Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Menang kalah


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Mas Joe...!" tiba-tiba Bianca berteriak, saat tiba-tiba Jonathan melajukan mobilnya dengan kencang. ketika mobil menuju kelokan, dan dari arah depan muncul truck dengan kecepatan yang tinggi.


Dengan sigap Jonathan menghentikan mobilnya dengan cepat, dan akhirnya. Mereka terhindar laga kambing dengan truck yang datang dari depan.


Setelah mobil berhenti, Jonathan tertawa terpingkal-pingkal. Dia senang, karena Bianca mengeluarkan suara terlebih dahulu.


Bianca memegang dadanya yang berdebar-debar, sedangkan Jonathan masih tertawa.


Bianca menoleh kearah Jonathan yang masih tertawa, hingga membuat Bianca kesal.


"Apa ada yang lucu..?" tanya Bianca sembari menepuk bahu Jonathan.


Jonathan menghentikan tawanya, dan menatap Bianca.


"Aku menang," ujar Jonathan.


"Menang? menang apa? apa mas sedang lomba balap mobil?" suara Bianca meluncur keluar dari dalam mulutnya, tadinya hanya ada keheningan dalam mobil. Kini suara Bianca terdengar dengan pertanyaan beruntun yang harus di jawab Jonathan.


"Iya, sedang lomba diam-diaman. Aku menang, kau terlebih dahulu bicara," ujar Jonathan bangga.


Puk..puk..puk...


Pukulan tangan Bianca bertubi-tubi mendarat menerpa tangan Jonathan.


"Dasar laki-laki tidak waras..! bisa-bisanya memainkan nyawa orang hanya untuk kesenangannya sendiri.!" Bianca sangat kesal, umpatan meluncur tanpa bisa di rem dari dalam mulutnya.


"Hei.. cukup..! aku masih marah..!" Jonathan menangkap tangan Bianca yang ingin melanjutkan pukulannya pada tangan Jonathan.


"Bukan kau saja yang bisa marah..! aku juga bisa marah..!" saking marah, Bianca tidak memanggil Jonathan Mas. Dia mengkau kan Jonathan.


"Bagaimana jika tadi mobil truck itu dengan mobil ini saling laga, kita meninggal ! Elvan akan sendiri..!" seru Bianca sembari menangis.

__ADS_1


Jantungnya tadi benar-benar ingin berhenti berdetak, saat melihat mobil truck di depan mata. Bayangan Elvan yang tertawa melintas didalam pikiran Bianca.


Bianca mengira, hari ini dan menit ini akhir hidupnya. Dia tidak akan bisa melihat Elvan, putranya tumbuh besar.


Jonathan terdiam, saat mendengar Bianca mengata Elvan akan tinggal sendirian, jika dia tadi tidak dengan cepat mengelak dari truck yang datang dari arah depan.


"Maaf," ujar Jonathan.


"Maaf..maaf! sekali lagi, jangan permainkan kehidupan..!" kesal, Bianca sangat-sangat kesal. Hingga dia membalikkan wajahnya, tidak ingin menatap wajah Jonathan.


"Kenapa dia yang marah sekarang? seharusnya, aku yang marah. Karena dia telah berani-beraninya ingin kabur dariku ." batin Jonathan.


"Hei..! Nyonya, kenapa kau yang marah sekali? seharusnya aku yang lebih marah..?" tangan Jonathan menarik tubuh Bianca, agar menghadap kearahnya.


Deg..


Pandangan mata Jonathan langsung terpaku pada wajah Bianca yang penuh dengan air mata, ternyata. Bianca menangis dalam diam, tidak terdengar suara tangisan dari dalam mulutnya. Bianca menahannya dalam dadanya.


Jonathan meraih tubuh Bianca kedalam pelukannya, dan mengecup rambut belakang Bianca.


"Maaf, aku tidak bermaksud untuk menakutimu," ujar Jonathan seraya memeluk Bianca, Jonathan merasa tubuh Bianca bergetar. Dan perasaan menyesal melingkupi hatinya, niatnya hanya ingin Bianca membuka mulutnya untuk memulai bicara dengannya. Kini penyesalan yang menerpa Jonathan.


"Maaf.." Jonathan hanya dapat mengatakan maaf.


"Maaf! itu saja yang mas bisa ucapkan, mas itu harus berpikir jika ingin melakukan sesuatu. Ada anak yang masih kecil membutuhkan kita, apa Mas ingin aku mati..!"


Jonathan mengurai pelukannya, dan membungkam mulut Bianca yang baru mengeluarkan kata MATI dengan bibirnya. Jonathan melummat bibir Bianca dengan tergesa-gesa, dan memberikan gigitan dibibir Bianca. Sehingga Bianca membuka bibirnya, dan lidah Jonathan menyapa rongga mulut Bianca dengan sapuan lidahnya.


Bianca meronta ingin melepaskan belitan lidah Jonathan didalam rongga mulutnya, tetapi. Tangan Jonathan menekan tengkuk Bianca agar merapat dengan wajahnya.


Akhirnya, Bianca pasrah. Dan menikmati ciuman Jonathan yang terjadi di tepi jalan raya.😀(penulis suka sekali membuat cerita, melakukan adegan xxx di tempat yang bisa di gerebek massa. Jadi ingat dengan Om Richard 🤭)


Setelah merasakan pasokan oksigen sedikit berkurang dalam paru-paru dirinya dan Bianca, Jonathan melepaskan tautan bibirnya.


"Mas..." Bianca tidak melanjutkan ucapannya, karena napasnya masih satu-satu. Setelah merasa napasnya stabil, matanya beralihmenatap wajah Jonathan kesal.

__ADS_1


"Kenapa? ingin merasakan lagi? itu hukuman bagi mulut yang tidak bisa menjaga lisannya, ingat Bianca! Mas tidak ingin mendengar kalimat itu lagi..!" ucap Jonathan, yang untuk pertama sekali dia menyebut dirinya dengan sebutan MAS. Sejak bertemu dengan Bianca kembali.


"Mas sudah tidak waras..! enak saja cium orang ditepi jalan..!" omel Bianca dengan kesal.


"Kenapa marah? ciuman dilakukan di tepi jalan itu sangat mengasyikkan, sensasinya begitu berbeda. Lagipula, siapa yang marah? kita itu pasangan halal. Apa mau yang lebih dari ciuman? biar adik untuk Elvan cepat jadi, bagaimana ?" tanya Jonathan sembari celingukan melihat kesekitarnya.


"Jangan macam-macam! apa mas Joe mau menjadi viral ? tertangkap basah sedang melakukan mesum di dalam mobil dengan seorang wanita. Dan diketahui, pria tersebut adalah kepala sekolah Bina Bangsa..," ujar Bianca, seraya memberikan tatapan mata tajam dan kesal pada Jonathan.


"Emhh..! sepertinya, patut kita coba." gurau Jonathan.


"Otak kotor..!" seru Bianca kesal.


Tawa Jonathan bergema didalam mobil, sejak mengenalnya. Bianca baru sekali ini melihat Jonathan tertawa lepas, biasanya. Jonathan hanya tertawa dengan melebarkan bibirnya, tanpa terbuka lebar mulutnya.


"Mas! kita mau kemana? Elvan dengan mbak Ayu kemana di bawa mas Amar dan Yunita?" tanya Bianca.


"Mereka pergi ke villa, bukannya kalian tadi ingin pergi berlibur?" tanya Jonathan.


"Masalah berlibur, kenapa mas Joe bisa tahu ? Dan menyamar menjadi sopir taksi online, taksi yang Bian pesan kemana? apa Mas Joe mengancamnya, hingga dia pergi ketakutan?" tanya Bianca.


Jonathan menghidupkan mesin mobilnya, dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Pandangan matanya fokus menatap jalanan didepan yang sedikit berkelok-kelok.


"Mas..!" seru Bianca, karena Jonathan tidak merespon pertanyaannya.


"Apa? apa ingin bercinta di sini? mas mau saja ini," ucap Jonathan dengan ucapan yang nyeleneh.


"Apa yang ditanyakan, bukan di jawab! otaknya dipenuhi dengan dengan bau-bau selangkangaan terus..!" gerutu Bianca.


"Ngomong apa itu? selama kita hilang kontak, kenapa mulut itu semakin pandai bicara. Mana Bianca yang dulu? yang mulutnya tidak suka berbicara aneh? ini pasti karena bergaul dengan ibu-ibu, sehingga bicaranya semakin aneh," ucap Jonathan dengan panjang lebar, tanpa melihat orang yang diajaknya bicara.


"Mana ada ngomong aneh, mas itu yang aneh..!" semprot Bianca.


"Seelangkangan itu, apa tidak aneh," ujar Jonathan.


"Ngomong selaangkangan, mana anehnya..?" tanya Bianca.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...🌟🌟...


__ADS_2