Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Nikah terpaksa


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Aaahhh...!" teriak Kamal kesal, karena permintaan Jonathan yang kesannya sangat mendadak.


"Di mana kita mencari penghulu? Apa Mbak Ayu tahu?" tanya Zulham.


"Tenang Pak, di sini penghulu itu standby 24 jam," kata Ayu.


"Kampung ini banyak janda Pak, banyak laki-laki datang dan langsung menikah hari itu juga. Kalau sudah cocok, seperti Pak Joe," ujar Ayu sembari tertawa ngekeh.


"Ini sudah sore, bukannya KUA sudah tutup?" tanya Kamal seraya melajukan mobilnya kembali.


"Kita kerumahnya saja Pak, di depan terus saja. Lalu belok kiri. Itu rumah penghulunya, dan kepala KUA desa ini," kata Ayu.


"Pak Zul, apa kau tidak ingin mencari janda di sini? nikah bersamaan dengan Jonathan?" pertanyaan iseng keluar dari mulut Kamal.


"Maaf Pak Kamal, saya sudah punya satu di rumah. Dan tidak akan saya jadikan janda orang yang menunggu saya dirumah,, untuk menikahi janda," jawab Zulham dengan sedikit tawa disudut bibirnya.


"Waduh, salah tanya aku Pak. Seharusnya pertanyaan itu aku ajukan untuk diri sendiri," kata Kamal.


"Pak Kamal belum menikah?" tanya Zulham, sedangkan Ayu hanya sebagai pendengar saja. Sesekali mengajak Elvan untuk berbicara, untuk mengalihkannya mendengar perkataan dua pria dewasa yang belum pantas untuk didengar Elvan.


"Alhamdulillah, belum Pak," sahut Kamal dengan tertawa.


"Koq Alhamdulillah Pak?" tanya Zulham seraya melirik teman Boss nya tersebut.


"Ya Alhamdulillah Pak, kalau sudah menikah tidak bisa saya cuci mata ke desa ini. Mungkin saja saya akan menemukan belahan jiwa saya di sini," jawab Kamal.


"Stop Pak, itu rumah penghulunya." Ayu menunjuk rumah bercat hijau, tepat di samping mobil berhenti.


Ayu turun duluan, diikuti oleh Elvan dan Zulham. Sedangkan Kamal membawa mobilnya untuk masuk kesamping lahan rumah penghulu, karena jalan desa yang tidak bisa parkir di tepi jalan.


"Assalamu'alaikum.." ucap Ayu.


"Waalaikumsalam.." sahutan dari dalam rumah, dengan keluarnya seorang wanita paruh baya.


"Hei..Nak Ayu, ada apa ?"


"Bapak ada buk?" tanya Ayu.


"Bapak pergi Yu, ke rumah Zulkifli. Hari ini dia nikahkan adiknya si Annisa."


"Annisa nikah lagi?" kaget Ayu, karena baru 6 bulan yang lalu perceraian Anissa penuh dengan drama. Dengan rebutan harta dan anak.


"Yah.. bagaimana lagi Yu, jodohnya sudah didekatkan oleh Allah lagi. Tidak mungkin mengelak," kata istri penghulu.


"Ini, ada perlu apa dengan bapak?" tanya istri penghulu sembari menatap dua pria yang datang bersama dengannya.


"Ada perlu Bu," Kamal yang menjawab.


"Ayu mau nikah juga?" tanya Bu Ismi, istri penghulu.


"Tidak Bu..!" cepat-cepat Ayu menjawab.


"Mau nikah juga tidak apa-apa Yu, mana calonnya. Diantara dua pemuda tampan ini?" goda Bu Ismi.


"Bukan Bu, bukan saya. Bianca yang mau menikah Bu," ujar Ayu.

__ADS_1


"Bianca! aduh.. telat kami meminangnya, saya mau jodohkan dia dengan Pak Lurah tadi," ucap Bu Ismi.


"Pak Lurah cari jodoh Buk ?" tanya Ayu.


"Tidak, hanya kami yang ingin menjodohkan dia dengan Nak Bianca."


"Janur kuning belum melengkung Bu, bisa ditikung," ujar Ayu.


"Awas kau Yu, aku laporin Joe ." bisik Kamal yang berdiri dibelakang Ayu.


"Pak, hanya gurau," sahut Ayu.


"Begini saja Yu, selesai dari rumah Zulkifli. Nanti ibu suruh kerumahnya Bianca," ucap Bu Ismi.


"Ok Bu," sahut Ayu.


***


Dalam perjalanan menuju butiq, Budi Dwipangga hanya diam. Sesekali keningnya berkerut, seperti ada yang dipikirkannya.


"Paa, ada apa? kenapa Papa diam saja," kata Maya pada sang suami.


Budi Dwipangga menoleh kearah sang istri, dan menarik napas.


"Ada apa Paa, diamnya Papa ini membuat Mama takut saja," kata Maya.


"Maa, Joe akan menikahi Bianca secara siri," kata Budi Dwipangga.


"Apa..! nikah siri..?"


"Iya, kalau nikah resmi. Tidak mungkin bisa dilakukan besok, Joe harus mengurus surat-surat juga dari sini," kata Budi Dwipangga.


"Kita minta mereka menikah di sini, ini pasti keinginan Jonathan. Anak itu semaunya saja, jangan dikiranya karena Bianca sendiri. Ada aku yang akan melindunginya..!" seru Maya kesal.


"Tenang Maa," kata Budi Dwipangga pada istrinya.


"Bagaimana bisa tenang Paa, Mama tidak akan menerima jika Jonathan mau menikahi Bianca dengan nikah siri."


"Sekarang juga, kita ke tempat Bianca..!"


"Pak Yusuf, kita batal ke butiq." titah Maya pada sang sopir.


"Kita kemana Nyah?"


"Kemana Paa." Maya melihat pada sang suami, agar mengatakan alamat desa Bianca.


Budi Dwipangga memberikan nama desa tempat tinggal Bianca.


"Tahu Pak, dengan desa itu?" tanya Maya.


"Tahu Nyah, desa itu berdekatan dengan desa istri saya. Saya tahu jalan pintas menuju desa itu." kata Pak Yusuf.


***


"Apa..! menikah? aku tidak tahu." Bianca kaget, saat Ayu memeluknya. Begitu turun dari mobil.


"Hah..! kau tidak tahu akan menikah? apa ayahnya Elvan tidak melamarmu?"


"Tidak ada, dia hanya mengatakan aku harus mengabdi padanya seumur hidup," ujar Bianca.

__ADS_1


"Mengabdi seumur hidup? kau itu mau dijadikannya istri atau pembantu?" ujar Ayu.


"Mbak, apa aku lari saja ya?" tanya Ayu.


"Kau mau lari kemana?" tanya Ayu.


Bianca menggelengkan kepalanya, dia juga tidak tahu ingin melarikan diri kemana.


"Bian, terima saja pernikahan ini. Mungkin, dengan berjalannya waktu. Pintu maaf terbuka untukmu," kata Ayu.


"Aku harus menanyakan padanya, seenaknya saja dia memutuskan tentang hidupku," ujar Bianca.


"Bian, kau mau kemana?" Ayu menarik tangan Bianca.


"Menemui pria itu, aku harus bertanya. Kenapa dia memutuskan sesuatu tanpa meminta pendapatku."


Bianca melepaskan pegangan tangan Ayu, mencari Jonathan. Bianca melihat Jonathan sedang berbicara ditelepon dengan serius.


"Aku ingin bicara," ujar Bianca.


"Nanti kita lanjutkan lagi," ucap Jonathan pada lawan bicaranya disambungan telepon.


"Ada apa?"


"Kenapa kau memutuskan sendiri mengenai hidupku? ini hidupku Bapak Jonathan Dwipangga..!" seru Bianca kesal.


"Ada apa denganmu? kenapa kau datang-datang langsung marah? seperti orang tidak waras."


"Mbak Ayu mengatakan, bahwa kita akan menikah. Kenapa aku tidak tahu?"


"Untuk apa kau tahu, kau sudah menyanggupi untuk membayar hutangmu seumur hidup padaku kan," kata Jonathan.


"Kau akan mengabdi padaku sebagai istriku, aku sudah cukup baik bukan mengambilmu untuk sebagai pembantu dirumahku. Walaupun itu yang aku inginkan. Aku mengambilmu untuk menjadi istriku, itu hanya agar Elvan mempunyai keluarga yang utuh. Jika tidak ada Elvan tadi, untuk menjadi pembantuku saja kau tidak layak."


Bianca berlari meninggalkan Jonathan, tidak ada lagi yang ingin dikatakannya. Apapun yang dikatakannya, akan membuat Jonathan akan semakin membencinya.


"Mama..!" suara Elvan memanggilnya, menghentikan Bianca lari menuju kamarnya. Bianca mengusap air matanya terlebih dahulu, baru berbalik menghadap kearah Elvan.


"Ada apa El?" tanya Bianca.


"Apa Om akan tinggal di sini bersama kita?" tanya Elvan.


"Hanya malam ini, besok Om akan pulang. Kenapa?" tanya Bianca.


"El senang, rumah jadi ramai. Biasanya kita hanya berdua," ucap Elvan.


"El suka dengan Om itu?" tanya Bianca.


"Suka," sahut Elvan.


Bianca memeluk Elvan.


"Maafkan mama El, perbuatan mama dulu telah banyak membuat orang terluka. Papamu dan juga Chelsea." batin Bianca.


Dibalik pintu, Jonathan melihat dan mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh Bianca dan Elvan.


"Kenapa aku ingin sekali memarahinya." gumam Jonathan.


Bersambung 👉👉👉

__ADS_1


__ADS_2