
Happy reading guys 🥰
👇👇👇
Maya melangkahkan kakinya, didepan pintu ruang kerja Chelsea dia berhenti.
Chelsea yang sedang duduk menunggu orang yang ingin bertemu dengan, sontak kaget. Langsung berdiri, kemudian beranjak mendekati Maya.
"Tante, apa kabar?" tanya Chelsea seraya mengulurkan tangannya.
Maya menyambut uluran tangan Chelsea, walaupun yang sebenarnya. Hatinya tidak ingin menyambut uluran tangan gadis tersebut.
"Ayo Tante, silakan duduk," ujar Chelsea pada Maya.
"Salma, Bik Minah," panggil Maya, baru kemudian keduanya masuk.
Keduanya masuk setelah dipanggil oleh sang majikan.
Maya mendudukkan diri, kemudian Salma dan Bik Minah langsung mengambil posisi berdiri dibelakang kursi majikannya.
Apa yang dilakukan keduanya tidak luput dari pandangan mata Chelsea.
"Siapa mereka Tante ?" tanya Chelsea.
"Asisten saya," jawab Maya.
"Asisten?" mata Chelsea melihat Bik Minah dan Salma dari bawah ke atas, begitu sebaliknya.
"Iya, asisten. Kenapa, apa ada masalah?" tanya Maya, karena melihat cara Chelsea memandang kedua asisten rumah tangganya. Dengan tatapan mata yang meremehkan.
"Salma, Bik Minah. Duduk.!" titah Maya pada Salma dan Bik Minah.
"Kami di sini saja Nyah," ucap Salma dengan setengah berbisik, dan sedikit membungkukkan tubuhnya ke arah punggung Maya.
"Mau minum apa Tante," ujar Chelsea.
"Tidak usah, saya ke sini bukan untuk minum. Saya langsung saja, di mana Jonathan?" tanya Maya to the point.
"Jonathan? apa dia hilang?" balas Chelsea yang bertanya.
"Saya bertanya padamu, anda balik bertanya kepada saya ?" ucap Maya dengan gaya bahasa yang formal.
"Saya tidak tahu dengan apa yang Tante katakan, saya tidak pernah bertemu dengan Jonathan," ujar Chelsea.
"Tidak pernah bertemu? anda tidak berbohong..!" Maya memberikan tatapan mata yang tajam, membuat Chelsea sedikit menundukkan kepalanya.
"Betul Tante, saya sudah lama tidak bertemu dengan Jonathan," ucap Chelsea, yang tidak mengakui. Baru-baru ini bertemu dengan Jonathan.
Maya mengambil sesuatu dari dalam tas yang ada di atas pangkuannya.
__ADS_1
"Ini, apa...!" Maya melemparkannya gambar Chelsea dan Jonathan yang ditemukan oleh Maya dibawah bantal.
"Gambar ini?" Chelsea kaget, melihat gambar yang dikirimnya untuk Bianca. Kini ada ditangan Mama Jonathan.
"Kenapa ada pada Tante Maya, sial..! dia memberikannya pada Tante Maya, tidak bisa dianggap enteng dia." batin Chelsea.
"Bukankah ini gambarmu dengan putra saya..!' seru Maya.
"Untung gambar itu belum aku buang." batin Salma.
Saat itu, Salma ingin membuang gambar tersebut. Tetapi dia membatalkannya dan menyimpannya, saat ingin menemui Chelsea. Maya mencari-cari gambar yang sudah remuk di injak-injaknya.
"Iya Tante, kenapa ada sama Tante?" tanya Chelsea dengan pura-pura tidak bersalah.
"Gambar ini baru! kenapa kau katakan tidak bertemu dengan Jonathan? kau pintar berbohong..!" ketus Maya.
"Betul Tante, itu gambar lama." Chelsea tetap Keukeh tidak mengakui pertemuannya dengan Jonathan baru-baru ini.
"Jangan berbohong terus, itu gambar dua hari yang lalu. Baju yang di pakai Jonathan itu, di pakainya saat ada rapat di sekolah Bina Bangsa. Dan itu dua hari yang lalu..!" tegaskan Maya.
"Cantik-cantik pembohong ya Nyah." Salma ikut nimbrung.
"Diam mulutmu! jangan sesekali kau mengatakan aku pembohong.!" Chelsea marah, karena tidak terima dikatakan pembohong oleh Salma.
"Dia yang berbohong, dia yang marahan. Biasa begitu, yang salah itu yang paling kuat suaranya" timpal Bik Minah.
"Kau perempuan peot, jaga mulutmu..!" sentak Chelsea pada Bik Minah.
"Tante, saya dan Jonathan itu saling cinta. Perpisahan kami dulu, tidak bisa membendung rasa cinta kami berdua. Tante harus terima kenyataan ini, bahwa Jonathan hanya mencintai Chelsea. Istrinya yang sekarang, Jonathan tidak mencintainya, Tante harus terima kenyataan ini..!" seru Chelsea.
"Kau..! jangan kau kira aku merestui hubungan kalian, Kalau perlu. Aku akan mengirim Jonathan menjauhimu," kata Maya.
"Hahaha..!" Chelsea menertawakan Maya.
"Apa Tante bisa Melakukan itu? Jonathan sudah besar Tante, dia sudah tidak membutuhkan Tante sebagai seorang ibu. Ada Chelsea yang akan memberikan cinta yang di butuhkan Jonathan, Tante istirahat saja. Jaga cucu yang akan Chelsea berikan pada Tante," kata Chelsea dengan percaya diri yang tinggi.
"Joe menikah, karena desakan Tante. Dia belum berani menentang keinginan Tante, sekarang. Chelsea telah kembali, Joe akan kembali pada Chelsea..!" ucap Chelsea dengan berani melawan Maya.
"Dasar wanita gila..! kau kira Jonathan mencintaimu lagi, sekarang. Dia hanya mencintai istrinya dan putranya, jika dia tidak mencintai istrinya. Dia tidak mungkin ingin secepatnya menikah dengan Bianca, oh..ya. Kau juga harus tahu, sekarang mereka sedang menunggu anak kedua. Dan kau..! jangan menjadi rumput liar disekitar rumah tangga mereka, jangan sampai aku mencabut mu dan membuangnya dan membakarnya. Hingga kau tidak bisa melakukan apapun lagi, ingat. Aku tidak main-main." ancam Maya.
"Non Bian hamil?" pertanyaan dalam batin Salma.
"Bik, Non Bian hamil?" tanya Salma dengan berbisik pada Bik Minah.
"Emboh," sahut Bik Minah seraya mengendikkan kedua bahunya.
"Tante mengancam saya?" tanya Chelsea.
"Aku tidak mengancam, hanya mengingatkan saja," ujar Maya.
__ADS_1
Kemudian...
Maya berdiri dan berjalan menuju pintu keluar, di tengah-tengah pintu. Maya menghentikan langkahnya. Berkata, tanpa membalikkan badannya.
"Kau itu gadis cantik, carilah pria yang masih sendiri. Aku tidak pernah mendukungmu, dulu. Mau pun sekarang. Jonathan pasti akan memilih keluarganya." selesai berkata, Maya keluar dari ruang kerja Chelsea.
"Non, awas ya. Jika berani menganggu Den Joe dan Non Bianca, kami tidak akan tinggal diam..!" seru Salma sambil memukul-mukul ujung payungnya kelantai, dan melototkan matanya menatap Chelsea.
"Iya, kami akan Serang restoran Nona. Jauh-jauh dari keluarga Den Joe dan Non Bianca." timpal Bik Minah.
Kemudian, Bik Minah dan Salma berlalu dari hadapan Chelsea.
Chelsea termangu melihat keberanian, Salma dan Bik Minah.
"Gila..! dasar orang-orang tidak waras..! apa dikiranya aku takut, aku tidak akan menyerah. Aku sudah melepaskan Riko dan Della, aku tidak akan mau kehilangan Jonathan." raut wajah marah tercetak di wajah Chelsea.
***
"Apa kalian tidak bisa saling menjauh, aku muak melihat kalian saling menempel..!" seru Kamal, pada ketiga temannya dengan kesal.
"Wow..! kenapa kau marah?" tanya Amar.
"Kamal! kau cemburu, karena kami ada pasangan?" ledek Antonio.
"Siapa cemburu? pasangan? perasaan sekali, Nita dan Ayu mau bersama dengan kalian berdua," kata Kamal meledek Amar dan Antonio.
"Ayu, Nita. Jangan termakan gombalan receh kedua ular kadut ini, mereka mempunyai kekasih di setiap gang menuju rumah mereka," kata Kamal.
Yunita dan Ayu hanya menampilkan senyum tipis dibibirnya.
"Kalau Mas Kamal, kekasih mas di mana saja ?" tanya Bianca.
"Aku? aku tidak punya kekasih Bian. Cewek-cewek yang dekat denganku itu karena kami saling membutuhkan saja, mereka butuh uang. Dan aku butuh teman ngobrol," sahut Kamal.
"Ngobrol? ngobrol di ranjang." ledek Jonathan.
"Sialan kau Joe, jangan dengarkan Jonathan." kesal Kamal.
"Kalau Mas Joe, ada berapa banyak cewek yang mas punya?" tanya Bianca pada Jonathan.
"Kalau itu Jangan kau tanyakan padanya Bian," sahut Antonio.
"Kenapa?" tanya Bianca.
"Karena cewek yang dekat dengan Joe itu tak terkira," jawab Amar.
Deg..
"Ternyata, mas Joe seorang playboy. Dimana sosok pria yang aku kenal dulu." batin Bianca.
__ADS_1
...**Bersambung...
...🌟🌟**...