Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Masih marah


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Jonathan memarkirkan mobilnya, dan bergegas turun dan kemudian masuk kedalam rumah.


"Mana mama?" tanya Jonathan pada Salma.


"Dalam ruang keluarga Den Joe," sahut Salma.


Jonathan menuju ruang keluarga, dan melihat mama dan papanya duduk di sofa.


Jonathan mendekati sofa, matanya melihat pemandangan yang aneh. Tisu berserakan di lantai, dan di atas pangkuan sang Mama ada sekotak tisu yang belum terbuka. Dan satu kota sudah terbuka di pegang sang papa.


Melihat Jonathan datang dengan raut wajah yang biasa-biasa saja, seketika emosi Maya meluap.


Dan..


Tiba-tiba kotak tisu yang berada di atas pangkuan mama Jonathan melayang, menerpa tubuh Jonathan tanpa sempat Jonathan mengelakkan diri.


"Mama..! ada apa? kenapa Mama marah pada Joe?" tanya Jonathan dengan perasaan bingung, karena tidak tahu apa salahnya. Sehingga mendapatkan hadiah kotak tisu melayang ke wajahnya.


"Kau..kau...anak yang telah menyakiti hati Mama ini..! Mama kecewa denganmu, jika bisa. Mama akan memasukkan mu kedalam perut Mama lagi, jika tahu kau akan melakukan perbuatan yang sangat-sangat menyakiti hati ini..!" seru Maya seraya memukul dadanya.


"Paa, ada apa?" tanya Jonathan pada Papanya seraya berjalan mendekati Papanya.


"Papa ingin tanya, apa benar kau sudah memiliki anak?" tanya Papanya, sembari menatap wajah Jonathan dengan teliti. Dia ingin melihat, apakah ada kebenaran atau kebohongan dalam raut wajah putranya tersebut.


Deg...


Jantung Jonathan berdetak dengan kencang, dia tidak mengira kedua orang tuanya telah mengetahui perihal keberadaan Elvan.


"Dari mana Papa tahu?" tanya Jonathan.


"Betulkan Paa..! apa yang Mama katakan!" seru Maya, dan kembali menangis.


"Ternyata, kau tidak ingin menikah. Karena kau sudah menikah dengan Chelsea..! Mama kecewa denganmu Jonathan..! Mama sangat kecewa, di mana kau menyimpan wanita itu? di kota T, Mama tidak akan pernah mengakuinya sebagai menantu Mama. Jangan harap..!" ucap kesal Maya.


Jonathan semakin bingung melihat sang Mama menangis dan menyebut nama Chelsea, gadis yang sangat di cintainya sampai saat ini.


"Maa, Joe tanya dari mana Papa tahu. Bukan Joe mengakui apa yang dikatakan oleh Papa," kata Jonathan.


"Maa, Joe tidak pernah menikah dengan siapapun juga. Dengan Chelsea atau pun dengan gadis lain, Joe tidak akan pernah menikah tanpa minta izin dari Mama dan Papa." sambung Jonathan.


Maya menghentikan tangisnya, matanya menatap wajah Jonathan. Mencari kebenaran, dengan apa yang baru dikatakan oleh putranya tersebut.

__ADS_1


Jonathan beranjak mendekati Mamanya, dan jongkok didepannya. Tangan Jonathan menggenggam jemari sang Mama.


"Kalau kau tidak pernah menikah, anak siapa yang bersamamu di kebun binatang itu ?" tanya Papanya.


"Mamamu ribut, karena melihat kau bersama dengan anak kecil di kebun binatang di kota T." sambung Papanya.


"Apa mereka melihat aku bersama dengan Elvan? siapa yang mengirimkan gambar ku bersama dengan Elvan..?" batin Jonathan.


"Anak siapa?" tanya Jonathan, pura-pura tidak tahu dengan apa yang dikatakan oleh Mama dan Papanya.


"Ini." Maya menunjukkan video yang berada dalam ponselnya pada Jonathan.


Jonathan melihat video kebersamaannya dengan Elvan di kebun binatang.


"Anak siapa itu? anak kecil itu sangat mirip dengan gambar mu saat kecil." Papa menunjukkan gambar Jonathan dalam album.


"Kenapa diam? benarkan, itu anakmu dengan Chelsea?" suara Mama Joe datar, wajah Maya juga dingin.


"Anak ini, Joe ketemu di kebun binatang pertama sekali. Joe tidak kenal, sungguh. Joe tidak berbohong, anak ini datang bersama dengan rombongan sekolahnya." cerita Jonathan.


"Joe juga curiga, anak ini anak Joe," ucap Jonathan.


"Nah.. kan..!" air mata dan tangis Maya kembali.


"Maa." Budi Dwipangga merengkuh sang istri kedalam pelukannya.


"Kau sudah sangat mengecewakan kami Joe," ujar Maya seraya menyandarkan kepalanya di dada suaminya, air matanya tidak berhenti mengalir.


"Di mana kau menyimpan wanita yang bernama Chelsea itu? wanita apa itu, mau saja jadi simpanan seorang pria," ucap sang Mama dengan geram.


"Maa, please. Jangan benci Chelsea, dia tidak seperti yang Mama katakan. Dia wanita karier, dia bukan wanita pemburu harta. Maa,"' kata Jonathan.


"Dan lagi, anak ini tidak ada hubungannya dengan Chelsea Maa, anak ini ada hubungannya dengan Bianca," ucap Jonathan.


"Bianca..!" Maya melepaskan pelukan suaminya, saat Jonathan menyebut nama Bianca.


"Kenapa ada hubungannya dengan Bianca?" tanya Papa Jonathan.


"Apa hubungan Bianca dengan anak kecil dalam video itu?" tanya Maya seperti hakim, dengan mata melotot menatap Jonathan Sedangkan Jonathan seperti terdakwa yang menunggu hukuman.


Elvan menceritakan semua apa yang terjadi di pemakaman, dan anak yang bersama dengan Jonathan di kebun binatang. Ikut bersama dengan Bianca.


"Kau melakukan hubungan itu dengan Bianca? setelah itu kau tidak mau bertanggung jawab?" semprot Mama Jonathan.


"Maaf Maa," ujar Jonathan, yang mengakui. Bahwa dirinya khilaf, sehingga melakukan hubungan yang belum pantas dilakukan yang bukan pasangan suami istri.

__ADS_1


Jonathan tidak mengatakan, bahwa Bianca yang menjebaknya. Dia ingin melindungi Bianca, agar tidak di pandang rendah oleh Mama dan Papanya.


"Kenapa kau lakukan itu Joe, kau katakan. Kau tidak menyukainya, tapi. Kau melakukan hubungan terlarang dengan Bianca, sampai dia hamil Joe. Dia baru 18 tahun saat itu Joe."


"18 tahun, tapi sudah bisa memikirkan untuk menjebakku." batin Jonathan.


"Bianca malang, di mana kau saat ini? dia sebatang kara Joe, kau sudah merusaknya dan tidak mau bertanggung jawab." Maya sangat sedih, membayangkan Bianca sendiri dimuka bumi ini.


"Kau harus mencarinya sampai ketemu, kau harus menikahinya Joe," ucap Papa Jonathan.


"Kau menolaknya, tapi kau merusaknya. Di mana hati nurani mu joe, dia baru kehilangan Papanya. Kau sudah melakukan perbuatan tercela Joe, bagaimana jika hal yang terjadi pada Bianca dialami oleh saudara perempuanmu? kau pasti marah kan ?" ucap Mama Jonathan dengan menggebu-gebu, sesekali tangannya mengusap pipinya yang bersimbah air bening yang tidak berhenti mengalir.


"Kau harus mencarinya, kita tidak membutuhkan tes DNA. Karena begitu melihatnya, Mama sudah tahu. Dia putramu joe," sambung Maya kembali.


"Mungkin juga tidak Maa," ucap Jonathan.


Ucapan Jonathan, membuat Maya semakin kesal pada sang putra.


Maya berdiri, dan menghampiri Jonathan yang duduk didepan tempat Maya duduk.


Dan...


Tangan Maya menarik telinga sang putra, yang sedang melihat video di ponsel sang Mama. Jonathan kaget, karena tidak mengira. Sang Mama menarik telinganya di umurnya sudah mendekati kepala tiga.


"Maa...!" teriak Jonathan kaget dan kesakitan bercampur menjadi satu.


"Dasar anak kurang ajar! sia-sia Mama membesarkan mu dengan penuh kasih sayang, menyekolahkan mu ditempat yang terbaik di luar negeri. Kalau tahu begini kelakuanmu, sudah Mama..." Maya menghentikan omelannya, karena kehabisan kata-kata. Apa yang ingin dikatakannya lagi pada sang putra yang telah menorehkan luka di hatinya.


Apalagi, saat mendapatkan pengakuan sang putra yang telah merusak gadis kesayangannya. Bianca.


"Sudah Maa." Budi Dwipangga, menghentikan sang istri yang masih dalam mode kesal pada sang anak.


Maya melepaskan tangannya dari telinga Jonathan, dan kembali duduk.


"Sakit Maa," ujar Jonathan sambil memegang telinganya yang merah.


"Puas..!" Maya menepuk dadanya lembut.


Budi Dwipangga hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat kemarahan sang istri yang meledak. Selama ini, Maya tidak pernah marah dan memukul putra dan putrinya. Kali ini, kesabaran Maya teruji.


"Apa kau tahu, di mana dia tinggal sekarang?" tanya papa Jonathan.


"Pasti di desa sekitar kota T, karena sekolah tempat Elvan bersekolah berada disekitar kota T ," kata Jonathan.


🍂🍂🍂

__ADS_1


Bersambung 👉👉👉


__ADS_2