Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Bertemu


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇


Ayu bimbang, karena dia merasa tidak layak bersanding dengan Antonio. Seorang pengusaha restoran dan seorang chef yang cukup terkenal, sedangkan Dia hanyalah gadis kampung yang beruntung. Bisa melanjutkan kuliah, walaupun hanya kuliah malam. Yang di khususkan untuk mahasiswa yang sudah bekerja.


"Yu, bagaimana. Jangan lama berpikir, lihatlah. Wajah Antonio sudah terlihat pucat, jangan nanti dia pingsan dan stroke." ledek Amar.


"Mbak Ayu, terima saja. Mas Anton orang yang baik, dia tidak seperti mas Kamal yang playboy," ujar Bianca sembari mencebikkan bibirnya kepada Kamal.


"Bian, aku bukan playboy. Aku menunggu anak gadismu yang belum lahir itu," ujar Kamal dengan tertawa kecil.


"Gila! apa kau kira aku mau punya menantu yang sudah bau tanah sepertimu..!" seru Jonathan kesal, karena ucapan Kamal yang ingin menunggu anaknya yang masih ada dalam kandungan Bianca. Yang menurut hasil USG berjenis kelamin perempuan.


"Sadis sekali ucapanmu Bro," ujar Kamal.


"Diam kalian..!" seru Antonio pada kedua temannya yang sibuk berdebat tak jelas, sedangkan dia masih menunggu apa jawaban yang keluar dari mulut Ayu.


"Mas, Ayu belum bisa menjawab sekarang. Ayu harus bicara dengan ibu di kampung," ujar Ayu.


"Lemas hati Mas Yu," ujar Antonio dengan raut wajah sedikit kecewa.


"Anton, Ayu bukan menolak. Dia hanya butuh waktu, kau itu jangan terburu-buru. Ayu juga harus di berikan waktu untuk memikirkannya," ujar Maya, Mama Jonathan.


"Pikiran selama yang kau inginkan Yu, tapi. Aku mengharapkan, kau menerima Yu. Jangan menolakku Yu..." kata Antonio.


"Itu sama saja kau memaksa Ayu untuk menerimamu ," ujar Jonathan.


"Usaha Bro," sahut Antonio.


"Sudah berdiri, jangan sampai kau pingsan. Buat malu dunia perlakian." ledek Amar.


"Bantu, kakiku mati rasa," ujar Antonio seraya mengulurkan tangannya kepada Jonathan dan Kamal.


"Tadi sok-sokan berlutut! nyusahin orang saja." gerutu Kamal.


"Sini mas, Ayu bantu," ujar Ayu dan mengulurkan tangannya kepada Antonio, untuk membantu Antonio berdiri.


"Terima kasih Yu, kau calon istri yang pengertian. Tidak seperti tiga teman yang tidak punya perasaan," ujar Antonio pada ketiga temannya.


*


*


*


Akhirnya, Ayu luluh juga dengan perjuangan Antonio. Antonio tidak mengenal kata menyerah, Antonio mengikuti jejak Amar. Antonio mendekati ibu Ayu yang tinggal dikampung, selama tiga hari. Antonio berada di rumah Ayu di kampung.


Tanpa diketahui oleh Ayu, Antonio datang sendiri menemui ibunya. Setelah Ayu menceritakan mengenai lamaran Antonio, dan dia kembali ke kota. Antonio muncul bersama dengan Amar sebagai penemannya.


"Nak Anton, kami ini orang biasa-biasa saja. Apa Nak Anton tidak malu, mempunyai mertua yang penyakitan seperti saya?" tanya ibu Ayu, Ningsih.


"Bu, kita sama-sama penyakitan. Ibu lihat saya sehat, tetapi yang sebenarnya. Saya ini punya penyakit jantung bawaan Bu," ujar Antonio.

__ADS_1


"Iya Bu, Anton ini terlihat sehat. Penyakitnya banyak Bu." timpal Amar.


"Hah! banyak?" bengong ibu Ayu.


"jangan dengarkan dia Bu ..!" seru Antonio seraya melayangkan tatapan mata kesal pada Amar.


"Bercanda Bu..!" seru Amar sambil mengacungkan dua jarinya.


"Ibu Ayu, Ningsih tersenyum menatap Antonio dan Amar.


"Tetapi ibu jangan khawatir, Ayu tidak akan menjadi janda kembali. Karena penyakit jantung saya sudah di operasi, dan saya tidak akan menjadikan Ayu janda lagi dalam waktu dekat ini," ujar Antonio dengan melucu, mengenai kesehatannya.


"Nak Anton," ujar ibu Ayu yang tertawa mendengar perkataan Antonio yang lucu menurutnya.


"Begini ya Nak Anton, ibu terserah dengan Ayu saja. Ayu menerima Nak Anton, ibu dukung," ujar ibu Ayu, Ningsih.


"Terima kasih Bu ," ujar Antonio bahagia dan langsung menggenggam kedua tangan ibu Ayu, dan berjongkok didepannya.


"Hei.. Nak Anton, jangan jongkok didepan ibu. Ayo, duduk." titah ibu Ayu, karena tidak nyaman. Antonio jongkok didepannya.


"Biar saja Bu, dia senang. Karena ibu merestuinya, coba tadi. Dia pusing untuk mencari gadis yang ingin di nikahinya," ujar Amar.


"Sialan..!" umpat Antonio.


Setelah memikirkan dengan matang, dan berbicara dengan ibunya, Maya dan juga Bianca. Akhirnya, Ayu menerima lamaran Antonio.


Pernikahannya, akan dilakukan sebulan setelah pernikahan Amar dan Yunita.


*


*


"Riko mengirimkan gambar dari Perth," ujar Jonathan.


Mendengar perkataan Jonathan, wajah Bianca terlihat sedih.


Jonathan beranjak dari sofa menuju ranjang, dan merebahkan tubuhnya di samping Bianca yang sedang mengelus-elus rambut Elvan. Yang hari ini ingin tidur dengan Bianca dan Jonathan.


"Kenapa?" tanya Jonathan yang melihat raut wajah Bianca yang terlihat sedih.


"Sedih setiap mengingat mbak Chelsea, gara-gara menyelamatkan Elvan. Kakinya tidak terselamatkan satu," ujar Bianca.


"Walaupun kakinya di amputasi, tapi Chelsea tidak sedih. Lihatlah," ujar Jonathan, dan menunjukkan gambar yang dikirim oleh Riko.


"Mbak Chelsea hamil..!?"


"Iya, sudah empat bulan kata Riko," ujar Jonathan.


"Mas, semoga anaknya laki-laki ya. Biar bisa kita jodohkan dengan baby ini," ujar Bianca seraya mengusap perutnya.


"Masa putri kita suaminya berondong? tidak boleh.." tolak Jonathan dengan keinginan Bianca.


"Mas, hanya beda sedikit jarak umurnya. Tidak sampai setahun," ujar Bianca.

__ADS_1


"Tidak boleh! Putri kita harus menikah dengan seorang dokter, atau hakim," ujar Jonathan dengan tegas.


"Bagaimana jika Elvan dengan Adella," ujar Bianca mengeluarkan idenya lagi.


"Tidak ada jodoh-jodohan, biar anak kita mencari pasangan sendiri. Tapi, jangan sampai dia mengikuti jejak Mamanya," ujar Jonathan.


"Mas..!" Wajah Bianca bersemburat merah, karena diingatkan dengan kesalahan masa lalunya.


"Aku akan mengawasi putriku sejak dini mungkin, aku tidak ingin kecolongan. Bagaimana jika nanti dia tertarik dengan seorang pria dan menjebak pria tersebut," ujar Jonathan dengan mimik wajah yang serius, tidak melihat Bianca yang jutek menatapnya.


Plak...


Pukulan tangan Bianca mendarat di dada Jonathan, matanya mendelik kesal pada Jonathan.


"Aduh..!" kaget Jonathan.


"Terus! yang jelek-jelek diingat selalu..!" seru Bianca dengan bibir ngerucut melirik Jonathan.


"Tidak akan lupa Bian," ujar Jonathan.


"Kenapa? mas masih marah pada Bian," ujar Bianca dengan raut wajah yang sedih.


Deg..


"Maaf, mas mengungkitnya," ujar Jonathan, saat melihat raut wajah Bianca yang sedih.


"Apa mas..."


Jonathan menutup mulutnya Bianca dengan jemarinya, karena dia tahu. Apa yang ingin dikatakan oleh Bianca.


Perpisahan..


Perkataan itu yang selalu dikatakan Bianca, saat Jonathan mengungkit masa lalu mereka.


"Jangan ucapkan kata itu lagi, Mas mencintaimu. Bukan hari ini, bukan besok. Tapi Selamanya sampai maut memisahkan kita," ujar Jonathan dengan menekankan kata selamanya.


*


*


*


Usia kandungan Bianca sudah memasuki delapan bulan, Amar dan Yunita sudah menikah.


Hari ini, Jonathan dan Bianca ingin membeli perlengkapan untuk bayi mereka.


Dan terjadi kehebohan, karena. Ketiga temannya sepakat untuk ikut menemani Jonathan dan Bianca.


Apa yang terjadi, saat empat pria dewasa berburu perlengkapan untuk kelahiran baby Jonathan???


*


*

__ADS_1


*


...BERSAMBUNG...


__ADS_2