
Happy reading guys 🥰
👇👇👇
"Tolong jaga kan Bianca Mbak, dia belum mengerti tentang hidup berumah tangga," ujar budhe Tiara.
"Jangan khawatir Dek Tiara, mbak akan menjaga Bianca. Seperti menjaga kaca, biar tidak pecah," ujar Maya yang terus bergurau.
Akhirnya...
Setelah mengantarkan budhe Tiara ke stasiun, Bianca meminta sopir untuk menuju sekolah Bina bangsa.
Di sekolah Bina bangsa, Jonathan bergegas untuk pulang. Karena dia mendapatkan telepon dari Zulham, harus segera berangkat ke kota T.
Jonathan bergegas menuju ke tempat mobilnya terparkir, saat dia ingin membuka pintu mobil. Suara orang yang sudah lama tidak didengarnya terdengar merdu terdengar ditelinga Jonathan.
"Joe...!" suara lembut menyebut namanya, terdengar dari belakang tubuhnya.
Deg...
Jonathan segera membalikkan badannya, dan matanya melihat sosok yang sudah lama tidak dilihatnya. Kini berdiri dengan anggun didepannya, dengan mata lembutnya yang membuat Jonathan dulu jatuh cinta pada Chelsea.
"Chelsea...!" Jonathan berjalan dengan pelan menghampiri Chelsea, tetapi Chelsea berlari dan menubruk Jonathan dan memeluknya.
"Joe...! aku merindukanmu..!" seru Chelsea dengan memeluk Jonathan, terdengar suara isak tangisnya.
Jonathan kaget dengan apa yang dilakukan Chelsea, dia tidak membalas pelukannya dan juga tidak menolaknya.
Keduanya tidak menyadari ada mobil yang baru berhenti, dan sepasang mata melihat apa yang mereka lakukan. Yaitu berpelukan.
Deg..
Bianca sontak kaget, melihat apa yang dilakukan Jonathan dan Chelsea ditempat terbuka. Raut wajah Bianca langsung berubah, dan mentitahkan sopir untuk pulang.
Dengan perasaan yang terluka, Chelsea memeluk Elvan yang terkantuk-kantuk didalam pelukannya.
"Maaf El, sebentar lagi. Kita akan hidup berdua kembali, Kebahagiaan kita hanya sekejap. Mama harus mengembalikan Papa El pada orang yang lebih berhak," batin Bianca.
Air mata Bianca sudah menumpuk di sudut bola matanya, dengan cepat Bianca menghapusnya. karena takut, sang sopir melihat ia menangis.
"Untuk apa sedih, bukannya ini yang aku harapkan. Rasa bersalahku sudah terbayarkan, dengan bersatunya mereka berdua." batin Bianca.
"Pak, kita kembali saja." titah Bianca.
__ADS_1
"Baik Non." mobil pergi meninggalkan kedua pasangan yang masih berpelukan, yang sebenarnya bukan berpelukan. Karena Chelsea yang memeluk Jonathan, sedangkan tangan Jonathan tidak membalas pelukan Chelsea. Pelukan itu hanya sepihak.
Jonathan melepaskan pelukan Chelsea, dan mundur selangkah. Dia menatap wajah Chelsea yang terlihat lebih dewasa, terlihat berbeda dengan dengan terakhir kali mereka bertemu.
Dahulu, tidak ada makeup tebal menghiasi wajah cantiknya. Dan rok mini dengan tank top dan blazer. Kini, wajah itu telah hilang dari penglihatan Jonathan.
Chelsea yang sekarang, Chelsea yang sudah dewasa. Chelsea yang sudah bisa merias wajahnya.
"Joe, aku sangat merindukanmu," ujar Chelsea dengan suara yang lirih, dan nyaris tak terdengar.
"Kau pergi kemana? aku telah mencarimu kemana saja. Aku sampai menyusul keluar negeri, aku mengira kau pergi melanjutkan kuliahmu. Tapi kau tidak ada di sana," kata Jonathan dengan mencerca dengan pertanyaan yang selama ini ada dalam pikirannya.
"Apartemen mu juga, sepertinya tidak pernah ditempati." sambung Jonathan lagi.
Jonathan mengetahui, apartemen Chelsea di negara Belanda. Yang sebenarnya, apartemen itu tempat tinggal Riko saat dia melanjutkan kuliahnya di Negara yang terkenal dengan kincir anginnya.
"Maaf Joe, setelah kejadian itu. Aku pulang kerumah, karena Mama terkena serangan jantung. Aku membawa Mama berobat keluar negeri, kau tahu. Hanya aku satu-satunya putri Mama ku, tidak mungkin aku menelantarkan Mama." cerita Chelsea dengan dengan menunjukkan raut wajah yang sedih.
"Maaf Maa, aku telah berbohong. Dengan mengatakan Mama sakit." batin Chelsea.
Karena cinta, Chelsea berani mempertaruhkan kesehatan sang Mama. (Dasar Chelsea, anak durhaka) batin author ðŸ¤.
"Sekarang, bagaimana kondisi Mama mu?" tanya Jonathan.
"Kau mengajar di sini? kenapa aku tidak tahu? sejak kapan?" tanya Jonathan.
"Sejak hari ini, tadi Pak Sandy mengatakan bahwa kau telah menerima aku untuk menggantikan guru yang pensiun," ucap Chelsea dengan bahagia.
"Ohh! yang dimaksudkan Pak Sandy tadi kau..!" Jonathan Terkejut, karena Chelsea mengajar di sekolah Bina Bangsa.
"Apa yang harus aku katakan pada Papa dan Mama, jika mereka mengetahui Chelsea bergabung di sekolah Bina Bangsa." batin Jonathan.
"Joe! hei, kenapa kau melamun? apa kau tidak suka aku mengajar di sini? aku butuh uang Joe, biaya perawatan Mama sangat besar. Aku mengumpulkan uang untuk biaya transplantasi jantung Mama, biayanya tidak sedikit," ucap Chelsea dengan menunjukkan raut wajah yang sedih.(acting Chelsea hebat, dengan mengatasnamakan sang Mama yang sehat-sehat sajaðŸ¤)
"Bukan, aku menerimamu untuk bergabung di sekolah Bina Bangsa," ucap Jonathan.
"Joe, aku juga minta maaf. Telah mengatakan hal-hal yang menyakitkan saat kita putus dulu, aku tidak bisa melupakanmu Joe," ucap Chelsea, yang lagi-lagi menunjukkan wajah yang sedih. Karena dia tahu, kelemahan Jonathan. Tidak bisa melihat dia sedih.
"Aku yang seharusnya minta maaf, karena telah membuat kau kecewa," ucap Jonathan.
"Joe, apa hatimu masih ada aku?" tanya Chelsea dengan suara yang sesedih mungkin keluar dari bibir merah menyalanya.
Deg...
__ADS_1
Pertanyaan Chelsea membuat perasaan Jonathan tidak nyaman, apa yang akan dikatakannya pada Chelsea.
"Kenapa kau baru datang sekarang? di saat aku sudah membuka hatiku untuk istriku, yang telah memberikan aku seorang putra. Tidak..! aku tidak boleh menyakiti hati putraku yang baru saja aku temukan, aku tidak boleh menukar kebahagiaan putraku dengan masa lalu yang datang kembali." batin Jonathan.
Jonathan menghela napas panjang, dengan menatap wajah Chelsea dengan lekat.
"Maaf, aku tidak seperti yang dulu lagi. Aku sudah menikah," ujar Jonathan seraya mengarahkan tatapan matanya tidak lepas dari wajah Chelsea.
"Menikah? dengan siapa?" tanya Chelsea, pura-pura tidak tahu dengan siapa Jonathan menikah.
"Dengan Bianca, kejadian yang lalu. Membuat Bianca hamil, dan aku merasa. Bianca adalah takdirku yang diberikan Tuhan kepadaku," ucap Jonathan.
Chelsea menundukkan kepalanya, jemari tangannya mengusap matanya yang mengalirkan air membasahi kedua pipinya.
"Maaf...!" Jonathan melangkah mendekati Chelsea, dan memegang kedua bahu Chelsea.
"Tidak apa-apa, mungkin. Kita memang tidak berjodoh, kita hanya di takdirkan hanya sebatas teman," ucap Chelsea dengan mengangkat kepalanya, menatap wajah Jonathan.
Chelsea menunjukkan raut wajah yang gembira, walaupun dalam hatinya tidak. Kecewa, Joe mengakui pernikahannya sebagai takdir yang Tuhan berikan padanya.
"Selamat, aku mengharapkan pernikahan kalian langgeng. Sampai ajal menjemput," kata Chelsea dengan pura-pura bahagia.
"Sekarang kita berteman?" Chelsea mengulurkan tangannya, kepada Jonathan. Dan Jonathan menyambut uluran tangan Chelsea, yang pada awalnya ragu untuk menyambut uluran tangan Chelsea.
"Teman." Jonathan menyambut uluran tangan Chelsea.
"Karena kita teman, bagaimana jika pertemuan ini kita rayakan ditempat biasa kita dulu berkencan. Dulu sebagai kekasih, sekarang. Hanya sebagai teman, bagaimana Joe?" tanya Chelsea yang sangat berharap, Jonathan menerima ajakannya.
"Sebagai teman lama Joe," ucap Chelsea.
Jonathan lama menjawab permintaan Chelsea untuk pergi ke cafe tempat mereka sering nongkrong dahulu.
"Apa kau takut istrimu marah?" tanya Chelsea, karena Jonathan lama termangu. Berpikir mengenai ajakannya.
"Bukan itu, aku harus kembali cepat. Karena aku ada urusan," sahut Jonathan.
"Hanya sebentar, Joe."
"Baiklah." Akhirnya, Joe memenuhi keinginan Chelsea untuk pergi ketempat favorit mereka dulu.
...BERSAMBUNG...
...***...
__ADS_1
CERITA INI TIDAK PANJANG YA..