Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
OLD


__ADS_3

Happy reading guys πŸ₯°


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Mama dan Papa tahu dari siapa?" tanya Jonathan.


"Kau ini ya, anak kurang ajar! ada kejadian sebesar ini, mau di tutupi dariΒ  Mama dan Papa?" Maya melampiaskan kemarahannya kepada Jonathan.


"Bukan ingin menutupi, cuma belum ada kesempatan. Joe masih sibuk mencari keberadaan El tadi, sehingga Joe lupa untuk member kabar pada Mama dan Papa," ujar Jonathan.


"Baru satu hari Mama dan Papa pergi meninggalkan rumah, sudah ada kejadian seperti ini? apa yang kalian lakukan, sehingga El bisa lepas dari pengawasan kalian sebagai orang tua?" tanya Maya seraya memandang Jonathan dan Bianca.


"Itu karena anak Mama itu, ngajak BBS di siang bolong." batin Bianca.


"Sudah, jangan diperpanjang lagi. Yang penting, Elvan kembali dalam keadaan selamat dan sehat-sehat saja kembali pada kita," ujar Budi Dwipangga.


"Siapa yang berani berniat jahat, dengan menculik El?" tanya Maya.


"Mira Maa," sahut Bianca.


"Mira...! Anak Jeng Violin? Gila anak itu, sudah bosan hidup dia ya?" geram Maya, saat mengetahui. Mira yang telah menculik Elvan.


Jonathan menceritakan semua kronologi penculikan dan peran Chelsea yang menemukan Elvan.


"Chelsea ! Wanita itu berbuat baik?" Maya tidak percaya, Chelsea yang dikenalnya bisa menolong anak orang. Tanpa memperdulikan keselamatannya.


"Apa dia tahu Elvan anakmu Joe?" tanya Budi Dwipangga, Papa Jonathan.


"Joe tidak tahu Paa," jawab Jonathan.


"Mama ingin menghubungi Violin, dia enak-enakan honeymoon. Anaknya berbuat kejahatan pada cucuku..!" Seru Maya.


Maya mengeluarkan ponselnya, dan menghubungi nomor Mama Mira. Tetapi panggilan tersebut selalu dialihkan ke mesin penjawab.


"Dia tidak berani menjawab panggilan Mama, dia pasti malu! selama ini selalu membangga-banggakan putrinya tersebut..!" seru Maya marah, karena teleponnya tidak tersambung.


"Oma..!" mata Elvan terbuka lebar, memandang Maya yang mengomel panjang lebar.


Mendengar suara Elvan memanggilnya, Maya seketika melupakan kemarahannya.


"Cucu Oma..!" seru Maya seraya mengecup pucuk kepala Elvan.


"Sehat kan cucu Oma?" tanya Maya.


"El tidak sakit, cuma. Mata El ngantuk terus," sahut Elvan.

__ADS_1


"Geramnya Oma dengan orang itu, bisa-bisanya dia memberi obat bius pada cucuku..!" seru Maya, saat Elvan mengatakan matanya ingin terpejam terus karena mengantuk.


"El ngantuk, El bobok dulu ya," ujar Elvan sebelum matanya mengatup kembali.


"El, minum dulu," ujar Bianca, saat Elvan ingin tidur kembali.


Elvan membuka mulutnya, dengan mata setengah terpejam.


Setelah minum, El kembali tertidur.


"Bagaimana bisa begini? sampai kapan Elvan tertidur begini?" tanya Papa Jonathan pada Jonathan.


"Sampai efek dari obat bius didalam tubuhnya habis, Mira menyuntik obat bius ketubuh El ," jawab Jonathan.


"Jangan sebut namanya, haram nama dia didengar telinga kita..!" titah Maya pada Jonathan, karena Jonathan menyebut nama Mira.


"Sudah tahu hasil operasi Chelsea dan Sandy, bagaimana juga. Kita harus berterima kasih pada mereka berdua, jika tidak ada mereka berdua, tidak bisa kita bayangkan. Apa yang akan dialami Elvan," ujar Budi Dwipangga.


"Belum Paa," sahut Jonathan.


"Mama belum yakin tuh Chelsea berbuat baik, pasti ada niatnya menyelamatkan Elvan," ujar Maya.


"Soal itu, kita serahkan pada sang pencipta Maa. Sekarang ini kita mengucapkan syukur Alhamdulillah, karena Elvan tidak mengalami apapun. Dan kita tidak boleh suudzon, dengan apa yang dilakukannya," kata Budi Dwipangga.


*


*


*


Jonathan, Amar. Antonio dan Kamal menemui Sandy yang sudah selesai operasi.


"Pak Joe, maaf. Saya tidak bisa menyelamatkan Elvan," ujar Sandy.


Sandy bercerita, bahwa. Mira meminta dia untuk membantunya untuk dekat dengan Jonathan, dengan jalan menjebak Jonathan.


"Dia ingin kau membantunya untuk menjebak Jonathan! bagaimana caranya?" tanya Amar.


"Dia tahu, setiap akhir tahun. Sekolah kita mengadakan studi tour, dan Pak Joe selaku kepala sekolah selalu ikut. Dan di kegiatan studi tour itu dia ingin menjebak Pak Joe dengan tidur bersama dengannya. Dan jika hal itu terjadi, Pak Joe harus bertanggung jawab dengan menikahinya." cerita Sandy.


"Wanita tidak waras..! bisa-bisanya dia ingin Melakukan itu, apa dia tidak tahu. Bahwa kau tidak bekerja di Bina Bangsa lagi?" tanya Jonathan.


"Saya tidak mengatakannya Pak," kata Sandy dengan tertunduk malu.


"Mengenai Chelsea, kenapa dia berada ditempat kejadian?" tanya Kamal, yang masih curiga. Chelsea bekerja sama dengan Mira.

__ADS_1


"Soal Chelsea, saya juga tidak tahu Pak. Mungkin dia mengikuti saya, karena saya waktu itu bertemu dengan Chelsea untuk meminta uang. Dan saat itu Mira menghubungi saya, mungkin Chelsea mendengar dan mengikuti mobil saya, nasib saya masih mujur. Dilindungi oleh Sang Pencipta. Sedangkan Chelsea, saya tidak tahu Pak. Sebelum saya pingsan, saya melihat kedua kakinya berdarah dan saya melihat putra bapak dalam keadaan baik-baik saja."


Sandy menghentikan ceritanya, dan meminta air minum. Lalu kemudian, Sandy melanjutkan ceritanya.


"Mira ingin menabrak putra bapak, waktu saya ingin mengangkat putra Pak Joe. Mira memukul kepala saya, begitu terbangun. Saya sudah berada di parit dan Chelsea sudah tergeletak dan mobil Mira menabrak pohon," ucap Sandy.


"Hanya itu yang dapat saya ceritakan Pak, yang menyelamatkan putra bapak mungkin Chelsea. Karena hanya kami yang ada ditempat kejadian," kata Sandy.


*


*


*


Seorang wanita paruh baya tergopoh-gopoh turun dari lantai atas rumahnya.


"Pa..! Papa...!" teriak Violin dengan dengan suara yang nyaring mencari keberadaan sang suami.


"Ada apa Maa?" Bara, Papa Mira keluar dari ruang olahraga dengan peluh membasahi sekujur tubuhnya.


"Habislah kita Paa, putrimu itu sudah pulang ke sini. Dan dia sudah menculik cucu Maya..!" seru Violin yang panik.


"Pulang? kapan? apa dokter sudah mengizinkan dia untuk pulang?" pertanyaan bertubi-tubi keluar dari dalam mulut sang suami.


"Soal itu tidak perlu Papa tanyakan lagi! sekarang ini, dia sudah menculik cucu Maya dan melukai dua orang..!" seru Violin sembari menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Kalau begini, Mama akan mati muda Paa! kenapa kegilaannya tidak bisa sembuh juga, sudah keluar negeri di bawa. Tapi tidak ada perubahan, Mama mengharapkan anak itu mati saja..!" saking kesalnya, Violin mengharapkan kematian Mira.


"Mama..! dia itu anak kita, apapun yang dilakukannya. Itu kesalahan kita sebagai orang tuanya, yang selalu memanjakannya," ujar sang suami.


"Mama mendapatkan kabar dari mana?" tanya Bara, Papa Mira.


"Polisi baru menghubungi ponsel Mama, polisi mengatakan Mira sekarang berada di rumah sakit," ujar Mama Mira, Violin.


"Berada di rumah sakit, bukan menculik?" tanya Bara.


"Karena menculik cucu Maya, Mira berakhir di rumah sakit Paa. Ayo Paa, kita cepat ke rumah sakit," ujar Violin.


*


*


*


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2