Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Ngidam menyusahkan orang


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Setelah puas memberikan nasihat pada Jonathan dan Bianca, Maya dan Budi Dwipangga. Meninggalkan kamar putra dan menantunya.


"Bian, mana bunga-bunga semua?" tanya Jonathan.


"Mas ini membuat Bian letih..! main lari keluar, kekamar Mama. Bian letakkan bunga di dalam walk in closet," ujar Bianca dengan memanyunkan bibirnya.


Jonathan melangkah menuju walk in closet, dan kembali mengeluarkan vas bunganya. Dan meletakkannya ketempat semula.


"Mas, mulai besok. Jangan letakkan lagi bunga didalam kamar dan kamar mandi, bagaimana kita mau berendam di bathtub. Bathtub sudah bersih fungsi, bukan tempat kita berendam. Tapi sekarang menjadi tempat bunga berendam," ucap Bianca.


"Bian, bunga-bunga ini bagus bagi mood kita," ujar Jonathan.


"Bagus bagaimana? begitu melihat bunga yang memenuhi seluruh kamar, mood Bian langsung langsung anjlok..!"


"Satu dua tidak apa-apa mas, ini lihat. Kamar sudah seperti toko bunga," ujar Bianca.


"Sudah, Bian mau kembali kekamar El," ujar Bianca.


"Hei tunggu, tidak boleh. Hari ini dan seterusnya, harus tidur di sini. Tidak ada yang namanya mengungsi tidur," ujar Jonathan.


"Tidak..! mas..!" Bianca kaget, karena tubuhnya sudah berada dalam gendongan Jonathan.


Dan...


Jonathan merebahkannya keatas tempat tidur dengan hati-hati, dan tangan Jonathan langsung memeluknya.


"Sekarang tidur." Jonathan memberikan kecupan di kening Bianca, dan memejamkan matanya.


"Main angkat saja, memang Bian barang." ngedumel Bianca sendiri.


"Cukup ngedumel, istirahat. Biar baby kita juga beristirahat, jangan nanti baby kita begitu lahir. Langsung ngedumel," ucap Jonathan.


"Baby kita masih gumpalan kecil mas, dia belum mendengar," kata Bianca.


"Walaupun masih gumpalan darah, pasti dia sudah ada nyawanya. Dan dia tahu, mamanya ngedumel," ujar Jonathan.


Bianca tidak membatah perkataan Jonathan, karena tiba-tiba. Matanya sudah sangat berat untuk dibuka.


*


*


Drama malam pindah ke pagi hari, lagi-lagi. Jonathan membuat semua kalang-kabut, bukan semua. Hanya Salma dan Bik Minah. Dan seisi rumah mendapat imbasnya.


”Apa ini?" tanya sang kepala rumah tangga, seraya menatap piring dihadapannya.


"Maaf Tuan, ini semua permintaan Den Joe," jawab Salma, saat menghidangkan sarapan pagi.

__ADS_1


"Jonathan? Kapan dia minta nasi goreng warna warni begini?" tanya Maya seraya mengangkat piringnya, dan mencium nasi goreng warna-warni.


"Sebelum Den Joe berangkat lari pagi, Den Joe minta di masakan nasi goreng warna-warni. Ini nasi jadi warna pink, terpaksa diambil warna dari buah naga," ujar Salma.


"Pagi semua," ujar Jonathan dengan gembira, yang baru pulang berolahraga bersama dengan Elvan.


"Ayo boy, kita sarapan. Lihatlah, pagi ini kita sarapan dengan dengan penuh warna," ujar Jonathan.


Jonathan mengangkat Elvan untuk duduk di sisinya.


"Mana Bianca?" tanya Jonathan, karena tidak melihat keberadaan Bianca di meja makan.


"Belum turun, baguslah dia tidak turun sarapan. Jika dia turun untuk sarapan, dia akan mual begitu melihat sarapan pagi yang harus di makan," ucap Maya.


"Selamat pagi." yang baru di sebut namanya oleh Maya baru bergabung ke meja makan.


Bianca menarik kursi untuk dia duduki, tepat di samping Elvan.


"Apa ini?" Bianca kaget, saat Salma menghidangkan sepiring nasi goreng lengkap dengan potongan wortel, tomat dan timun.


"Ini makanan sehat khusus untuk ibu hamil, lihatlah. Nasi goreng warna-warni, yang terbuat dari pewarna dari sayuran dan buah-buahan. Mulai hari ini, makanan di rumah harus sesuai dengan rekomendasi dokter ahli gizi ," ucap Jonathan.


"Papa, apakah El harus makan ini?" Elvan mengaduk-aduk nasi goreng warna-warninya.


"Iya, semua harus makan-makanan sehat. Ini bagus, lihatlah piring kita penuh dengan warna. Semakin semangat untuk makan," ujar Jonathan sembari menyuapkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya.


Semua memperhatikan Jonathan yang mulai memakan nasi gorengnya.


Jonathan melahap makanannya dengan santai, dia tidak perduli. Beberapa pasang mata menatapnya dengan tatapan penuh rasa heran.


"Bagaimana rasanya ini? kenapa aku mual, mau muntah melihat warna merah buah naga di nasi goreng ini." batin Bianca.


"Maa, apa kita tidak keracunan makan ini?" tanya Budi Dwipangga pada sang istri.


"Kita tunggu sebentar lagi, jika Jonathan pingsan. Jangan kita makan," jawab Maya.


Maya memberi tanda pada Bianca, agar jangan memakan dulu nasi goreng warna-warni sepesial request Jonathan.


Jonathan menyelesaikan sarapannya, kemudian dia mengambil salad mangga yang dibuat atas permintaannya.


"Joe, apa kau mau makan salad mangga itu? mangga nya sangat asam," ujar Maya, karena dia sudah mencicipinya. Sehingga dia tahu dengan rasa salad mangga tersebut.


"Iya, rasanya sangat segar Maa. Apa Mama mau?" Jonathan memberikan piring yang berisi salad tersebut pada Mamanya.


"Tidak! terima kasih, Mama makan ini saja," ujar Maya, dan langsung menyendok sesuap nasi goreng warna-warni kedalam mulutnya.


"No bad," ujar Maya, setelah merasakan nasi goreng warna-warni kedalam mulutnya.


Budi Dwipangga dan Bianca menatap Maya yang mulai memasukkan nasi goreng warna-warni kedalam mulutnya.


"Makan Paa, rasanya tidak buruk," ujar Maya.

__ADS_1


"Permisi Den Joe, ada orang dari toko bunga ," ujar Pak Kusno.


"Tolong bawa masuk bunga yang mereka antarkan Pak." titah Jonathan pada Pak Kusno.


"Bunga? gawat, mas Joe kembali membeli bunga." batin Bianca.


"Bunga apa Joe? apa kau membelikan Mama bunga anggrek yang di curi maling ?" tanya Maya.


"Tidak Maa," sahut Jonathan.


Pak Kusno datang dengan membawa bunga mawar dan bunga lili.


"Ini bunganya Den, mau diletakkan di mana?" tanya Pak Kusno.


"Bawa ke dapur, suruh Salma memasukkan kedalam vas bunga." titah Jonathan pada Pak Kusno.


"Joe, sejak kapan kau menyukai bunga?" tanya Budi Dwipangga.


"Papa suka bunga Opa, di dalam kamar penuh bun.." Elvan tak bisa melanjutkan ucapannya, karena Jonathan langsung memotong ucapan Elvan.


"El, kalau makan jangan berbicara. Habiskan makannya, setelah selesai makan. Kita kebelakang, untuk melihat kandang bebek," ujar Jonathan untuk menghentikan Elvan dari ucapannya.


"Kapan kita menjemput ayah bebek Paa?" tanya Elvan.


"Besok," sahut Jonathan.


"Hore...!" pekik Elvan dengan gembira.


"Besok kita mau ke kampung mas?" tanya Bianca.


"Bukan kita, tapi mas dan El saja," ujar Jonathan.


"Bian tidak ikut Joe?" tanya Maya.


"Tidak Maa, Bian sedang hamil begitu. Bagaimana bisa melakukan perjalanan dua jam didalam mobil, tidak. Kita tidak boleh gegabah," ujar Jonathan.


"Mas! Bianca hanya hamil, bukan sakit yang berbahaya. Sehingga tidak bisa melakukan perjalanan satu dua jam." protes Bianca, dan menghentikan makannya.


"Iya Joe, kalau jalan pelan-pelan. Tidaklah berbahaya." timpal Budi Dwipangga.


"Pergi hari ini Joe, besok pulang," ujar Maya.


"Mas! ikut ya." rengek Bianca.


"Baiklah, tapi ingat. Sampai di sana, tidak boleh pergi ke mana-mana. Jangan sampai bertemu dengan Pak Lurah..!" ancam Jonathan.


*


*


*

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2