Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Ada suka dan tidak suka


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


***


Pak Samsuddin, kepala KUA datang. Setelah dikatakan istrinya mengenai kedatangan Ayu dan teman-temannya kerumah, saat ia tidak berada di rumah.


"Tadi saya tidak ada ketika Mbak Ayu dan bapak datang, istri saya sudah sedikit cerita," ucap Pak Samsuddin.


"Begini Pak.." Jonathan yang menceritakan kepada Pak Samsuddin, tentang keperluannya pada Pak Samsuddin.


"Apa ada dibawa surat-surat untuk melakukan pernikahan di sini Pak, surat rujukan dari tempat tinggal bapak ?" tanya Pak Samsuddin.


"Seperti, surat dari kelurahan tempat bapak tinggal. Bahwa bapak akan melakukan pernikahan di desa sini," sambung Pak Samsuddin lagi.


"Tidak ada Pak, karena saya mendadak ke sini. Apa tidak bisa surat-suratnya belakangan saja Pak," kata Kamal.


"Tidak bisa mas, itu sudah peraturan. Kalau surat belakangan, enak-enak juga belakangan juga Pak," ucap Pak Samsuddin dengan bergurau.


Semua yang mendengar perkataan Pak Samsuddin tertawa, hanya Bianca dan Jonathan mesem.


"Yes...! aku batal nikah, terima kasih ya Allah." batin Bianca sangat gembira, karena pernikahan tidak bisa dilakukan.


Senyum lebar menghiasi bibir Bianca, dan Jonathan melihatnya.


"Kami akan nikah siri saja Pak," ucap Jonathan.


"Apa! siri..!" Bianca kaget, begitu mendengar Jonathan akan menikahinya secara siri.


"Tenang Bian," ucap Ayu.


"Pak, kenapa tidak diundur saja. Bapak urus syarat pernikahannya," ucap Ayu dengan memberanikan diri memberikan usul.


"Tidak bisa, besok kami tetap akan menikah secara siri. Nikah secara siri di akui Agama," kata Jonathan.


"Dasar egois, karena takut diketahui orang. Dia mau menikahi aku secara siri." batin Bianca kesal.


"Baiklah Pak, kalau itu yang bapak kehendaki. Besok jam 8 pagi, saya akan datang untuk menikahkan bapak dan mbak Bianca," kata Pak Samsuddin.


Bianca tidak bersemangat, beda dengan Jonathan. Senyum semirk menghiasi bibirnya.


"Welcome to the jungle Bianca Almira." batin Jonathan yang senang.


Jonathan senyum senang dalam hati, Bianca kesal.


****


Satu mobil berhenti didepan rumah Bianca, dua pria turun dengan perasaan yang kesal. Keduanya dengan langkah lebar mendekati Jonathan dan Kamal yang duduk didepan teras rumah Bianca.


"Bro, kau itu sudah tidak waras. Menyuruh kami datang kesini, apa kau betul-betul akan menikah dengan Bianca besok?" tanya Amar.


"Diam, jangan ribut. Lihat, putraku jadi terganggu tidurnya," kata Jonathan, karena saat ini Elvan sedang tidur di atas paha Jonathan. Menggeliat merasa terganggu.


"Putramu," ujar Amar.

__ADS_1


"Anakmu, Elvan. Serius?" tanya Antonio, yang sudah mengenal Elvan. Tapi tidak tahu sebagai putra Jonathan, walaupun dia sudah menaruh curiga dengan keberadaan Elvan. Saat Antonio mendengar Elvan memanggil Bianca Mama.


Amar berdiri didepan Jonathan, kedua tangannya bersedekap didada.


"Joe, kau hutang penjelasan pada kami. Hei...bukannya ini anak yang kita temui di kebun binatang?" kata Amar setelah melihat dengan jelas raut wajah Elvan.


Tidak begitu berbeda dengan Amar, Antonio berdiri dengan kedua tangan masuk kedalam saku celananya. Menunggu penjelasan dari mulut temannya tersebut.


"Duduklah, kalian berdua seperti sedang menagih hutang saja datang-datang," kata Kamal.


"Duduk, minum ini. Udara sangat dingin, minum wedang jahe sangat pas untuk menghangatkan tubuh," kata Jonathan.


Amar menarik kursi untuk dia duduk, begitu juga dengan Antonio.


Kemudian...


Jonathan menceritakan tentang keberadaan Elvan, tapi Jonathan tidak mengatakan mengenai perbuatan Bianca yang memberinya obat. Hingga mereka melakukan hubungan suami istri.


"Kau sungguh fantastis, Bro. Sekali tanam, langsung menghasilkan putra yang begitu tampan," kata Antonio.


"Karena aku sangat tampan," sahut Jonathan.


"Karena ini, kau ingin menikahi Bianca secepatnya. Kau akan menikahinya secara siri Joe?" tanya Antonio.


"Aku.." ucapan Jonathan terjeda, saat Bianca keluar mencari Elvan.


Bianca keluar, dan kaget melihat keberadaan Amar dan Antonio.


"Mas Amar, Mas Anto. Kapan sampai, Bian tidak dengar suara mobil," ujar Bianca.


"Baru saja, mobil di parkir dirumah tetangga," sahut Antonio.


"Bawa Elvan, dia sudah tidur," ucap Jonathan.


Bianca membawa Elvan masuk kedalam rumah, didepan pintu. Bianca berhenti. Dan membalikkan badannya.


"Mas berdua sudah makan? kalau belum, biar Bian masakan ?" tanya Bianca pada Amar dan Antonio.


"Sudah, mereka sudah makan. Cepat bawa Elvan masuk saja, di sini sangat dingin." titah Jonathan.


Bianca masuk kedalam rumah, setelah mendapatkan tatapan mata tidak suka dari Jonathan.


"Joe, aku ingin menyapa Bianca. Kenapa kau halangi..!" seru Amar.


"Siapa yang menghalangi, aku hanya memberikan Elvan kepadanya. Apa kau tidak lihat, putraku sudah tidur," ujar Jonathan.


""Bilang tidak cinta, begitu datang Amar. Langsung seperti herder saja menjaga Bianca." batin Kamal.


***


Tepat jam 11 malam, Budi Dwipangga dan Maya tiba di desa.


Mobil yang dikemudikan oleh Pak Yusuf berhenti di persimpangan jalan.


Maya sudah tertidur sedari tadi, setelah mengomel sepanjang perjalanan.

__ADS_1


Kita kearah mana ini Tuan?" tanya Pak Yusuf, pada Budi Dwipangga.


"Pak, coba tanyakan pada orang. Di mana rumah Bianca." Ujar Budi Dwipangga.


"Kita sudah sampai?" tanya Maya, saat merasa mobil tidak bergerak.


"Belum Maa, ini bingung. Jalan yang mana," ujar Budi Dwipangga.


"Kearah sana Paa." Maya menunjuk arah kiri mobil.


"Kenapa kesana?" tanya Budi Dwipangga.


"Kalau arah sana, lampu penerangan tidak terlihat banyak. Tandanya, rumah penduduk pasti tidak banyak. Lihat kiri kita, lampu rumah penduduk terlihat banyak," kata Maya.


"Pak Yusuf, ikut kata Nyonya saja. Kalau salah jalan, kita tidak akan kena marah," ujar Budi Dwipangga pada sang sopir.


Mobil kembali berjalan menuju jalan yang dikatakan oleh Maya, tidak lama kemudian terlihat poskamling.


"Apa kata Mama," ujar Maya bangga dengan feeling nya.


"Pak Yusuf, berhenti diposkamling itu." titah Maya.


"Mama yang turun atau Papa?" tanya Budi Dwipangga pada sang istri.


"Papa yang turun, lihat semua laki-laki. Walaupun Mama sudah tua, Mama masih cantik Paa," ucap Maya pada sang suami.


"Biar saya saja yang turun Tuan," ujar Pak Yusuf.


Pak Yusuf membuka pintu mobil, kemudian turun menghampiri orang yang sedang duduk di poskamling.


"Selamat malam bapak-bapak, permisi saya ingin bertanya," ucap Pak Yusuf dengan sopan dan menundukkan sedikit kepalanya.


"Ya Paa, apa yang ingin bapak tanyakan?' tanya orang yang lebih muda kepada pak Yusuf.


"Numpang tanya Pak, kami ingin tahu rumah Bianca Pak?" tanya Pak Yusuf.


"Bianca, yang punya putra bernama Elvan ya Pak?" tanya pemuda tersebut.


"Entar saya tanyakan dulu pada majikan saya Pak, saya lupa dengan nama putranya," kata Pak Yusuf.


Pak Yusuf bergegas mendekati mobil, dan tak lama kemudian kembali ke poskamling.


"Iya Pak, putranya bernama Elvan," ucap Pak Yusuf.


"Kalau boleh tahu, ada perlu apa ya Pak. Mencari rumah mbak Bianca?" tanya seorang bapak yang duduk dibelakang pemuda yang berdiri didepan Pak Yusuf.


"Majikan saya itu keluarga Non Bianca, mereka sudah lama tidak bertemu," jawab Pak Yusuf.


"Sep, antarkan." titah pria yang duduk dibelakang pria yang dipanggil Sep.


"Mari Pak, ikuti motor saya," ujar pria yang bernama Sep tersebut. Pria yang bernama Sep menaiki motornya, dan melajukan motornya dengan pelan.


Pak Yusuf masuk kedalam mobil.


"Bagaimana Pak, apa mereka tahu rumah Bianca?" Budi Dwipangga.

__ADS_1


"Tahu Tuan, pria itu akan mengantarkan kita," sahut Pak Yusuf menunjuk Sep di depan mobil.


Bersambung 👉👉


__ADS_2