Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Hilang


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Coba cari kedalam kamar, mungkin masuk kedalam kamar," ujar Bik Minah.


"Gawat! jika Elvan masuk kedalam kamar, Den Joe tadi bilang jangan di ganggu 3 jam. Ahhhrghhh...!" teriak Salma sembari lari menuju kamar Jonathan.


Begitu tiba di depan kamar Jonathan, Salma ragu untuk mengetuk.


"Ahhh! aku takut, bagaimana jika El tidak didalam kamar. Oh..! aku lihat kamar El dulu, mungkin dia didalam kamarnya." Salma membatalkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar Jonathan, kini dia berjalan setengah berlari menuju kamar Elvan.


Ceklek...


Salma masuk kedalam kamar Elvan, dan kamar Elvan sepi. Tidak ada penghuninya.


"Tidak ada! kemana Elvan? apa dikamar Den Joe," ujar Salma.


Salma melihat pintu penghubung antara kamar El dan Jonathan terbuka sedikit, dan terdengar suara dessahan dan erangan yang saling bersautan.


"Ya Allah, telinga hamba mu ini sudah tercemar." gumam Salma sembari kabur meninggalkan kamar Elvan.


"Kalau mereka masih membuat adik untuk Elvan, tidak mungkin Elvan berada didalam kamar. Apa El mau jadi wasit, siapa yang kalah duluan." gumam Salma sambil tertawa kecil


"Bagaimana Salma, apa El di dalam?" tanya Bik Minah yang datang dengan tergopoh-gopoh.


"Tidak ada Bik, Den Joe dan Non Bianca masih asik bermain kuda-kudaan didalam kamar." bisik Salma pada Bik Minah.


"Tadi Pak Kusno bilang, dia melihat El berdiri didepan pagar. Pak Kusno suruh masuk, lalu El masuk. Pak Kusno lalu pergi." cerita Bik Minah.


"Aduh..! bagaimana ini? apa semua sudah ikut bantu untuk mencari?" tanya Salma pada Bik Minah.


"Sudah, tukang juga sudah Bibik suruh cari sampai keluar," ucap Bik Minah.


"Salma, bilang sama Den Joe." titah Bik Minah.


"Tapi, mereka.." Salma takut untuk mengetuk pintu kamar Jonathan.


"Tidak ada tapi-tapian, kita harus cepat mencari keberadaan Elvan," ujar Bik Minah.


Karena Salma takut, Bik Minah yang mengetuk pintu kamar Jonathan.


Tok..tok..


"Den Joe .!" panggil Bik Minah.


"Non Bianca..!" panggil Salma.


Tok..tok..


"Den...!" Bik Minah mengencangkan suaranya.

__ADS_1


Dalam kamar, Jonathan yang masih berada di atas tubuh Bianca. Seketika menghentikan hentakannya.


"Sial..! sudah bilang jangan ganggu," ujar Jonathan kesal.


"Mas! cukup, Bian letih," ujar Bianca, karena untuk ketiga kalinya. Jonathan menggarap tubuhnya, dan Jonathan hanya memberinya waktu istirahat 5 menit.


"Berani pergi diam-diam lagi?" tanya Jonathan.


Bianca menggelengkan kepalanya dengan lemah, karena tenaganya sudah habis terkuras. Walaupun dia hanya berada dibawah Kungkungan tubuh Jonathan, tetapi tenaga Bianca cukup terkuras.


"Den, Non..!" panggilan disertai suara ketukan terus berulang dipintu kamar.


"Mas, Bik Minah itu. Mungkin penting," ujar Bianca.


"Ada hal penting apa? sehingga menganggu kesenangan kita," ujar Jonathan.


Jonathan mencabut tongkatnya yang masih asyik bersarang, dan kemudian mengambil celananya dan memakainya. Tanpa mengenakan baju, Jonathan melangkah menuju pintu.


Jonathan menuju ke pintu, Bianca dengan cepat melangkah menuju kamar mandi.


Ceklek..


"Ada apa? kenapa kalian menganggu?" tanya Jonathan seraya menatap wajah kedua asisten rumah tangga yang berdiri didepannya dengan menundukkan kepalanya.


"Maaf Den, kami mau mengatakan. Den El tidak ada di rumah, kami sudah berkeliling mencari disekitar rumah. Dan dalam rumah juga, dan Den El tidak diketemukan juga," ujar Bik Minah dengan takut-takut.


"Sial..! apa yang kalian lakukan, kenapa kalian tidak menjaganya..!" seru Jonathan dengan suara yang keras, melihat kearah dua asisten rumah tangganya.


"Maaf Den, saya tadi masuk sebentar. Ingin mengambil topi untuk Den El, begitu saya kembali. Saya tidak melihat keberadaan Den El, tadi saya tinggalkan. Den El sedang melihat truck pasir." cerita Salma.


"Sialan..! berani sekali dia menculik anakku..!" seru Jonathan, setelah melihat dalam cctv. Ada seorang pria yang membawa anjing kecil melintas didepan Elvan yang sedang melihat truck.


Terlihat dalam cctv, Elvan menghampiri pria yang membawa anjing. Dan terlihat datang mobil menghampiri pria tersebut.


Pria yang membawa anjing celingukan, dan merasa aman. Pria tersebut langsung membekap mulut Elvan, dan membawa El masuk kedalam mobil.


Jonathan mengambil ponselnya dan menghubungi Kamal.


..."Mal, El di culik," ujar Jonathan pada Kamal....


..."Apa! siapa?" tanya Kamal kaget....


..."Aku curiga Sandy," sahut Jonathan....


..."Kami akan ketempat mu," ujar Kamal....


Jonathan kesal, dan menendang meja, sehingga kaca meja pecah tak berbentuk lagi.


Bik Minah dan Salma yang masih berada didepan pintu kaget, melihat kemarahan Jonathan. Karena mereka selama bekerja di rumah keluarga Dwipangga, mereka tidak pernah melihat Jonathan yang emosional seperti sekarang ini.


"Awas kau Sandy, jika kau sampai berani membuat tubuh putraku tergores sedikit saja. Aku juga akan melakukan apa yang kau lakukan pada putraku..!" seru Jonathan dengan suara yang keras.

__ADS_1


Deg...


Bianca yang baru keluar dari dalam walk in closet, dan mendengar Jonathan mengatakan mengenai Elvan. Langsung berlari mendekati Jonathan dan menatap wajah Jonathan.


"Apa yang mas katakan tadi? ada apa dengan El?" tanya Bianca masih dalam keadaan tenang dan tanpa emosi, karena dia mengharapkan. Apa yang didengarnya itu bukan hal yang buruk menimpa putranya.


"Bian." Jonathan memegang kedua bahu Bianca.


Bianca mulai kelihatan panik, saat melihat. Jonathan berat untuk menjawab pertanyaannya.


"Mas...!" seru Bianca.


Suara Bianca sudah terdengar emosional, saat Jonathan. Tidak juga menjawab apa yang ditanyakan olehnya.


"Tenang dulu, El kita di culik," ujar Jonathan.


Dug...


"Elvan..!" Bianca terhuyung, dengan sigap Jonathan menangkap Bianca yang jatuh pingsan.


"Bian..!" seru Jonathan.


Bik Minah dan Salma yang melihat, langsung masuk.


Jonathan mengangkat Bianca dan merebahkannya keatas tempat tidur.


"Bian.." Jonathan menepuk-nepuk pipi Bianca, agar Bianca tersadar.


"Den, usapkan ini," ujar Bik Minah dan memberikan minyak gosok pada Jonathan.


Jonathan mengambil minyak tersebut dan mencium kan ke hidung Bianca.


Bianca seketika menggeliat, matanya terbuka. Dan langsung duduk sembari memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Bian, jangan duduk dulu. Baring saja dulu." titah Jonathan pada Bianca.


"Mas, apa tadi itu mimpi? El tidak hilang kan?" tanya Bianca, yang mengharapkan apa yang didengarnya tadi itu hanyalah sebuah mimpi di siang bolong.


"Maaf, itu bukan mimpi. El hilang," sahut Jonathan.


Tangis Bianca pecah, raungan terdengar dari dalam mulutnya. Dan tangannya memukul dada Jonathan.


"Ini semua karena mas! mas yang membuat Elvan hilang...!" seru Bianca menuduh Jonathan yang ikut andil hilangnya Elvan.


"Sayang.." Jonathan memeluk Bianca yang menangis dengan meraung-raung.


Bik Minah dan Salma keluar dari dalam kamar Jonathan.


*


*

__ADS_1


*


...BERSAMBUNG...


__ADS_2