Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Permintaan El


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Bianca bangun pagi seperti biasa, saat seperti dia masih tinggal di desa. Begitu juga dengan Elvan.


"Hari ini mau kemana?" tanya Jonathan.


"Hanya mau mengantarkan budhe ke stasiun, hari ini budhe mau balik ke Semarang." beritahu Bianca.


"Budhe hanya tinggal berdua di sana dengan Elang, kenapa tidak dibujuk untuk tinggal di sini saja. Budhe bisa mengajar di sekolah Bina bangsa, bulan depan ada satu guru bahasa Inggris yang resign. Budhe bisa menggantinya," kata Jonathan.


"Sepertinya, budhe berat meninggalkan makam Paman Adiet," sahut Bianca.


"Setahun sekali budhe bisa nyekar ke sana, lagipula. Saudara-saudara Paman Adiet banyak di sana, bilang pada budhe tentang tawaran mengajar di Bina bangsa. Biar budhe bisa pertimbangkan," ucap Jonathan.


"Iya, nanti Bian bilang. Mas, sekolah Elvan bagaimana?" tanya Bianca.


"Masukkan saja ke TK Bina bangsa, nanti mas bilang pada kepala sekolah TK."


"Satu lagi mas, apa ada lowongan kerja di Bina bangsa?"


"Untuk siapa? Kalau untukmu tidak ada! Urus saja Elvan."


"Bukan untuk Bian, tapi untuk mbak Ayu. Di desa juga Mbak ayu tidak ada kerjaan, dia hanya jualan telur," kata Bianca.


"Biar nanti di tanyakan pada Sandy, mungkin bagian administrasi. Kalau tidak di sekolah Bina bangsa, apa dia mau bekerja di restoran. Sebagai kasir ?" tanya Jonathan.


"Apa saja mau mas mbak Ayu, yang penting halal," jawab Bianca.


Pintu kamar penghubung terbuka dengan kedatangan Elvan, dia mendekati Jonathan yang sedang duduk di sofa.


"Papa mau kemana?" tanya Elvan, saat melihat Jonathan sudah rapi dengan memakai baju batik berwarna biru langit.


"Papa mau pergi ke sekolah," jawab Jonathan yang duduk di sofa sedang memakai kaus kaki.


"Papa sekolah? El kapan sekolah, El rindu dengan teman-teman di sekolah," ujar Elvan.


"El mau sekolah? nanti Papa urus surat pindah sekolah ya."


"El mau sekolah dengan Agus," ujar Elvan.


"Agus, siapa Agus?" tanya Jonathan.


"Teman TK El mas." beritahu Bianca.


"El, sekolah di sini nanti. El akan mendapatkan teman yang baru," ucap Jonathan.

__ADS_1


"Apa mereka suka main di lapangan, mengejar layangan. Main di sawah?" Elvan mengingat semua apa yang dilakukannya dengan teman-temannya di desa.


"Main di lapangan bisa, untuk mengejar layangan. Sepertinya sangat sulit untuk dilakukan, karena di sini banyak mobil lalu-lalang. Untuk main di sawah, juga mungkin tidak bisa. Di sini tidak ada sawah, tapi. Kita bisa pulang ke desa untuk melakukan itu semua," ucap Jonathan.


"Janji, kita akan pulang. El rindu dengan Ayah bebek, Papa. Apakah bisa El bawa pindah bebek-bebek El?" Elvan menunjukkan wajah sedih, sehingga Jonathan bingung untuk menjawab apa. Mengenai keinginan Elvan untuk membawa bebeknya ke kota.


Jonathan menatap Bianca, Bianca mengedikan bahunya.


"Bawa pindah ke sini, kasihan bebek-bebeknya. Di sini tidak ada kolam untuk mereka berenang, di desa ada sawah," ujar Jonathan.


"Di belakang ada kolam, mereka bisa berenang di sana," ucap Elvan.


Jonathan dan Bianca tertawa mendengar perkataan Elvan.


"Sayang, kolam belakang itu untuk manusia berenang," ucap Bianca.


"Papa buatkan kolam untuk bebek Elvan ya." wajah memelas Elvan membuat Jonathan sulit untuk berkata tidak.


"Baiklah, nanti Papa akan buatkan kolam untuk bebek Elvan ya. Sekarang, kita turun. Opa dan Oma sudah menunggu kita untuk sarapan," ujar Jonathan.


****


Jonathan sedang sibuk di ruang kerjanya, sudah hampir dua Minggu dia tidak masuk kedalam ruang kerjanya di sekolah Bina bangsa. Karena kesibukannya menghandle pembangunan sekolah di kota T, hari ini karena ada rapat. Dengan terpaksa dia hadir di sekolah Bina Bangsa.


Tok..tok..


"Masuk..!" titah Jonathan.


"Pak, kita kekurangan guru. Ada dua guru yang ingin pensiun," kata Sandy.


"Terus, ada apa?" tanya Jonathan, tanpa melihat kearah Sandy. Jonathan sibuk di depan komputernya.


"Ada orang yang melamar untuk menggantikan mata pelajaran Bu Henny, dan Bu Henny juga merekomendasikan guru ini," kata Sandy.


"Bagaimana menurutmu orang itu?" tanya Jonathan, kali ini dia melihat wajah Sandy saat berkata.


"Orangnya sangat cantik Pak," jawab Sandy.


"Apa kita membutuhkan guru yang cantik ? bukan guru yang bisa mengajar?" tanya Jonathan dengan suara yang datar, karena tidak suka dengan perkataan Sandy. Wakilnya.


"Maaf Pak, guru ini bisa mengajar. Walaupun dia bukan tamatan sekolah guru, tapi dia sangat bisa mengajar," kata Sandy.


"Baiklah, beri dia percobaan tiga bulan. Jika tidak mampu untuk mengajar, ganti. Aku tidak ingin nanti pelajaran anak-anak murid terganggu, karena gurunya tidak bisa mengajar dengan benar," ujar Jonathan.


"Baik Pak Joe."


Kemudian Sandy keluar dari dalam ruang Jonathan, dan kembali menuju ruangannya.

__ADS_1


"Bagaimana? apa dia menerimaku? apa dia mau menemuimu?" seorang wanita langsung menyerbu Sandy dengan pertanyaan yang beruntun.


"Satu..satu kalau bertanya..!" seru Sandy sembari mengambil gelas diatas mejanya dan meneguknya sampai habis.


"Ayolah Sandy, beritahu aku. Apa dia menerimaku?"


"Dia menerimamu, tapi. Kau diberi percobaan tiga bulan, jika kau tidak bisa mengajar. Kau harus get out dari sekolah ini..!"


"Tiga bulan? kenapa sebentar sekali, kenapa tidak setahun," kata Chelsea.


"Kau ini, sudah dikasih hati. Minta jantung, semua guru-guru di sini diberi percobaan. Jangan karena kau teman kepala sekolah, seenak jidatmu..!" Sandy kesal, dengan permintaan Chelsea yang sesuka hatinya.


"Sudah! kau sudah senang? tapi ingat, dengan janjimu. Kau akan mengangkat aku menjadi kepala sekolah Bina bangsa," ucap Sandy dengan janji Chelsea, yang akan memberi jabatan kepala sekolah kepada Sandy.


"Tenang saja, jabatan kepala sekolah Bina Bangsa sudah didalam genggaman mu," ujar Chelsea.


"Terima kasih, kau teman terbaikku," ucap Sandy dengan gembira.


"Teman terbaik, kau mengatakan itu karena aku membantumu. Kalau aku tidak membantumu, kau sudah memaki diriku sepanjang hari..!" sindir Sandy.


***


"El, apa sudah siap. Kita akan mengantarkan eyang Tiara ke stasiun. Terus kita mau kesekolah, untuk mendaftarkan El sekolah," ujar Bianca.


"Sudah Maa," sahut Elvan.


"Ayo." Bianca meraih jemari tangan Elvan dan menggandengnya untuk turun kelantai bawah.


"El jadi daftar sekolah Bian?" tanya Mama Maya.


"Jadi Maa," sahut Bianca.


"Mbak Maya, terima kasih sudah mau menerima Bianca sebagai menantu di rumah ini," ujar budhe Tiara saat berpamitan saat ingin pulang.


"Saya yakin seharusnya berterima kasih, Bianca mau menikah dengan Joe yang tidak romantis itu," ujar Maya sembari tertawa.


"Tolong jaga kan Bianca Mbak, dia belum mengerti tentang hidup berumah tangga," ujar budhe Tiara.


"Jangan khawatir Dek Tiara, mbak akan menjaga Bianca. Seperti menjaga kaca, biar tidak pecah," ujar Maya yang terus bergurau.


Akhirnya...


Setelah mengantarkan budhe Tiara ke stasiun, Bianca meminta sopir untuk menuju sekolah Bina bangsa.


"Pak, kita ke sekolah Bina Bangsa." titah Bianca.


"Baik Non," sahut sang sopir.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


BANTU SUNDUL LIKE YA 🙏🙏**


__ADS_2