Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Serangan malam


__ADS_3

Happy reading guys πŸ₯°


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Loh..lo.. sangat membahayakan Non Bian, begitu kita buka. Serbuk itu terhirup kita. Dan, modar kita Non..!" seru Salma dengan mata mendelik, sembari menatap wajah Bianca dengan lekat.


"Mbak Salma ini, traveling daya khayalnya otaknya jauh sekali," ujar Bianca.


"Hati-hati Non, waspada..! Bahaya mengintai kita..!" ucap Salma kembali, dengan menampilkan raut wajah yang seserius mungkin.


"Ihh..mbak Salma ini, membuat Bian jadi khawatir..! sudah ahh, Bian mau mandi dulu..!" seru Bianca, meletakkan surat diatas nakas. Baru kemudian Bianca masuk kedalam kamar mandi.


"Waspada Non..!" seru Salma seraya beranjak meninggalkan kamar majikannya tersebut.


"Iya Mbak Salma...!" sahut Bianca dari dalam kamar mandi yang belum tertutup sempurna.


Bianca menutup rapat pintu kamar mandi, dan kemudian menatap dirinya didepan cermin.


"Siapa yang mau memberi ancaman padaku? emangnya aku artis terkenal, atau orang penting..? aku hanya ibu satu anak yang hanya akan menyandang predikat istri yang sebentar lagi akan ditinggalkan, karena kekasih suami sudah kembali.." gumam Bianca.


Bianca tertawa, membayangkan nasib apa yang menunggunya nanti.


Apakah aku akan menjadi istri yang tidak diharapkan? atau aku akan di poligami? Tidak..! lebih baik aku sendiri, dulu juga aku sendiri. Aku bisa hidup, membiayai semua kebutuhan Elvan.." gumam Bianca.


"Semangat Bianca, Cinta tidak harus memiliki. Biarkan orang yang kau cintai bersama dengan wanita yang di cintainya. Jangan ada sedih di hati ini Bianca...!" seru Bianca pada dirinya sendiri, dan menepuk dadanya dengan lembut.


"Sekarang, nikmati saja..!" seru Bianca.


***


Jonathan sampai jam 9 malam berada diruang kerjanya di sekolah Bina Bangsa, untuk menyelesaikan berkas yang dibutuhkan Zulham untuk pembangunan sekolah cabang sekolah Bina Bangsa.


"Ahhh...!" Jonathan merentangkan kedua tangannya yang terasa pegal, Karena bergerak didepan komputer hampir dua jam.


Jonathan memijat keningnya yang terasa nyeri dan matanya yang perih, setelah merasa mata tidak terasa perih. Jonathan melihat kearah jam yang tergantung di dinding depan meja kerjanya.


"Sudah jam 9..!" Jonathan kaget, karena saking sibuknya dengan pekerjaannya. Dia sampai lupa waktu.


Karena Jonathan tidak pernah membawa pekerjaan kerumah, dia menganggap. Rumah tempat berkumpul dengan keluarga, tidak untuk melakukan pekerjaan. Hingga dia sampai lupa waktu.


Jonathan mengambil ponselnya, dan melihat. Apa ada panggilan atau pesan dari Bianca. Jonathan melihat tidak ada pesan dari Bianca, hingga dia kesal.


"Kenapa dia tidak pernah menghubungi ponselku? apa dia tidak ada nomor ponselku?" kesal Jonathan, saat melihat tidak ada pesan masuk ataupun panggilan dari Bianca.


"Rindu dengan Elvan, mungkin dia sudah tidur." niatnya ingin menghubungi Bianca, untuk bicara dengan Elvan diurungkan Jonathan. Karena hari yang sudah larut malam.

__ADS_1


"Ah..aku pulang saja, tinggal sedikit lagi."


Jonathan menutup komputer dan kemudian mematikan lampu ruang kerjanya. Baru kemudian keluar dari ruang kerjanya.


"Selamat malam Pak Joe.." sapa penjaga sekolah kepada Jonathan.


"Malam Pak, apa bapak sendiri bertugas malam ini?" tanya Jonathan.


"Tidak Pak, ada satu lagi. Sedang beristirahat di rumah belakang."


"Ya sudah, selamat bertugas."


Kemudian Jonathan masuk kedalam mobilnya, mobilnya meninggalkan pekarangan depan sekolah dengan perlahan-lahan.


***


Setelah menidurkan Elvan, Bianca turun dari ranjang Elvan. Karena diaΒ  mengingatkan dengan surat yang diterimanya tadi.


"Surat tadi belum aku buka." Bianca bergegas menuju pintu penghubung menuju kamarnya bersama Jonathan.


Begitu tiba didalam kamar, Bianca melihat kamar sepi. Tidak ada sosok Jonathan, kamar mandi juga sepi. Tidak ada terdengar suara orang didalamnya.


"Ternyata dia belum pulang? Bian, untuk apa kau pikirkan. Dia pasti masih bersama dengannya, mereka pasti masih bersama untuk melepaskan rasa rindu." gumam Bianca.


Bianca mengambil surat yang diletakkannya di atas nakas, kemudian Bianca kembali menuju kamar Elvan.


Bianca membaca surat tersebut.


"Aku sudah kembali, aku akan mengambil posisi yang kau ambil secara licik.. Pergilah, tinggalkan Joe ku" bunyi tulisan yang ada dalam amplop.


Jemari Bianca memegang gambar Jonathan bersama dengan Chelsea.


Gambar Jonathan yang memeluk Chelsea didepan sekolah, Bianca lihat dengan mata kepala sendiri. Saat dia ingin mendaftarkan Elvan sekolah. Gambar Jonathan berjalan masuk kedalam cafe, dengan tangan Chelsea memegang lengan Jonathan.


"Untuk apa kau kirimkan semua gambar ini, aku tahu. Dalam hati mas Joe tidak ada tempat untuk aku," ucap Bianca dengan suara yang bergetar.


Walaupun dia berusaha untuk tidak bersedih, tapi perasaan cintanya pada Jonathan yang membuat dia tidak mungkin untuk tidak bersedih melihat gambar yang dikirim orang tak dikenal.


Bianca sebenarnya tahu, yang mengirimkan semua gambar kebersamaan Jonathan dan Chelsea adalah Chelsea sendiri.


Tanpa melihat gambar yang lain, Bianca memasukkan amplop yang berisi gambar Jonathan dan Chelsea kebawah bantal. Kemudian Bianca merebahkan diri di samping Elvan.


Bianca mengelus rambut Elvan, seraya berkata kepada sang putra yang belum mengerti dengan kegundahan sang Mama.


"El, jangan benci Mama ya. Jika kita pergi dari sini, tempat kita bukan di sini," ujar Bianca.

__ADS_1


Dalam perasaan yang sedih, Bianca tertidur.


Jonathan tiba di rumah, dia langsung masuk kedalam kamarnya. Dan tidak melihat keberadaan Bianca didalam kamar.


"Dia pasti masih menidurkan Elvan." gumam Jonathan.


Jonathan masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan diri. Tidak lama kemudian Jonathan keluar, dalam keadaan sudah segar. Aroma sabun mandi tercium dari tubuhnya.


Setelah menyisir rambutnya, Jonathan beranjak menuju pintu penghubung. Kemudian membuka pintu penghubung, Jonathan melihat dua orang yang belakangan hari ini selalu dalam pikirannya. Sedang tidur dengan pulas.


Jonathan membetulkan selimut yang Elvan yang sudah turun sampai ke pinggang, kemudian memberikan kecupan di kening Elvan.


Jonathan menyentuh lengan Bianca dengan lembut, dan menggoyangkannya untuk membuat Bianca bangun.


"Bian..! Bian..!" panggil Jonathan dengan suara yang lembut, karena dia takut. Elvan terbangun mendengar suaranya.


Bianca hanya menggeliat dan memeluk guling semakin erat.


"Ternyata, dia masih sulit untuk dibangunkan." gumam Jonathan.


Sejak kecil, Bianca sangat sulit untuk dibangunkan. Jika sudah dalam keadaan tidur. Dan Jonathan mengetahui itu semua, karena Bianca sering menginap dirumahnya. Setelah sang Mama meninggal, dan sang Papa Yudistira sibuk dengan pekerjaannya.


Karena Bianca tidak bisa dibangunkan juga, Jonathan berinisiatif untuk mengangkatnya.


Jonathan terlebih dahulu membuka pintu penghubung, karena tidak sulit untuk mengendong Bianca.


Jonathan mengangkat Bianca, dan membawanya menuju kamar mereka.


"Di sini tempatmu, bukan di ranjang Elvan," ujar Jonathan saat meletakkan tubuh Bianca di atas ranjang.


Setelah meletakkan Bianca, Jonathan kembali menuju pintu penghubung dan menutupnya. Tetapi tidak terlalu rapat, karena Elvan masih sering terbangun di malam hari mencari Bianca.


Jonathan membuka bajunya, dan kini. Hanya boxer minim yang menutupi area bawah tubuhnya.


Jonathan merebahkan tubuhnya, dengan bertumpu pada siku lengannya. Jonathan menatap wajah Bianca yang tertidur.


"Sial..!" umpat Jonathan, saat tiba-tiba dia merasakan sensasi yang menegangkan area bawah tubuhnya bereaksi. Hanya memandangi wajah Bianca di saat tidur.


"Kenapa hanya tubuhmu yang membuat aku bisa bereaksi." gumam Jonathan.


Karena tidak bisa membendung gairahnya, Jonathan nekad memberikan kecupan dan rangsangan saat si empunya badan masih terlelap dalam dunia mimpinya.


...Bersambung...


...***...

__ADS_1


Tidak terasa, kisah cinta buta Bianca pada Jonathan. Sudah akan memasuki episode-episode akhir.


Dan jangan lupa untuk menekan tombol like like like πŸ™πŸ₯°


__ADS_2