Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Cinta, Tidak harus memiliki.


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Jo, please. Tunggu sebentar lagi, sebagai sahabat. Banyak ingin aku ceritakan padamu, selama kita tidak bertemu. Temani aku sampai teman yang aku tunggu datang,"  ucap Chelsea untuk menahan Jonathan agar tidak meninggalnya sendiri di cafe.


"Baiklah, aku akan menemanimu sebentar lagi. Sampai temanmu itu datang." akhirnya, Jonathan menyanggupi permintaan Chelsea.


"Terima kasih, kau sungguh teman yang pengertian," ujar Chelsea.


"Oh ya Joe, anakmu umur berapa tahun?" tanya Chelsea.


"4 tahun," jawab Jonathan, sembari mengirimkan pesan pada Zulham. Bahwa dia tidak bisa datang hari ini.


"Apa kau yakin, itu anakmu?" tanya Chelsea.


Jonathan mengangkat kepalanya, menatap wajah Chelsea dengan tajam. Rahangnya mengetat, terlihat Jonathan menahan diri untuk tidak marah.


"Apa maksudmu?" tanya Jonathan, yang tidak suka dengan perkataan Chelsea mengenai Elvan.


"Jangan marah Joe, kau kan pasti tahu. Sekarang ini banyak orang yang berbuat nekad untuk mendapatkan pria, seperti memalsukan ayah biologis si anak untuk mendapatkan pria tersebut. Mungkin saja, motif kekayaan dia menjebak mu, dengan kehadiran anak itu. Bisa saja dia memalsukan tes DNA," kata Chelsea.


"Anak itu anakku, tidak perlu di ragukan lagi. Kedua orangtuaku juga menyakini, Elvan adalah putraku..!" nada bicara Jonathan yang marah, membuat Chelsea tidak memperpanjang apa yang ingin dikatakannya.


"Baguslah, jika kau sudah sangat yakin. Aku tidak ingin kau sampai tertipu, membesarkan anak pria lain," ujar Chelsea.


Dengan kesal, Jonathan menanyakan keberadaan teman Chelsea yang belum terlihat batang hidungnya.


"Kapan temanmu datang, aku ada kesibukan yang lain?" Jonathan melihat kearah tangannya, dan jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Sudah hampir 5 jam dia menemani Chelsea menunggu kedatangan temannya.


"Tunggu sebentar, biar aku hubungi dia."


Chelsea menekan nomor temannya, dan kemudian berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.


"Apa! kau tidak bisa datang? kenapa tidak kau beritahu kan padaku? aku menunggumu di sini sudah berjam-jam," ucap Chelsea dengan lawan bicaranya melalui sambungan telepon, dengan perasaan kesal Chelsea memutuskan sambungan ponselnya.


"Apa kata temanmu?" tanya Jonathan.


"Maaf Joe, dia tidak jadi datang. Dia ada urusan mendadak," ucap Chelsea, dengan menunjukkan raut wajah yang sangat merasa bersalah. Karena telah menahan Jonathan untuk menemaninya.


" Aku harus pergi, Karena aku harus kembali ke sekolah, ada berkas pekerjaan yang harus aku ambil," ujar Jonathan, sembari berdiri.

__ADS_1


"Kau ingin kembali ke sekolah? apa aku bisa menemanimu? aku malas untuk pulang kerumah, di rumah sangat sepi," ucap Chelsea.


Jonathan melihat Chelsea dengan heran, keningnya berkerut. Mendengar perkataan Chelsea.


"Sepi? kenapa bisa sepi? bukannya kau merawat mamamu Chels? katamu tadi mamamu sakit jantung, dan membutuhkan uang. Karena itu kau melamar menjadi guru?" pertanyaan Jonathan yang beruntun, membuat Chelsea sadar dengan kebohongannya.


Dengan sedikit gugup, Chelsea berkilah.


"Mamaku terus berada dalam kamar Joe, Mama tidak bisa berbicara banyak. Sehingga, Mama lebih suka berbaring didalam kamar.


Derrt...


Ponsel Jonathan berdering, dengan cepat Jonathan mengangkat panggilan ponselnya.


"Ya, besok pagi aku berangkat," jawab Jonathan pada orang yang menghubunginya.


Jonathan memutuskan sambungan teleponnya, dan memasukkannya kedalam saku celananya.


"Aku pergi, kau pulanglah. Tidak bagus seorang gadis sendirian di cafe," ujar Jonathan.


Tanpa menunggu jawaban Chelsea, Jonathan bergegas keluar dari dalam cafe. Dengan berjalan cepat, Jonathan tiba ditempat mobilnya terparkir. Jonathan masuk kedalam mobilnya dan mobilnya melaju dengan cepat meninggalkan cafe.


Pandangan mata Chelsea mengikuti mobil Jonathan sampai hilang dari pandangan matanya.


Setelah jauh dari cafe, Jonathan menghentikan kendaraannya.


"Kenapa aku tidak merasakan getaran dalam hati ini, saat bertemu dengan Chelsea lagi? apakah rasa cinta untuknya sudah tidak ada lagi." gumam Jonathan.


"Chelsea bukan Chelsea yang dulu lagi, wajahnya penuh dengan makeup. Wajah polos dan tatapan mata lembutnya sudah tidak ada." gumam Jonathan, dengan membayangkan pertemuannya dengan Chelsea untuk pertama kalinya.


"Sudah waktunya aku melupakan dia, masa depanku dengan Bianca dan Elvan."


Jonathan menghidupkan mobilnya kembali, dan melanjutkan mobilnya menuju sekolah Bina Bangsa.


Hatinya sudah mantap menutup masa lalunya bersama dengan Chelsea, apalagi dia melihat Chelsea baik-baik saja.


***


Ditempat berbeda, Riko membawa Della mengunjungi Mama Chelsea.


"Mama sehat?" tanya Riko. Dengan memperhatikan raut wajah yang masih menjadi mertuanya tersebut, terlihat sembab di kedua bola matanya.

__ADS_1


"Sehat, ini Della. Sehatkan?" tanya Utari, Mama Chelsea.


"Sehat Nek," sahut Della.


Utari memandang Riko, dan air matanya kembali berlinang.


"Maa..!" Riko berdiri dari duduknya dan menghampiri Mama mertuanya


Riko berlutut didepan Mama mertuanya, kedua tangannya menggenggam jemari Utari.


"Kenapa Mama menangis? Riko jadi sedih meninggalkan Mama, jika Mama sedih begini," ujar Riko dengan menatap wajah Utari yang terlihat sangat terpukul, mengetahui sang menantu akan menjadi mantan menantu sebentar lagi.


"Mama sedih, kita tidak bisa bertemu seperti ini lagi. Kalian akan pindah keluar negeri, Nenek akan sendiri di sini Della." Utari menoleh kearah Della yang duduk disebelahnya.


"Maa, bagaimana jika Mama ikut Riko dan Della?" permintaan Riko membuat Utari menatap wajah pria yang masih menjadi menantunya tersebut.


"Iya Nek, Nenek ikut. Della akan ada teman nantinya," ujar Della senang, saat mendengar Papanya ingin membawa sang Nenek ikut mereka pindah keluar negeri.


"Jika Nenek ikut, akan merepotkan kalian saja. Tidaklah, Nenek di sini saja." Utari menolak keinginan Riko untuk ikut dengannya.


"Riko, jika ada gadis yang baik. Dan bisa menyayangi Della, menikahlah," kata mama mertuanya.


"Lupakan kegagalan mu dalam berumah tangga dengan Chelsea." sambung Utari.


"Riko tidak mau memikirkan itu untuk sekarang ini Maa, kehadiran Della sudah cukup bagi Riko. Sepertinya, Riko ingin sendiri saja membesarkannya Della. Ada Bik Santi dan Mama yang selalu berada di sisi Della dan Riko, Riko tidak membutuhkan yang lain."


"Tidak sekarang Riko, tapi kedepannya. Jika Della sudah besar, dan punya kehidupan sendiri. Tidak mungkin kan, kau hidup sendiri," kata Utari, mama mertuanya.


"Riko akan masuk panti jompo saja, di sana. Riko akan punya teman, orang-orang yang tinggal sendiri." gurau Riko.


"Ahh..kamu ini..!" sang Mama mertua menepuk bahu Riko.


****


"Non..!" ini ada surat." Salma memberikan surat bersampul coklat pada Bianca.


"Siapa yang kirim? tidak ada nama pengirimnya? siapa yang kasih tadi Mbak Salma ?" tanya Bianca seraya membolak-balik surat yang ada dalam genggamannya.


"Ada kurir tadi Non, katanya surat itu untuk Non Bianca. Dan tidak ada yang boleh membukanya." beritahu Salma, apa yang dikatakan sang kurir padanya. Saat memberikan surat pada Salma.


Surat Apa??

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...***...


__ADS_2