Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Layu sebelum berkembang


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Mas..! mbak Ayu dan Elvan kemana? apa Mas ingin memisahkan aku dengan Elvan?"


Tik..


"Aduh..!" Bianca memegang keningnya yang baru saja menjadi korban jemari Jonathan.


"Mas ini! kenapa kening Bian diselentik, sakit ini..!" Bianca mengelus keningnya.


"Sekali lagi mulut ini berbicara tentang perpisahan, awas..! Mobil ini akan berhenti di jalan ini, terima hukuman yang lebih dari ciuman." ancaman Jonathan berhasil membuat Bianca menutup mulutnya, sampai mereka tiba di villa yang berada di pinggir pantai.


Jonathan turun dan beralih menuju pintu dan membukakan pintu untuk Bianca turun.


"Hei..! ayo turun." titah Jonathan, saat Bianca tetap duduk manis didalam mobil. Walaupun, pintu mobil sudah terbuka lebar.


"Oh..mau minta gendong, baiklah. Aku senang, kita langsung masuk kedalam kamar saja," ujar Jonathan.


"Hih..!" Bianca turun, dan mendorong tubuh Jonathan yang menghalanginya untuk keluar dari dalam mobil.


"Pinggir..!" bibir Bianca ngerucut.


Suara tertawa dari arah pantai, membuat senyum dibibirnya Bianca mengembang.


"Elvan..!" seru Bianca seraya lari menuju asal suara.


"El...!" seru Bianca memanggil Elvan, saat melihat Elvan main air bersama dengan Ayu dan Yunita.


"Mama!" teriak Elvan, dan melambaikan tangannya pada Bianca.


Bianca berlari menuju Elvan bermain air.


"Mama kenapa lama sampai?" Elvan menyambut kedatangan Bianca dan memeluknya.


Bianca juga memeluk Elvan, seakan-akan keduanya sudah berpisah lama.


"El suka di sini?" tanya Bianca.


"Suka, El suka main air," jawab Elvan.


"Bian, aku senang. Akhirnya kau tiba, aku khawatir. Suamimu akan mengikat kakimu, karena kau berencana melarikan diri. Aku tertipu Bian, aku kira kita betul-betul akan ke Bali..!" seru Ayu seraya mendelikkan matanya menatap Bianca.


Bianca hanya bisa menggaruk kepalanya.


"Kau itu, kalau ada masalah. Jangan melarikan diri," kata Yunita yang ikut bergabung dengan Bianca dan Ayu.


"Lari..lari terus! kau itu tidak tahu apa-apa, jangan ambil kesimpulan baru dari melihat saja..!" kata Yunita.


"Baik Bu guru Nita," ucap Bianca sembari memeluk sahabatnya tersebut.


"Terima kasih, kau sudah ada untukku," ucap Bianca.

__ADS_1


"Aku," ujar Ayu, saat melihat Yunita dan Bianca saling berpelukan.


"Sini mbak Ayu," ujar Bianca.


Akhirnya, ketiganya saling berpelukan.


"El mau ikut..!" seru El seraya masuk ke tengah-tengah.


Ketiganya tertawa melihat Elvan.


Apa yang terjadi, tidak lepas dari pandangan tiga pria dewasa yang duduk di gazebo didepan villa yang langsung berhadapan dengan pinggir pantai.


"Mar, kenapa kau membawa mereka berdua?" tanya Jonathan, saat melihat keberadaan Kamal dan Antonio ada di villa.


"Kami mau liburan juga Bro, bukan hanya kau yang butuh refreshing," ujar Kamal.


"Joe, mana janjimu?" tanya Kamal.


"Janji apa?" Jonathan tidak tahu dengan janji yang diucapkan oleh Kamal.


"Ini yang tidak aku suka dengan orang yang langsung lupa, setelah dia sudah bahagia," kata Kamal.


"Joe, kasihanilah dia itu. Dia sudah lama jomblo, apa kau lupa. Dengan sekertaris mu itu, Kamal betul-betul falling in love pada gadis berkacamata itu," ucap Antonio.


"Oh... Arumi, apa aku belum katakan padamu ya?" tanya Jonathan pada Kamal.


"Katakan apa? jangan katakan Arumi sudah mau menikah atau sudah menikah ?" tanya Kamal dengan raut wajah yang terlihat tidak baik-baik saja.


Amar dan Antonio tertawa, melihat wajah Kamal yang terkenal dengan julukan sebagai Don Juan kena batunya. Biasanya, Kamal sangat mudah mendapatkan seorang gadis. Kini,Arumi. Sangat sulit untuk ditaklukkan. Apalagi, Jonathan setengah hati membantunya.


"Diam kau Mar..! cepat Joe.." titah Kamal yang tidak sabar, apa yang akan dikatakan oleh Jonathan.


"Dua hari yang lalu, Arumi resign.."


"Resign..!" belum selesai Jonathan berkata, Kamal sudah memotong ucapannya.


"Iya, resign.." sahut Jonathan.


"Kenapa? apa kalian memecatnya?" tanya Antonio.


"Dia melanjutkan Studi S2 keluar negeri atas biaya perusahaan," ujar Jonathan.


"Ahhhrghhh..! kenapa kau beri dia beasiswa, kau tahu aku lagi mendekatinya..!" kesal Kamal.


"Hei..! dia suka belajar, Papa memberi dia izin untuk melanjutkan sekolah. Dia baru 20 tahun, kau itu sudah 30 tahun. Kau cari yang sudah dewasa untuk kau nikahi, biarkan Arumi dengan pria yang sebayanya," kata Jonathan.


"Kau itu bagaimana? Bianca baru 22 tahun, saat dia baru 18 tahun. Kau sudah menanam saham..," ujar Kamal dengan kesal.


Antonio dan Amar tertawa, melihat Jonathan dan Kamal saling berdebat.


"Cukup..! kalian berdua berdebat tidak jelas, Mal. Jika jodoh, kau dan Arumi pasti akan bersatu. Walaupun Arumi ke ujung dunia menuntut ilmu," ucap Antonio.


"Ke negara mana dia pergi?" tanya Kamal.

__ADS_1


"Tidak jauh, Singapore," jawab Jonathan.


"Nah Mal, Singapore. Dekat, pergi pagi pulang malam. Bisa kau lakukan, soal biaya. Aku rasa kau tidak akan kesulitan, Tuan muda Kamal Alfarizi. Putra Taipan Alfarizi, beli tiket pesawat 1 sampai 2 juta. Kecil," kata Amar.


"Untuk apa pakai tiket, pesawat milik bokap saja bawa," kata Antonio.


Amar dan Antonio sibuk berceloteh, Kamal hanya diam.


"Hei! kenapa diam? apa kau ingin bunuh diri? jangan di sini ," ujar Jonathan.


"Sial! cintaku layu sebelum berkembang," ujar Kamal.


"Sabar Bro, lihatlah! di pantai itu ada tiga anak perawan, bisa kau tebar pesona pada mereka," kata Antonio.


Plak..


Jonathan memukul lengan Antonio, dan mendelikkan matanya menatapnya.


"Ada apa? kenapa kau marah?' tanya Antonio.


"Siapa kau bilang anak perawan ?" tanya Jonathan.


"Itu.." Antonio menunjuk kearah Bianca dan kedua temannya yang bermain air.


"Hahaha..!" Antonio tersadar, saat melihat sosok Bianca.


"Sorry Bro, aku lupa. Ternyata ada mantan anak perawan di sana." gurau Antonio.


"Cie..cie.. yang bucin, dulu bilang sudah menganggap Bianca sebagai adik." ledek Antonio.


"Diam! urus orang yang lagi patah hati itu!" seru Jonathan pada Antonio.


"Kamal itu tidak akan pernah patah hati, dia itu mempunyai prinsip. Pergi satu gadis, masih ada gadis yang ngantri ." kata Antonio.


"Mal, move on. Kau itu belum waktunya untuk bertobat, sekarang nikmati kesendirianmu. Kencan dengan para wanita cantik yang ada dalam daftar tunggu ." ledek Amar.


"Kalau aku bilang, kau jangan seperti dulu lagi. Akhiri petualangan mu itu, Jika Arumi tahu. Dia pasti akan menolakmu, tanpa sempat kau mengutarakan isi hatimu," kata Jonathan.


"Betul..!" Amar menyetujui perkataan Jonathan.


Perbincangan ketiganya berhenti, saat Bianca dan temannya ikut bergabung. Setelah mereka letih bermain air.


Semua bersenang-senang di villa, waktu menjelang malam. Mereka melakukan barbegue, dan Yunita menyumbang lagu dengan diiringi petikan gitar Amar. Mereka melupakan masalah sejenak.


"Bro, kau lihat. Betapa cantiknya Bianca, kau sungguh beruntung mendapatkannya," kata Antonio.


"Kenapa kau memuji istriku? kau cari gadis untuk kau puji, jangan istriku yang kau puji," ujar Jonathan dengan nada suara yang ketus.


"Kau sudah bucin akut..!" ledek Antonio.


Diwaktu yang sama, tapi tempat berbeda. Kedua orangtua Jonathan sudah berangkat pulang.


Apa yang akan dilakukan Maya dan Budi Dwipangga pada sang putra??

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...🌟🌟🌟...


__ADS_2