Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Masa lalu


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Di lantai bawah.


Tidak ada terlihat wajah melelahkan di wajah Bianca, Ayu dan Yunita.


Belanja, bukan hal melelahkan bagi seorang wanita. (author juga🤣)


"Bian, apa sudah lengkap dibeli semua?" tanya Ayu.


"Sudah Mbak, sebenarnya. Di kampung bekas pakai Elvan dulu masih ada dan masih bagus lagi, tapi Mas Joe tidak mau memakai bekas El dulu," kata Bianca.


"Jelas tidak mau Bian, masih bagus. Tapi kan sudah lama, Mas Joe pasti ingin semua serba baru," kata Yunita.


"Apalagi dia tidak ikut terlibat saat kelahiran Elvan, sekarang ini. Pasti Mas Joe sangat antusias untuk membeli perlengkapan kelahiran putrinya," ujar Ayu .


"Semoga saja apa yang dibelinya, bermanfaat untuk baby," ujar Bianca.


"Aku curiga, apa mereka tahu apa yang ingin dibeli ?" tanya Yunita pada Bianca dan Ayu.


"Semoga apa yang mereka beli tidak mubajir," ujar Bianca.


"Aduh..!" seru Bianca, saat tubuhnya terdorong kebelakang, karena ada tubuhnya yang menabraknya.


"Bian..!" dengan cepat tangan Yunita menangkap tubuh Bianca, sehingga Bianca tidak jatuh terduduk.


"Hei..! kalau jalan hati-hati, kau hampir membuat temanku celaka..!" seru Ayu sembari menarik lengan orang yang menabrak Bianca, yang ingin pergi saja. Setelah menabrak Bianca.


Orang yang menabrak Bianca memutar badannya menghadap Ayu.


Dan...


"Kau...!" seru Ayu kesal, saat melihat wanita yang telah membuat Bianca hampir terjatuh.


"Lepaskan tanganmu..!" seru Safira sembari menepiskan tangan Ayu di lengannya, seakan-akan dia merasa jijik dipegang oleh oleh Ayu tangannya.


"Kau telah membuat temanku hampir jatuh..! kau harus minta maaf..!" seru Ayu pada Safira.


"Aku tidak salah, kenapa dia menghalangi jalanku. Kalau lagi hamil itu jangan keluyuran, duduk di rumah saja" ujar Safira kesal.


"Dasar perempuan tidak berkelas..!" sindir Yunita.


"Siapa yang tidak berkelas? kau yang tidak berkelas! orang miskin sok-sok mau belanja di Mall, kalian dari kampung..! mau mencuri ya..!" balas Safira.


"Jaga mulutmu mbak, jangan asal bicara. Aku akan menuntut dengan apa yang mbak tuduhkan pada kami," ucap Bianca.


"Bian, kau diam saja. Jangan sampai nanti baby mu eneg mendengar kau bicara dengan perempuan yang tidak punya hati ini," ujar Ayu.

__ADS_1


"Amit-amit jabang bayi," ujar Bianca sambil mengusap-usap perutnya.


"Kau masih tidak terima ya, suamimu lebih memilih aku. Daripada perempuan kampung sepertimu itu..!" sindir Safira dengan melengos menatap Ayu.


"Suami seperti untuk apa aku pertahankan, sudah aku katakan dulu. Aku sedekahkan Wahyu kepadamu, aku tidak akan mau mempunyai suami yang tidak setia. Jangan-jangan kau juga di selingkuhi." ledek Ayu.


Karena kesal, tangan Safira ingin menampar pipi Ayu. Tetapi dengan sigap, Ayu menangkap tangan Safira dan menepisnya.


"Jauhkan tanganmu dari tubuhku, najis..!" seru Ayu ketus.


"Suami? Bian, apa perempuan ini yang merebut suami Ayu?" tanya Yunita dengan berbisik.


"Iya," sahut Bianca.


"Perempuan mirip ondel-ondel begini," ucap Yunita tanpa sadar dengan keras, hingga Safira mendengarnya.


"Apa kau bilang? jaga mulutmu, aku bisa menuntutmu..!" sergang Safira pada Yunita.


"Tuntutlah..! apa kau kira aku takut." balas Yunita dengan mengendikkan kedua bahunya.


"Kau...!" jemari Safira menunjuk kearah Yunita dengan kesal.


"Fira, ada apa? apa kau membuat keributan di sini?" seorang pria datang dari arah belakang Ayu.


Deg..


"Mas Wahyu, lihatlah. Mereka menyerang aku." adu Safira dengan menunjukkan raut wajah yang pura-pura sedih.


"Jangan mengada-ada mbak, kau yang hampir membuat teman saya jatuh..!" seru Yunita.


"Mas! mantan istrimu dan teman-temannya menghina aku," ujar Safira sembari beranjak mendekati Wahyu, dan memeluk lengan Wahyu dan menyandarkan kepalanya dilengannya.


"Mantan..! apa maksudmu?" tanya Wahyu, karena Ayu masih membelakangi Wahyu. Sehingga tidak melihat, bahwa wanita yang didepannya ada Ayu. Mantan istrinya.


"Apa kabar mas Wahyu?" tanya Ayu sembari membalikkan badannya menghadap kearah Wahyu.


"Ayu..!" seru Wahyu dengan mata bulat sempurna, menatap Ayu yang kini sangat berbeda. Tidak terlihat lagi tubuh kurus, kini Ayu sangat terawat. Rambut hitamnya yang dulu selalu terikat, kini terurai sebatas bahu.


"Mas..!" seru Safira, menyadarkan Wahyu yang terpaku menatap Ayu. Yang kini sangat berbeda saat dia menikahinya, karena perjodohan yang dilakukan oleh Kakek Wahyu.


"Ada apa?" tanya Wahyu pada Safira, tetapi matanya tetap terarah pada Ayu.


"Kenapa kau melihatnya? marahi dia, karena telah menghina istrimu ini," ujar Safira kesal, karena pandangan mata Wahyu terus menatap Ayu.


"Ayu, apa kabar? kita telah lama tidak bertemu, bagaimana keadaan ibu ?" tanya Wahyu, dengan mata yang terus menatap Ayu.


"Ibuku baik-baik saja," sahut Ayu.


"Mas, untuk apa kau menanyakan ibunya? dia bukan siapa-siapa mu lagi..!" Safira kesal, karena rengekannya tidak ditanggapi oleh Wahyu.

__ADS_1


"Diamlah kau Safira..!" bentak Wahyu kesal.


"Mas!" Safira kesal, Karena telah di bentak oleh Wahyu didepan umum. Terlebih lagi didepan Ayu, wanita yang suaminya telah direbutnya.


Wahyu menatap wajah Ayu yang semakin cantik menurutnya, Safira untuk melihat gelagat tidak baik. Menarik tangan Wahyu untuk pergi.


"Safira..!" Wahyu menghentakkan tangan Safira yang menariknya.


"Jaga kelakuanmu! kau bukan anak kecil yang harus diingatkan setiap hari..!" seru Wahyu untuk kesal dengan kelakuan Safira untuk terlalu manja menurutnya, dulu. Kemanjaan Safira untuk membuat dia jatuh kedalam pelukannya, kini. Wahyu bosan menghadapinya.


"Ada apa ini?" suara Jonathan terdengar dari belakang Wahyu.


"Mas Joe," ujar Bianca kaget, karena Jonathan dan ketiga temannya tiba-tiba muncul.


"Aku menghubungi mas Amar," ujar Yunita pada Ayu dengan berbisik.


"Ada apa Yu?" Antonio mendekati Ayu dan melingkarkan tangannya ke pinggang Ayu.


Wahyu yang mengenal Antonio terpaku, saat melihat Antonio memeluk Ayu dengan mesra didepannya. Begitu juga dengan Safira, dia heran. Melihat Antonio memeluk Ayu dengan mesra.


"Chef Antonio." sapa Wahyu.


"Pak Wahyu, ada apa ini?" tanya Antonio pada Wahyu, yang pernah ingin menjalin kerjasama dengan restorannya. Tapi gagal.


"Tidak ada apa-apa chef," ujar Wahyu.


"Perempuan itu tadi menabrak Bianca mas Joe, untung Bianca tidak jatuh." adu Yunita kepada Jonathan.


"Kau tidak apa-apa Bian? bagaimana dengan baby kita?" tanya Jonathan dengan raut wajah yang sangat khawatir.


"Tidak apa-apa mas," jawab Bianca.


"Dan kau, awas sampai anak dan istriku celaka! aku akan melaporkanmu..!" ancam Jonathan seraya menatap wajah Safira dengan tajam.


"Kalau tidak ingin celaka, jangan izinkan istrinya keluar..!" balas Safira tidak takut dengan ancaman Jonathan.


"Safira...!" seru Wahyu kesal, karena Safira tidak mengindahkan peringatan Jonathan.


"Mas, kau harusnya membela istrimu. Aku, Safira..!" seru Safira marah kepada Wahyu.


"Kau salah..!" seru Wahyu.


*


*


*


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2