Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Penyelamatan


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


*


*


Chelsea keluar dari rumah Mamanya, didepan pintu. Mobilnya dihadang oleh mobil Sandy yang sudah dari beberapa hari memantau keberadaan Chelsea dikediaman Mamanya.


"Pria berengsek! mau apa lagi dia?" gerutu Chelsea yang marah karena merasa terganggu dengan kelakuan Sandy belakangan hari ini.


Dengan keadaan marah, Chelsea keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri Sandy yang masih berada dalam mobilnya.


Tok..tok..


Chelsea mengetuk-ngetuk pintu jendela mobil Sandy dengan keras.


"Keluar kau..!" seru Chelsea seraya mengetuk-ngetuk jendela kaca mobil Sandy.


Sandy membuka pintu mobi, dan turun.


"Apa mau mu? Kenapa kau terus menggangguku?" tanya Chelsea dengan marah.


"Aku sekarang tidak ada pekerjaan! Itu karena mu, kau harus bertanggung jawab,": ujar Sandy.


"Apa salahku? yang memecat mu itu bukan aku?" tanya Chelsea.


"Karena aku merekrut mu, Pak Jonathan marah. Ternyata, kau itu orang yang tidak disukai oleh Jonathan. Dulu, kau bilang Jonathan sangat mencintaimu. Ternyata, apa? Kau itu orang yang tidak penting baginya..!" seru Sandy mengejek Chelsea.


"Sudah puas dengan omong kosong tidak jelas mu itu? Sekarang, tolong pinggirkan mobilmu." titah Chelsea.


"Kau harus ganti rugi, aku sudah tidak bekerja lagi. Kau harus membayar kerugian yang aku terima," ujar Sandy.


"Ternyata, kau butuh uang. Bilang saja, jangan bicara panjang lebar." Chelsea kembali menuju mobilnya dan mengambil check, kemudian menuliskan nominal yang ingin diberikannya pada Sandy.


Setelah menuliskan check, Chelsea kembali menuju tempat Sandy berdiri.


"Nah..! Aku bayar beberapa bulan gaji yang kau terima saat menjadi wakil kepala sekolah, sekarang. Kita tidak ada saling hutang, dan kau jangan ganggu aku lagi. Pinggirkan mobil mu itu..!" seru Chelsea, dan kemudian Chelsea masuk kedalam rumah kembali.


Sandy melihat nilai nominal check yang diberikan oleh Chelsea kepadanya.


"Lumayan," ujar Sandy seraya mencium lembar check yang diberikan oleh Chelsea.


"Perempuan bodo, hanya karena pria. Mau saja kehilangan uang, dan sekarang. Aku akan meminta bayaran kepada perempuan yang satu lagi," ujar Sandy sambil tertawa senang, karena mendapatkan uang tanpa letih bekerja.


Derrt.. derrt


Sandy mengambil ponselnya dari saku celananya, dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Panjang umurnya, baru di sebut namanya. Dia sudah menghubungiku, sungguh bodo. Dia kira aku masih bekerja di Bina Bangsa," ujar Sandy dengan tertawa.


"Halo." sapa Sandy pada orang yang menghubunginya.

__ADS_1


"Apa? kau sudah gila! kenapa kau menculiknya? baiklah, aku akan datang," ujar Sandy.


"Perempuan gila! main culik anak orang saja." gerutu Sandy seraya melangkah menuju mobilnya.


Chelsea yang ingin keluar, mendengar semua apa yang dibicarakan oleh Sandy dengan orang yang yang menghubunginya.


"Apa yang dibicarakan tadi? siapa yang di culik ? aku harus mengikutinya," ujar Chelsea.


Chelsea masuk kedalam mobilnya, dan mengikuti mobil Sandy yang melaju dengan kencang.


"Kenapa dia cepat sekali? semoga aku tidak kehilangan jejaknya," ujar Chelsea yang penasaran saat mendengar pembicaraan Sandy dengan seseorang melalui sambungan telepon.


"Kejahatan apa yang dia lakukan sekarang ini? anak siapa yang ingin diculiknya?" Chelsea memikirkan apa dilakukan oleh Sandy dengan orang yang berbicara dengannya melalui sambungan telepon.


"Siap-siap kau Sandy, bukan hanya menjadi pengangguran. Jika kau melakukan perbuatan yang melanggar hukum, penjara yang menjadi rumahmu," ujar Chelsea.


Mobil Sandy terus melaju dengan kecepatan tinggi menuju luar kota, Chelsea terus mengikutinya dari belakang dengan jarak aman. Karena dia takut, keberadaannya diketahui oleh Sandy.


"Mau kemana dia? ini menuju hutan? apa anak yang di culik mereka sembunyikan di sini? aku harus memberitahukan pada polisi, ini sudah kejahatan. Tapi, bagaimana jika bukan penculikan. Ternyata, aku salah dengar? aku pastikan dulu, baru aku laporkan pada polisi," ucap Chelsea.


Mobil Sandy berhenti, dan Chelsea juga menghentikan mobilnya jauh dari tempat mobil Sandy berhenti.


Chelsea turun dari dalam mobilnya, dengan mengendap-endap dari balik pohon. Chelsea melihat apa yang dilakukan Sandy dengan orang yang menghubunginya.


"Mira...!" Chelsea kaget, melihat Mira sedang bersetegang dengan Sandy.


Chelsea mengeluarkan ponselnya, dan merekam apa yang terjadi didepan matanya.


"Anak siapa itu?" Chelsea melihat anak kecil terbaring di tanah tidak jauh dari mobil Mira terparkir.


Dengan jalan membungkuk, Chelsea mendekati tempat Sandy dan Mira. Karena dia tidak mendengar apa yang dibicarakan oleh keduanya.


"Ahh..! tetap tidak terdengar jelas, aku rekam saja." gumam Chelsea.


"Mira, kau sudah gila! kenapa anaknya kau culik? lepaskan anak itu!" seru Sandy pada Mira.


"Kenapa aku harus melepaskannya? karena keberadaan anak itu, dia harus menikah dengan ibu anak itu..!" seru Mira.


"Anak siapa yang mereka bincangkan? anak kecil itu? anak siapa itu? apa Mira terlibat dengan pria beristri? dan anak itu, anak pria itu?" pertanyaan bermunculan didalam otaknya.


Chelsea terus merekam dengan ponselnya, setelah itu. Chelsea mengirimkan rekaman tersebut pada asistennya di restoran. Dan mentitahkan sang asisten untuk melaporkannya kepada polisi.


"Kau boleh marah? tapi marah pada ibunya, bukan pada anaknya yang tidak tahu apa-apa," ujar Sandy.


"Aku akan membawa anak ini pulang, aku jahat. Tapi, aku tidak akan mengorbankan nyawa anak kecil," ujar Sandy.


Sandy memutar badannya, ingin membawa Elvan yang terbaring di atas tanah dalam keadaan pingsan.


Ketika Sandy ingin mengangkat Elvan.


Bug...


Pukulan mendarat di kepala Sandy, dan tanpa sempat melakukan perlawanan. Sandy jatuh keatas tanah yang keras.

__ADS_1


"Hah...!" pekik Chelsea dengan menutup mulutnya, saat melihat Mira memukul Sandy dengan sebatang kayu.


"Dia gila! benar-benar gila..!" seru Chelsea.


"Kau ingin menyelamatkan anak ini ya? untuk menyelamatkan diri sendiri saja kau tidak mampu, apalagi untuk menyelamatkan nyawa anak ini," ujar Mira sembari menarik tubuh Sandy yang terbaring di dekat Elvan.


Mira menarik tubuh Sandy, dan mendorong tubuh Sandy masuk kedalam parit yang kering.


"Sekarang, aku akan mengirim penganggu kecil ini kembali ke asalnya. Kau anak kecil yang lucu, tapi. Aku tidak menyukaimu, karena kau tidak terlahir dari rahimku. Sekarang, aku akan mengirim kau kembali," ujar Mira sembari menyentuh wajah Elvan yang pingsan karena obat bius yang diberikan oleh Mira.


"Apa yang ingin dilakukannya pada anak itu? apa dia akan membunuhnya?" gumam Chelsea yang masih terus merekam apa yang dilakukan oleh Mira.


Derrt..


Ponsel Chelsea bergetar, pesan dari asistennya.


..."Ibu di mana?"...


..."Laporkan pada polisi, bawa video yang saya kirimkan, segera..!!"...


..."Baik Bu," jawab sang asisten....


"Kenapa aku lupa memberitahukan alamat tempat ini." gumam Chelsea.


Chelsea kemudian menuliskan alamat, di mana dia saat ini berada.


Chelsea melihat Mira masuk kedalam mobilnya, dan menghidupkan mobilnya.


"Apa dia ingin menabrak anak itu?"


"Dia sudah gila..!"


Chelsea melihat Mira ingin memain-mainkan gas mobilnya, dan mobil Mira mundur sejauh mungkin. Dan kemudian maju dengan perlahan mendekati tubuh Elvan yang terbaring.


"Dia ingin menabrak anak itu, aku harus menyelamatkan anak itu..!"


Saat melihat mobil Mira mundur, Chelsea mengambil kesempatan untuk membawa Elvan.


Chelsea berlari sekencang mungkin, sebelum mobil mendekati tubuh Elvan.


Chelsea berhasil mengangkat tubuh Elvan, tetapi...


Bruk...


Tubuh Elvan terlepas dari gendongannya, dan Chelsea jatuh tertelungkup.


Brak...


*


*


*

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2