"Matilah kau Chelsea..!" seru Mira dari dalam mobilnya, melihat Chelsea terjatuh. Mira langsung menabrak Chelsea, dan ban mobil Mira melindas sepasang kaki Chelsea.


"Aaahhh...!" teriakkan Chelsea melengking, lalu pingsan.


Mobil Mira melaju tak terkendali, dan menabrak pohon besar. Hantaman moncong mobil membuat pecahan kaca menerpa wajah dan sekujur tubuhnya.


"Matilah kau..!" ucap Mira sebelum pingsan menjemputnya.


"Kepalaku." terdengar suara dari dalam parit, Sandy merangkak naik keatas sembari memegang kepalanya yang sakit karena pukulan Mira.


"Mira, aku akan membunuhmu. Jika aku menemukanmu." gumam Sandy.


"Ahh! Kepalaku sakit." Sandy memegang kepalanya yang sakit, kemudian melihat tangannya yang memegang kepalanya yang sakit.


"Berdarah, Kepalaku berdarah. Mira, kau sudah membuat kepalaku sakit dan berdarah..!" ucap Sandy dengan marah.


Dengan jalan yang sempoyongan Sandy melangkah menuju mobilnya.


Dan


Matanya membesar, saat melihat Chelsea tergeletak dengan kaki yang berlumuran darah. Dan tidak jauh dari tempat Chelsea, Elvan tergeletak.


"Chelsea!" seru Sandy seraya menghampirinya dan jongkok didepannya.


"Masih bernapas," gumam Sandy, saat melekatkan jarinya didepan hidung Chelsea.


Sandy merangkak menghampiri Elvan, karena Sandy masih merasa pusing saat ingin berdiri.


"Nak, kau tidak apa-apa?" Sandy berusaha untuk membangunkan Elvan, tetapi. Elvan masih sulit untuk dibangunkan, entah apa yang sudah diberikan oleh Mira pada Elvan. Sehingga Elvan sulit untuk membuka matanya.


"Mana wanita gila itu?" Pandangan Sandy mengitari tempat dia berada dan melihat mobil Mira menghantam pohon.


"Itu dia, biar saja dia mati terbakar..!" seru Sandy, saat melihat mobil Mira mengeluarkan asap.


"Mana ponselku." jemarinya mencari-cari di saku baju dan celananya, tetapi. Ponselnya tidak diketemukannya juga.


"Apa jatuh ."


Sandy berusaha untuk berdiri dan mencari ponselnya, dengan kepala yang pusing dan pandangan mata terasa buram. Sandy mencari ponselnya.


"Itu dia, semoga tidak rusak." gumam Sandy, melihat ponselnya jatuh ditempat dia dibuang oleh Mira.


Sandy mengambil ponselnya dan melihat, ponselnya tidak rusak dan masih aktif dengan signal penuh.


Dengan cepat Sandy menekan nomor darurat ambulance, setelah mensherlock lokasi keberadaannya. Sandy tumbang kembali, karena rasa pusing pada kepalanya kembali menyerang.


Tidak lama kemudian, asisten Chelsea tiba bersama dengan polisi.

__ADS_1


"Bu Chelsea..!" seru Arisa, asisten Chelsea.


"Jangan di sentuh Nona, ini tindakan kriminal. Jangan sampai sentuhan anda mengaburkan bukti yang ada di tubuh korban," ujar polisi pada Aida, saat Aida ini memegang Chelsea.


"Sakit..!" suara lirih terdengar dari dalam mulut Chelsea.


"Pak, Bu Chelsea masih bernapas. Dia belum meninggal, cepat bawa ke rumah sakit..!" seru Aida, saat mendengar suara lirih Chelsea.


Polisi mentitahkan ambulan untuk membawa Chelsea secepatnya, karena kondisi kedua kakinya yang luka parah.


"Pak, anak ini tidak ada cedera yang membutuhkan penanganan yang serius. Sepertinya, anak ini kena bius Pak," ujar polisi yang memeriksa Elvan.


"Pria ini mengalami cedera kepala Pak." ujar polisi yang memeriksa keadaan Sandy.


*


*


*


"Mas, cepat. Kenapa jalan mobilnya seperti nenek-nenek yang menyetirnya..!" seru Bianca.


"Ini sudah cepat, Jangan nanti kita belum bertemu dengan El. Kita sudah terbaring dibalik tanah," ucap Jonathan.


Derrt..


Ponsel Jonathan bergetar, Jonathan langsung mengangkatnya.


"Bagaimana Pak Reinhard?" tanya Jonathan.


"Betul Pak, putra saya tidak apa-apa?" tanya Jonathan.


"Bagaimana Mas? apa Elvan sudah diketemukan?" tanya Bianca.


"Sudah, sekarang El berada di rumah sakit," jawab Jonathan.


"Rumah sakit? El kenapa mas? apa orang itu menganiaya Elvan?" Bianca kembali tersedu-sedu, dalam banyangannya. Tubuh Elvan penuh dengan lebam bekas pukulan.


"El baik-baik saja kata polisi," ujar Jonathan seraya meraih tangan Bianca dan menggenggamnya, untuk membuat Bianca tenang.


Setelah Bianca sedikit tenang, Jonathan menghubungi ketiga temannya.


Begitu tiba di rumah sakit, mobil belum berhenti sempurna. Bianca sudah loncat turun, tanpa mengindahkan keselamatan diri.


"Bian..!" seru Jonathan, saat Bianca membuka seat belt dan membuka pintu mobil. Dan langsung turun.


Bianca sudah lari masuk kedalam rumah sakit, tidak mendengar suara Jonathan memanggilnya.


"Panik boleh panik! tapi pikirkan keselamatan," ujar Jonathan.


"Bu saya ingin mencari putra saya, tadi polisi mengatakan putra saya dibawa ke rumah sakit ini..!" tutur Bianca dengan suara yang terburu-buru.


"Tenang Bu, bicara dengan pelan-pelan. Jangan terburu-buru," ujar wanita bagian resepsionis.


"Bagaimana saya bisa pelan, anak saya Bu..!" seru Bianca kesal.

__ADS_1


"Bian, ayo. Polisi mengatakan Elvan sudah dalam perawatan," ujar Jonathan yang tiba.


"Di mana?" tanya Bianca.


"Jangan panik dulu, El tidak apa-apa," ujar Jonathan.


Jonathan mengandeng Bianca menuju kamar tempat Elvan di rawat, didepan kamar ada polisi yang berjaga-jaga.


"Kami orangtuanya Elvan Pak," ujar Jonathan pada polisi yang berjaga di depan pintu kamar.


Polisi membukakan pintu, didalam terlihat Pak Reinhard. Polisi yang menghubungi Jonathan.


"El...!" seru Bianca saat melihat Elvan terbaring di ranjang, Bianca langsung memeluknya dan menciumi seluruh tubuh putranya.


"El.." Jonathan mengelus pipi Elvan yang lebam.


"Mereka memukul El! apa salah El, sampai mereka melakukan penganiayaan terhadap anak sekecil ini?" Bianca memandang kearah polisi.


Melihat keadaan Elvan, Jonathan marah. Raut wajahnya merah.


"Apa orang yang menculik putra kami sudah tertangkap Pak?" tanya Jonathan dengan penuh perasaan yang marah.


"Sudah Pak, wanita itu mengalami kecelakaan. Saat dia berusaha untuk melenyapkan putra bapak, dengan cara menabraknya." beritahu polisi pada Jonathan.


"Wanita? bukan pria?" tanya Jonathan kaget, karena dia mengira. Penculikan Elvan dilakukan oleh Sandy.


"Wanita..! pasti Chelsea, iya kan Pak?" tebak Bianca.


"Bukan Bu, Mira. Namanya Mira Masita, apa bapak atau ibu mengenalnya?" tanya Pak Reinhard.


"Mira..!" Jonathan tak mengira, mendengar nama Mira keluar dari mulut Pak Reinhard.


Bianca melihat kearah Jonathan.


"Ternyata, salah satu mantan Mas lagi," ujar Bianca dengan sinis.


"Apa bapak mengenalnya?" tanya Pak Reinhard.


"Dia teman kuliah saya dulu Pak, dan dia bukan mantan saya. Saya tidak pernah menjalin hubungan dengannya," ucap Jonathan.


"Mengenai wanita yang bernama Chelsea dan pria yang bernama Sandy, mereka diketemukan ditempat kejadian dalam keadaan cedera cukup serius. Dan sekarang keduanya sedang dilakukan operasi." kata Pak Reinhard.


"Chelsea, Sandy? mereka terlibat juga?" tanya Jonathan.


"Para wanita yang menggilai mas berkumpul untuk menganiaya putraku." gumam Bianca.


Jonathan menghela napasnya, mendengar perkataan Bianca yang marah.


"Tidak Pak, kami tahu keberadaan putra bapak karena laporan dari saudari Chelsea. Melalui asistennya," ujar pak Reinhard.


"Apa maksudnya?" tanya Jonathan.


Bianca menoleh kearah Pak Reinhard, saat mendengar Chelsea yang melaporkan keberadaan Elvan pada polisi.


*

__ADS_1


*


...BERSAMBUNG...


__ADS_2