Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Pencuri


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Pagi-pagi di rumah keluarga Dwipangga terjadi kehebohan, bunga anggrek milik Nyonya besar raib tanpa jejak.


"Mama tidak mau tahu, bunga itu harus kembali lengket ke bunga anggrek Mama..!" seru Maya pada ketiga orang yang terpaku menatap bunga anggrek sang pemilik yang sudah gundul.


"Kenapa malingnya hanya mencuri bunga saja Maa, kenapa tidak bunga bonsai Mama yang seharga ratusan juga itu yang di curi..?" tanya sang suami dengan kening berkerut memandang sang istri.


"Mungkin pencurinya tidak tahu Tuan, Bunga mana yang mahal. Atau pencurinya ingin membuat kejutan yang romantis pada pacarnya, karena tidak punya uang untuk membeli bunga. Bunga Nyonya yang di ambil," ujar Salma.


"Kapan pencuri bisa masuk? Pagar terkunci rapat?" tanya Bik Minah.


"Nah.. pertanyaan yang bagus.! dari mana pencuri itu masuk kedalam pekarangan rumah kita?" tanya Maya.


"Loncat tembok Nyah," ucap Salma.


"Tembok setinggi itu?" Budi Dwipangga mengamati tembok rumahnya yang tinggi hampir dua meter, dan diatasnya ada pecahan kaca.


"Mungkin malingnya ada ilmu meringankan tubuh," ujar Maya.


Selagi semua masih pusing memikirkan cara maling masuk rumah, Jonathan masuk kedalam pekarangan rumah dari habis berolahraga.


Siulan dengan lagu tidak jelas terdengar keluar dari bibirnya Jonathan.


Mata yang tadinya mengamati tembok, kini beralih menatap kearah Jonathan yang bersiul-siul menyanyikan lagu asal keluar dari dalam bibirnya.


"Joe! kenapa kau senang sekali?" tanya Maya pada Jonathan.


"Hari ini alam begitu indah, lihatlah. Langit begitu biru," ujar Jonathan seperti sedang berpuisi mengungkapkan kesenangannya dengan alam yang indah.


"Kenapa kau memakai baju olahraga warna pink?" Budi Dwipangga melihat atas bawah tubuh Jonathan.


"Kenapa? bukannya ini bagus, putih pink. Kombinasi yang sangat menyegarkan," jawab Jonathan bangga dengan baju olahraga yang dikenakannya pagi ini.


"Kenapa Mama dan Papa di sini? apa Mama punya koleksi anggrek terbaru lagi?" tanya Jonathan.


"Bunga anggrek Mama gundul Joe, lihatlah. Bunga anggrek Mama di curi, tidak ada ditinggalkan si pencuri itu sebatang pun juga. Semua di curi oleh pencuri itu..!" adu Maya pada sang putra dengan perasaan yang kesal.


Deg...


Jonathan menggaruk-garuk tengkuknya, dan mendekati kebun anggrek sang Mama.


"Siapa yang mencuri?" tanya Jonathan dengan celingukan melihat bunga anggrek kesayangan sang Mama yang tak berbunga lagi.


"Mana Mama tahu, kalau Mama tahu..! sudah Mama cincang itu pencurinya, mencuri bunga Mama tanpa meninggalkan sedikitpun untuk Mama nikmati keindahan bunga anggrek Mama itu...!" seru Maya dengan mengepalkan kedua tangannya, kesal.

__ADS_1


"Sewaktu Joe keluar, pintu pagar masih terkunci," kata Jonathan.


"Itu yang kami heran kan, dari mana maling bunga masuk? tembok setinggi ini, apa mungkin mereka masuk melalui tembok?" ujar Budi Dwipangga.


"Apa mungkin mereka memakai tangga?" tanya Jonathan.


"Sudah tidak aman lingkungan rumah kita ini," ujar Maya.


"Paa, tinggikan pagar tembok rumah kita." titah Maya pada sang suami.


"Ini sudah tinggi Maa," ujar Jonathan.


"Mama mau lebih tinggi lagi, ini baru bunga. Mungkin besok, pencuri itu akan mencuri yang lain," ucap Maya.


"Baiklah," sahut sang suami, agar Maya puas.


Drama kehilangan bunga berakhir.


Tetapi...


Drama terjadi didalam kamar Bianca, begitu bangun. Bianca langsung kaget, karena seluruh kamar dipenuhi dengan bunga anggrek.


"Hah! apa-apaan ini? siapa yang memindahkan kebun bunga kedalam kamar?" Bianca menyibakkan selimut, dan turun dari atas ranjang.


"Siapa yang melakukan ini?" Bianca memegang keningnya.


"Mas yang melakukan ini semua?" tanya Bianca.


"Iya, biar suasana kamar kita beda. Kamar kita menjadi harum, kita tidak membutuhkan pengharum ruangan. Harum bunga anggrek sudah memenuhi kamar kita," ujar Jonathan sembari mencium bunga yang ada didekatnya.


"Kapan mas membeli ini semua?"


"Hehehe.." Jonathan hanya menampilkan senyum lebar.


"Mas ini aneh saja, sejak kapan mas suka dengan bunga dalam kamar? ini bunga anggrek lagi, hei..mas! apa ini bunga dari kebun Mama?" tanya Bianca dengan mata bulat sempurna menunggu jawaban Jonathan atas pertanyaannya.


"Hus..!" Jonathan meletakkan jari tangannya dibibir, menyuruh Bianca untuk diam.


"Ada apa?" tanya Bianca.


"Mama tadi ribut di taman, karena kehilangan bunga anggrek. Mama kira ada pencuri masuk, yang mencuri bunganya," kata Jonathan dengan tertawa.


"Mas mencuri bunga Mama? Mas kan tahu, Mama sangat menyayangi bunga anggreknya itu..!" seru Bianca.


"Aku tidak mencurinya, aku hanya meminta sedikit bunga untuk aku pindahkan kedalam kamar," ujar Jonathan tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Sedikit bunga ? ini bukan sedikit bunga mas..! mas memindahkan seluruh kebun bunga Mama kedalam kamar kita," kata Bianca.

__ADS_1


"Jika Mama melihat semua bunganya berada dalam kamar kita, Mama pasti akan marah mas..!" seru Bianca.


"Makanya, jangan sampai Mama tahu," ujar Jonathan.


"Bian tidak mau ikut campur, jika Mama marah. Mas yang harus menanggungnya, ingat! Bianca tidak meminta bunga-bunga ini semua," ujar Bianca sambil berlalu menuju kamar mandi.


"Bunga begini indah, kenapa harus diletakkan diluar ruangan. kena panas dan air hujan, mereka senang berada didalam kamar," ujar Jonathan sembari mengagumi bunga anggrek yang memenuhi kamarnya.


Saat sarapan pagi, Maya masih tidak terima. Bunga anggreknya telah di curi.


Bianca dag..dig..dug, takut. Mama mengetahui, bunganya yang telah di curi. kini memenuhi kamarnya.


Sang tersangka pencuri, Jonathan. Masih asik dengan sarapan paginya. Yaitu bubur kacang hijau, di campur jagung.


"Joe, bukannya kau tidak suka sarapan bubur pagi hari. Kenapa kau sarapan bubur kacang hijau dan jagung..?" tanya Maya, sembari menatap wajah Jonathan dengan lekat.


"Ingin ganti suasana Maa, bosan makan roti bakar dan telur rebus terus," jawab Jonathan.


"Mama nanti malam ingin berkemah di kebun bunga, hari ini bunganya yang hilang. Mungkin besok, dengan pot-pot nya hilang," ujar Maya.


Uhuk..uhuk..


Bianca terbatuk-batuk mendengar perkataan Mama Maya.


"Pelan-pelan Bian, tidak ada yang merebut makananmu," kata Jonathan.


"Tenang! dasar tidak punya perasaan. lihatlah, dia asik makan. Tanpa memikirkan, bagaimana. jika Mama masuk kedalam kamar, dan melihat bunganya yang hilang ada dalam kamar." batin Bianca.


"Mbak, biar El. Bian yang antarkan," ujar Bianca pada Ayu yang baru ikut bergabung di meja makan.


Ayu menganggukkan kepalanya.


"Mas, apa Mas Anton masih diperlukan?" tanya Bianca yang tidak nyaman, selalu diikuti oleh Antonio.


"Tidak lagi, Kamal sudah mendapatkan penjaga wanita," kata Jonathan.


"Apa masih diperlukan mas? Mira tidak mungkin bisa melakukan kejahatan lagi, dia berada di rumah sakit jiwa. Dan matanya juga tidak bisa melihat dengan jelas," kata Bianca.


"Bian, jangan begitu percaya dengan apa yang kita dengar mengenai wanita gila itu. Mungkin saja, itu semua kebohongan. Agar dia terbebas dari hukuman," kata Maya.


"Betul, kita harus tetap waspada." timpal Budi Dwipangga.


*


*


*

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2